Khas Semarang Peranakan (7): Kekian ala Pawon Peony

Peony – Serpong


Dear Sahabat Baltyra di manapun berada…

Semoga semuanya selalu dalam lindungan Tuhan YME ya…

Melanjutkan sharing Peony untuk menu-menu istimewa khas Semarang Peranakan, kali ini Peony mau bagikan, salah satu bahan khas dalam beberapa menu Chinese food, yaitu Kekian.

Kekian bahan dasarnya mirip dengan bola-bola daging, hanya biasanya ditambahkan dengan potongan lemak ayam (tapi Peony tidak pakai tambahan potongan lemak dengan alasan mengurangi asupan lemak), dan kemudian dikukus menjadi satu dalam wadah, baru dipotong-potong kemudian sesuai kebutuhan.

Kekian ini juga ada berbagai variasi dalam proses pembuatannya, tapi kali ini Peony sajikan variasi kekian khas Semarang peranakan (yang Peony pelajari dari Oma nya Peony).

Kekian biasa ada dalam sajian Capcay atau bisa juga diolah menjadi menu tersendiri, seperti yang akan Peony sajikan hari ini.

OK, langsung aja ya, kita siapkan bahan untuk Kekian… yang tentunya ala Pawon Peony.

  • 200gr daging udang
  • 200gr daging paha ayam yang agak berlemak tanpa tulang
  • 2 butir telur ayam
  • 3 sdm tepung sagu tani
  • 1 sdt garam + gula secukupnya
  • sedikit lada

Kemudian…

  • Giling halus semua bahannya, taruh dalam wadah tahan panas
  • kukus hingga matang
  • dinginkan dan kekian siap diolah.

Nah, untuk variasi olahan Kekian, Peony sajikan Kekian Saus Asam Manis ala Pawon Peony

Kita siapkan

  • 1 resep kekian siap pakai, potong sesuai selera
  • 3 siung bawang putih, keprek dan cincang halus
  • 1 butir bawang bombay, iris sesuai selera
  • 3 sdm kacang polong
  • 100gr jamur kuping segar, potong sesuai selera
  • 75 gr wortel, iris memanjang menyerupai batang korek
  • 5 sdm saus tomat
  • 2 sdm madu
  • 300 ml kaldu ayam
  • garam, dan lada secukupnya
  • larutan maizena
  • minyak untuk menumis dan menggoreng kekian

Selanjutnya…

  • Goreng potongan kekian sebentar, sisihkan. Susun dalam piring saji.
  • Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum, masukkan bawang bombay, aduk-aduk, masukkan kaldu ayam, jamur kuping, wortel, kacang polong, aduk kembali dan masak hingga wortel setengah matang.
  • Masukkan saos tomat dan madu, aduk-aduk, masukkan garam dan lada. Kentalkan saus dengan larutan maizena.
  • Siramkan saus asam manis nya diatas kekian.
  • Kekian saus asam manis siap dihidangkan.

Masih tetep mudah sekali kan bikinnya… ayo silakan dicobain siapa tau cocok dengan selera…Selamat menikmati ya… Sampai jumpa di resep-resep khas Semarang peranakan berikutnya ya..

Selalu memasak dengan sepenuh hati, Peony…

 

Dear Redaksi Baltyra.com… terima kasih banyak ya.. juga buat Sahabat Baltyra, terima kasih banyak karena sudah meluangkan waktu membaca sajian ala Pawonku… Pawon Peony (http://pawonpeony.blogspot.com/)

 

48 Comments to "Khas Semarang Peranakan (7): Kekian ala Pawon Peony"

  1. Peony  27 April, 2012 at 14:54

    Dear Pak Iwan, makasih ya udah mampir dan juga buat apresiasinya

    Alamat nya… tetanggaan (dalam radius 5KM) dengan Suhu Buto JC…
    silakan diisi sendiri rantangnya ya…

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  27 April, 2012 at 14:35

    Alamat rumah mBak Peony di mana? Mau bawa rantang nih.

  3. Peony  26 April, 2012 at 13:45

    Dear Ugie, makasih ya udah mampir dan jg buat apresiasinya

    Ayo disempetin nyobain resep ini

  4. ugie  26 April, 2012 at 13:21

    kayane lezat .. kapan ya bisa masak .. ..

  5. Peony  23 April, 2012 at 13:34

    Phie, bener, kalau diberi campuran ground pork jadi lebih gurih sayangnya cici udah mesti mengurangi makan daging babi karena kadar purin nya tinggi

  6. phie  23 April, 2012 at 10:12

    udh beli bahan2nya, tinggal pelaksanaannya tunggu waktu dan niat hahaha…..iya ci, ntar mo tak tambahin ground pork jg biar lemak babinya ada

  7. Peony  23 April, 2012 at 09:40

    Dear Phie, makasih ya udah mampir dan juga buat apresiasinya

    bener Phie, kalau mau dimasak capcay, kekiannya juga digoreng dulu sebentar biar lebih gurih

    ohya untuk resep kekiannya, kalau Phie suka, boleh ditambahin irisan lemak ayam atau babi ya…lebih gurih lho

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.