Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Seratus Tahun Hamengkubuwono IX (3): Bapak Olimpiade Indonesia

Friday, 6 April 2012

Viewed 1676 times, 1 times today | 51 Comments |

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

SULTAN HAMENGKUBUWONO IX bukan hanya Bapak Olahraga Indonesia. Raja Mataram ini juga Bapak Olimpiade Indonesia. Hampir sepanjang hidupnya diabdikan kepada dunia olahraga Indonesia, negeri yang diasuhnya dan dicintainya. Dia selalu hadir di tribun kehormatan sejak PON I di Surakarta tahun 1948 hingga PON X tahun 1985 di Jakarta.  Dia juga mengalami fenomena menakjubkan bagi prestasi olahraga Indonesia. Hamengkubuwono IX membawa dan mengantarkan Soedarmodjo (atletik), Soeharko (renang) dan Thio Ging Wie (angkat besi) sebagai olahragawan Indonesia pertama yang mengikuti olimpiade pada Olimpiade Helsinki 1952.
Sebagai pembina olahraga nasional, Hamengkubuwono menyaksikan kehebatan Tan Joe Hok menjuarai All England pertama kali tahun 1959 yang disusul menjadi pelanggan pemenang Piala Thomas, lambang supremasi bulutangkis dunia. Dia juga menikmati kemenangan fenomena Rudy Hartono di ajang All England dan beberapa bulan sebelim wafat, Hamengkubuwono menyaksikan sendiri 3 srikandi Indonesia meraih medali pertama kali dalam olimpiade.

Sultan Hamengkubuwono IX adalah Bapak Olimpiade Indonesia dan julukan ini harus diberikan untuk mengenang 60 tahun keikutsertaan Indonesia di arena olimpiade, (*)

 

Share This Post

Posted by Friday, 6 April 2012 on 07:49.

Categories: Nusantara. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

51 Responses to “Seratus Tahun Hamengkubuwono IX (3): Bapak Olimpiade Indonesia”

Pages: « 6 [5] 4 3 2 1 »

  1. 50
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Makasih Mawar. Nggak kok, nggak minta maaf lagi deh… Teman-teman, maafin Mawar ya…

  2. 49
    Mawar09 Says:

    ISK : terima kasih untuk artikel lanjutan soal HB IX
    jangan minta maaf lagi ya !!

  3. 48
    yyk Says:

    yyk menilai orang seseoranh harus integral. Tidak bisa menilai orang seperi kita membeli barang di swalayan.Yang bagus-bagus aja dan suka-suka aja. Kira-kira seperti itu analoginya.

    maksudnya gimana p iwan ? lha saya beneran udah ilfil j ma p karno. kalo HB IX, jane ada sisi yg tdk saya sukai jg. apalagi kalo bukan poligami hehhehehe

  4. 47
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Bukan korupsi mungkin, tapi menikmati jerih payah orang lain. Hahahaha…

  5. 46
    J C Says:

    Mas Iwan, benar sekali, Partai Biru memang TIDAK JELAS! Aku tidak menyangkal hal itu. Partai Biru bisa besar karena sosok SBY. Dari awal aku memisahkan antara partai dan personal. Untuk legislatif, aku golput, dan untuk pilpres memang aku pilih SBY… [SIGH]. Siapa yang sanggup membereskan urusan KORUPSI di Indonesia? Hukuman mati? Habis semua legislatif, yudikatif dan eksekutif dari tingkat RT sampai Istana…

  6. 45
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Ya ndhak apa-apa Mas Nev. Sopo yang larang? Ha? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa? Siapa?

  7. 44
    nevergiveupyo Says:

    adowh…terlalu lama saya tuna-koneksi… hiks… komen dulu mbaca serial lengkapnya belakangan. ndak apa kan pakwan?

  8. 43
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Matur nuwun mBak Probo. Senengnya jadi warga Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

  9. 42
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Terima kasih Ivana… memperbaiki negeri tak bisa sendirian. Karena yang merusaknya juga tidak sendirian… Salam hormat.

  10. 41
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    yyk menilai orang seseoranh harus integral. Tidak bisa menilai orang seperi kita membeli barang di swalayan.Yang bagus-bagus aja dan suka-suka aja. Kira-kira seperti itu analoginya.

Pages: « 6 [5] 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)