Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Jia Pu – The Root from the Past

Tuesday, 3 April 2012

Viewed 4335 times, 5 times today | 132 Comments |

Josh Chen – Global Citizen

 

Tanggal 4 April 2012 besok sebagian orang Tionghoa akan merayakan Hari Ceng Beng – demikian sering disebut di Indonesia yang mendapatkan pengaruh kuat dialek Hokkian. Orang Hokkian merupakan imigran Tionghoa terbanyak di Indonesia. Di negeri aslinya disebut Qing Ming, yang terdiri dari dua huruf QING () dan MING (). Yang berarti dan melambangkan terang dan bersih. Qing berarti bersih, resik, sementara Ming berarti terang. Kalau keduanya digabung akan berarti bersih dan terang, kalau dalam bahasa Jawa bisa disebut “padang njingglang”, terang benderang.

Ceng Beng merupakan salah satu dari tiga perayaan terpenting sepanjang tahun. Yang pertama adalah Tahun Baru Imlek, kedua adalah Ceng Beng dan ketiga adalah Chit Gwe Pua. Yang terakhir, Chit Gwe Pua dikenal dengan nama aslinya Gui Jie (鬼节) yang jatuh pada bulan ke 7 penanggalan Imlek, sehingga disebut Chit Gwe Pua, istilah dalam dialek Hokkian yang berarti Pertengahan Bulan Tujuh, yaitu Sembahyang Arwah.

Nama resmi Ceng Beng dalam bahasa Inggris disebut dengan Tomb Sweeping Day yang tepat sekali menggambarkan aktivitas pada hari itu, yaitu membersihkan pemakaman, mempersembahkan sesembahan (makanan, buah) dan mengirimkan uang, pakaian, dsb untuk para mendiang (leluhur atau orang tua). Nama lainnya: All Souls Day, Clear Brightness Festival, Festival for Tending Graves, Grave Sweeping Day, Chinese Memorial Day, Spring Remembrance.

Makna perayaan Ceng Beng adalah penghormatan kepada orangtua atau leluhur kita. Dalam kesempatan ini saya ingin menurunkan tulisan tentang Jia Pu (家谱), secara harafiah berarti Buku Silsilah.

 

Share This Post

Posted by Tuesday, 3 April 2012 on 08:15.

Categories: Budaya. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

132 Responses to “Jia Pu – The Root from the Past”

Pages: « 14 [13] 12 11 10 9 8 7 6 5 4 … 1 »

  1. 130
    Ouw Djiam Biauw Says:

    Iyyaa Lani ,omaku lahir di Ambarawa dengan nama Tan Ien Nio dan opaku Liem King Goan yg lahir di Tuban berusaha waroeng istilah kerennya dan P&D disebut zaman Belandanya dan beranak 3 laki2 dan 1 perempuan,ini saya dengar dari paman yg tinggal di Semarang,Liem Hoo Bing sekitar thn 80an ,kini semuanya telah berpulang dan besok lusa Sabtu berusaha mau menulusuri sampai dimana kebenarannya,mungkin masih tertinggal family di Salatiga yg sedikit banyak bisa di interview.Salam dari Cengkareng

  2. 129
    Lani Says:

    ODB : lo…..ini jg ada jg yg bermarga TAN……jgn2 kita sedulur hehehe……..yo emboh sedulur soko endi, silsilahnya gimana ndak tau…….yg jelas mamaku ber marga TAN……..dirunut njur seduluran kabeh………

  3. 128
    Ouw Djiam Biauw Says:

    Suhu JC,makanya mau menyelidiki besok lusa,kalau ada kecocokan dengan nama2 dalam silsilah anda akan saya beritahu,jadi bener2 saudara jauh satu di BSD dan satu lagi di Florida,mudah2an undangan mas ISK bisa keturutan kan nanti jadi saudara dekat

  4. 127
    J C Says:

    Oom OB: wah, jangan-jangan juga ada bau-bau saudara jauh. Mama saya kelahiran Ambarawa, makco, kongco, emak, engkong, saudara-saudaranya memang masih ada di Ambarawa dan Salatiga juga. Terima kasih sudah mampir, Oom…

  5. 126
    Ouw Djiam Biauw Says:

    Suhu JC,sungguh kebanggaan tersendiri masih bisa melihat nenek dan kakek moyang kita.Saya pernah mendengar bahwa silsilah keturunan saya diberikan kepada paman saya yg kedua,karena dari istri pertama tak mempunyai anak,dan sang paman menikah lagi dan ada anaknya laki2,kepadanyalah pasti silsilah keturunan dari garis bapak dimilikinya,Karena sang paman sudah meninggal dan anaknya waktu itu pernah saya jumpai saat berumur 7 thn sekitar thn 80an,tapi sekarang tak tahulah rimbanya dimana gerangan.Hanya cerita sana sini dari family bahwa kakek lahir di Tuban dengan nama Liem King Goan dan menikah dengan nenek Tan Ien Nio yg lahir di Ambarawa,mempunyai anak laki 3(salah seorang adalah ayah saya)dan satu perempuan,tinggal di Salatiga,dimana semuanya sudah berpulang kerumah Bapa.Makanya weekend ini mau napak tilas ke Salatiga dan Semarang dimana banyak dari family kakek bermukim

  6. 125
    J C Says:

    Oh ya, sekalian tempel link youtube di sini, pembahasan yang sama dengan artikel ini:

    http://www.youtube.com/watch?v=5yWIZ6HNPHM

  7. 124
    J C Says:

    Mawar: tengkyu sudah mampir ya. Wah, bisa dibayangkan betapa jengkelnya keluarga buku silsilah hilang begitu saja…

    Kumoratih Kusharjanto: terima kasih sudah mampir dan berkomentar, salam kenal!

    Nev: suwun sudah mampir…tidak ketinggalan lah…

    Silvia: lha siapa tahu emang saudara jauh… terima kasih sudah mampir ya…pola penulisan seperti ini khan aku belajar dari mas Iwan juga…

  8. 123
    Silvia Says:

    Hai saudara jauh Keren banget pola yang dipakai untuk menulis ini.

    Lagi mikir serius nih mungkin beneran loh kita saudara jauh. Soalnya ipar papa dari Semarang dan marganya sama loh.

  9. 122
    nevergiveupyo Says:

    bravo…. (ketinggalan cerita hebat ini… ^.^)

  10. 121
    Kumoratih Kushardjanto Says:

    Tulisan yang sangat menarik sekali…! Senang membacanya.

Pages: « 14 [13] 12 11 10 9 8 7 6 5 4 … 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)