Kita Bicara

Anwari Doel Arnowo

 

Anda pernah berbicara, sayapun juga.

Setiap haripun saya berbicara, anda juga.

Itu bukanlah sesuatu yang lain dari yang biasa kita kerjakan sejak dulu.

Hanya saja jaman telah berubah cepat, ayah saya saja tidak pernah mengalami, meskipun beliau wafat pada waktu mencapai usia 80 tahun dan 80 hari pada tahun 1985. Pada tahun itu kami masih menggunakan telegram, telex dan satu jenis alat komunikasi mutakhir yang disebut dengan istilah pager, salah satu dari yang bisa disebut memakai istilah alat ajaib.

Apa pula sebab saya sebut-sebut alat yang sudah kuno itu? Itu  adalah alat-alat yang kita pakai apabila kita berbicara tetapi tanpa mengeluarkan atau menggunakan suara manusia, sebagai alat baru yang pertama sekali saya kenal. Pada waktu itu adalah keadaan luar biasa karena bagi beberapa orang, memperoleh banyak kemudahan karena terciptanya alat-alat tadi. Itu semua sebelun tercipta alat yang disebut dengan wireless communication gadgets yang sekarang terkenal dengan sebutan Hand Phone, Cellular Phone, atau wireless telephone.

Itupun sudah menjadi kuno saat ini karena beratus-ratus juta komunikasi jenis baru yang disebut dengan Short Message Service disingkat sms. SMS inipun oleh sebagian kalangan sudah dianggap kuno karena dua pihak atau lebih bisa menggunakan sarana email dan Instant Messaging yang saat ini dikuasai oleh Blackberry Messenger atau BBM yang bukan Bahan Bakar Minyak

Berapa banyak terjadi komunikasi sms, per hari? Beberapa tahun yang lalu saya pernah membaca bahwa banyaknya sms yang berlalu lalang di Pilipina itu berjumlah melebihi jumlah orang/jiwa penduduknya.

Saya baru buka link ini: http://www.textmessageblog.mobi/2009/02/19/text-message-statistics-usa/ dan terkejut ketika membaca bahwa jumlah sms di Amerika Serikat iu ada lebih dari 2,5 miliar setiap harinya oleh karena ada  357 sms dibanding dengan 204 pembicaraan menggunakan HAPE (cell phone).

Jadi kalau menggunakan sms atau bbm apakah sudah modern? Ah, ya belum juga. Ada yang bisa video communication yaitu telepon sambil saling melihat video lawan bicara di layar monitor. Ada yang gratis, antara lain melalui fasilitas SKYPE. Berwarna pula. Padahal waktu si pembicara di Jakarta pada malam hari bertanya kepada lawan bicaranya di Kanada, berkata: “Eh kamu belum bercukur kumis dan janggutmu, ya? Mestinya kamu juga belum mandi pagi???” Itu karena perbedaan zona waktu yang 12 jam lama dan bedanya.

Pada suatu saat di masa depan saya sudah bisa membayangkan seseorang yang tadi, akan bisa berbicara dengan cara lain: “Kamu pasti belum mandi, karena baunya sampai di sini dan apalagi rambutmu bagian belakang kok terlihat amburadul begitu??” Saya bisa membayangkan dan melamunkan yang seperti itu, karena kita tidak akan menatap atau melihat ke layar monitor lagi, yang kita lihat nanti adalah hologram (tampilan tiga dimensi) dari lawan bicara kita. Pada waktu itu siaran televisi tidak lagi memerlukan layar monitor juga, dan dapat ditonton dari segala penjuru di dalam sebuah ruangan oleh seluruh anggota keluarga. Yang lebih canggih? Akan ada juga sebuah alat seperti lampu senter yang menampilkan hologram seperti ini ketika sedang berada di manapun lokasinya. Melamun? Iya !! Saya tidak akan pernah berhenti untuk melamun, tentang apapun.

Lamunan saya terpaksa terputus karena terbukti saya kembali menghadapi masalah-masalah yang timbul karena gadget yang telah saya terima sebagai alat penolong manusia, dalam memudahkan jalan kehidupannya. Apa saja yang termasuk di dalam kategori bermasalah itu? Komunikasi langsung antara dua pihak saat ini lebih banyak yang maya atau virtual menggunakan email dan sms serta bbm dan instant messaging yang tidak ada suaranya. Meskipun sepasang suami istri yang sedang duduk berdampingan, masing-masing memegang gadget, tidak berkomunikasi langsung di antara mereka berdua, tetapi malah masing-masing dengan pihak lain.

Bahkan duduk di dalam satu mobilpun saya pernah menerima sms agar pembicaraan tidak diketaui atau didengar oleh misalnya si pengemudi atau sopir. Ketika nonton film movie di dalam gedung pertunjukan pun, duduk berdampingan dengan cucu saya, dia tidak melihat ke layar lebar, tetapi asyik ber bbm-an dengan contactnya, di luar ruangan, entah di mana, di luar kota atau di luar negeri sekalipun. Cucu saya ini bisa saja berbicara dengan suara atau  menggunakan suara, tetapi jari-jarinya juga tetap saja menari di atas papan ketik atau keyboard BBnya, TANPA MELIHAT. Matanya melihat ke arah mata saya, tetapi saya sadar dia tidak bisa mendengar apa kata-kata saya, karena mukanya blank (kosong atau hampa), menunjukkan bahwa dia sedang berkonsentrasi kepada pikirannya yang sedang mengendalikan jari-jarinya yang sedang berkomunikasi dengan temannya atau siapapun.

Kecuali apabila cucu saya ini memang mempunyai otak seperti binatang gajah yang memang mampu memisahkan pikiran kepada dua hal yang berlainan pada waktu yang bersamaan. Pada suatu saat ada lima cucu saya yang pernah saya perhatikan dengan sungguh-sungguh, tetapi bukan sebaliknya, karena mereka sedang sibuk semua dengan para contact nya, yang membuat saya menyadari bahwa di dalam ruang itu saya tidak berenam dengan cucu, tetapi bersebelas karena lima yang lain ada jauh di luar ruang kita dan terhubung melalui bbm atau sms. Wah, jangan-jangan saya harus selalu berfikir lain secara progresif dan positif, karena itu ternyata adalah lebih baik daripada mereka naik mengendarai kendaraan roda dua, yang di luar jangkauan pandangan mata saya. Saya merasa aman mereka ada di sekitar saya, terlihat langsung oleh mata saya, tetapi mereka sedang berkeliling ke mana-mana melaui  bbm dan sms, tidak terhubung secara batin dengan saya. Saya melihat hologram model masa kini!

Cucu saya sama dengan hologram?? Iya !

Sedih mengatakan hal ini, tetapi itulah perubahan yang sebenarnya sudah agak lama terjadi tetapi baru saya tulis sekarang. Saya ingin berbicara dengan hologram? Huh ???

Kegelisahan yang saya rasakan tergambar jelas bila anda saksikan di link di bawah ini, apa yang dikatakan oleh Sherry Turkle di dalam TED yang “berkisah” dan “berkesah” serta diberi judul:  alone together atau Connected, but alone?

http://www.ted.com/talks/sherry_turkle_alone_together.html?utm_source=newsletter_weekly_2012-04-03&utm_campaign=newsletter_weekly&utm_medium=email

 

Anwari Doel Arnowo – 2012/04/06

 

11 Comments to "Kita Bicara"

  1. Dewi Aichi  18 April, 2012 at 09:02

    Jaman semakin canggih….sekian tahun lagi, saat anak2 kita akan mencapai usia kita saat ini, apa kira2 yang akan terjadi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.