Persembahan Buat “Nani”: Izinkan Aku Senantiasa Mencintaimu

EA. Inakawa – Kinshasa

 

Adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dipungkiri……..
Aku rindu akan sebuah masa
Tepi hari ini selalu tak sama dengan kemarin
Niscaya nya hanyalah sebuah andai, kalaupun benar
Dan ketika hening menjadi fenomena, justru sepi yang takut datang
Entah apa dan dari mana…..untukmu selalu ada laku tentang sebuah rindu
Layaknya seperti terkena ajian buluh perindu

Sejujurnya …… hatiku galau

Ntah kenapa ….. selalu kubiarkan hati ini untuk mengingat masa lalu kita
Mengingat tegur sapa dan canda lucumu yang manis di taman Arjuna ini
Mestinya aku harus mampu melupakannya tanpa sedih dan kecewa
Tapi tak mampu ….. sesaat kadang waktu mencoba menjadi zalim
Bergetar menembus batas dimensi maya…….
Kubebaskan separuh jiwaku berkelana mengingatnya, sepenuh hati dalam rindu yang masih terukir dan kuat
“Aku masih mencintaimu NANI ku………………………..

Waktu adalah kejujuran yang hakiki sang Maha Penguji dari perjalanan hidup ini……
Mengingat di pertemuan ter-achir ….. adalah detik yang sulit terbunuh untuk dilupakan
Kala kita SHOLAT berjama’ah ……………………….bersama

DAN kemarin ….. ketika sms mu singgah berkirim kabar dari
“Bumi Baittullah Mekkah” kau bilang sedang melakukan Umroh…………..mohon doa
AKU tak tau apakah ini dosa dan terlarang ketika kuingatkan mengadulah di sana kepada NYA sang Khaliq tentang kerinduan kita…… kalau mungkin masih ada hari esok yang mempertemukan kita dalam CINTA yang tak tersakiti.

Izinkan aku ……… Senantiasa Mencintaimu
Izinkan aku bersaksi : Bahwa aku senantiasa menyayangimu

Kinshasa 5 April 2012

Salam Setepak Sirih Sejuta Pesan : EA.Inakawa

 

Note: Puisi ini kubuatkan atas permintaan seorang teman buat temannya…alumni 1977 : SMP Mardi Lestari – Medan.

 

30 Comments to "Persembahan Buat “Nani”: Izinkan Aku Senantiasa Mencintaimu"

  1. EA.Inakawa  10 April, 2012 at 01:50

    ehh Mawar : lamo indak basuo ehehehe iya …. kemarin beras habis,ada yang nawarin Gue kasi loe beras tapi loe buatkan gue Puisi ( gitu lho kisahnya eheheh just kidding ) terima kasih yaa sudah singgah sesaat didinding saya.
    salam sejuk

  2. Mawar09  10 April, 2012 at 01:33

    Inakawa : puisinya bagus ! rupanya terima order bikin puisi ya? hebat!

  3. EA.Inakawa  10 April, 2012 at 01:05

    Peony : Kamsiaaaaaaaa sudah sempat singgah dan membacanya, ditunggu juga resep barunya tapi jangan berbahan yg mahal mahal,susah didapat di Congo ehehehe salam sejuk

  4. EA.Inakawa  10 April, 2012 at 01:03

    Ci lani : Ki Lurah bukan NYERAH ( beliau sesungguhnya bisa buat puisi ) …… beliau emang kasi kesempatan buat rakyat di Baltyra berkreasi,lah kalau semua diborong dapat apa kitaaaaaaaaa. salam sejuk

  5. EA.Inakawa  10 April, 2012 at 01:00

    Ko JC : walahhhhhh piye toh, tanpa Ko JC campur tangan tampilannya tidak akan semenarik ini,terima kasih dukungannya. salam sejuk

  6. EA.Inakawa  10 April, 2012 at 00:56

    Mbak Indriati : Terima kasih apresiasinya,semoga yang disana juga selalu romantis,salam sejuk

  7. Peony  9 April, 2012 at 16:36

    Pak Inakawa… puisinya… keren banget lho…

  8. Lani  9 April, 2012 at 14:38

    wakakkaka…….tuh EA udah ada yg ngaku nyerah sama puisi……sapa lagi klu bukan lurah kita dirumah ini……pdhal dia itu kan jago dlm segala jago……..hahahha ternyata PUISI dia nyerah kalah………

    klu aku mmg ndak bs bikin puisi, kdg jg kg ngarti apa dibalik kata2nya…….biasanya ada arti terselubung……naaaah aku yg kayak beginian nyerah wesssssss………

  9. J C  9 April, 2012 at 09:44

    Wah, sekali-sekali boleh juga nitip buatkan puisi…aku nyerah kalau soal puisi-puisinan…

  10. Indriati See  9 April, 2012 at 04:07

    @Mas Inakawa

    Busyet … romantis amat, kisah cinta “Maya” dan “SMS” … berharap cinta mereka berdua tak bertepuk sebelah tangan ya …

    Sangat inspiratif … saya suka

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.