Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Ngidham

Friday, 13 April 2012

Viewed 2639 times, 2 times today | 105 Comments |

Probo Harjanti

 

Ngidham, berasal dari kata idham. Merupakan kata dalam bahasa Jawa, kalau dalam bahasa Indonesia,’h’-nya hilang, menjadi idam. Artinya sama, ingin. Kalau diidham-idhamke, artinya kepingin banget, saya pakai ‘banget’ ya, soalnya kalau pakai ‘sekali’, teman saya yang wts (waton sulaya) akan bilang, berarti inginnya hanya sekali thok!

Kalau idham mendapat ater-ater (imbuhan yang ada di depan kata dasar), jadi ngidham. Ngidham, istilah yang sering sekali dipakai untuk orang hamil, yang menginginkan sesuatu. Meski artinya tetap kepingin, tetapi memang banyak dipakai untuk menyebut keinginan perempuan hamil, yang konon  katanya banyinyalah yang pingin. Kalau tidak hamil dikatakan ngidham, berarti sangat ingin.

Banyak perempuan hamil, yang ingin memiliki sesuatu, atau makan sesuatu, dengan amat sangat. Bahkan ada yang dengan cara tidak lazim, misalnya ingin mangga muda, tapi harus ‘dicuri’ dulu, bukan dari beli. Konon kalau barang itu dari beli, si perempuan ngidam bakal tahu, meskipun suaminya tidak memberi tahu. Saya sendiri tidak tahu, karena belum pernah mengalami hal yang sama.

Saat mengandung anak I, ibu Widati, teman suami saya wanti-wanti sama saya, untuk tidak menuruti rasa ingin yang berlebihan.

“Kalau ingin (ngidham) sesuatu, jangan dituruti, nanti akan berpengaruh pada janin, saat sudah lahir kalau minta sesuatu sak dheg-sak nyet (harus ada/ dituruti)!”

Sak dheg-sak nyet, adalah istilah untuk menyebut permintaan yang tidak bisa disemayani, ditunda. Minta sekarang, belikan sekarang juga. Jadi maunya harus, harus, dan harus ada.

Itu pesan wanti-wantinya pada saya. Jadi, saat saya rasanya kepingin jeruk Bali yang memang saya dari dulu suka, saya pendam dan tidak saya ceritakan pada suami. Juga tidak lantas beli sendiri. Saya tidak tahu pasti apakah itu termasuk ngidam atau tidak. Jadi kalau ditanya bagaimanan rasanya ngidam, saya tidak bisa menjawab, karena tidak tahu persis.

Sering kita dengar, seorang suami pontang-panting tengah malam cari rujak, cari makanan demi menuruti istri yang sedang hamil. Kadang, saat makanan datang, sama istri hanya dilihat, atau diterima dan tidak diapa-apakan, sudah hilang selera. Atau katanya sudah tak ingin lagi. Ada pula yang ingin mangga, tapi harus suami yang metik, kadang malah harus curian. Kalau suami jatuh dan digebugi orang, siapa yang rugi coba?

Saya sering heran juga, kalau tengah malam suami pergi mencari makanan, mana hujan-hujan, untuk  menuruti orang ngidam. Kalau sampai terjadi sesuatu, kecelakaan misalnya, apakah si istri tidak menyesal seumur hidup? Nyuri mangga ketahuan, atau jatuh sampai celaka, apa tidak menyesal? Kadang ada istri yang ingin ngetes seberapa sayang (dan tunduk?) suami terhadapnya dengan keinginan-keinginan yang aneh tersebut. Alasan awalnya sih ngidham, bayinya yang ingin (katanya), kalau tidak dituruti nanti bayinya ‘ngeces’ , berliur. Padahal sepertinya semua bayi yang belum bergigi, dan saat gigi mulai tumbuh, pastilah ngeces, keluar air liurnya. Begitu juga saat periode suka memasukkan benda ke dalam mulut juga  pasti ngeces.

Saya merenungkan pesan Bu Wid tersebut. Saat di dalam kandungan, kita sebenarnya sudah mendidik bayi kita, dengan kebiasaan kita. Kalau kita sering memaksakan kehendak, nanti kita akan dipaksa pula sama anak kita, dengan cara serupa tapi beda. Kalau ibunya marah, ngambeg, saat yang diinginkan tidak ada, nanti anak kita akan guling-guling di depan penjual mainan yang dimintanya, atau ndheprok sambil nangis ngglolo di depan toko mainan, sampai permintaan dituruti. Jangan-jangan itu adalah hasil didikan dari acara ngidham ibunya….entahlah. yang jelas, alangkah baiknya tidak menyiksa suami dengan keinginan yang aneh-aneh saat hamil. Puasa, dengan menahan keinginan-keinginan yang bakal menyusahkan suami kita sendiri.

Tapi, bukan berarti dilarang ngidham, dilarang bermanja-manja pada suami, atau suami dilarang memanjakan istri. Hanya jangan berlebihan. Bukankah segala sesuatu yang berlebihan kurang baik? Kalau permintaan wajar dan tidak terlalu neko-neko, ya tak apa-apa. Wong yang neko-neko pun, suami mungkin dengan senang hati mencarinya.

Ke dua anak saya untungnya bisa disemayani kalau meminta sesuatu. Maksudnya ditunda,  kalau sudah ada uang baru dibelikan, begitu kata kami. Kami  ingin membiasakan mereka, bahwa tidak setiap permintaan dapat terpenuih saat itu juga. Kamilah sebenarnya yang  berusaha menahan diri,  untuk tidak selalu menuruti keinginan anak, biar mereka tahu artinya kecewa dan  menunggu. Di  saat yang tepat, atau saat anak tidak memintanya lagi, justru kita belikan. Tentu semua melihat situasi dan kondisi. Kami sering menyanyikan lagu ini, ketika keinginanannya sulit kami penuhi, karena harga mau pun manfaat: pingin sih boleh saja, tapi tidak harus beli…..

 

Share This Post

Posted by Friday, 13 April 2012 on 09:27.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

105 Responses to “Ngidham”

Pages: « 11 10 [9] 8 7 6 5 4 3 2 1 »

  1. 90
    probo Says:

    kembali sayang Silvia……

  2. 89
    Silvia Says:

    Terima kasih Ibu Probo

  3. 88
    Silvia Says:

    Hello lagi Ibu Nunuk. Kembali kasih, Bu. Saya masih ingat foto Ibu dan putri Ibu waktu yang lalu, jd mengerti Ibu blm ada cucu. Mksd sy dg ucapan sy itu adl mendoakan Ibu agar panjang umur sehingga nanti msh bisa menikmati kebersamaan dg cicit2 dgn kesehatan yg msh baik spt neneknya suami sy Bu

    Ya mmg kadang masak sendiri itu malasnya ketika bersihin dapurnya. Tidak dibersihkan tuntas, kan tidak sreg di hati.

    Terima ksh byk Bu buat tawarannya. Sy sih yakin pasti sedap sekali BBQ ala Ibu. Lah sdh buat buku resep segala & lihat foto2 Dj ketika di jamu oleh Ibu.

    Hihihi, mmg Bu sy juga prinsipnya dmkn. Umur boleh tambah tiap thn, tetap hrs semangat spt anak2 muda

    Selamat berakhir pekan ya Bu. Kus, kus, kus

  4. 87
    probo Says:

    Lani Says:
    April 14th, 2012 at 08:13
    MBAK PROBO : yooooooo mbak aku enteni…..biar suk emben, tp nek ketemu hrs langsung dicomot gudeg komplitnya sampai puasssssssss banget…….nek gudeg isi kutang emoh, wis duwe dewe……..kkkkkk

    Ya Mbak LANI…gudhege ra nganggo kutang (le masak nggudheg) hahahaha

  5. 86
    probo Says:

    Pak ANwari,
    Terima kasih sudah mampir Pak Anwari. Benar, yang heboh ngidham memang hanya orang Indonesia. Kalau dulu Sophia Loren selama hamil nggak beranjak dari ranjang kayaknya….tapi kalau ingin yang aneh-aneh, mungkin nanti teman-teman yang punya teman hamil dari luar Indonesai (terutama Barat) bisa cerita….

  6. 85
    probo Says:

    Mbak Dewi,
    Kalau yang kayak gitu standar kayaknya……
    Nggak nyaman di pertu karen ada benda asing hehehehe
    Teman saya selama hamil muda hanya bisa makan salak pondoh mbak…., lainnya mbalik….tapi kasihan anaknya jadi kurus kayak kurang gisi…..

  7. 84
    probo Says:

    Handoko Widagdo Says:
    April 14th, 2012 at 06:33
    Mbakyu Probo, lelaki juga suka ngidam lho, seperti yang ditembangkan oleh Mantous: “Aku kumbang nyidham sari…”

    La kuwi…nyidham nyesep sari madu…….

  8. 83
    probo Says:

    EA.Inakawa Says:
    April 14th, 2012 at 04:16
    Mbak Probo : kebetulan saya sangat sayang istri,jadi saya mah rela aja kalau SAYA nya yang ngidammmmmmm ehehehe salam sejuk

    Apalagi ngidamnya makan yang enak-enak…pastilah rela hahaha,
    salam sejuk campur semriwing

  9. 82
    probo Says:

    elnino Says:
    April 13th, 2012 at 22:45
    Waduh, Alvina…gawat nih
    Udahlah suami susah payah harus manasin makanan minuman, masih harus ditabokin lagi. Kasiaaaan….
    ^geli banget bayangin adegannya

    kok geli to….sakke gitu lo……

    Elnino, ya begitulah kl ibu2 hamil ternyata macem2 kelakuannya, apa krn bawaan bayi/ hormonnya yg gak keruan macem. Makanya suami gak mau punya anak lagi…katanya “happy banget” dgn anak 1, mungkin juga krn pengalaman dia selama saya hamil yg buat dia trauma, ha..ha…..mungkin dia mbatin, sekali ini aja gpp dech, jangan terulang lagi, amit2 cabang bayi….ha..ha…..

    Amit2 jabang bayi? Jadi ingat, kalau lagi hamil lihat hal2 yang ganjil’ musti bilang amit-amit jabang baby…eh bayi dhing

  10. 81
    probo Says:

    elnino Says:
    April 13th, 2012 at 22:38
    Wekekekek…ilustrasi pertama kocak abis
    Beruntunglah suami saya, waktu hamil saya termasuk bumil yang baik hati dan tidak sombong…eh, tidak ngidam berlebihan. Jadi, terbebaslah dia dari permintaan yg aneh2…
    Ada sopir taxi pernah cerita, waktu istrinya hamil dia ngidam ngelus2 kepala botak tetangganya. Hopo tumon? Untung tetangganya baik n merelakan kepala gundulnya dielus2 si bumil

    Ilustrasi 2 pengalaman pribadi, ngabisin makanan ‘idaman’ hahahaha
    Walah, kepala botak kok dipngini ya…. Anaknya botak mungkin ya?

Pages: « 11 10 [9] 8 7 6 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)