Hari Minggu, Hari untuk Keluarga

Dewi Aichi – Brazil

 

Bagi sebagian orang tua, hari Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu untuk berkumpul  dengan seluruh keluarga. Dari pagi hingga malam. Begitupun dengan saya di hari Minggu Paskah yang baru lewat.

Bangun pagi sudah Jam 10:20. Langsung ke kamar mandi tapi tidak mandi, hanya ke wastafel untuk sikat gigi dan cuci muka. Meluncur ke dapur sambil membawa ipad. Acara pertama membuka email. Selanjutnya buka facebook, biasa nengokin teman-teman yang gokil. Walah…malah menemukan “ketoprak gondes”, wakaka…dengan para pelaku utama Wesiati, Elnino, Anung, Mastok, Meita. Ketoprak dengan judul Suminten Edan. Setiap pemeran sekaligus sutradara, jadi ya ceritanya sak karepe dewe (suka-suka pelakunya).

Cekikian membaca tulisan-tulisan itu, tapi jika aku terjun ke TKP, pasti seharian ngga jadi masak. Maka sambil nahan-nahan untuk tidak komen, saya teruskan acara membikin kopi pagi, menyiapkan sarapan untuk anak, suami dan saya sendiri. Tapi berhubung yang dua belum bangun, maka saya sarapan sendirian sambil baca-baca.

Selesai sarapan, langsung ambil nanas, kupas, dan bikin juice nanas, untuk menyiapkan makan siang. Oya, agar bermanfaat, cuilan-cuilan mata nanas jangan dibuang, kumpulkan dan cuci bersih, kemudian direbus sampai mendidih, dikasih gula putih. Kemudian dinginkan. Atau kalau cuaca dingin, bisa diminum hangat-hangat. Di Brasil namanya “cha de abacaxi” atau teh rasa nanas. Teh seperti ini biasa tersedia di resto-resto yang disediakan di meja.

Menuju ke ruang tengah, pasang playlist dari flash disk, pilih pilih musik, akhirnya pilihan jatuh ke suara Rihanna…cihui…kembali menuju ruang dapur.

Selanjutnya saya menyiapkan bahan-bahan untuk membuat pancake sebagai menu makan siang. Karena pancake adalah menu yang sangat mudah, dan dihidangkan tanpa nasi, maka akan lebih ringan sebagai menu siang ini.

Bahan untuk pancake sangat sederhana, yaitu: daging giling (untuk isi), terigu, susu UHT, telur, margarin, garam, lada.

Persiapannya:

Untuk isi, daging giling 500 gr.,bawang putih, garam, lada. Cara: tuang satu sendok makan minyak goreng ke dalam wajan, panaskan, lalu tumis bawang putih yang sudah dicincang terlebih dahulu, masukkan daging giling, garam dan lada secukupnya. Masak hingga matang.

 

Untuk kulit pancake:

Taruh ke dalam blender 4 gelas terigu, 4 gelas susu UHT, 4 butir telur, 2 sendok makan margarin, 1 sendok makan garam. Blender selama kurang lebih 10 menit atau sampai bahan tersebut tercampur dengan sempurna.

Setelah bahan kulit dan isi siap, maka segera bikin kulit pancake dengan mencetaknya ke dalam wajan anti lengket. Panaskan 2-3 tetes minyak goreng setiap akan mencetak kulit pancake. Cetak kulit satu demi satu dengan sabar dan penuh kasih sayang agar tidak ambyar. Setelah bahan kulit tercetak semua, maka segera isi dengan daging giling yang sudah dimasak sebelumnya.Kulit yang sudah terisi digulung dan letakkan ke dalam loyang berbentuk persegi.

Kemudian jika suka (ini terserah selera masing-masing), bisa dituangi kechup , keju dan orégano sebelum di oven. Sebelum dihidangkan, pancake yang sudah dalam loyang di oven sekitar 10 menit, dan setelah itu bisa dihidangkan.

