Iklan Koeno

Josh Chen – Global Citizen

 

Artikel ini tidak banyak bercerita. Gambar-gambar di sinilah yang akan bercerita. Beberapa waktu lalu waktu saya bongkar-bongkar “harta karun” keluarga, dalam salah satu kotak ada kertas lumayan besar yang sudah menguning. Setelah saya buka, saya tersenyum dan terkagum-kagum sendiri, ternyata kertas itu adalah iklan satu film di bioskop ketika itu. Tak menunggu lama, segera saya scan.

Sayang sekali tidak tercantum angka tahun dan susah untuk menebak kisaran tahunnya. Yang pasti sudah cukup tua karena bahasa Melayunya cukup koeno dan juga ada bahasa Belandanya. Entah apakah sebelum atau sesudah kemerdekaan, tapi sepertinya tidak jauh-jauh setelah kemerdekaan.

 

About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

37 Comments to "Iklan Koeno"

  1. J C  30 April, 2012 at 14:39

    Mpiet: huehehe…ini juga satu-satunya iklan yang masih utuh. Banyak sih yang lain tapi biasanya sudah tidak utuh lagi…

    elnino: banjak terima kasih, Pandjenengan soedah soedi mampir di saia poenja advertentie ini. Sjoekoerlah kalaoe memang advertentie ini sanggoep membangkitken kenangan djaman2 itoe…

  2. elnino  30 April, 2012 at 12:23

    Saia soenggoeh terpesonah melihat ini advertentie. Kata2 jang digooenaken soenggoeh seoeai dengen saia punja oemeoer (djadoel banget saia). Berarti Itsmi jang soeka menggoenaken achiran ‘h’ pada kata pemoedah, tipoe dajah dll….masih termasoek orang2 koeno ja?
    Pokonja iklan ini bener2 oke poenja… ^angkat doea djempol

  3. Mpiet  30 April, 2012 at 11:49

    sukaa banget liat benda2 djadoel gini

  4. J C  29 April, 2012 at 20:42

    Dewi Aichi: kalau sastra Melayu kuno, aku nyerah… bukan bidangku sama sekali…

    Itsmi: wah, aku tidak tahu, yang pasti sepertinya iklan ini salah satu koleksi kliping engkong yang masih tersimpan rapi…

    Lani: amiiiiinnnn…

    Kang Anoew: aku gak punya iklan bioskop jadul, Kang…

    Indri: danke schone… hahaha…film ini jelas sudah tidak ada, kalaupun ada, aku rasa malah ketawa sendiri nontonnya, akting dan teknologinya jauh banget dibanding sekarang…

  5. Indriati See  29 April, 2012 at 06:38

    @Lieber Josh

    Keren … bisa disimpan di museum tuh … tentang perjalanan film Indonesia

    Kalau saya hanya punya perangko Indonesia, dari zaman belanda, jepang dan setelah kemerdekaan … perangko2 ini saya bawa ke Jerman mengingat cuaca disini tidak terlalu lembab seperti di Tanah Air …

    Met week-end dan selamat nonton film Perang Doenia ke 2

  6. anoew  28 April, 2012 at 19:33

    Kang, gk punya iklan-iklan kuno tentang pemutaran film biosko jadul po? Sekitar tahun 70-an ke atas, konon pemainnya ‘antik-antik’ lho..

  7. Lani  28 April, 2012 at 13:35

    AKI BUTO : nek ngono dikau iso pensiun dini duonkkkkkkk………trs ngiter2 ndonya…….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *