Maya dan Nyata (4): Kopdar Jerman – Indonesia

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER YANG BERBAHAGIA….

Semoga anda semua ada dalam keadaan sehat dan bahkan selalu dalam lindungan Kasih TUHAN. Baiklah… langsung saja ya, Dj. lanjutkan oret-oretan Dj. tentang “ MAYA DAN NYATA “ yang ke 4.

Photo di bawah ini, saat ada sobat GMDj. dari Jakarta yang mengikuti Fair di Frankfurt. Kami, sobat yang ada di Frankfurt dan sekitarnya, menjamu di salah satu Restaurant di Frankfurt.

Jelas, makan dan bersendagurau itu sudah menjadi kebiasaan, dalam setiap pertemuan Gerombolan si Berat.

Saat akan berpisah dan sudah saling memberi cendera mata.

DI INDONESIA…

Juga sangat mengesankan, saat kami berdua (Dj. dan Susi) mudik 2008 dan tidak disangka, sudah ada team penjemput dari sobat GMDj. di Bandara Cengkareng. Untuk pertama kali melihat Nana, Sierli dan sobat yang lainnya, kecuali adik Dj. di sebelah Nana.

Kami tidak langsung dibawa pulang kerumah adik Dj. dimana kami akan menginap. Tetapi kami dibawa ke “Jimbaran Resto“ di Ancol…. Sangat indaaaah…!!! Kami sampai, saat matahari akan terbenam. Cukup linglung juga, karena selama penerbangan 13 jam lebih, tidak bisa tidur, ini malah diajak ke Restaurant…???

Saat mas Prabu bertemu dengan sobat yang dari Hongkong, ternyata mereka sama-sama salah menduga. Jadilah satu hal yang lucu, sehingga semua yang mendengar tertawa terbahak. Maklum, karena sebelumnya memang belum pernah bertemu, anda lihat bagaimana Sierli tertawa… Sampai matanya hilang…. hahahahahaha….!!! Sierli benar-benar sosok yang sangat menyenangkan….

Dan kami yang datang dari Jerman, dan dari Hongkong, juga Malaysia mendapat kalungan bunga anggrek dari sobat yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya…. Sangat mengharukan….!!! Karena kami sama sekali tidak menantikannya.

Dan setiap sobat boleh memberikan kata-kata kenangan selama di GMDj. dari awal persahabatan sampai detik itu. Dan Nana yang dengan rendah hati, memberikan kata-katanya yang sangat indah.

Jelas, di sinipun acara makan tidak ketinggalan…. Makan sampai sepuasnya…. Hhhhhmmmmmm…..!!!!

Melihat suasana yang sangat meriah, sehingga pemusik yang juga tidak kami kenal, turut angkat suara dan bertanya. Benarkah bahwa bapak-bapak dan ibu-ibu semua belum pernah berjumpa sebelumnya….??? Dia sangat heran, bagaimana begitu banyaknya manusia yang belum pernah bertemu, bisa saling berpelukan, saling bersendagurau. Seperti layaknya saudara-saudara yang sudah lama kenal.

Juga sobat yang pandai menyanyi, mengiringi pesta kami dengan suaranya yang merdu.

Sehingga semua turun untuk berdendang dengan meriah…meriah…dan meriah…!!! Semua acara spontan, tanpa ada program ini dan itu, atau harus begini atau begitu terlebih dahulu.

Dan ada sobat yang manja, tau-tau sudah menclok…. Dj. benar-benar senang dengan suasana yang spontan.

Dj. bersama empat ibu-ibu GMDj. Jakarta yang sangat aktiv mengurus ini semuanya.

Kami berkumpul, hingga larut malan, entah sampai jam berapa, mungkin Nana dan Sierli masih ingat. Photo bersama di depan Restaurant, Dj. yang sudah teler, sudah tidak kuat mengangkat kepala lagi dan dipangku oleh sobat.

Kalau anda bertanya kepada Dj…..Bagaimana mungkin, orang yang belum pernah bertemu, bisa seerat ini…??? Jujur Dj. tidak bisa menjawab, tapi mungkin ini karena kejujuran dan keterbukaan masing-masing dari kami semuanya. Tidak ada yang memakai nama samaran, semuanya dengan nama asli, tanpa ada rasa takut atau ragu. Dan tidak mempersoalkan atau mendiskusikan hal-hal yang tidak ada gunanya.

Apakah setelah pesta ini, kemudian besoknya sudah lupa….??? Nah ini bisa anda lihat sendiri…. Keesokan harinya, pagi-pagi saat kami sudah akan berangkat ke Bandung, menengok kaka di Bandung. Apa yang terjadi…??? Kami masih diantar oleh beberapa sobat yang tinggal di Jakarta bersama sobat yang lain.

Dalam perjalanan ke Bandung kami beriringan 3 mobil dan dibekali singkong rebus yang masih kemepul dan sangat enak…Dan di dalam mobil, HP selalu berdering, masih banyak yang ingin tau, posisi kami dimana dan ke arah mana…Kamipun diundang dan dijamu oleh keluarga mas Prabu di istananya dengan buanyak makanan ala Sunda dan Jawa. Mas Prabu dan mbak Enny sekeluarga yang begitu baiknya, turut mengantar kami ke Bandung.

Bahkan di tengah jalan, mas Prabu harus kembali, karena baru ingat harus ambil raport putrinya….Ini mungkin karena keasikan dalam pertemuan, sehingga tugas mengambil raport kelupaan, untung masih keingat… hahahaha…!!!

Di Bandung, kami bertemu dan berkumpul dengan Linda Cheang di Paris van Java, menikmati bebek panggang. Untuk pertama kali bertemu dan melihat Linda Cheang yang sangat cantik dan cara bicara yang sangat tegas, salut…!!!

Linda begitu baik hati, memberi Susi 2 kantong kopi, (maaf Dj. tidak tau, itu kopi apa Linda), karena Dj. tidak minum kopi. Tetapi yang jelas Susi sangat suka. Tertawa yang lepas dan tanpa ragu, keluar dari dalam hati yang ikhlas……

Setelah makan makanan yang cukup berat, maka ada acara suap-menyuap roti di antara sobat yang hadir. Dan Dj. sangat gembira, karena Linda masih mau disuapi oleh Dj.

Setelah makan di PvJ., sore harinya kami ingin berbelanja pakaian di “rumah mode”. Tapi yang ada hanya untuk yang berbadan langsing saja, tidak ada yang untuk berbadan segar… hahahahaha…!!! Jadi di rumah mode, tidak ada yang beli pakaian, malah ngumpul dan nongkrong di kedai-kedai sebelah untuk makan dan minum lagi. Setelah semua puas, maka photo bersama tidak ketinggalan….

Keesokan harinya kami jalan-jalan di Jalan Braga, makan es grim dan makan Batagor Kingsley di Jalan Veteran.

Keesokan harinya, setelah sobat yang mengantar kami, kembali ke Jakarta dan kami melanjutkan perjalanan kami ke Semarang. Dan di Semarang kami bertemu dengan sobat yang memperkenalkan idee logo dengan kata “ GMDj. ONE WORLD ONE FAMILY “ Sangat mengharukan, karena tanpa diminta, sobat ini dengan suka rela, mempersiapkan logo tersebut.

Makan lagi, kali ini kami makan malam di salah satu Resto di Kampung Kali daerah Marina dekat pelabuhan Semarang. Tapi Dj. cium harumnya martabak telur kesukaan Dj. dan jelas Dj. pesan 1 loyang, sisanya dibawa pulang ke hotel. Hahahahahahahaha….!!! Di Marina, saat makan kami dihibur dengan Live Country Music., benar-benar malam yang sangat indah.

Di Jogja bertemu dengan mbak Sekar (E.Q.) dan mbak Lembayung yang mungil-mungil dan cantik-cantik.

Tapi yang paling mengesankan untuk kami saat itu, ialah…., mbak Sekar yang mau menemani kami kemana saja kami pergi. Dan mbak Lembayung membawa oleh-oleh special untuk kami dari Solo “serabi Notosoman”. Hhhhmmmmm….!!! Uenaaaak sekali…!!!

TERIMAKASIH E.Q…!!! TERIMAKASIH LEMBAYUNG….!!!

Di Jogja, pagi hari, kami sudah menerima telpon dari sobat yang ada di Jakarta.

H : Hallo… Mas Dj….Apa kabar…? Di Semarang di Hotel apa…???

Dj. : Di Gumaya Tower Hotel.

H. : Kami tau, kami akan datang ke hotel malam ini.

Dj. : Sebentar…. sebentar…. saat ini kami sudah ada di Jogja.

H. : Okay, kami akan langsung ke Jogja. Nanti malam minta tolong supir taxi, agar diantar ke Resto “ BUMBU DESA “ di Jalan Kartini.

Dj. pikir… ini orang hebat…!!! Mau cape-cape hanya ingin ketemu kami lagi, padahal di Jakarta juga sudah bertemu dan juga di Frankfurt. Malamnya kami berangkat dari Hotel diantar teman dan juga mbak Sekar ke Jalan Kartini, ke Resto “Bumbu Desa”. Oalllaaaah….. ternyata dia malah pemilik Resto Bumbu Desa dan kami diperkenalkan dengan suaminya.

Hebatnya, suaminya juga turut melayani kami. Kami dipertemukan dengan sobat ini, yang ternyata adalah tetangga sebelah rumah di Semarang. Kenangan lama kembali muncul, dimana saat Dj. kecil, dapat tugas antar susu ke rumah sebelah, yang mana halamannya luas dan anjingnya banyak sekali. Dj. hanya teriak dari luar pagar….. Bah Tan….!!! Susu…!!! Jelas sobat ini saat itu belum lahir, dia adalah cucu dari Babah Tan. Sekarang kami dipertemukan kembali dan kakanya cerita yang lucu-lucu tentang kami jaman dulu….

