Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Undangan Sang Kekasih

Sunday, 15 April 2012

Viewed 854 times, 3 times today | 14 Comments |

Indriati See – Jerman

 

Di hari ke tujuh, dini hari
ketika musim panas dimulai
kehangatan itu,
membelai halus wajahku
bisikan lembutmu
terdengar olehku
dalam bahasa ibu
ku terjaga dari tidurku

‘Selamat pagi, kekasihku’; sapamu
sangat lembut merasuk kalbuku
‘temanilah aku’; pintamu
terbesit rasa bahagia dalam sukmaku

Ajakan lembutmu
membuatku terpaku dan bisu
bergegas kubersihkan ragaku
dari debu-debu bumi yang memalukanku
ku mempercantik diriku untukmu, wahai Kekasihku

‘Ku tunggu kau di rumahku’; katamu lembut
aku mengangguk, tak sepatah katapun
terucap dari bibirku yang kelu dan tersekat

Ku langkahkan kakiku menuju rumahmu
diambang pintu, harumnya dupa terhirup hidungku
meja altar terlihat siap tuk perjamuan sucimu
gemerlapnya piala dan piring dipantulkan oleh cahaya lilin
terdengar suara orgel mengalunkan irama syahdu
damai … terlindung … kurasakan di rumahmu,
oh … Kekasihku, sambutanmu memberiku harapan

Liturgi itupun dimulai
doa, syukur silih berganti
tubuhku dan tubuhMu,
darahku dan darahMu,
melebur menjadi satu

Bahagia abadi kurasa sampai ke nadi
penghiburan sepanjang hayati
datanglah dan tinggallah selalu bersamaku
oh … Kekasihku, terima kasihku selalu
tuk undangan perjamuan suciMu

.

.

.

Hofheim im Ried, 3 April 2011

*Hadirilah upacara kebaktian untukNya*

Image :  freude.li

 

Share This Post

Posted by Sunday, 15 April 2012 on 10:58.

Categories: Pojok Sastra. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

14 Responses to “Undangan Sang Kekasih”

Pages: [2] 1 »

  1. 14
    Indriati See Says:

    @Linda Cheang

    Terima kasih dan berharap yang terbaik untukmu sis …

    Salam hangat dan TGIF

  2. 13
    Indriati See Says:

    @Lieber Josh

    Terima kasih dan salam juga tuk Josh dan keluarga … berharap berkatNya selalu menyertai kalian …

    Salam hangat & TGIF

  3. 12
    Indriati See Says:

    @Mas Inakawa

    Kata “lalap” dalam bahasa Sunda artinya sayuran yang dimakan mentah pendamping nasi, lauk dan sambal terasi … hm … nyuamiii

    jadi saya mau nagih nih … kalau saya datang ke rumah Mas Inakawa, jangan lupa ya sambal terasinya harus ada

    Salam hangat dan TGIF

  4. 11
    Indriati See Says:

    @Lieber Itsmi

    Boleh melayang asal jangan lupa mendarat lagi ya …

    Schöne Grüße nach Holland

Pages: [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)