Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (7)

Lani – Kona, Hawaii

 

Puas melihat orang terjun bungy, perjalanan kami lanjutkan ke winery namanya PEREGRINE winery, bentuk bangunan wine tasting ini sangat unik seperti burung. Dapat dilihat dari foto-foto di sini. Salah satu pegawainya, wanita campuran Filipino dan Jerman, omong punya omong ternyata dia berasal dari California pindah ke New Zealand. My partner sempat icip-icip beberapa macam baik anggur putih dan merah, akhirnya tertarik dan membeli 2 botol, aku hanya ngikut lihat saja tidak bisa ikutan icip-icip karena alergi minuman ber alcohol.

(88) bangunan wine tasting yang berbentuk sayap burung peregrine

 

(88A) wine tasting yang lokasinya di perkebunan anggur dikelilingi perbukitan memang menyejukkan

 

(89) ruang penyimpan barrel anggur yang berpendingin

 

(89A) beratus-ratus barrel anggur berjejer rapi

 

(90) rangkaian bunga di dalam toko wine tasting…..

 

(90A) diambil dalam jarak dekat…..indah sekali….

 

(91) kebun anggur

 

(92) gedung penyimpan anggur yang lama sebelum dipindahkan ke tempat yang baru

 

(93) papan/plang yang dipasang di tempat winery

Kami tinggalkan winery, meluncur ke OLD TOWN CROMWELL, cerita di balik kota ini dulu akan ditenggelamkan untuk dibuat dam, akan tetapi akhirnya dipindahkan, setelah itu baru dibikin dam. Bangunan tua ini dijadikan toko-toko, café, toko ice cream, dan museum. Di sini kami menikmati makan siang, aku pesan mince kumara pie, dia pesan roastbeef sandwich tidak ketinggalan secangkir kopi. Dalam perjalanan kembali ke hotel sempat mampir ke CLYDE dam, warung di pinggiran orchard untuk membeli buah plum dan apel langsung dari petaninya, harganya lebih murah dibandingkan dengan membeli di supermarket karena buah-buahan ini yang ditolak oleh supermarket karena tidak memenuhi standard jual mereka. Kami sempat mampir di kota terpanas

(94) papan ucapan selamat datang sebelum memasuki kompleks dengan latar belakang danau

 

(95) bangunan pertokoan di kompleks old Cromwell town, terhampar danau didepannya

 

(96) danau di kompleks old Cromwell town

 

(97)  minced kumara pie  didampingi beef sandwich dan secangkir latte…..yum!

 

(98) papan nama di depan bangunan dam

 

(99) dam yang memenuhi kebutuhan tenaga listrik terbesar di Southern island

Di New Zealand dalam artian suhu udaranya di musim panas, bisa mencapai hampir 400 C, namanya kota ALEXANDRA, kami mampir di café bekas court house, café ini salah satu langganan my partner, aku pesan latte dia memesan ice mocca, dengan cinnamon roll.

(100) papan petunjuk lokasi café yang sebelumnya merupakan court house. Café ini lokasinya di kota Alexandra

 

(101) ice mocca dan cinnamon rolls

 

(102) patung buah di kota Cromwell

Sesampainya di hotel istirahat sejenak, mandi, balik ke kota mencari makan malam, pilihan kami jatuh ke warung franchise cina, namanya NOODLE CANTEEN. Makanan cepat saji dimasak di depan kita, ada beberapa menu Indonesia, seperti nasi lemak, nasi goreng, krupuk bawang, bakmi goreng seafood, laksa ayam dan seafood. Pilihanku jatuh ke laksa seafood, my partner memilih bakmi goreng seafood. Rasanya? Ora ngalor, ora ngidul = engga karuan/sama sekali tidak enak, ini bukan masakan Indonesia, mungkin campuran antara Malaysia dan Singapore. Masih untung harganya tidak semahal dengan di restoran, kalau tidak aku bakal mengumpat semalaman tidak tidur hahaha……

Untuk mengobati rasa kecewa, akhirnya kami mampir ke FERGS French bakery membeli beberapa macam kue kami bawa pulang ke hotel.

Tanggal 8 February 2012 : hari ini kami meninggalkan kota Qeenstown, entah mengapa aku merasa sedih, berat rasanya harus meninggalkan hotel yang lokasinya sangat indah.

Tujuan pertama kami kembali di kota CROMWELL, karena kami tertarik dengan banyaknya kebun buah dan warung-warung di sisi kiri atau kanan jalan yang menjual berbagai macam buah-buahan, selei, aneka nuts/kacang, buah-buahan yang telah dikeringkan. Tokonya sederhana saja, tapi penataannya sangat mengundang pembeli. Kang Anuuuuuu jangan diartikan lain ya.

Kami membeli apricot, apel dan cherry. Tiba-tiba pandangan mataku tertarik di dinding tersusun rapi aneka macam mata uang dari mancanegara, aku cari apakah ada rupiah di sana? Ternyata ada, aku meminta ijin apakah boleh untuk mengambil foto, ternyata dipersilahkan. Teman-teman bisa melihat hasil jepretanku di sini. Pegawainya orang cina, bertanya datang darimana? Aku katakan datang dari Indonesia dan sekarang menetap di Hawaii.

(103) hayo mana  si rupiah?

 

(104) coin dari beberapa negara yang ditempel sesuai asal negara mereka

 

(105) foto toko buah tampak dari depan

Di samping kedai buah ini ada mobil penjual kopi my partner tertarik dan membelinya, aku tanya apakah ok rasanya? Dijawab : not bad! Ini merupakan hal baru buatku, karena belum pernah melihat di Hawaii mobil berbentuk van tapi di belakangnya terpasang mesin pembuat kopi, jadi bisa berjualan berpindah-pindah sesukanya. Aku tanyakan ke my partner, apakah mahal modal untuk berjual kopi berjalan? Dia jawab : yes, it’s about NZ $ 75.000 untuk membeli mobil/van lengkap dengan peralatan mesin pembuat kopinya. Bisa dibayangkan teman-teman, berapa cangkir kopi tiap harinya harus terjual agar segera balik modal. Kalau yang beginian, serahkan pada juragan PONDOL untuk ngutak-ngutik setuju? Sayangnya tidak sempat berpikir untuk memfoto mobilnya, oh well lain kali……..

Perjalanan kami lanjutkan sampai ke kota OMARAMA, jangan salah lidah bukan OMA IRAMA ya wakakkaka…..

Kami menikmati brunch di kota ini di sebuah kedai kopi namanya WRINKLEY RAM, kopi, ginger orange custard square, coconut square. Semuanya enak dan enak, silahkan dinikmati fotonya bikin ngeces!

(107) toko, café yang kami mampir……

Bersambung…

 

60 Comments to "Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (7)"

  1. Lani  5 May, 2012 at 23:35

    59 UGIE : mahalo udah mampir………..mmg jalan2 sll enak dan kepenak……….krn sambil belajar yg baru, yg berbeda…..wlu aku hanya bs berbagi lewat foto2……..kamu pasti bs kesana, mimpi dl sambil usaha……..pasti bisaaaaaaaaaa

  2. ugie  5 May, 2012 at 23:02

    Lani .. mingin2 ni .. kapan ya aku ke sana .., tp baca tulisan mu aku juga merasa jalan2 plus kuliner .. ehmmm . makasih ya Lan .. salam

  3. Lani  30 April, 2012 at 01:34

    CLARA BORDJIE : jik sibuk trs to? belum sempat komentar, tp intip2 dl………kutunggu ya……..

  4. Clara  30 April, 2012 at 00:31

    Nyai Loro Kona, aku juga ngintip2 sik yo!!!
    Suuuuuuuuuuuuuuun.duuuut!!

  5. Lani  29 April, 2012 at 08:11

    INDRI : akhirnya mencungul jg komentarnya……mahalo, udah nyampe seri ke 7…….msh panjaaaaang, boleh2 disimak pelan2 jd nyambung……..happy Sunday

  6. Indriati See  29 April, 2012 at 06:25

    Turut menyimak dan menikmati kisah perjalanan Mbak Lani, saya ketinggalan baca … sedang baca pelan2 ya …

  7. Lani  28 April, 2012 at 22:21

    KANG ANUUUUU : ditata agar menarik mata pembeli utk melihat dan membelinya duonnnnnnnnk………tdk spt yg kau tuliskan……nanti pembelinya malah pd lariiiiiiiiiii……..dodolannya ora payu

  8. Lani  28 April, 2012 at 22:20

    KANG ANUUUUU : ealah……ini saran wong sudrun…….malah disuruh nyruput kecap……..ditempat wine tasting ora ono wong dodolan kecap kang……….tp kudu ke supermarket

  9. Lani  28 April, 2012 at 22:18

    SU : aku jg demen sekali bau kayu manis, tp bukan utk di cinnamon roll aneh ya???? spt misalnya dibikin minuman, pakai kolang kaling, irisan nanas, gula pasir/gula batu, pakai cengkeh……ini cocok diminum klu udara panas dicampur es batu………….

    kali ini mau ditantang sampai ke ujung duniapun, ndak bakalan akan keluar gaya LANI yg sebenere…….krn sdh ada komitmen dgn my partner…….dan aku ndak bs melanggar batas2 norma dia hehehe………….jd kembali lagi jejeg jeg……..klu komentar mo ngediaaaaan……..gila sampai dimanapun aku tetep seneng menerimanya……….

  10. Lani  28 April, 2012 at 22:15

    TAMMY : walah2 ini merendahkan hati……apa merendahkan dirimu sendiri???? mosok sampai ngenteni ticket????? hati2 lo mengko keturutan ora iso tuku tiket wakakakak

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *