Wednesday, 18 April 2012
Indriati See – Jerman
Satu dari banyak hal yang membuat saya kagum dari kurikulum sekolah di Jerman adalah wajib menjalankan Praktek Kerja atau yang sering disebut dalam Bahasa Jerman Praktikum bagi siswa/i SMP dan SMA. Praktikum tersebut bisa dipraktekkan di kelas 8 atau 9 dan untuk yang kedua kalinya di kelas 10 atau 11.
BASF Ludwigshafen – Germany
Program praktikum ini dilaksanakan atas dukungan dari semua Perusahaan, Organisasi, Lembaga dan Institusi yang ada dengan mengadakan bagian khusus menerima para murid SMP dan SMA yang ingin menjalankan praktikum.
Bagaimana pelaksanaannya ?
1) Setiap siswa diberi kebebasan untuk memilih Perusahaan, Organisasi, Lembaga atau Institusi yang menjadi tujuan bagi praktikumnya.
2) Setiap siswa harus membuat Surat Lamaran Praktikum seperti layaknya membuat surat lamaran kerja ditambah dengan Surat Pengantar dari Sekolah.
3) Jika mendapat jawaban positif dari Perusahaan, Organisasi, Lembaga atau Institusi yang dipilih maka praktikumpun bisa dimulai.
4) Masa praktikum untuk kelas 8 atau 9 berlangsung 2 (dua) minggu dan untuk kelas 10 atau 11 berlangsung satu minggu.
Pengenalan organisasi kantor
Ketika putra sulung dan putri kedua kami duduk di kelas 8, suami saya menyarankan agar mereka praktikum di salah satu industri besar dan pilihanpun jatuh pada Industri BASF (Chemical Company) di Ludwigshafen. Mengingat kedua anak kami siswa dari Gymnasium (SMP dan SMA jurusan IPA) dan ingin melanjutkan ke universitas, sangat disayangkan jika praktikum pertama kali dilakukan di Perusahaan, Lembaga, Organisasi atau Institusi kecil.
Dengan pemilihan tempat praktikum di industri besar, kita memberi motivasi kepada anak-anak agar melihat langsung profesi-profesi yang dibutuhkan dalam wilayah industri, sistem organisasi yang diterapkan, rythmus dan disiplin kerja yang dituntut, cara berkomunikasi dengan Pembimbing Praktikum dan pegawai-pegawai lainnya, membuat laporan kerja yang harus dipertanggung jawabkan kepada Pembimbing Praktikum dan tentunya memberi gambaran tentang jurusan apa yang akan anak-anak ambil di universitas nanti.
Melayani makan untuk para jompo
Selama praktikum berlangsung, anak-anak tidak diberi keistimewaan, maksud saya, mereka harus datang tepat pada waktunya yaitu pukul 08:00 dan pulang pada pukul 16:00 seperti para pegawai lainnya.
Yang paling membuat senang kedua putra dan putri kami adalah dengan ditempatkannya mereka di Laboratorium BASF. Bisa dibayangkan eksperimen dalam laboratorium yang diperlihatkan kepada anak.anak … benar-benar pokok bahasan yang sangat menarik dan berguna!
Selama masa praktikum yang dilaksanakan serentak dari satu kelas atau satu angkatan, maka tugas pelajaran dari sekolah dibebaskan. Setiap anak langsung berangkat dari rumah masing-masing ke tempat praktikum dengan demikian mereka tidak saling bertemu teman sekelas selama 2 (dua) minggu.
Menyuapi salah satu pasien jompo
Untuk praktikum di kelas 10 yang berlangsung selama satu minggu, pilihan kami serahkan kepada anak-anak. Putra sulung memilih praktikum di Supermarket bahan-bahan bangunan dan elektronik (Bauhaus) dan adiknya di Panti Jompo.
Mengorganisir acara senggang untuk pasien jompo
Dari wajib praktek kerja yang diterapkan dalam kurikulum SMP dan SMA di Jerman ini, saya lihat teramat sangat positif karena:
1) Pengenalan sejak dini akan lingkungan kerja secara profesional
2) Memberi motivasi kepada anak-anak tentang bagaimana caranya untuk mencapai kesuksesan dari salah satu profesi yang kemungkinan akan diambil dikemudian hari jika mereka telah menamatkan studi.
3) Menghargai waktu dan uang karena selama masa praktikum tersebut mereka melihat bahwa uang yang diperoleh sebagai uang saku dari orang tua, tidak dengan mudah untuk didapat.
Membawa pasien jompo jalan-jalan
Dari pengalaman putra dan putri kami di atas, saya pribadi berharap jika wajib praktek kerja tersebut bisa juga diterapkan pada Kurikulum Sekolah di Tanah Air, bagaimana dengan pendapat para pembaca ?
Tambahan: Selama praktikum, para pelajar tidak menerima bayaran.
Sumber Gambar:
http://ludwigshafen.files.wordpress.com/2008/06/basf.jpg + Koleksi pribadi
April 20th, 2012 at 05:17
@Mbak Lani
Sewaktu putri saya harus merawat bayi dan anak-anak balita, anak2 di Tempat Penitipan tsb banyak yang ingin bersama putri saya jadi cukup repot juga, tugas putri saya adalah salah satunya memberi makan (menyuapi) juga menjaga dan bermain bersama mereka … Menurut ceritanya, ada satu anak laki2 berusia 3 tahun dan warna kulitnya sawo matang, ketika anak tersebut melihat putri saya, langsung nempel dan menangis ketika putri saya harus pulang ke asramanya … putri saya yang tidak tegaan cukup “tergerak” sampai terpikir terus sama anak tsb …
Semoga Mbak Lani selalu dihibur olehNya dan saya yakin belahan jiwa Mbak sudah mendapat tempat yang terbaik disisiNya …
Putri saya berusia15 tahun dan ketika dia bekerja di Penitipan Anak2 di England usianya baru 13,5 tahun … perangainya jauh lebih dewasa dari usianya … saya sendiri juga heran dengan kemandiriannya itu …
Salam hangat tuk Mbak Lani, saya mau bobo dulu ya … disini sudah jam 00:28 … mata sudah 2 watt
April 20th, 2012 at 04:47
INDRI : putrimu kedua, udah remaja ya? apakah duduk ditingkat SMP? mmg bener adanya ngrawat bayi yg bener2 bayi dan bayi tuek heheheh…….hrs ada rasa cinta, sabar……..dan ada kesulitannya sendiri2……..aku belum pernah ngopeni bayi, tp sdh pernah jd baby sitter/nanny ngrawat anak cewe usia 3 th, mmg kudu sabar apalagi aku tdk pernah hamil, dan punya anak sendiri……..setelah itu ngrawat manula yg saya lakukan di CA kmd skrng di Hawaii……..jd semakin canggih saja hehehe……apalagi ngrawat suami ktk msh sakit hingga dipanggil oleh Tuhan…….ini yg namanya kerja praktek langsung………jd udah ndak kaget lagi……
April 20th, 2012 at 04:20
@Mbak Alvina
Kembali kasih Mbak dan amin … tuk harapan kita akan nasib anak2 di Tanah Air … saya sependapat dengan Mbak juga tentang hasil positif dari praktikum seperti yang saya tulis diatas
Salam hangat selalu …
April 19th, 2012 at 21:59
Indri, thank you buat sharingnya… semoga pengalaman spt ini memperkaya kehidupan anak2 muda.
Kl di sini, sudah wajib-masuk kurikulum sekolahan (wajib diselesaikan sebelum lulus high school) harus punya bbrp ratus jam (lupa saya tepatnya berapa ratus) kerja sosial baik dalam lingkungan sekolah atau di luar sekolahan. Saya lihat positifnya banyak banget, anak2 lebih caring, toleran dan lebih peduli sama lingkungannya. Brava utk anaknya Indri!!!
April 19th, 2012 at 18:41
@sista Nia
Terima kasih sis tuk pujiannya, putri saya ini memang sabar untuk anak seusia 15 tahun
…
April 19th, 2012 at 13:57
mb Indri… salut bgt buat putri mb Indri yg praktikum milih melayani di panti jompo dan penitipan bayi… bener kt yu Lani… kerjaan ini gak bs tanpa kesabaran extra
April 19th, 2012 at 12:39
@Saudaraku Matahari
Selamat siang (Waktu Tanah Air)
Terima kasih untuk penjelasan mengenai perbedaan waktu untuk penjualan KORAN atau TABLOID ..) dan mengenai anak-anak yang memungut barang bekas atau mengemis itu memang FAKTA yang saya lihat dan juga kalimat saya sendiri … dan saya ambil sebagai contoh yang tidak bisa kita hindari melainkan anak-anak ini harus dibantu …
Singkat kata : PRAKTIKUM yang saya tulis diatas sama dengan PKL (Praktek Kerja Lapangan) yang sudah dipraktekkan di Tanah Air oleh Sekolah Kejuruan dan alangkah baiknya jika bisa juga diaplikasikan bagi SMP dan SMA Umum dengan alasan seperti yang saya tulis dalam artikel saya diatas …
Mohon dengan bijak mengikuti semua jawaban saya atas komentar teman2 yang masuk …
Terima kasih dan selamat menjalankan hari pemberianNya …
“Mari kita majukan Dunia Pendidikan bagi generasi penerus kita !”
April 19th, 2012 at 12:33
Matahari, kamu bisa menjawab apa sebabnya yang menjual tabloid tidak ada anak orang kaya seperti di Jerman atau Belanda ? di lakukan oleh macam macam lapisan masyarakat…… seperti anaknya menteri, profesor….. atau orang tuanya mempunyai beberapa perusahaan
April 19th, 2012 at 12:17
Sdri Indriati…saya tidak ada menulis kata kata anak anak penjual KORAN tapi TABLOID ..krn koran di jual pagi2 artinya anak tidak sekolah donk…sementara tabloid bisa dijual SIANG dan SORE HARI ..juga saya tidak ada menulis ttg anak anak yang memungut barang bekas dan mengemis…itu kata kata YANG ANDA TULIS SENDIRI…
April 19th, 2012 at 07:11
@Mas EA Inakawa
Setahu saya PKL hanya untuk Sekolah Kejuruan sedangkan Praktikum yang saya tulis diatas untuk SMP dan SMA Umum Mas Inakawa, saya sudah diskusikan dengan teman2 saya yang menjadi guru di Tanah Air dan mereka berharap agar bisa diterapkan juga bagi SMP dan SMA umum
Salam semilir musim semi dari saya