Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
BOLEHKAH umat Yahudi hidup dan beribadah dengan bebas di Indonesia seperti pemeluk agama lain? Samakah umat Yahudi di manapun termasuk yang di Surabaya dengan negara Israel yang meyoritas beragama Yahudi? Apakah kita toleran dengan penganut agama Yahudi di Indonesia?
Saya mencoba mencari-cari jawaban itu ketika datang ke sebuah sinagog di Jalan Kayun, Surabaya yang dibangun oleh Joseph Ezra Izaak Nassiem tahun 1948, dan berbincang sejenak dengan Ibu Rivka Sayers. Sinagog itu pernah diserbu sekelompok orang dan mereka menyegelnya atas tuduhan yang tidak diperbuat oleh umat Yahudi di kota itu, yang jumlahnya sangat kecil.
Pages: [11] 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 »
Pages: [11] 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 »
May 22nd, 2012 at 10:57
wah saya telat nih nih..apakah sinagognya dapat dikunjungi untuk umum pak iwan ?
May 11th, 2012 at 07:39
Ntar ah dibales-balesin sambil sudrun-sudrunan, soale lagi di jalan…
May 11th, 2012 at 07:38
Lani, hahaha.. Lha ini lagi nyelup, makanya jejeg meski kadang bengkok.
May 11th, 2012 at 01:43
KANG ANUUUUU : habis mengunjungi/dikunjungi oleh sang istri tercinta…….jejeg apa malah kumat disini????? kkkkk……tuh komentarnya beruntun dumeh utk mencapai 100
May 11th, 2012 at 01:30
Mas Iwan…..
Salut dengan artikel diatas……
Sayang mas Iwan kurang berani untuk menjawab ppertanyaan….
” Bolehkan umat Yahudi hidup dan beribadah di bumi Indonesia, seperti umat agama lainnya….??? ”
Karena R.I. menganut dasar Pancasila, maka seharusnya mas Iwan biisa menjawab dengan tegas ” YA !!! ”
Mengapa, karena dalam undang-undang di Indonesia, tidiak ada resmi tertulis, larangan untuk beribadah, apapun agama yang ada di Indonesia.
Justru antara Yahudi dan Islam, seharusnya saling mengerti, karena mereka keturunan dari satu orang yang bernama ABRAHAM atau IBRAHIM.
Hanya yang satu beribukan HAGAR dan yang satunya beribukan SARA ( SARAI ) dan dua-duanya percaya 1 ALLAH , yaitu Allah Abraham atau Ibrahim.
Soal Israel, itu hanya soal poliitik, dimana Agama meraka jual.
Walau Dj. bukan Yahudi dan bukan juga Islam, tapi dengan membaca sejarah, maka kita bisa mengerti.
jangan asal kata Kiayi atau Ustad atau Ppendeta saja
Terimakasih mas Iwan, satu artikel yang sangat bagus untuk sama-sama direnungkan, apapun agama kita.
Semoga TUHAN mencelikan mata hati kita dan mengerti akan kehendakNya.
Cium sayang untuk Melati dan Mawar.
Shalooooom….!!!!