Indriati See – Jerman
Di hari ke tujuh, dini hari
ketika musim panas dimulai
kehangatan itu,
membelai halus wajahku
bisikan lembutmu
terdengar olehku
dalam bahasa ibu
ku terjaga dari tidurku
‘Selamat pagi, kekasihku’; sapamu
sangat lembut merasuk kalbuku
‘temanilah aku’; pintamu
terbesit rasa bahagia dalam sukmaku
Ajakan lembutmu
membuatku terpaku dan bisu
bergegas kubersihkan ragaku
dari debu-debu bumi yang memalukanku
ku mempercantik diriku untukmu, wahai Kekasihku
‘Ku tunggu kau di rumahku’; katamu lembut
aku mengangguk, tak sepatah katapun
terucap dari bibirku yang kelu dan tersekat
Ku langkahkan kakiku menuju rumahmu
diambang pintu, harumnya dupa terhirup hidungku
meja altar terlihat siap tuk perjamuan sucimu
gemerlapnya piala dan piring dipantulkan oleh cahaya lilin
terdengar suara orgel mengalunkan irama syahdu
damai … terlindung … kurasakan di rumahmu,
oh … Kekasihku, sambutanmu memberiku harapan
Liturgi itupun dimulai
doa, syukur silih berganti
tubuhku dan tubuhMu,
darahku dan darahMu,
melebur menjadi satu
Bahagia abadi kurasa sampai ke nadi
penghiburan sepanjang hayati
datanglah dan tinggallah selalu bersamaku
oh … Kekasihku, terima kasihku selalu
tuk undangan perjamuan suciMu
.
.
.
Hofheim im Ried, 3 April 2011
*Hadirilah upacara kebaktian untukNya*
Image : freude.li
April 20th, 2012 at 13:33
@Linda Cheang
Terima kasih dan berharap yang terbaik untukmu sis …
Salam hangat dan TGIF
April 20th, 2012 at 13:31
@Lieber Josh
Terima kasih dan salam juga tuk Josh dan keluarga … berharap berkatNya selalu menyertai kalian …
Salam hangat & TGIF
April 20th, 2012 at 13:28
@Mas Inakawa
Kata “lalap” dalam bahasa Sunda artinya sayuran yang dimakan mentah pendamping nasi, lauk dan sambal terasi … hm … nyuamiii
jadi saya mau nagih nih … kalau saya datang ke rumah Mas Inakawa, jangan lupa ya sambal terasinya harus ada
Salam hangat dan TGIF
April 20th, 2012 at 13:24
@Lieber Itsmi
Boleh melayang asal jangan lupa mendarat lagi ya …
Schöne Grüße nach Holland