Tuk Saudaraku Tuna Wisma

Indriati See – Jerman

 

Hujan turun dengan derasnya

tak perduli akan tuna wisma,

duduk menggigil dengan nestapa

anginpun tak mau kalah

bertiup dengan tak ramah

menerbangkan rumah kardus yang basah

sedangkan aku?

hidupku hangat di bawah atap

 

Dengan lapar, dingin, dan kuyup

kau tuntun kedua anak balitamu

berlindung dibawah jembatan itu

“sabarlah nak ! tahanlah lapar itu”

sedangkan aku?

bajuku kering dan penuh perutku

 

Saudaraku, marilah kita berbagi

tidak hanya satu kali di Hari Raya

tetapi setiap hari, setiap saat

sedikit sandang untukmu

sedikit sandang untukku

sedikit pangan untukmu

sedikit pangan untukku

sedikit atap untukmu

sedikit atap untukku

 

Akhirnya …

kita akan mendapatkannya kembali

segala yang telah kita beri

di rumahNya yang abadi

Hofheim im Ried, 08.04.11

 

Image: http://3.bp.blogspot.com

 

11 Comments to "Tuk Saudaraku Tuna Wisma"

  1. J C  7 May, 2012 at 14:21

    Very touching one…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.