Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
SULTAN HAMENGKUBUWONO IX bukan hanya Bapak Olahraga Indonesia. Raja Mataram ini juga Bapak Olimpiade Indonesia. Hampir sepanjang hidupnya diabdikan kepada dunia olahraga Indonesia, negeri yang diasuhnya dan dicintainya. Dia selalu hadir di tribun kehormatan sejak PON I di Surakarta tahun 1948 hingga PON X tahun 1985 di Jakarta. Dia juga mengalami fenomena menakjubkan bagi prestasi olahraga Indonesia. Hamengkubuwono IX membawa dan mengantarkan Soedarmodjo (atletik), Soeharko (renang) dan Thio Ging Wie (angkat besi) sebagai olahragawan Indonesia pertama yang mengikuti olimpiade pada Olimpiade Helsinki 1952.
Sebagai pembina olahraga nasional, Hamengkubuwono menyaksikan kehebatan Tan Joe Hok menjuarai All England pertama kali tahun 1959 yang disusul menjadi pelanggan pemenang Piala Thomas, lambang supremasi bulutangkis dunia. Dia juga menikmati kemenangan fenomena Rudy Hartono di ajang All England dan beberapa bulan sebelim wafat, Hamengkubuwono menyaksikan sendiri 3 srikandi Indonesia meraih medali pertama kali dalam olimpiade.
Sultan Hamengkubuwono IX adalah Bapak Olimpiade Indonesia dan julukan ini harus diberikan untuk mengenang 60 tahun keikutsertaan Indonesia di arena olimpiade, (*)


Posted by
ISK
Friday, 6 April 2012 on 07:49.
Categories: Nusantara.
Follow the comments to this article via the RSS 2.0.
April 6th, 2012 at 15:19
Hahahaha…iya Inakawa. Itu kalau tidak salah ingat artikel pertama saya di KoKi dulu sewaktu kita masih bersama, kompak, senasib dan semangat tunggal. Yaaa…sudahlah, perjalanan waktu membuatnya semua berubah. KoKi kemana, baltyra kemana, mencari jalannya masing-masing dan akhirnya, saya yakin, akan bertemu kembali. Waktunya saja masih belum pas. Saya yakin.
Salam dari Ngarso Dalem dan rakyat Jogjakarta.
April 6th, 2012 at 15:09
Pak Iwan ….. saya penasaran,achirnya tertbaca juga tentang Soedarmodjo di KOKI sport,terima kasih. Salam H.
April 6th, 2012 at 14:24
menyimak kepingan sejarah.
April 6th, 2012 at 14:09
sayapun ingat sekali kehebatan Rudi Hartono , pastilah sukses itu tidak terlepas dari Motivasi sang Bapak Olimpiade. Salam Hormat
April 6th, 2012 at 09:30
Matur nuwun sanget, mBakyuku…
April 6th, 2012 at 09:23
Dimas ISK, itulah masalahnya. Tidak mudah bisa menuliskan dan menjelaskan hal yang menjenuhkan karena sifatnya yang “maya” menjadi suatu yang menarik dan menyenangkan untuk membacanya… Satu keahlian tersendiri yang membanggakan untuk memilikinya.. Juga kus, kus, kus untuk anda berempat.. Nu2k
April 6th, 2012 at 09:14
Selamat pagi mBakyuku…..walaaaah..pagi-pagi diberi kabar berat. Saya bukan siapa-siapa… Kebetulan saja senang dan tahu tentang sejarah negeri ini. Saya cuma conveyor saja, menyampaikan yang sudah ada dengan cara saya sendiri. Tujuan agar orang yang tak suka menjadi tertarik, yg bosan menjadi terbuka dan yang tahu menjadi lebih tahu, yang sudah tahu menjadi lebih jelas. Saya hanya menyampaikan dengan cara ringan yang meghindari unsur-unsur njelimet dan bikin pusing (kalau mau pusing ada kelasnya di bangku sekolah/kuliah). Di sini hanya menikmati sambil mengopi atau menikmati penganan kecil. Tak boleh orang membaca tulisan saya jidatnya berlipat 13 kali. Kasihan…
Liburan panjang di sini….Pastinya di Belanda lebih lama lagi…. Salam sayang,,,dari kami berempat.
April 6th, 2012 at 09:08
Dimas ISK, goedemorgen. Jarang sekali saya terbangun dengan niatan untuk segera membaca sebuah artikel…Dannnn, kali ini artikelnya ya milik sang HISTORISTIKUS Baltyyra, dimas ISK. Biasanya kalau membaca yang berbau sejarah selalu ada kesan agak menjenuhkan. Hanya membaca tayangan Sultan Hamengkubuwono IX, saya tidak merasakannya.
Ada stu idee, bagaimana seandainya dimas ISK, bisa menyediakan waktu untuk membimbing para dosen muda dalam mendalami dan mengajari bagaimana menyampaikan nilai-nilai sejarah pada anak didiknya tanpa menimbulkan kejenuhan… Waaahh, niscaya akan banyak yang menjadi terpikat untuk mendalami nilai-nilai sejarah Indonesia…Hanya idéé saja … Yang bisa membayari dan berani mengajukan tawarannya siapa……
Terima kasih berat untuk tayangannya.. Besok saya tunggu lagi terusannya.. Kus, Nu2k
April 6th, 2012 at 09:01
Terima kasih banyak mBak Tammy. Masak sih? Justru yg ini lebih ringan karena dasarnya putih. Mungkin saja adasesuatu yang kurang tepat, jadi buram. Tapi sosok ini tidak memburamkan kita kok. Selamat berlibur.,
April 6th, 2012 at 08:15
Tengkiu artikelnya, tp tampilannya kok rada buram ya, gak setajam biasanya. Ato error di aku aja?