Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Mbangun Tresna

Sunday, 15 April 2012

Viewed 1291 times, 1 times today | 47 Comments |

Meitasari S

 

Judul di atas terinspirasi komen pak Handoko di artikelku : Mencintai, Dicintai dan Jatuh Cinta adalah Anugerah (http://baltyra.com/2012/03/29/mencintai-dicintai-dan-jatuh-cinta-adalah-anugerah/). Begini katanya:

“Meita, jatuh cinta itu mudah. Yang sulit adalah mbangun tresna.”

Yup! 100% setuju! Banyak orang yang mudah sekali jatuh cinta, tapi gagal untuk membangun cinta itu menjadi suatu bangunan yang indah, membuatnya menjadi suatu kediaman yang nyaman bagi keluarga kecilnya.

Banyak tips yang disediakan agar rumah tangga bahagia, sakinah mawardah dan waromah. Tetapi tiap hari, masih saja banyak sidang perceraian ataupun pasangan yang pisah ranjang.

Mbangun tresna tak seindah saat kita jatuh cinta. Memelihara cinta, seperti merawat anak, tanaman dan binatang peliharaan kita. Tak cukup hanya cinta, diperlukan kesabaran, ketelatenan dan masih banyak lagi hal yg mendukungnya. Dan itu pun tergantung kebutuhan masing-masing, alias sangat situasional.

Komunikasi yang intens menjadi hal yang utama dalam sebuah perkawinan. Tanpa komunikasi sering terjadi kesalahpahaman. Menelpon saat jam istirahat, sekedar say hello, lalu bertanya udah makan belum, menjadi suatu hal yang menyenangkan untukku.

Hal kedua adalah kemesraan. Seringkali pasangan merasa malas merawat kemesraan. Pada kenyataannya hal mendasar yang membuat cinta begitu indah adalah kemesraan. Itu buat saya lho. Entah buat anda. Kita ingat saja saat berpacaran dahulu, kita tidak malas membuat hal-hal kecil yang menyenangkan buat pasangan kita.

Kedua hal inilah yang menjadi bumbu penyedap dalam kehidupan perkawinan. Percayalah, perkawinan tanpa komunikasi dan kemesraan seperti halnya masakan yang hambar tanpa garam. Sekedar dimakan untuk mengatasi rasa lapar.

Ini sharing saja, suamiku bukanlah orang yang romantis. Dulu kami sering berselisih paham, karena sifatku yang manja, ingin selalu diperhatikan. Sedangkan dia menganggap hal itu tidak penting. Cinta tidak perlu diungkapkan dengan kata-kata. Cukup perbuatan saja. Tapi buat aku itu tak cukup. Walau demikian aku tak lelah bersikap mesra dan manja padanya.

Belakangan, di usia perkawinan kami yang makin matang, dan di usianya yang mulai merayap senja, ia mulai menyadari, pentingnya kemesraan. Ia sekarang yang sering minta perhatian. He he he……….Untunglah, ia punya kesadaran begitu. Ia takut aku diperhatikan orang lain. Xixixixi…………Hmmmmm senangnya…

Suamiku menyadari aku punya banyak teman. Memang dari kecil justru kebanyakan temanku adalah laki-laki. Inilah hal yang dikhawatirkannya. Tapi aku beruntung, selalu dikelilingi teman-teman yang baik, mereka menyayangi aku. Aku tak munafik, bahwa aku ataupun sahabat-sahabatku ini pernah saling jatuh cinta. Tapi, selalu aku maupun sahabat-sahabatku ini kembali pada hakikat dan komitmen hidup kami.

Persahabatan atau rasa yang ada sebatas untuk mendewasakan dan melewati proses hidup yang memang harus dijalani sesuai dengan karakter dan pribadi masing-masing. Namun bukankah manusia sejatinya, dihargai karena dia mampu memegang komitmen dan kehormatannya hingga akhir hayatnya. Semoga aku juga selalu mampu menjaganya… Amin.

MBANGUN TRESNA. Seperti yang kusampaikan di awal, cinta itu seperti tanaman yang suatu saat bisa layu, atau bahkan mati terserang hama , dan akhirnya bersemi kembali karena dirawat dengan baik. Kita sering lupa, bahwa demikianlah cinta kita. Tanpa perawatan yang memadai, pastilah cinta itu akan seperti mayat hidup jika tak mau dikatakan mati.

