<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Manusia Baru</title>
	<atom:link href="http://baltyra.com/2012/04/16/manusia-baru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baltyra.com/2012/04/16/manusia-baru/</link>
	<description>gloBAL communiTY nusantaRA</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 May 2013 05:49:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
	<item>
		<title>By: EA.Inakawa</title>
		<link>http://baltyra.com/2012/04/16/manusia-baru/comment-page-2/#comment-190411</link>
		<dc:creator>EA.Inakawa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 16:57:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=48808#comment-190411</guid>
		<description><![CDATA[Wesiati &quot; siapapun pasti mengalami hal yang sama dengan berbagai bentuk alam pikirannya......anda tidak sendirian. Ada yang bilang perbanyak saja aktivitas,hindarkan kesendirian. salam sejuk]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wesiati &#8221; siapapun pasti mengalami hal yang sama dengan berbagai bentuk alam pikirannya&#8230;&#8230;anda tidak sendirian. Ada yang bilang perbanyak saja aktivitas,hindarkan kesendirian. salam sejuk</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Itsmi</title>
		<link>http://baltyra.com/2012/04/16/manusia-baru/comment-page-2/#comment-190386</link>
		<dc:creator>Itsmi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 14:34:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=48808#comment-190386</guid>
		<description><![CDATA[Silvia, apa yang kamu tulis untuk saya itu tidak gaget karena saya kira wajar wajrlah sebagai puberal....termasuk benci pada diri sendiri.... berontak itu hal yang sehat... proses melepas......begitulah manusia yang menuju ke kedewasaan...
tentu saya tidak tau, persoalan kamu sebagai pribadi... tapi problem itu waktu puber keluar lagi... itu juga tidak masalah, bedanya kalau sudah dalam pernikahan, mendat feedback langsung... itulah kelebihan dari pernikahan....

kalau wanita sebagai pelaku itu juga terjadi cuma tidak umum....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Silvia, apa yang kamu tulis untuk saya itu tidak gaget karena saya kira wajar wajrlah sebagai puberal&#8230;.termasuk benci pada diri sendiri&#8230;. berontak itu hal yang sehat&#8230; proses melepas&#8230;&#8230;begitulah manusia yang menuju ke kedewasaan&#8230;<br />
tentu saya tidak tau, persoalan kamu sebagai pribadi&#8230; tapi problem itu waktu puber keluar lagi&#8230; itu juga tidak masalah, bedanya kalau sudah dalam pernikahan, mendat feedback langsung&#8230; itulah kelebihan dari pernikahan&#8230;.</p>
<p>kalau wanita sebagai pelaku itu juga terjadi cuma tidak umum&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Silvia</title>
		<link>http://baltyra.com/2012/04/16/manusia-baru/comment-page-2/#comment-190361</link>
		<dc:creator>Silvia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 09:43:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=48808#comment-190361</guid>
		<description><![CDATA[Wesiati: Dari pengalaman saya untuk belajar mengampuni, mencoba mengerti itu juga levelnya beda-beda dan butuh proses deh. Tidak semudah membalikkan tangan. Apalagi kalau kita dipermalukan dimuka umum oleh org tsb. Respon kita menunjukkan sejauh mana rasa pengertian kita terhadap sesama dan apakah kita tahu jati diri kita sebenarnya dihadapan Pencipta. Kadang2 terlalu banyak pujian yg berlebihan yang diterima seseorang bisa membuat dia lupa diri.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wesiati: Dari pengalaman saya untuk belajar mengampuni, mencoba mengerti itu juga levelnya beda-beda dan butuh proses deh. Tidak semudah membalikkan tangan. Apalagi kalau kita dipermalukan dimuka umum oleh org tsb. Respon kita menunjukkan sejauh mana rasa pengertian kita terhadap sesama dan apakah kita tahu jati diri kita sebenarnya dihadapan Pencipta. Kadang2 terlalu banyak pujian yg berlebihan yang diterima seseorang bisa membuat dia lupa diri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Silvia</title>
		<link>http://baltyra.com/2012/04/16/manusia-baru/comment-page-2/#comment-190360</link>
		<dc:creator>Silvia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 09:35:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=48808#comment-190360</guid>
		<description><![CDATA[Wesiati, terima kasih buat balasannya yang lengkap. O, iya Itsmi itu cowo sejati loh. Seneng  lihat cewe pakai rok mini, seneng lihat cewe cakep, dsb.....(betul kan Itsmi? :) )Dipanggil mbak nanti dia mengalami bingung sendiri loh. Hihihi......

Ya yang jelas memang (buat saya) pikiran yg masuk itu kudu dikelola. Yang tidak sesuai dengan FirmanNya, kudu dibuang ke tempat sampah segera. Kalau ingatan masa lalu datang lagi, ya kadang memang saya harus nasehati jiwa saya sendiri.

Betul baik sekali untuk mencoba mengerti latar belakang seseorang agar kita bisa melepaskan pengampunan dan rasa mengerti terhadap seseorang.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wesiati, terima kasih buat balasannya yang lengkap. O, iya Itsmi itu cowo sejati loh. Seneng  lihat cewe pakai rok mini, seneng lihat cewe cakep, dsb&#8230;..(betul kan Itsmi? <img src="http://baltyra.com/wp-content/plugins/wp-smiley-switcher/noktahhitam/icon_smile.gif" alt="" /> )Dipanggil mbak nanti dia mengalami bingung sendiri loh. Hihihi&#8230;&#8230;</p>
<p>Ya yang jelas memang (buat saya) pikiran yg masuk itu kudu dikelola. Yang tidak sesuai dengan FirmanNya, kudu dibuang ke tempat sampah segera. Kalau ingatan masa lalu datang lagi, ya kadang memang saya harus nasehati jiwa saya sendiri.</p>
<p>Betul baik sekali untuk mencoba mengerti latar belakang seseorang agar kita bisa melepaskan pengampunan dan rasa mengerti terhadap seseorang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Silvia</title>
		<link>http://baltyra.com/2012/04/16/manusia-baru/comment-page-2/#comment-190358</link>
		<dc:creator>Silvia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 09:26:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=48808#comment-190358</guid>
		<description><![CDATA[Selamat pagi Itsmi. 

Kalau Itsmi jadi salah satu orang tua saya dulu, entah kuat atau tidak punya anak seperti saya. Saya saja saat itu suka merasa benci sekali sama diri sendiri. Residu apa yang pernah saya alami ketika saya kecil sampai masa-masa saya masih berusia belasan ini sempat keluar loh di pernikahan kami. Saya sendiri terkejut. &quot;Loh koq ini muncul lagi?&quot; Saya sampai bilang sama suami bahwa saya berterima kasih sekali atas kasih tanpa pamrihnya dia terhadap saya. 

Makanya kalau ada yang menduga saya ini cewe lemah lembut.....wah ini dugaan meleset sekali:) 

Yang saya ceritakan di komen sebelumnya itu pelaku kekerasannya malah sang wanita dan dia cerita memang bawaannya mudah sekali marah-marah dan ingin pukulin orang. Dia juga cerita kalau dia marah sama orang itu tidak cepat lupa dan tidak mau memaafkan cepat-cepat. 

Kalau pria yang jadi pelakunya, memang yg saya tahu juga kebanyakan papa-nya mereka dulunya juga begitu. Mereka sendiri sebetulnya tidak suka mereka menjadi seperti ayahnya, tapi ya begitu kalau sudah marah bawaannya jadi keras begitu.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat pagi Itsmi. </p>
<p>Kalau Itsmi jadi salah satu orang tua saya dulu, entah kuat atau tidak punya anak seperti saya. Saya saja saat itu suka merasa benci sekali sama diri sendiri. Residu apa yang pernah saya alami ketika saya kecil sampai masa-masa saya masih berusia belasan ini sempat keluar loh di pernikahan kami. Saya sendiri terkejut. &#8220;Loh koq ini muncul lagi?&#8221; Saya sampai bilang sama suami bahwa saya berterima kasih sekali atas kasih tanpa pamrihnya dia terhadap saya. </p>
<p>Makanya kalau ada yang menduga saya ini cewe lemah lembut&#8230;..wah ini dugaan meleset sekali<img src="http://baltyra.com/wp-content/plugins/wp-smiley-switcher/noktahhitam/icon_smile.gif" alt="" /> </p>
<p>Yang saya ceritakan di komen sebelumnya itu pelaku kekerasannya malah sang wanita dan dia cerita memang bawaannya mudah sekali marah-marah dan ingin pukulin orang. Dia juga cerita kalau dia marah sama orang itu tidak cepat lupa dan tidak mau memaafkan cepat-cepat. </p>
<p>Kalau pria yang jadi pelakunya, memang yg saya tahu juga kebanyakan papa-nya mereka dulunya juga begitu. Mereka sendiri sebetulnya tidak suka mereka menjadi seperti ayahnya, tapi ya begitu kalau sudah marah bawaannya jadi keras begitu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
