Seratus Tahun Hamengkubuwono IX (1): Raja Mataram Terbesar

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

PENGANTAR

Beberapa hari mendatang pemandang dan pemerhati baltyra akan disuguhkan sedikit tulisan pendek bersambung yang ringan mengenang sosok Sultan Hamengkubuwono IX. Tahun ini sang sultan yang wafat 24 tahun silam berusia satu abad. Beliau adalah seorang warga negara Indonesia paling cantik pengabdiannya kepada negeri kita, Republik Indonesia. Tulisan ini saya tulis bukan sekedar mengikuti arus dan sejenak mengingat atau mengenang sosok sang sultan. Tulisan ini saya buat karena saya suka dengannya (*).


SERATUS TAHUN HAMENGKUBUWONO IX (1): Raja Mataram Terbesar

SULTAN HAMENGKUBUWONO IX atau bergelar resmi Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga adalah sultan kesembilan yang berkuasa atas sebuah negeri, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Dinobatkan pada 18 Maret 1940 dan mengakhiri tahtanya ketika wafat di negeri nan jauh di Washington, DC, Amerika Serikat pada 2 Oktober 1988.

Selama 48 tahun menduduki tahta kerajaan Mataram, Sultan Hamengkubuwono IX yang lahir pada malam Sabtu Pahing tanggal 25 Rabingulakir Jimakir 1842 atau bertepatan hari 12 April 1912, masa pemerintahannya dilalui melalui tahapan kritis yang silih berganti. Masa kolonial Belanda, masa pendudukan Jepang, masa huru hara revolusi kemerdekaan Indonesia yang dia berada di dalamnya serta masa kemerdekaan.

Masa yang kritis dan sulit itu, dilalui oleh Sultan Hamengkubuwono IX dengan baik, tenang, perhitungan dan penuh liku serta pertimbangan bijaksana, sehingga tak terjadi peristiwa apapun yang membawa kerugian bagi rakyatnya yang dia sangat sayangi, Tidak berlebihan bila masa pemerintahannya membuat Sultan Hamengkubuwono IX pantas dijuluki Raja Mataram Terbesar sejak Sultan Agung, pendiri kerajaan Mataram Islam. (*)

 

111 Comments to "Seratus Tahun Hamengkubuwono IX (1): Raja Mataram Terbesar"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  27 April, 2012 at 18:47

    Lieber Hennie,

    Terima kasih ya… untuk komentarnya.

    Salam sayang 4-3

  2. HennieTriana Oberst  27 April, 2012 at 17:49

    Lieber Iwan, telat banget baca tulisanmu ini.
    Dulu aku sama sekali nggak suka sejarah, karena kesannya membosankan, apalagi seringnya disuruh menghapal tanggal tertentu. Dari tulisanmu banyak membuat aku lebih menikmati sejarah. Sultan inilah satu-satunya yang aku kagumi.
    Salam sayang 3-4.

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  18 April, 2012 at 00:31

    Yu Lani, jangan mikirin makan melulu doooooooong… OK, saya tunggu di lantai dansa ya…

  4. IWAN SATYANEGARA KAMAH  18 April, 2012 at 00:30

    Tji Linda, agak sulit menjawabnya pertanyaanmu. Sudah masuk ranah pribadi dan terlalu rumit untuk dijelaskan.

  5. Linda Cheang  13 April, 2012 at 08:13

    Pak ISK : apakah sebenarnya Soekarno mengikuti jejaknya Sinuwun HB IX, yang bisa setia kepada hanya satu negara atau satu bangsa, yaitu Indonesia, tetapi tidak bisa setia pada hanya satu istri? hehehe…

  6. Lani  13 April, 2012 at 05:01

    MBAK NUK, ISK : bika ambon…….apalagi yg pakai taburan kenari=kacang almond waaaaaaaah syegeeeeeeeeeer…….wuenak legit ngono dgn bau daun jeruk purut yg sgt kuat…….sedeppppppp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.