Ini semua Dj. yakini, hanya karena kemurahan TUHAN, sehingga kami boleh bertemu kembali. Kami diantar, milih makan apa saja yang kami suka… Bagaimana mau langsing…??? Hahahahahahaha….!!!

Puji TUHAN….!!! Berkat…!!! Makan gratis lagi… (sambil sok malu-malu….) hahahahahahaha….!!!

Dari Jogja, kami menuju ke Surabaya dan di Surabaya, kami juga bertemu dengan sobat GMDj. yang ada di Surabaya. Dan Linda dari Bandung juga sobat dari Jerman yang satu ini juga sudah ada di Surabaya, senang sekali bisa bertemu lagi. Yang juga menjadi kejutan di Surabaya, bahkan cak Gun mau hadir di XO bersama kami.

Puji TUHAN….!!! Setelah pertemuan GMDj. di Surabaya, akhirnya kami bisa istirahat 1 minggu di Bali, lumayan refreshing……

Kembali ke Jakarta, kamipun masih dimanjakan oleh sobat di Jakarta, masih diajak jalan-jalan. Ke Bogor, menengok sobat GMDj. yang ada di Bogor dan ke toko roti Unyil. Di sini Dj. jujur jadi seperti orang udik, melihat istana-istana yang begitu megah dan mau masuk ke daerah tersebut, harus ada ijin. Benar-benar hebat….!!!

Tapi kalau dipikir-pikir, kasihan juga mereka yang tinggal disana, seperti ada dalam penjara, lha dijaga ketat sekali, sepi dan tidak ada orang jualan bakso, atau sate yang lewat…. seperti pada umumnya di Indonesia Hahahahahahaha….!!! Kalau Dj. malah kangen tinggal di kampoeng, dimana pagi-pagi, masih bisa ngobrol dengan tetangga tentang apa saja….

Melanjutkan perjalanan ke Puncak dan makan di Resto “ Rindu Alam “ dan bahkan masih sempat beli beberapa lukisan untuk oleh-oleh.

Pulang dari puncak, langsung ke satu Mal, tapi entah dimana…Jangan tanya Dj. (orang kampoeng)

Malam pesta perpisahan dengan banyaknya makanan dan menyanyi dengan diiringi piano dan setelah makan malam, ngobrol kiri-kanan dan photo bersama.

Hadiah 2 Hantuch dari GMDj. Jakarta dan sekitarnya, untuk kami berdua, yang diserahkan oleh mas Budi Suhardi dan “Ning” Surabaya.

Mengingat begitu banyaknya photo yang sudah Dj. tampilkan, maka photo makanan Dj. kurangi, agar pengasuh BalTyRa tidak kewalahan dengan photo-photo yang Dj. kirim. Dj. juga sangat berterimakasih kepada mas Prabu yang banyak menolong pertemuan-pertemuan ini.

Bahkan membuat lukisan karikatur untuk kami berdua, SALUUUUT….!!!

Puji TUHAN….!!!

Di satu malam, kamipun masih dipertemukan dengan dimas Josh Chen sekeluarga. Dan inipun pertemuan pertama kali dengan dimas sekeluarga, dimana kami duduk di satu Cafe dan akhirnya pindah ke satu Food Court dan makan bersama di sana. Susanne yang sangat lemah lembut dengan tata bahasa Indonesia yang ciamik.

Saat di luar Mal dan di area Parkir, ada yang masih Dj. ingat sampai sekarang, dimana dimas Josh Chen berkata…: “Lihat pak Djoko, katanya di Indonesia sedang krismon, tapi mobil bagus-bagus ada dimana-mana “.

Dan satu kenang-kenangan lukisan asli dari China yang sangat indah… yang special dipesan di China, hanya untuk kami….Hebat bukan..???!!! Okay…..Banyak sudah, bahkan sudah terlalu banyak….!!!

Dj. mohon maaf bila banyak kata-kata yang tidak berkenan ya….Terimakasih untuk kesabaran anda semuanya dan juga terimakasih kepada pengasuh BalTyRa yang setia menerima oret-oretan Dj.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari kami di Mainz, untuk anda semuanya.

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

32 Comments to "Maya dan Nyata (4): Kopdar Jerman – Indonesia"

  1. Kornelya  27 April, 2012 at 03:45

    Pa DJ, semoga cepat sembuh.

  2. Dj.  27 April, 2012 at 01:57

    Hallo Mei…
    Terimakasih ya, sudah mampir…
    Maaf…ini Dj. balas dari klinik, jadi tidak bisa setiap hari buka internet.
    Inipun tidak bisa lama…
    Salam manis dari Bad-Säckingen.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *