Hennie Triana Oberst
“Jangan pernah mimpi punya suami yang setia. Yang paling penting itu suami yang bertanggung jawab.”
Itu kalimat yang diucapkan seorang lelaki yang pernah dekat denganku. Lelaki yang berasal dari keluarga alim ulama, yang pernah berusaha untuk menjadikan aku sebagai pasangannya.
Ucapannya cukup menghujam perasaanku. Aku terdiam beberapa saat, tetapi kemudian menjawab,
“Aku yakin pasti ada suami yang setia, malah mungkin banyak.”
Lelaki itu terlihat agak kesal dengan jawabanku. Kemudian ia menimpalinya dengan agak sinis,
“Coba saja cari, mungkin bisa ditemui pada laki-laki bangsa kulit putih itu.”
~~000~~
Pertanyaan yang selama ini bersangkar di benakku, ‘apakah lelaki ini memang pantas untuk kujadikan sebagai pasanganku?’. Tenyata jelas jawabannya, tidak sama sekali.
Bagi dia, menikah dan punya keluarga adalah mengikuti jalur yang telah ditetapkan, tuntutan budaya sekitarnya yang berlaku. Sebagai laki-laki ia harusnya menikah, mempunyai istri, dan anak. Menafkahi mereka seperti sebagaimana mestinya. Sedangkan kesukaannya sebagai lelaki lajang dan memiliki beberapa pacar adalah hal yang harus tetap berjalan dan tak boleh ada yang keberatan, walaupun istrinya sendiri nantinya.
Entahlah, bagiku tak ada keinginan untuk memberi dia label apapun. Prinsip hidupnya harus aku terima. Cukup untuk menjauh darinya dan melanjutkan hidupku sendiri tanpa ada campur tangannya.
Siapa bilang tak ada suami yang setia. Buktinya almarhum Ayahku, beliau memenuhi janjinya, menjadi suami yang baik dan setia menjaga cintanya sampai mati. Di luar sana juga pasti banyak suami-suami yang setia.
(Catatan cinta monyet)
Pages: « 19 … 14 13 12 11 10 [9] 8 7 6 5 4 … 1 »
Pages: « 19 … 14 13 12 11 10 [9] 8 7 6 5 4 … 1 »
May 4th, 2012 at 18:37
Mbak Nunuk, serem banget….. jadi ompong dong? Tapi salah sendiri ya.
May 4th, 2012 at 18:35
Silvia hehehe…… memang sudah aku buang tuh. Tapi ternyata ada yang mungut
Mau juga dong dibagi pengalaman cinta bertepuk sebelah tangannya hehehe…
Jadi ingat lagu jadul yang judulnya “One sided love affair” Ray Parker Jr.
Terima kasih Vie. Musim durian jugakah di tempatmu, seperti di Beijing sekarang.
May 4th, 2012 at 18:33
Dear dimas Handoko. NO, NO, NO. Apapun dan bagaimanapun cara kita mempercayai kesetiaan pria, tetaplah jangan mempercayainya sampai 100%. Apalagi kalau kita sudah tahu bahwa dia hanya kembali membawa botolnya karena isinya sudah dibuang dan dikucrut kucrutkan di sembarang tempat.. Apalagi kalau sampai sisa-sisanya jadi menjamur dan menjadi sarang penyakit karena backteri atau virus atau wis apa sajalah nama jenisnya..Waaahhhh, kalau baru tahu setelah sudah sekian jauh sih… Yang EDHAAAANNN dan buuuuodoooh sekali si wanitanya..SEpercaya apapun khan juga ada “semacam getaran” di sanubarinya yang membisikkan bahwa si pria TIDAK JUJUR lagi… Depak, geret keluar, telanjangi… Kalau perlu seperti yang di TV.. Giginya dicabuti semuanya ( itu kebetulan karena pacarnya yang dokter gigi sudah dipecundanginya., syukurrrr)..
Please, bersiaplah dengan sebuah payung sebelum turun hujan deras…. Selamat berweekend, doei, nu2k.
May 4th, 2012 at 18:28
Ki Ageng, terima kasih hehehe… setia kawan dan sok setia juga boleh kok.
Horas!!!
Selogiri,
berat ternyata ya?
Salam hangat, dan terima kasih.
May 4th, 2012 at 18:23
Saya baca lembar dari lembar…terlambat dikit…
Dear mas Negro.. ONZIN. Justru kita tidak boleh mempercayainya secara mutlak. Mengapa? Justru kalau kita sudah 100% mempercayainya lalu ketahuan bahwa si pria menumpahkan isi botolnya, waaaahhh kita tidak hanya akan kecewa 100% tetapi bisa hilang semua “PERASAAN” yang ada.. Kalau nggak kuat bisa gila dan masuk rumah sakit…
Itulah JANGAN pernah 100% mempercayai seoran g pria…Sorry anda-anda yang merasa pria sejati begitulah adanya…Gr. Nu2k.
May 4th, 2012 at 18:23
Itsmi, siapa itu yang setia dan impoten? Jadi pingin tau nih aku.
Asik nih Itsmi. Boleh juga tuh bagi-bagi tulisannya di Baltyra mengenai hormon cinta.
Aku yakin, pasti redaksi setuju.
May 4th, 2012 at 18:20
Liebe Indri, terima kasih atas komentarnya.
Mungkin bisa saja setiap orang ataupun pasangan mempunyai definisi “setia” yang berbeda-beda.
Ternyata dirimu juga sering ditinggal karena tugas suami yang jauh ya.
Dalam situasi seperti ini, aku melihat ke diri sendiri.
Suamiku juga sering (bisa dibilang sebelumnya setiap bulan) pasti tugas ke luar negeri yang tak memungkinkan untuk ia bisa beristirahat di rumah. Untuk aku tugas dia itu adalah hidup kami, dan harus aku dukung tanpa pernah membebani dia dengan “prasangka buruk”.
Di pihak dia sebagai suami ada tindakan yang sama. Sebenarnya dia meninggalkan istrinya juga sendiri tanpa bisa ia awasi. Tinggalkan segalanya berpulang pada diri masing-masing.
Liebe Gruesse
May 4th, 2012 at 18:17
Kesetiaan itu bisa terjamin sedikit selama 16 tahun tetaoi sesudahnya itu lain hal lagi karena hormon cinta hanya berkerja selama 16 tahun……..
May 4th, 2012 at 18:06
Hennie setia dan impoten ???? hahahahahahahahah
May 4th, 2012 at 18:04
Anoew, kalau penyakit itu tentu lain soal lagi TETAPI bilamana parnernya pergi dari dia, apakah kita bisa marah pada orang yang meninggalkannya partnernya karena cacat ?