Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (4)

Lani – Kona, Hawaii

 

Kemudian kami mampir ke warung di desa JACKSON desa ini terkenal karena aneka macam pie. Pie ini isinya sangat bervariasi, ada yang diisi sayuran, kentang, daging babi, daging sapi, venison (daging rusa), ayam, cheese. Semua pie sangat enak, dimakan dengan saus buah masih panas-panas sangat pas karena udara agak dingin di luar.

Setelah mengisi perut, kami lanjutkan perjalanan sampailah ke LAKE BRUNNER, sangat luas dengan air berwarna biru kehijauan, sejauh mata memandang hijau dan hijau sejuk rasanya……kami hiking di tempat ini, semua tanaman diberi tanda nama, seperti wisata botani.

Ada beberapa orang berenang di pinggiran danau, serta berselancar di danau.

Setiap kali kami hiking di tempat yang rimbun dengan pepohonan, rumput atau semak-semak, kami selalu mengoleskan sunblock yang mengandung bahan anti gigitan serangga. Pernah sekali aku lupa tidak mengoleskan, kakiku yang tidak tertutup oleh kaos kaki digigit serangga entah apa namanya, bentol-bentol dan gatal sekali sampai berhari-hari bahkan bentol-bentolnya baru hilang setelah aku sampai kembali ke Kona seminggu kemudian.

Kami tinggalkan lake Brunner, kemudian memasuki sebuah desa kecil KOTUKU, ada tempat bernama JACKMILL school, mama partner ku pernah bersekolah di sini, tempat ini sekarang dijadikan museum.

Perjalanan dilanjutkan ke PUNAKAIKI atau Pancake rock, terlihat lapisan-lapisan batu mirip dengan susunan pancake sangat indah, banyak sekali turis dari mancanegara yang mampir. Lokasi pancake rock di lautan, untuk menikmatinya dibuatkan jalanan setapak melingkar di sisi lautan. Ada lobang di antara susunan bebatuan ini, dan ombak berdebur menghantam lewat lobang tersebut.

(49) papan nama sebelum memasuki wisata Pancake rocks

 

(50) pancake rocks, dengan susunan batunya yang berlapis-lapis seperti susunan pancake

 

(51) bentuknya beraneka ragam

Udara di sore hari yang cerah, hangat, matahari bersinar dengan terang.  Kami  keluar dari tempat wisata ini, kemudian menyeberang jalan dan membeli ice cream buatan New Zealand merk KAPITI dengan aneka rasa, memang wuenaaak…….sangat pas untuk mengobati rasa haus.

(56) kami mampir di toko ini untuk membeli ice cream

 

(57) ice cream di pangkuan……segaaaaar……

Sebelum kami tinggalkan lokasi, my partner bertanya : is it ok, if I want to stop by my aunt’s house? Aku jawab: sure, what is her name and where did she live? Dia jawab: Dolly.. dia tinggal di kota GREY MOUTH. Ketika ditelpon bibinya ada di rumah, bibinya tinggal di perumahan untuk orang tua yang masih bisa mandiri yang dikelola oleh pemerintah, manula yang tinggal di sini bayar sewa sangat murah.

Di depan rumahnya kami disambut bibi Dolly, yang tak lain adalah adik dari mamanya. Orangnya masih segar, dan senang sekali bercerita. Aku sangat takjub aunty Dolly pengkoleksi aneka boneka gajah, yang terbuat mulai dari kapuk, kayu, porselin, besi, gelas dan masih banyak lagi. Koleksinya ditata di atas meja, di lantai rumah, dimasukkan ke lemari kaca. Boneka gajah ini mulai dari yang paling imut sampai yang segede gaban, entah akan ditaruh dimana kalau koleksinya akan masih bertambah beranak pinak. Kemudian aunty Dolly menunjukkan guntingan koran dimana ada fotonya dan koleksi boneka gajahnya, wajahnya begitu bahagia, dan gembira serta bangga ketika menceritakan artikel tentang dirinya . Kami mampir kira-kira sejam-an. Kami pamit untuk melanjutkan perjalanan, aku peluk aunty Dolly di depan pintu rumah sebelum berpisah.

Kalau aunty Dolly pengkoleksi boneka gajah, sedang mamanya mengkoleksi aneka boneka ayam jago.

Kami tinggalkan kota Grey Mouth, kami menuju kota HOKITIKA dan menginap 2 malam di JADE COURT MOTOR LODGE. Bangunan motel yang seragam berjejer terdiri 25 kamar, kamarnya cukup luas dengan queen bed and single bed, lengkap dengan dapur, dan peralatan untuk memasak, disediakan kopi instant, regular kopi bubuk, bermacam gula, susu. French press, ketel listrik pemasak air. Kamar mandi shower dan bath tub nya besar.

(58) foto tugu kota HOKITIKA lokasinya di perempatan jalan di pusat kota, mengingatkanku tugu di kota Yogyakarta.

Setelah meletakkan semua barang, kami segera menelusuri kota HOKITIKA yang sangat sepi, ada beberapa gereja, aku mampir ke gereja Katolik yang dibangun di abad ke 19, aku ingin melihat jam misa hari Minggu.

(59) gereja Katolik di kota Hokitika

(60)

Untuk makan malam pilihan kami fish & chips, kali ini aku mencoba WHITE BAIT FISH kalau tertarik untuk mengetahuinya, minta bantuan mang google, bentuknya panjang entah warna aslinya seperti apa karena setelah diolah jadi berubah putih. Ikan ini mungkin serumpun dengan ikan IMPUN, bentuknya kecil, aku masih ingat ketika masih tinggal di Indonesia, kalau lagi musim banyak dijual dibungkus dengan daun pisang, sudah dikukus, mengolahnya hanya digoreng dilapis kocokan telur, yang dibumbui dengan lada, dan garam. Dimakan dengan nasi masih panas mengepul. Wuenakkkkk…….banget…

Bikin nafsu makan seperti orang baru pulang dari macul/mencangkul.  White bait ini kalau sedang musim panen banyak dicari orang karena ikannya rasanya gurih, digoreng pakai tepung yang dicampur dengan kocokan telur yang telah dibumbui. Harganya ampun mahal sekali, 1 kg = NZ $ 100!

Setelah perut kenyang, kami jalan-jalan sepanjang pantai, TASMAN SEA, pastinya tidak sehangat di Hawaii airnya. Di sepanjang pantai ada pameran craft yang dibuat dari kayu yang terbawa ombak dan akhirnya mendarat di pantai dinamakan DRIFT WOOD SCULPTURE. Aku cuma berpikir sangat kreatif ide dari orang di sini.

 

(61) salah satu bentuk sculpture di pinggiran pantai Tasman sea, dengan latar belakang sunset

 

(62) sunset di Tasman sea

 

(65A) pentulisnya in action

Setelah hari menjelang gelap, kami menuju GLOW WORM GROTTO DELL. Banyak orang sudah di tempat ini, untuk melihat cacing yang menempel di bebatuan dan di pepohonan, tubuhnya mengeluarkan sinar semacam kunang-kunang, jadi di kegelapan malam kelihatan bersinar.

Aku mencoba mengambil foto, akan tetapi hanya nampak kegelapan jadi aku pikir tak layak tampil di sini.

Tanggal 4 February 2012: Pagi ini aku diajak menikmati sarapan, pilihan kami jatuhkan pada CAFÉ DE PARIS. Aku memilih skopita, salad, banana bread dan latte,  my partner memilih fruit salad, banana bread dan white long black coffee.

(66) skopita, salad dan di ujung fruit salad, a slice of banana bread, latte buatku dan espresso untuknya…..yum!

Sambil menikmati sarapan, my partner buka rahasia bahwa seminggu diajak travel ini adalah kado buat hari istimewaku…..so sweet!

Selesai sarapan, kami lanjutkan untuk mengelilingi downtown Hokitika, ternyata walau kota kecil, tetapi boleh dikatakan lengkap mulai dari  toko buku, sepeda yang harganya aduhai…ckckck….ada beraneka ragam restoran dari fish & chip, India, Chinese, Jepang.

Di sudut jalan kami melihat wanita berpakaian bak bidadari/malaikat berwarna coper, dia berdiri mematung, di depannya ada kotak donasi, karena aku ingin mengambil fotonya, aku masukan uang ke kotak donasi, kemudian bidadari itu membuka matanya, tersenyum sambil membungkukkan badannya sebagai ucapan terima kasih……..

(67) malaikat yang berdiri di pinggir jalan, dengan kotak donasi di bawah dia berdiri.

Tak terasa panggilan perut untuk diisi makan siang harus segera dituruti. Kami mampir di bakery, aku pesan veggies roasted pie, salmon bagel sandwich pilihannya, dan untuk dessert kami memilih Boston bun, entah mengapa dinamakan Boston, apakah sejarahnya orang Boston yang mengenalkan roti ini ke New Zealand, wallahualam. Aku jadi sangat keranjingan dengan aneka pie, karena selalu dibikin baru, masih hangat……fresh from the oven seperti semboyan Holland Bakery di Indonesia. Entah apakah Holland Bakery masih ada atau tidak?

Selesai makan siang, perjalanan kami lanjutkan menuju lake KANIERE, kami hiking di KAHIKATEA trails, sekembali dari hiking kami mampir ke Dorothy falls, airnya dingin, berwarna  merah kecoklatan seperti air teh.

(68) papan nama di tempat hiking

 

(69) semacam pohon palma, ranting cabang memutar bak payung

 

(70) pohon Flax, di kuntum bunganya akan menghasilkan flax seed yang dicampurkan di cereal, roti, menurut yang aku baca flax seed ini sangat baik untuk kesehatan jantung

 

(71) Lake KANIERE

Setelah jepret sini, jepret sana……kami lanjutkan lagi perjalanan menikmati Hokotika Gorge dengan jembatan gantungnya kalau dilewati bisa goyang-goyang, mentul-mentul dan megal-megol hahaha……

(72) jembatan gantung di HOKITIKA GORGE

Bersambung…….

 

66 Comments to "Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (4)"

  1. Lani  17 April, 2012 at 10:49

    SIERLI : mahalo udah dipuja dan dipuji…….endingnya msh lamaaaaaa………msh panjang, ditunggu sj yg sabaaaaaaar ya

  2. Sierli  17 April, 2012 at 10:06

    Yu Lani apa kabar ? lama saya tak menyapa yu Lani..
    Photo-photo alamnya sungguh menakjuppppkaaan..eh apa yang motonya pinter yak? whehehe..
    Terimakasih liputannya, ditunggu kabar ending story yg happy ever after. ciieeee..uhuuuiiii…

  3. Lani  13 April, 2012 at 12:50

    JURAGAN PONDOL : maksud hati mo memfoto koleksi patung gajah……tp aku urungkan soale baru kenal, ketemu pertama……nah, kau wis mbatin….pasti dirimu seneng mengkoleksi duit wae wakkakakka

  4. lili  13 April, 2012 at 12:36

    wah… Lan… kok ga di foto koleksi gajah nya…. lha mama partner mu koleksi ayam jago… nek yu lani koleksine kiro2 apa ya…?
    kalau aku maunya koleksi gambar2 di duit aja ah… ha ha h a

  5. Lani  10 April, 2012 at 13:49

    NEV : woalaaaaaaah cah gendenk! aku gaptek ngene kok punya smart phone……hehehe……ora bakal tuku, biar duwe sekalipun……..emoh, buat apa? tiwas cekelane BB…smart phone, jebul ndak bs menggunakannya mengko aku digeguyu wedusssssss………..kkkkkkkk

    yo wes emet’ macul aku baru aja balik soko nggaru…….kerja rodi iki……ampe boyok arep semplakkkkkkk

  6. nevergiveupyo  10 April, 2012 at 07:50

    lha iyes no… (yes apa no?? hahahahaha)

    kalo gitu, daripadai buat ngulek sambul..ipun.nya kasihkan aku saja subo..nanti tak ijoli ulekan sambel yang betulan….
    hehehehehe

    udah dulu ya, mau lanjut mentheleng dulu… macul… selamat asyik2an…

    salam semriwinggg……

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *