Gempa Literasi Asia Mengguncang Qatar

Diday Tea – Qatar

 

Setelah melanglang buana ke Malaysia, Singapura, Thailand, India, dan Uni Emirat Arab, Gol A Gong dan Tias Tatanka menutup Gempa Literasi Asia di Doha dan Al Khor, Qatar.

Workshop menulis diadakan tiga kali, dua kali di Doha dan satu kali di Al Khor.

Qatar menjadi penutup rangkaian acara rangkaian Gempa Literasi Asia, dari Singapura, Malaysia, Thailand, India, sampai ke Uni Emirat Arab. Gol A Gong, ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat dan istrinya yang juga penulis, Tias Tatanka memberikan pelatihan menulis di Doha dan Al Khor.

Acara utama yang didukung penuh oleh KBRI Doha dan digawangi oleh Qatar Menulis ini di selenggarakan di Holiday Villa, serta dihadiri oleh 60 orang tenaga kerja Indonesia professional. Bank Mandiri dan CV Dinta Tour and Sevices juga hadir sebagai sponsor pendamping.

Trisna, beberapa kali mengunjungi negara-negara di Eropa, mengalami kesulitan untuk menuliskan catatan perjalanannya karena sering tiba- tiba kehilangan mood untuk menulis jika sudah kembali lagi ke rutinitas perkerjaannya.

Ada juga Dewi, istri salah seorang tenaga kerja professional yang sebelum pergi ke Qatar, tulisannya sering dimuat di tabloid, koran , dan majalah terkenal di Indonesia.

“Saya tidak ada bahan untuk ditulis,“ ujarnya.

Beffy, salah seorang peserta yang lain juga ingin mewujudkan mimpinya keliling dunia dalam bentuk sebuah novel.

Di dalam workshop yang diadakan sepanjang hari ini peserta membuat blue print buku yang akan mereka buat dengan dua lembar kertas HVS yang dibentuk seperti buku. Gol A Gong dan Tias Tatanka memberi “ilmu tingkat tinggi” di dunia kepenulisan dengan menjelaskan kunci- kunci agar tulisan kita lebih memiliki makna dan bermanfaat untuk penulis dan pembacanya.

Malam harinya, diadakan pelatihan kedua diadakan di Al Khor, 62 km dari Doha, di salah satu rumah di Al Khor Community.

Ada lebih dari 50 orang yang hadir. Kali ini pesertanya lebih beragam, ada Ibu- Ibu, remaja tanggung dan anak kecil. Gol A Gong dan Tias Tatanka pun berbagi tugas. Walau pun dengan metode yang mirip, tapi  kali ini Gol A Gong lebih fokus mengajar menulis melalui menggambar kepada anak-anak. Acara kali ini lebih seru dan ramai karena anak-anak peserta pelatihan sangat aktif dan antusia untuk menggambar.

Ada seorang Ibu yang sudah 14 tahun tinggal di Qatar, dan anaknya lebih fasih berbicara bahasa Inggris dibanding bahasa Indonesia. Ketika Gol A Gong berbicara, seringkali ada kata-kata yang tidak mereka mengerti, dan harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Acara yang ketiga diadakan di Al Waab Garden 2, Doha. Peserta acara ini lebih seragam, mereka adalah 25 orang anggota komunitas Indonesian Moms’s Qatar, yang digawangi oleh Ibu Mirna. Kali ini Tias Tatanka lebih banyak berbagi tips bagaimana memanfaatkan waktu luang sebagai seorang ibu rumah tangga. Ibu-ibu di Qatar memiliki waktu luang yang sangat banyak ketika ditinggal suaminya bekerja dan anak- anaknya menulis.

Puncak dari rangkaian acara “Gempa Literasi Asia”ini adalah perayaan hari World Book Day, Senin 23 April di Aspire Park, Doha, Qatar. Dihadiri oleh lebih dari 50 orang warga Indonesia di Qatar, dari Doha, Wakrah, Messaid, Dukhan dan Al Khor. Ketika para orang tua berdiskusi dengan Gol A Gong dan Tias Tatanka tentang dunia kepenulisan dan acara World Book Day ini, anak – anak asyik dengan lomba mewarnai, menggambar dan membaca puisi.  Hadiah untuk para pemenang dipersembahkan oleh Ramly Ismail, pemilik Central Indonesian Restoran. Ada juga ibu Maryam yang membawa nasi Biryani.

Alanda Kariza salah seorang penulis muda yang kebetulan bergabung dengan delegasi Indonesia di UNCTAD XIII (United Nation Conference on Trade And Development) juga ikut meramaikan perayaan ini.

Di acara ini juga Qatar Menulis yang diwakili oleh Arien Ratih, Diday Tea, dan Rini Wahyuni ikut mendeklarasikan tekad warga Indonesia yang hadir:

1.     Kepada anak- anak Indonesia, harus menguasai Bahasa Asing.

2.     Kepada warga Indonesia di Qatar, jangan melupakan bahasa nasional dan bahasa ibu. Tetap mengajarkan adat dan kebudayaan nasional kepada anak- anak.

3.     Menghapus stigma negara Indonesia sebagai House Maid Country, dengan menyebarkan kisah sukses para tenaga kerja profesional di Qatar dan mengirim lebih banyak lagi tenaga kerja professional.

World Book Day dirayakan di seluruh dunia secara serentak pada pukul 16:23. Mari kita mulai perubahan dari Qatar untuk Indonesia yang lebih baik dengan menulis, sekarang juga!(*)

 

16 Comments to "Gempa Literasi Asia Mengguncang Qatar"

  1. Anastasia Yuliantari  1 May, 2012 at 00:46

    Thanks Diday infonya. Tulisan yg menarik.

  2. Itsmi  30 April, 2012 at 23:21

    Linda, its ok…. baguslah kalau sudah bisa tertawa….

  3. Linda Cheang  30 April, 2012 at 22:41

    Itsmi : terima kasih, tapi komentarmu itu membuat saya tertawa. Anda bilang saya berkomentar hanya pakai emosional?

    Yah, bagaimanapun Anda sudah menghibur saya dengan berhasil membuat saya tertawa. Sekali lagi, terima kasih, ya.

    Baiklah, terserah interpretasi apapun, silakan saja. Saya tidak lanjutkan lagi karena cara berpikir kita memang tidak sama. Tidak lupa, saya hargai sikap sportif Anda karena memang itu tidak gampang. Het is goed.

  4. Itsmi  30 April, 2012 at 22:30

    Linda, saya paham maksud kata ajaib… yang kamu pakai tapi dengan kata itu pun bisa di interpetasi dari macam macam sudut…. tapi saya kira sampai kamu bereaksi begini, kamu sudah lama menyimpan dendammu….

    sampai komentar kamu “”semoga itu bisa membuat Anda berpikir lebih baik lagi sebelum berkomentar akan sesuatu yang tidak Anda pahami dengan baik.”

    komentar yang kamu berikan ini pun bisa di isi macam macam….. inipun bisa di banyak artikan…..

    sayangnya kamu bukan bicara dari rasio tapi hanya bisa berargumentasi dari sudut emosional…. bertingkah laku sportif itu saya akui tidak gampang…

  5. Linda Cheang  30 April, 2012 at 22:04

    Itsmi : saya terima maaf Anda, dan semoga itu bisa membuat Anda berpikir lebih baik lagi sebelum berkomentar akan sesuatu yang tidak Anda pahami dengan baik.

    Kepada Kang Diday yang punya lapak, saya minta maaf sebesarnya, tempatnya dipakai buat menanggapi komentar orang lain thd saya di sini.

  6. Linda Cheang  30 April, 2012 at 21:56

    DA : itu hanya Itsmi tidak paham apa yang saya maksud ajaib itu. ya, sudah saja. makanya dia juga tidak paham bagaimana caranya bercanda kepada saya, hahaha… maklum saja, deh.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.