Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Galian

Thursday, 3 May 2012

Viewed 937 times, 1 times today | 24 Comments |

Probo Harjanti

 

Ada banyak macam galian di Indonesia. Bakul jamu punya galian kakung, galian putri, jua galian singset. Sampai hari ini saya masih belum menemukan, berasal dari kata apa sebenarnya galian dalam bahasa Jawa. Apakah dari galih yang berarti hati/ atau bagian terdalam dari kayu? Atau dari kata lain yang jarang dipakai sehingga kita tidak mengenalnya? Entahlah……yang jelas, pasti bukan dari kata GALI yang artinya preman. Yang jelas juga, jamu galian disukai meskipun pahit, juga dinanti-nanti kedatangannya, karena bermanfaat.

Selain galian di atas, ada galian yang sangat tidak disuka. Galian yang ini, selain  membuat kesal, juga membahayakan. Dan yang pasti amat mengganggu pemandangan, mengganggu kelancaran berkendara, kalau musim hujan menyebabkan jalanan licin, sementara kalau kemarau semakin memperbanyak debu.

Ya, galian yang di jalan yang tidak disuka. Galian air minum, galian telepon, dan yang paling sering galian serat optik. Kebanyakan dari penggali ini, tidak pernah rapi saat menutup bekas galian. Dan beberapa minggu setelah ditutup, bekas galian itu akan membentuk cekungan, alias legok, dan di sekitar bekas galian itu, terserak tanah dan batu-batuan kecil. Memang saat mengembalikan tanah ke dalam lubang, hampir selalu tersisa, karena kurang padat saat mengurugnya. Akibatnya setelah beberapa saat tanah di bekas galian memadat, hingga permukaannya ambles, jadilah cekungan, dan  itu membahayakan!

Jadi ternyata setelah selesai mengganggu kelancaran lalu lintas, dan membahayakan pemakai jalan, masih tersisa masalah. Karena kalau tidak membuat cekungan, ada juga yang bekas galiannya lebih tinggi dari keadaan semula. Itu terjadi saat menutup galian saluran limbah yang cukup besar, dalam, dan sepanjang  Jogja beberapa waktu lalu.

Ternyata mengembalikan kondisi jalan sebagaimana keadaan semula, tidak segampang waktu ‘merusaknya’

 

Share This Post

Posted by Thursday, 3 May 2012 on 07:05.

Categories: Nusantara. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

24 Responses to “Galian”

Pages: [3] 2 1 »

  1. 24
    probo Says:

    Mbk Kornelya…belum ndut …cuma berisi….atau berbobot mungkin……

  2. 23
    probo Says:

    @Mbak Lani…pancen je
    @Anoew ya wis selamat menggali……asal jangan di kuburan
    @Pam….kalau bisa berlama-lama, kenapa harus cepet kelar…..
    @Silvia ….ya begitulah
    @Mbak Nunuk……hehehe, makasih sampuan pinarak
    @Tammy, jadi panjang dong urusannya…..
    @ Pak ODB…wah banyak juga ya koleksi foto galiannya
    @Mbak DA…penggemar galian ya….
    Galian anti Jemu pa anti kangen sleman
    @Hennie…hbis benar-beanr nyebelin…..
    @Alvina, ternyata ada juga ya hal macam gitu

  3. 22
    Kornelya Says:

    Bu Gucan, disini sesi galian ini paling menyebalkan, biasanya sa’at summer. Bergantian Telcom dan Pam, tetapi untuk jalan-jalan utama mereka kerjanya antara jam 9 malam sampai jam 5 pagi agar lalulintas tidak terganggu. Biar bagaimanapun aku lebih suka galian singset, biar endutku berkurang. Salam.

  4. 21
    Ong Djiem Bwee Says:

    Ralat utk #20 alamatnya seharusnya No 34 dan no 35A ada diseberangnya ex showroom terdahulu,sekarang sudah jadi gedung bertingkat 5.Lain Jakarta lain di Hongkong,dimana pemilik tempat yg dirugikan dengan galian diberi ganti rugi oleh pemerintah setempat,karena tidak bisa berusaha.Ini saya dengar sendiri waktu ingin berbelanja di Hongkong(Toko arloji)kelangganan saya ,tokonya tutup karena galian didepannya ada kebocoran (gas/air sudah lupa)Terus saya belanja ketoko sebelahnya dan bertanya kasian yaa jadi ngak masuk income .Jawabnya :Ngak apa2 ,kan diberi ganti rugi oleh pemerintah Hongkong

Pages: [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)