Hidup

Anwari Doel Arnowo

 

Saya silakan anda semua mau berfikir baik-baik, mengingat pengetauan manusia itu ternyata amat terbatas untuk, tidak terlalu jauh, mendalami masalah-masalah yang ada di dalam alam di mana kita hidup termasuk yang ada di dalam tubuh manusia sendiri.

Hidup? Bagaimana awal mula kita ini hidup? Semua orang telah belajar selama hidupnya sejak adanya manusia pertama, mari kita saksikan tayangan link yang berikut:

Setelah memerhatikan isi dari video oleh TED ini, pasti kita akan keheranan di dalam menyaksikan keseluruhan proses terjadinya seorang manusia, yang selama ini kita sebut dengan janin. Video ini meskipun telah dibuat pada dua tahun yang lalu tetapi amat informative, bila kita mau mendalaminya, merenungkannya dan menerimanya. Mengamati tayangan video ini kita perhatikan sejak terjadinya pembuahan (conception) dan pada hari kedua terjadi pembelahan terus menerus sampai dengan tingkat waktu setiap 25 menit. Saya sungguh berharap agar bisa diakses keterangan lebih detail perihal kejadian sebelum hari ke duapuluh, sebelum jantung mulai terbentuk.

Di dalam sebuah literatur lain yang pernah saya baca, setelah pembuahan itu, bagian tubuh janin yang pertama-tama terbentuk adalah otak. Hal ini tidak saya temukan dalam penayangan di video ini. Saya sungguh-sungguh amat ingin mendapat adanya kepastian mengenai terbentuknya otak ini, karena saya beranggapan bahwa “nyawa” itu mulai di”tiup”kan pertama kalinya ke otak. Otak adalah motor penggerak dari tubuh manusia dan jantung hanya akan berdetak apabila ada perintah dari otak untuk berdetak. Bukankah pada saat ini sudah umum apabila seorang dokter membuat visum kematian seseorang dengan cara yang menyatakan bahwa otak sudah tidak berfungsi lagi, bukan dengan detak jantung yang sudah berhenti.

Saya selalu ingat jawaban yang saya terima beberapa tahun yang lalu dari rubrik AskYahoo! atas pertanyaan saya: Apa istilah Kedokterannya “SESUATU” yang meninggalkan tubuh waktu seorang manusia itu meninggal dunia? Banyak dokter yang menjawab, dan lima jawaban saya pilih sebagai mendekati harapan saya. Salah satu dokter dari Amerika Serikat menjawab: Secara Ilmu medis pertanyaan anda tidak dapat dimengerti karena there is no medical term to your specific question (tidak ada istilah medis mengenai pertanyaam spesifik anda). Berdasarkan jawaban ini saya beranggapan bahwa ilmu pengetauan “setelah” ilmu biologi yang paling mutakhir sekalipun pada saat ini masih belum diberi peluang untuk menginjak fase ini. Mungkin beberapa puluh tahun lagi atau sekian abad lagi. Padahal dalam istilah sehari-harinya sudah umum menggunakannya sejak ribuan tahun lalu, yakni: Nyawa, Jiwa, Sukma, Spirit entah apa lagi istilah lainnya dalam bahasa-bahasa di dunia yang sekian ribu bahasa itu. Mungkin saja saya lengah, sekarang sudah ada istilah kedokteran untuk nyawa, saya tidak mengetauinya. Bagi saya sebenarnya hanya terpaksa bisa menunggu kebenaran yang bagaimana bisa akan saya alami, khusus mengenai perihal nyawa ini.

Berkaitan dengan hal nyawa maka reaksi timbul dari diri saya adalah siapakah dan di manakah manusia yang pertama itu, termasuk sesungguhnya kapan terjadinya? Maka mulailah saya meluncur menelusuri search engines yang tersedia. Tetapi saya masih belum juga menemukan jawaban yang memuaskan. Antara lain saya telah mendapakan yang berikut ini: http://www.foundalis.com/bio/1st/1sthuman.htm . Saya silakan anda melakukan research sendiri, mungkin saja anda, di antara para pembaca, ada seorang yang beruntung dan bisa membantu saya agar tidak menjadi penasaran. Terima kasih.

Sebagai tambahan untuk perbandingan saya sampaikan sebuah tayangan kelahiran seekor jerapah: http://manneli.com/movies/Nature/Giraffe-Birth.html

 

Anwari Doel Arnowo – 2012/03/28

 

12 Comments to "Hidup"

  1. Itsmi  10 April, 2012 at 22:41

    Dewi, populernya setan itu bergandengan dengan Tuang Allah

  2. Dewi Aichi  10 April, 2012 at 21:26

    Saya kira saat ini, makhluk yang paling mulia sudah tergeser posisinya….bukan manusia lagi, tapi binatang ….tuh ingat tulisan Alfred Tuname, bahwa setan aja cemburu…karena manusia sudah menyaingi setan, atau bahkan lebih..setannya saja kalah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.