Seratus Tahun Hamengkubuwono IX (2): Penyelamat Republik Indonesia

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

MENGINGAT Republik Indonesia tidak mungkin melupakan Jogjakarta dan menyebut Jogjakarta tidak bisa mengabaikan Republik Indonesia. Kasultanan Jogjakarta yang diperintah Sultan Hamengkubuwono IX pada saat Republik Indonesia baru berdiri sebagai negara baru, telah memberikan sebuah peran sangat maha penting bagi kelangsungan sebuah negeri yang bernama Indonesia.

Di saat negeri ini masih lemah dan dianiaya kekuatan asing, Sultan Hamengkubuwono IX memberi perlindungan dengan menawarkan kesultanannnya sebagai rumah dan tempat berlindung bagi Indonesia. Ibukota Indonesia pun diam-diam pindah, dari Jakarta ke Jogjakarta.

Selama empat tahun Jogjakarta menjadi pusat magma perjuangan Indonesia dan Hamengkubuwono IX serta Paku Alam VIII berada di tengah perjuangan itu. Masa-masa sulit dan mengenaskan dilalui Indonesia selama berlindung di kesultanan itu dan akhirnya masa kritis dan sulit itu dengan kemenangan dan harga diri Indonesia yang mengagumkan.

Peristiwa dan masa perjuangan itu tak akan bisa dilepaskan dari peran Sultan Hamengkkubuwono IX. Sang sultan bukannya saja dilahirkan untuk menurunkan titah Sultan Agung untuk memerintah kerajaan Mataram, tetapi Sultan Hamengkubuwono IX dilahirkan untuk kemuliaan negara Republik Indonesia.

 

32 Comments to "Seratus Tahun Hamengkubuwono IX (2): Penyelamat Republik Indonesia"

  1. atmolaksito  15 April, 2012 at 13:58

    PEJAH GESANG NDEREK NGARSO DALEM INGKANG SINUWUN KANGJENG SULTAN!

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  12 April, 2012 at 17:27

    SELAMAT ULANG TAHUN SINUHUN… ANUGERAH UNTUK INDONESIA

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  12 April, 2012 at 17:24

    Gak tahu Nev, tanya saja sama presidenmu yang kamu pilih… Hahahaha…

  4. nevergiveupyo  9 April, 2012 at 14:19

    ngomong2, bgmn sih kelanjutan RUU keistimewaan itu ya??

  5. IWAN SATYANEGARA KAMAH  9 April, 2012 at 09:23

    Terima kasih banyak Ivana…. Salam hormat dari Jogjakarta.

  6. Ivana  9 April, 2012 at 08:33

    Great article! Saya belajar banyak dari tulisan2 Pak ISK tentang sejarah. Salut!

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  8 April, 2012 at 21:13

    Terima kasih Mawar untuk apresiasinya… Mawar, maapin Iwan ya…

  8. Mawar09  8 April, 2012 at 03:54

    HBIX memang memiliki pribadi yang dikagumi banyak orang, termasuk diriku. Terima kasih ISK untuk tulisannya.

  9. IWAN SATYANEGARA KAMAH  8 April, 2012 at 00:25

    Betul. perjanjian HB IX dan PA VIII dengan pemerintah RI 5 Sep 1945 adalah akad nikah (sakramen). Kalau itu dilanggar, ya berarti cerai. Mungkin cerainya bukan secara hukum (memisahkan diri), tetapi moral.

  10. IWAN SATYANEGARA KAMAH  7 April, 2012 at 17:38

    Memang ada yang bilang spt itu, yyk? Bahwa Jogjakarta hanya menghabiskan anggaran? Yang menyebut spt itu pasti kebanyakan dari kader Partai Demokrat. Partai itu isinya para oportunis dan orang tak berguna bagi Indonesia (lihat kasus KPK).

    Salam (jangan lupa pilih PD biar kita makin menderita).

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.