Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Rivka

Thursday, 3 May 2012

Viewed 4378 times, 5 times today | 105 Comments |

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

BOLEHKAH umat Yahudi hidup dan beribadah dengan bebas di Indonesia seperti pemeluk agama lain? Samakah umat Yahudi di manapun termasuk yang di Surabaya dengan negara Israel yang meyoritas beragama Yahudi? Apakah kita toleran dengan penganut agama Yahudi di Indonesia?

Saya mencoba mencari-cari jawaban itu ketika datang ke sebuah sinagog di Jalan Kayun, Surabaya yang dibangun oleh Joseph Ezra Izaak Nassiem tahun 1948, dan berbincang sejenak dengan Ibu Rivka Sayers. Sinagog itu pernah diserbu sekelompok orang dan mereka menyegelnya atas tuduhan yang tidak diperbuat oleh umat Yahudi di kota itu, yang jumlahnya sangat kecil.

 

Share This Post

Posted by Thursday, 3 May 2012 on 07:06.

Categories: Diversity. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

105 Responses to “Rivka”

Pages: [11] 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 »

  1. 105
    selogiri Says:

    wah saya telat nih nih..apakah sinagognya dapat dikunjungi untuk umum pak iwan ?

  2. 104
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Ntar ah dibales-balesin sambil sudrun-sudrunan, soale lagi di jalan…

  3. 103
    anoew Says:

    Lani, hahaha.. Lha ini lagi nyelup, makanya jejeg meski kadang bengkok.

  4. 102
    Lani Says:

    KANG ANUUUUU : habis mengunjungi/dikunjungi oleh sang istri tercinta…….jejeg apa malah kumat disini????? kkkkk……tuh komentarnya beruntun dumeh utk mencapai 100

  5. 101
    Dj. Says:

    Mas Iwan…..
    Salut dengan artikel diatas……
    Sayang mas Iwan kurang berani untuk menjawab ppertanyaan….
    ” Bolehkan umat Yahudi hidup dan beribadah di bumi Indonesia, seperti umat agama lainnya….??? ”
    Karena R.I. menganut dasar Pancasila, maka seharusnya mas Iwan biisa menjawab dengan tegas ” YA !!! ”
    Mengapa, karena dalam undang-undang di Indonesia, tidiak ada resmi tertulis, larangan untuk beribadah, apapun agama yang ada di Indonesia.

    Justru antara Yahudi dan Islam, seharusnya saling mengerti, karena mereka keturunan dari satu orang yang bernama ABRAHAM atau IBRAHIM.
    Hanya yang satu beribukan HAGAR dan yang satunya beribukan SARA ( SARAI ) dan dua-duanya percaya 1 ALLAH , yaitu Allah Abraham atau Ibrahim.
    Soal Israel, itu hanya soal poliitik, dimana Agama meraka jual.
    Walau Dj. bukan Yahudi dan bukan juga Islam, tapi dengan membaca sejarah, maka kita bisa mengerti.
    jangan asal kata Kiayi atau Ustad atau Ppendeta saja

    Terimakasih mas Iwan, satu artikel yang sangat bagus untuk sama-sama direnungkan, apapun agama kita.
    Semoga TUHAN mencelikan mata hati kita dan mengerti akan kehendakNya.
    Cium sayang untuk Melati dan Mawar.
    Shalooooom….!!!!

Pages: [11] 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)