Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Lontong Balap Surabaya

Sunday, 15 April 2012

Viewed 1869 times, 2 times today | 28 Comments |

Mastok

 

Lontong balap adalah makanan khas Indonesia yang merupakan ciri khas kota Surabaya di Jawa Timur. Makanan ini terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap dan sambal. Lontong balap terdiri dari lontong yang diiris-iris dan diatas irisan lontong ini ditumpangi irisan tahu dan remasan lentho, kemudian di atasnya ditumpangi kecambah setengah matang yang porsinya terbanyak dalam hidangan, setelah itu diambilkan kuah secukupya, sambal dan kecap disesuaikan selera pembeli. Makanan ini dihidangkan dengan pasangannya yaitu sate kerang beberapa tusuk.

Sejarah nama

Menurut cerita dahulu lontong balap masih dijual dalam kemaron besar yang terbuat dsri tanah liat, yang berat dan dipikul keliling kota. Kemaron besar yaitu wadah terbuat dari tanah liat yang berat sekarang tempat ini diganti dengan panci yang terbuat dari logam, penjual lontong balap ini untuk berebut pembeli di perjalanan dan pembeli dipasar berjalan cepat-cepat menuju pos terakhir di pasar Wonokromo, dari jalan cepat ini menimbulkan kesan berpacu sesama penjual (dalam bahasa Jawa: balapan), dari balapan ini kemudian dikenal dengan nama Lontong balap.

Penjual lontong balap ini jaman dulu didominasi oleh penjual dari kampung Kutisari dan Kendangsari sekarang menjadi wilayah Surabya selatan, dari sinilah berasal makanan itu, jarak dari kedua kampung ini lebih kurang berjarak 5 km dari pasar Wonokromo. Karena dikenal luas oleh masyarakat dari pasar Wonokromo yang sekarang berubah menjadi DTC, dari nama tempat itu kemudian dikenal dengan nama “Lontong Balap Wonokromo” untuk masa sekarang disebut lontong balap.

Pada masa sekarang lontong balap lebih sering dijual dalam kereta dorong dan warung, meski demikian nama lontong balap tetap tidak berubah.

Resep Lontong Balap Surabaya

Makanan unik Surabaya lainnya adalah lontong balap Surabaya. Lontong balap Surabaya disajikan lengkap dengan lauk tahu, sayur dan kuah segar. Jika anda ingin mencari, tempatnya ada di sebelah Makro Surabaya.

Untuk: 5 porsi

1 porsi: 541 kalori

Bahan:

  • 500 gr lontong, diiris-iris
  • 500 gr tahu, digoreng, diiris-iris
  • kerupuk aci secukupnya
  • 150 gr taoge

 

Bahan kuah:

  • 250 gr daging berlemak
  • air untuk merebus daging
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • 3 sdm irisan bawang
  • 1 ltr air kaldu dari air perebus daging
  • bumbu penyedap secukupnya

 

Bumbu kuah yang dihaluskan

  • 3 siung bawang putih
  • 5 btr bawang merah
  • 1 sdt merica
  • 1/4 sdt pala
  • garam secukupnya

 

Bahan lentho kedelai:

  • 50 gr kedelai
  • 2 siung bawang putih
  • 5 bh cabai rawit
  • 1 iris kencur
  • 1 lbr daun jeruk
  • garam secukupnya
  • 2 sdm putih telur
  • minyak untuk menggoreng

 

Cara membuat:

1. Kuah:

Rebus daging dalam air hingga matang buat kaldu, ambil 1liter untuk kuah, sisihkan, daging yang telah matang dipotong-potong kecil, sisihkan.

Panaskan minyak, tumis irisan daun bawang bersama bumbu yang telah dihaluskan. Tuang kaldu dan potongan daging, beri kecap dan bumbu penyedap, aduk rata, masak hingga mendidih. Masukan taoge, masak sebentar, angkat, lalu tiriskan, sisihkan.

 

2. Lento kedelai:

Rebus kedelai sampai lunak sementara itu ulek halus bawang putihm cabai rawit, kencur, daun jeruk dan garam. Tambahkan kedelai rebus, ulek sampai halus, beri putih telur, aduk rata, lalu bentuk bulat-bulat kecil, goreng

 

3. Sambal bajak:

Haluskan semua bahan, tumis dengan minyak hingga matang, angkat

 

4. Sajikan dalam mangkuk saji tahu goreng, taoge, dan lento, tuang kuah, paling atas beri kerupuk goreng.

5. Hidangkan dengan sambal bajak

 

 

Share This Post

Posted by Sunday, 15 April 2012 on 10:58.

Categories: Food. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

28 Responses to “Lontong Balap Surabaya”

Pages: « 3 [2] 1 »

  1. 20
    J C Says:

    Mastok, masih ada sisa gak? Kayaknya sudah kehabisan ya, telat mampir… belum pernah coba lontong balap, padahal akhir tahun kemarin beberapa hari di Surabaya…hehehe…

  2. 19
    Linda Cheang Says:

    hmmmm, ya, ntar daging sapinya kuganti, deh..

  3. 18
    Peony Says:

    waduhhhh aku dah kalah balapan nih dg sahabat Baltyra lainnya…. semoga masih kebagian Lontong Balap nya MasTok…

    terima kasih MasTok buat lontong balapnya

  4. 17
    Tammy Says:

    Mas Tok: bebek goreng, gado2 arjuna, semanggi (walaupun aku nggak doyan semanggi), bakwan gili? Mungkin bisa dibikin artikel ttg bedanya penthol, bakso n bakwan. Ngomong soal bakwan sama orang jakarta artinya bisa lain.

  5. 16
    MasTok Says:

    Wah Kayaknya Harus ada Liputan Kusus teman2 Baltyra yang domisili Surabaya.. di Embong malang dulu enaknya minta ampun.. sebelum dunia kulinar marak seperti sekarang.. di daerah pasar kembang juga ada yang top banget .. Lenthonya sampai harus tambah….di Darmo Baru jam 10 Sudah Habis….. ngiler lagi apalagi dari Hutan….

  6. 15
    EA.Inakawa Says:

    Mas Tok : saya jd ingat sudah lama sekali sekitar 1995 makan lontong Balap ini dikawasan Darmo Baru Surabaya……Terima kasih menunya,salam sejuk

  7. 14
    Dj. Says:

    Hhhhhmmmm….
    Yang namanya Lontong saja sudah bikin ngiler.
    Apalagi kalau pakai balapan ke Surabaya….???
    Hebat….!!!

  8. 13
    Lani Says:

    waaaaaah……lontong balap-e sampai terbang ke Eropa?????? mantafffffffffs……….!

  9. 12
    probo Says:

    kemaron sama nggak ya dengan pengaron?

  10. 11
    MasTok Says:

    Trima Kasih Semua teman … Yang Jualan Balap Lontang Habis Ngekutin Race Lontaong Balap Se eropa…

Pages: « 3 [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)