Kalau masakan sudah beres, seperti biasa, bagian beres-beres serahkan kepada suami, seperti dapur yang berantakan, cucian panci, wajan, piring dan alat-alat masak yang lainnya. Itu namanya kerja sama, iya ngga? Jatah saya kan masih setrika, jadi biar beres semua, maka dibutuhkan kerjasama team yang bagus.

Nah…hari Minggu Paskah, cukup menikmati pancake untuk makan siang. Habis makan siang, piring juga rapi tercuci semua.

Jangan makan pancake New Zeland yang ada di fotonya Lani ya…keras he he…!

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona.

Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

58 Comments to "Hari Minggu, Hari untuk Keluarga"

  1. Meitasari S  28 May, 2012 at 16:24

    Lah jenengku jebule disebut2 nang kene to…

    Ngekek baca komen buto. Bener-bener kumat.

    Mas Anung ki wah ganas tenan imajinasi ne…wkakakakkk…….

    Milih dikirim i wae pancake saka brazillll tapi kapan yo?????/

  2. Dewi Aichi  2 May, 2012 at 08:54

    Ha ha..iya…lurah e kumat….mosok bulu nanas di wax…buluku aja ngga pernah di wax ha ha ha ha

  3. Dewi Aichi  2 May, 2012 at 08:53

    Lani…..aduh…ngga ada tuh tenggorokan gatel meski nanas aku blender semua sampai tengahnya ngga dibuang….juga ngga ada bulu bulu mata nanas….ya nanti saja kalau kita ketemu, aku pernah, yang alat pengupas nanas sampai tengahnya bolong….pernah, kalau beli nanas yang sudah dikupas memang tengahnya bolong gitu, kecuali kalau belinya di pasar tradisional, dan kita minta dikupas in sekalian, ngupasnya pakai pisau biasa.

    Duh duh…terharu….terima kasih banget, aku ngga mau ngerepotin, nanti saja kalau kita bisa ketemu….terima kasihhhhhhh…..aku dikirimi cintamu saja, aku sudah sangat sangat bahagia…..big hug…!

  4. Lani  1 May, 2012 at 07:19

    EL-NANO-NANO, DA : BUTO kumatttttttt……….kurang sajen…….wakakaka……esuk2 kok ngomong nglindur……..opo klebon demittttt??????? wahahahahah

  5. Lani  1 May, 2012 at 07:17

    DA :Aku se7777777……..lurah BALTYRA jik kumatttttttt……….kurang pendongane dan menyan-e……..kkkkkkk……wong nanas putih kok pakai tip-ek dan dilaburrrrrrrrrrrr??????? hahahha……….apa perlu yg dilabur buto wae ben tambah putih??????? koyok tembok??????? wahahahah…..arep mangkat nggaru jadi mandeg sik kemekelen…..ampe ke-puyuh2 kkkkkkkkk ediaaaaaan banget lurah kita

  6. Lani  1 May, 2012 at 07:15

    DA : mmg berbagai macam cara, nanti aja nek kita ketemu gathuk….aku ajari carane soale klu cm ditulis tanpa praktek rodo kangelan menjelaskannya……..bagian tengah diblender diminum spt juice? opo ora gatelllllllll dikerongkongan?????

    apakah kamu alat yg kumaksud utk memotong nanas jd bulat dan bolong ditengahnya????? klu kamu ndak tau, belum pernah liat, aku belikan mengko aku kirimkan gimana???????

  7. Dewi Aichi  1 May, 2012 at 07:05

    Wooooooo…tak diragukan lagi, buto agi kumat…!

  8. Dewi Aichi  1 May, 2012 at 07:04

    Oya Pak ODB, lupa, iya iya…bagian putih dari kulit semangka, buat campuran sayur asem, atau saya pernah untuk campuran soup buah…seger banget…..

    Lani…wah….caranya macem macem ya ternyata , aku sih ngga tau cara lain, aku iris aja bagian ujung, trus aku iris ke arah bawah dari buah nanas itu , trus bagian tengah dari nanas tidak pernah aku buang, aku mblender sampai lembut dan berbuih, campur dengan es batu….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *