Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (6)

Lani – Kona, Hawaii

 

Tanggal 6 February 2012 : adalah National holiday di New Zealand dinamakan WAITANGI holiday, dimana pada 172 tahun yang lalu ditandatangani perjanjian serah trima, penduduk asli New Zealand MAORI menyerahkan kedaulatannya  kepada Inggris. Aku sempat melihat berita di TV sempat terjadi bentrokan, karena ada beberapa orang Maori yang merasa tidak suka kedaulatannya berpindah tangan.

Untuk sejarah lengkapnya, marilah kita tanyakan lebih lanjut ke prof, Sejarah kita di Baltyra, monggo ISK silahkan kalau ingin menambahkan agar lebih lengkap di balik Waitangi itu?

Kami sarapan di salah satu café, dekorasinya sangat menarik, tidak sempat aku foto akan tetapi sempat aku copy apa yang tertulis di salah satu dinding café  KIA KAHA, HAERE MAY, KAPOI…..yang artinya be strong, welcome, everything is good……

Sempat aku tanyakan ke my partner, kenapa ditulis begitu? Jawabannya, sebagai ucapan support untuk penduduk Christchurch yang telah dihantam gempa bumi tiada henti.

(79) aku pilih vegetarian Quiche

(80) my partner pesan pancake dengan irisan pisang, kiwi, dan orange, dihias dengan daun mint, ditabur dengan gula bubuk dan saus buah…….

Kemudian di dinding lainnya tertulis : Life isn’t about waiting for the storm to pass, it’s about learning to dance in the rain

Hmmm….memang ada betulnya.

Karena hari besar, aku temukan satu hal baru, semua restoran, café, menerapkan 10%-15% adding charge untuk semua pembelian. Aku tanyakan ke my partner mengapa diterapkan aturan semacam itu? Jawabannya, karena ini hari besar, pegawainya seharusnya libur,  karena mereka harus masuk kerja maka ditambahkan ongkos yang dibebankan ke pembeli. Menurutku aneh juga ada aturan semacam itu, akan tetapi memang begitulah adanya.

Selesai menikmati sarapan, kami kembali ke hotel untuk check-out, aku mampir ke bakery membeli bekal untuk makan siang. Kemudian  perjalanan kami lanjutkan melihat Glacier fox look out, kami hanya berhenti sebentar saja. Kemudian stop di HAWEA lake untuk makan siang beef pie, veggies sandwich yang aku beli di pagi harinya. Indahnya makan dipinggir danau, udara yang segar bertiup sepoi-sepoi basah. Ada beberapa mobil parkir di pinggiran danau, ada yang camping, naik speed boat, dan memancing.

(81) Glacier Fox look out

Kami tinggalkan danau yang indah setelah selesai makan siang, kami stop lagi di kota WANAKA untuk sekedar melihat-lihat, kota kecil, tapi banyak mendapatkan kunjungan turis, aku sempat mampir ke salah satu toko pemiliknya orang cina, dan membeli beberapa magnet yang akan kutempel di lemari es, ini satu kebiasaan setiap kali aku travel, mengumpulkan magnet baik daerah atau binatang, tanaman, sebagai kenangan kalau aku pernah berkunjung. Kemudian mampir lagi ke ARROWTOWN kota kecil, kami berkeliling downtown, dan jalan-jalan di park, banyak orang duduk di bangku yang disediakan, ada juga yang tiduran di atas rumput, cuaca yang hangat sangat mendukung hari ini.

(82) Lake Wanaka, airnya juga sangat tenan hingga bisa aku ambil foto bayangan pepohonannya

Perumahan di kota Arrowtown sangat indah, teratur, dan banyak pepohonan, sejuk rasanya walau hanya melihat sekelebatan saja dalam perjalanan kekota Queenstown.

Hingga sampailah ke kota tujuan QUEENSTOWN, kami langsung check-in ke hotel GOLDRIDGE RESORT, kami menginap 2 malam di sini, hotel ini lokasinya di atas bukit, dan kamar kami menghadap ke danau WAKATIPU sangat indah, banyak orang berkayak ria, naik speed boat, serta main ski, sedang di sekeliling danau adalah perumahan, jelas harga rumah-rumah itu sangat mahal karena lokasinya di pinggir danau.

(83) lake Wakatipu, menghampar di seberang hotel kami

(84) lake Wakatipu difoto dari sisi yang berbeda

(84A) lake Wakatipu dengan perumahan di pinggir danau milik orang kaya

(85) Bus dengan trailer yang diparkir di tepi danau Wakatipu. Apakah bus carter, atau milik pribadi, tidak tahu, yang jelas hingga kami check out dari hotel bus itu masih diparkir di posisi yang sama.

Setelah  memasukkan bawaan, kami keluar dan keliling kota QUEENSTOWN, kota turis yang indah, turis datang ketempat ini dimusim dingin untuk bermain ski, ada satu bangunan dibukit yang sangat tinggi, menurut my partner ada restoran, untuk mencapai kesana jalan satu-satunya dengan menaiki gondola yang digerakkan dengan tenaga listrik. Akhirnya kami sampai di pier/harbor sangat ramai dengan turis dari manca negara, selain turis dari negara Eropa ada group turis dari Cina, banyak toko-toko, restoran, dan penjual ice cream.  Malam ini kami makan di warung Turki, memesan veggies falavel. Kami baru balik ke hotel hampir jam 10 malam, langsung tidur karena kecapaian.

Beberapa foto ketika berkeliling pier di kota Queenstown……

(86) Pier di kota Queenstown

(86A) speedboat melaju di Pier

(86B) pemandangan di sekitar pier…..

(86C) pier diambil dalam jarak dekat….di sore hari dipenuhi oleh turis bersantai ria

(86D) pier dari sisi yang berbeda

(86E) toko berjalan berentuk gerobak beroda yang diparkir persis di depan pier

(86F) pier ditelan malam…..

 

Tanggal 7 February 2012 : bangun pagi, mandi, langsung meluncur ke tempat bungy jumping pendirinya orang asal New Zealand namanya AJ Hacket, telah buka cabang di beberapa lokasi. Lokasi untuk ber-bungy di atas sungai sangat tinggi, dibangun jembatan terbuat dari besi, gedungnya terdiri dari 3 lantai, lantai pertama untuk melihat orang yang sedang terjun, lantai 2 untuk café, toko souvenir dan layar besar sekali untuk melihat film orang-orang yang pernah ber-bungy, serta penjualan tiket, ternyata tidak murah untuk orang dewasa sekali terjun dipatok NZ $ 180.00, edan! Herannya banyak orang yang antri ingin terjun menantang adrenalin, lantai 3 untuk orang yang ingin terjun bungy. Music kedengaran menggelegar dengan irama rancak.

(87) lokasi bungy (bungee) nampak tali pengikat bagi penerjun

(87A) penerjun bungy dengan kepala di bawah

(87B) penerjun yang hampir menyentuh sungai

(87C) manusia katak ber-helm ikut meramaikan dengan surf board di lokasi bungy

(87D) perahu karet menunggu di bawah, membantu penerjun membuka tali pengikatnya

Di tempat  untuk terjun, ada beberapa instruktur yang membantu orang yang akan terjun, dengan memasangkan peralatannya, setelah dinyatakan aman, barulah penerjun meluncur dari ketinggian sepohon kelapa atau bahkan lebih, aku perhatikan orang-orang yang terjun dengan berbagai macam gaya, setelah terjun, dengan kepala di bawah dan kaki terikat tali, mereka dijemput oleh petugas kemudian dinaikkan ke speed boat karet, setelah penerjun berada di dalam speed boat barulah tali dilepas dari ikatannya.

Kami cukup melihat saja, sudah lebih dari cukup, bukan karena hanya sayang duit, akan tetapi pada dasarnya tidak punya nyali untuk terjun dengan posisi kepala di bawah meluncur dengan kecepatan tinggi. Bisa-bisa setelah terjun malah harus masuk emergency room wakakakak……..

Bersambung…….

 

54 Comments to "Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (6)"

  1. Lani  24 April, 2012 at 13:41

    HAND : walah dalah jabang bayi jok kaget…….ya mmg ada joki, ad kuda……tp bukan kuda naik joki……wakakak………jok diwolak-walik………mengko dirimu malah mumet dewe………….

  2. Handoko Widagdo  24 April, 2012 at 13:40

    Lani, selain wedhus karo sapi kan ada kuda sama jokinya?

  3. Lani  24 April, 2012 at 13:33

    EL-NANO-NANO : mmg panorama top markotop……bersih, ndak polusi, la pie naik mobil sampai puluhan kilometer ketemunya cm sapi, kijang dan wedussssss gembel kkkkkkk………penduduk NZ 4.4 million…….sdg weduse 39.4 million……hopo tumon????? jd neg nya tentram dan damai ora ono wong padu kkkkkkkk

  4. elnino  24 April, 2012 at 05:56

    Wah, viewnya bagus2… Enaknya NZ, tenang, bersih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.