Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Laga Sere dalam Festival Holi, antara si Baik dan si Jahat

Monday, 16 April 2012

Viewed 966 times, 1 times today | 18 Comments |

Cechgentong

 

” Cech, Jumat malam datang ke rumah ya. Kami mau mengadakan Laga Sere (baca:Langga Sere) “

Tanpa berpikir panjang, saya mengiyakan undangan Praneel tersebut. Setelah itu barulah saya tersadar apa itu Laga Sere. Saya baru mengerti apa itu Laga Sere setelah saya datang ke rumah Praneel.

Laga Sere dalam Festival Holi (dok.cech)

Laga Sere adalah bahasa Fiji yang berarti menyanyi bersama pada malam hari. Tetapi ada yang menarik dari acara Laga Sere tersebut. Laga Sere yang merupakan budaya Fiji membaur dengan upacara ritual agama Hindu yang dianut oleh masyarakat Fiji keturunan India. Yang membedakan adalah nyanyian yang diperdendangkan secara bersama pada malam hari tersebut mirip dengan Kidung Keagamaan yang tertuang dalam bahasa Hindi dan berisi doa-doa yang terdapat pada kitab suci agama Hindu.

Hidangan dalam Festival Holi (dok.cech)

 

Salah satu alat musik yang digunakan dalam Laga Sere (dok.cech)

Laga Sere yang diadakan Jumat malam tersebut dalam rangka merayakan Festival Holi. Festival Holi sudah menjadi Festival tahunan yang berlangsung turun temurun bagi orang India di seluruh dunia walaupun bukan festival resmi keagamaan.

Festival Holi biasanya diadakan 40 hari setelah tahun baru agama Hindu. Festival ini diadakan dengan tujuan untuk mencegah dan mengusir segala hal yang bersifat buruk dan jahat dalam kehidupan dunia. Ada kisah menarik yang melatar belakangi Festival Holi ini.

Ada seorang Raja Iblis yang sangat berkuasa bernama Hirnakashyipu yang telah menguasai tiga dunia yaitu surga, bumi dan neraka. Karena penguasaan tersebut membuat Raja Iblis menjadi sangat bangga dan jumawa bahkan menganggap dirinya sebagai Dewa dan merasa mampu menaklukan Dewa Wisnu. Untuk itu dia memerintahkan semua orang untuk menyembahnya.

Tetapi ada satu orang yang menolak perintahnya yaitu Prahlad, anaknya yang paling kecil. Prahlad dengan keyakinannya tetap saja menyembah Dewa Wisnu. Raja Iblis tersebut sangat murka dengan sikap anaknya tersebut. Kemudian Raja Iblis memerintahkan prajuritnya untuk membunuh Prahlad dengan melemparkannya dari atas bukit. Dalam kondisi pasrah dan terus berdoa kepada Dewa Wisnu, Prahlad selamat dari upaya pembunuhan tersebut atas bantuan Dewa Wisnu.

Mengetahui Prahlad selamat (tetap hidup) dan tanpa mengalami luka serius membuat Raja Iblis Hirnakashyipu makin murka dan bingung. Kemudian Raja Iblis putar otak bagaimana caranya menghabisi nyawa Prahlad. Digunakanlah siasat licik yang lain,Raja Iblis Hirnakashyipu meminta bantuan adik perempuannya, Holika yang mempunyai kemampuan berjalan di dalam api. Dengan bujuk rayu Hirnakashyipu,akhirnya Holika mengikuti keinginan kakaknya untuk membunuh keponakannya sendiri dengan cara mengajak Prahlad berjalan bersama dalam api dan Prahladpun mati terbakar.

Selanjutnya sesuai dengan rencana, Holika mengajak Prahlad masuk ke dalam api dengan alasan Prahlad tidak akan terbakar kalau jalan bersamanya. Prahladpun mengikuti keinginan bibinya yang jahat tersebut. Apa yang terjadi kemudian? Ada satu hal yang dilupakan oleh Holika, kemampuannya berjalan dan kebal dalam api berlaku apabila dilakukan sendiri. Yang terjadi adalah pada saat berjalan beriringan dengan Prahlad, justru Holika yang hangus terbakar dan mati seketika. Sedangkan Prahlad selamat dari kobaran api karena mendapatkan perlindungan dari Dewa Wisnu.

Peristiwa kematian Holika, sang bibi jahat inilah diperingati sebagai Festival Holi dimana Si Baik yang memiliki keimanan yang kuat terhadap Dewa Wisnu dapat mengalahkan Si jahat. Di beberapa tempat, Festival Holi dirayakan dengan melemparkotoran sapi ke dalam bara api sambil mengucapkan sumpah serapah sebagai simbol penghinaan terhadap Holika.

Laga Sere dalam Festival Holi yang saya ikuti, terdengar kidung berisi doa dan dinyanyikan dengan penuh semangat. Malah ada beberapa orang yang terlihat ekstasi mengikuti alunan lagu dan alat musik yang dimainkan. Di tengah-tengah laga sere, ada nyanyian berisi balas pantun antar pelantun. Kadang kala menimbulkan kelucuan dan gelak tawa karena ada pantun cerdas yang mengejek kejahatan akan selalu kalah melawan kebaikan.

 

Share This Post

Posted by Monday, 16 April 2012 on 09:37.

Categories: Budaya. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

18 Responses to “Laga Sere dalam Festival Holi, antara si Baik dan si Jahat”

Pages: [2] 1 »

  1. 18
    cechgentong Says:

    EA Inakawa, emang banyak hal menarik yang didapat kalo kita tinggal di luar negeri tetapi tetap INDONESIA IS THE BEST

  2. 17
    cechgentong Says:

    Mbak Itsmi, oke saya setuju dengan pendapatnya

  3. 16
    EA.Inakawa Says:

    Mas Cechgentong : memang asyik sih buat kita yang diluar melihat berbagai budaya asing – tentang ceritera rakyat atau legenda. Terima kasih mas saya tertidur setelah membaca dongeng ini ehehehe salam sejuk

  4. 15
    Itsmi Says:

    Cech, kalau anak anak sedang berkembang dan mendengar cerita cerita mengenai Tuhan itu wajar wajar sajalah. Tetapi fantasi begini kan harus di lawan karena hanya berdasarkan ilusi. jadi kekurangan dari manusia di proyeksikan pada Tuhan.Kata lain Tuhan di lihat sebagai Bapak yang melindungi dan kehangatan…. Kalau orang ini sadar bahwa Tuhan itu hanya keinginan baru dia bisa dewasa…..

  5. 14
    cechgentong Says:

    Mbak Itsmi, begitu ya… Berhentinya kenapa ya ?

  6. 13
    Itsmi Says:

    Cechgentong, cerita dongeng biasanya anak pada senang… jadi tidak mengherankan alau dari segi psikologi (Freud) melihat orang yang masih percaya begini, perkembangannya terberhenti pada umur 8 gitu…

  7. 12
    cechgentong Says:

    Mbak Peony, terima kasih juga

  8. 11
    cechgentong Says:

    Mbak Itsmi, emang mengasyikan cerita begini buat anak2

Pages: [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)