Nah, sudahkah anda mbangun tresna, merawat cinta anda agar tetap subur, indah dan selalu bersemi, berbunga tiap hari???? Ha ha ha ha….. Kalau aku sih tidak muluk-muluk. Aku hanya ingin membuat hidupku kaya makna. Karena sebenarnya hidup adalah suatu proses untuk menjadi manusia yang selalu lebih baik dari sebelumnya. Tentu dalam proses itu ada up and down. Tinggal kita mau membuat proses hidup itu seperti apa. Memiliki arti atau hanya sekedar hidup yang monoton sia-sia.

Akhirnya aku mau mengajak anda semua : yuk Mbangun Tresna! Yuk intenskan komunikasi, yuk saling mesra dan memperhatikan, yuk saling memahami dan selalu memaafkan … silahkan tambahi sendiri ya lanjutannya sesuai kondisi anda………………..!!!!!

Simak lagu yg dinyanyikan alm. Chrisye berikut yg merupakan lagu favoritku.

Seandainya kau ijinkan,
Sebentar saja, ijinkanlah ku tertidur di pangkuanmu yg hangat,
seharian kubekerja yg melelahkan
kuinginkan jemarimu membelai keningku

Entahlah apa sebabnya
Hingga Kurasakan,
Betapa kumembutuhkan
Kemanjaan Ini

ref:
Biarkanlah kita sejenak
Tuk kembali ke masa remaja
Walau itu terasa enggan
Kau lakukan …

Sepasang manusia
Yang kian lama semakin tua,
terkadang melupakan
Arti pentingnya suatu kemesraan

=================

Salam penuh cinta untuk anda semua, sahabat-sahabatku!

Semarang 30 Maret 2012

 

Share This Post

Posted by Sunday, 15 April 2012 on 10:58.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

47 Responses to “Mbangun Tresna”

Pages: « 5 4 [3] 2 1 »

  1. 30
    Meitasari S Says:

    nev, pantesan..bar manten anyer njuk ilang. Ntar kuemail lg dah…met paskah. N mesralah selalu! Salam…

  2. 29
    Meitasari S Says:

    JC, yg motret adik ku. Dia emang dulu sempat punya ft studio. Itu foto di daerah tembalang wkt kel besar pd ngumpul. Jadilah bernasis ria.

    Iya kt musti slalu kompak lah. Spt tim lomba. Lomba berbagi ceria kasih n bahagia…tx JC

  3. 28
    Meitasari S Says:

    linda, teori muncul dr pngalaman pribadi. Bs co2k bs enggak. Tp percayalah komunikasi n kemesraan mjd bumbu utama.. Salam!

  4. 27
    anoew Says:

    Weh mantebs.

    Tapi bener, susah ya buat mempertahankan apa yang sudah didapat. Lebih susah daripada mencarinya. Makanya aku selalu kagum sama orang-orang yang bisa sampai merayakan kawin emas. Kalau dua-duanya masih hidup. 50 tahun hidup bersama, bukan hal yang mudah.

    *komen serius kiy, nganti kemringet*

  5. 26
    Meitasari S Says:

    DA, M itu mau Da bisa, Mau Anoe ok… Mau sapa aja bisa dah ! Ha ha ha

  6. 25
    anoew Says:

    Lho baru tau to? Karo njenengan barang lho ya! Rak krasa to?

    Weeh, berarti tresno segi tiga sama Pak Hand juga?

  7. 24
    Ouw Djiam Biauw Says:

    Mbak Meita ,jadi ingat lagu yg berjudul; Love is many splendour thing=banyak hal2 yg indah dalam bercinta
    Sayang,waktunya sempit sampai Semarang diJl.Puri Anjasmoro,terus balik ke Jogja,sampai tak sempat kulo nuwun sama yg punya Semarang.Salam dari Betawi

  8. 23
    probo Says:

    jauh cinta-bangun cinta
    jatuh bangun karena cinta…..

  9. 22
    Itsmi Says:

    Meitasari pengorbanan itu biasanya yang korban wanita. jadi tidak heran juga kalau kamu menunggulkan korban….

  10. 21
    Silvia Says:

    Setuju sekali bahwa “perkawinan tanpa komunikasi dan kemesraan seperti halnya masakan yang hambar tanpa garam. Sekedar dimakan untuk mengatasi rasa lapar”

Pages: « 5 4 [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)