Cemburu dan Hakikat Mencintai

Meitasari S

 

Hujan masih belum mau beranjak dari musim panas yang seharusnya sudah mengintip bebas di bulan keempat dalam tahun ini. Dalia memandang semburat abu-abu cakrawala di langit yang mulai tua. Perasaannya berkecamuk tak karuan. Kerinduan yang membuncah pada Sultan, sahabat jiwanya sulit terbendung. Hal itu memaksa jemarinya mencari telpon genggam. Dan tak sabar ia menelpon Sultan. Terdengar suara berat nan ceria.

“Halo, tumben nelpon ? Kangen ya?, “ goda Sultan pada Dalia.

“Nggak, siapa bilang. Ihhhh keGeeRran,” balas Dalia.

“Bener nih, nggak kangen? Ya udah tutup aja ya,” kelakar Sultan.

“Ih tutup aja, jahat! Weeeeeeeeeeeekkkk!” jawab Dalia ketus.

“Yeeeeeee marah. Asikkkkkkkkk. Kenapa sih kok uring-uringan? Lagi dapet ya?, Sultan mencoba menelisik suasana hati Dalia. Kenapa sih, Sayang? Cerita dong. Ntar dibeliin balon ya?” Lanjut Sultan sambil terus saja menggoda Dalia.”

“Ihhh, lagi bete nih,” Dalia menjawab dengan emosi.

“Iyaaa, iyaaa. Tapi kenapa Betenya?” Tanya Sultan sabar.

:Ntar aja ceritanya. Kita ketemu di tempat biasa ya.”

“Wokeh deh. Seperempat jam! Tunggu ya.”

“Sip!”

Sultan segera meluncur ke tempat ia biasa bertemu dengan Dalia. Tempat dimana mereka saling mencurahkan kegelisahan dan berbagi cerita.

“Hai sayang, apa kabar?,” Sultan menyapa Dalia.

“Sultan, kemarilah. Kita ngobrol disini saja ya,” lambai Dalia pada Sultan.

“Sip, tuan putriku.”

“Wekkk. Terus aja ledek,” kesal Dalia menanggapi .ledekan Sultan.

“Hmmm, ceritalah, Dinda.”

Dalia mulai mengungkapkan rasa hatinya.

“Sultan, Raka itu sepertinya sedang diperhatiin ama cewek. Ih, genit banget sekarang. Sebel!

“Owhhh, jadi, lagi ada yang cemburu ya?”

“Tauk ah! Salahkah aku kalau cemburu. Sultan?”

“Yeee, sendirinya juga diperhatiin orang lain. Giliran Raka diperhatiin cewe marah. Tuh egois kan?”

“Udah ah. Gak usah ngeledek melulu. Jawab aja! Salahkah aku cemburu, Sultan?”

“Ga salah atuh, sayang. Itu perasaan yang wajar. Perasaan-perasaan seperti itu memang harus ada. Rasa marah, emosi, egois, dendam, iri benci, semua rasa itu kita butuhkan. Tapi ada tapinya…..”

“Apa tuh tapinya?,” sela Dalia.

“Kita harus pas menempatkannya,  kapan hal-hal seperti itu kita keluarkan. Kita harus pandai mengarahkannya, Ketika dia datang disaat yang tidak tepat, kita harus bisa mengarahkan pada hal-hal yang baik. Hal-hal seperti itu tidak bisa kita bunuh atau kita hilangkan, karena memang didalam diri kita ini sudah ada dua kekuatan : baik dan buruk. Mana yang lebih dominan menguasai, tergantung dari masing-masing orang.”

Sultan diam sejenak sambil memandangi sahabat jiwanya yang ia sayangi. Ia ingin memastikan Dalia baik-baik saja dan bisa menerima penjelasannya  Dalia menoleh sejenak dan menarik tangan Sultan, menggenggamnya sejenak dan meletakkannya dipipinya.

“Teruskan, Sultan.”

“Iya. Nah untuk mengendalikan jiwa kita ini, tergantung input atau asupan ilmu dan lain-lain yang masuk kedalamnya. Juga resonansi energi di seputar kita. Kalau kita ada dalam lingkaran energi negatif, maka jiwa kita akan terpengaruh olehnya. Dan ini adalah hal yang paling mempengaruhi faktor psikologis jiwa seseorang, karena bersinggungan langsung dalam praktek dan akan terasa nyata hasilnya.”

Sultan menghentikan lagi penjelasannya, sambil mengusap pipi Dalia. Dialirkannya kehangatan itu, agar Dalia tenang. Sejenak mata Dalia terpejam. Merasakan sesuatu yang nyaman mengaliri jiwanya. Lalu Sultan melanjutkan lagi,

“Kembali lagi ke rasa cemburu. Kalau perasaan itu ada dan kita tahu kedudukan dan porsinya, bawalah kesana, agar menempati ruangnya sendiri. Hmmmm…Gimana, sayang? Udah ngerti dan lega belum?” Lagi-lagi Sultan ingin memastikan bahwa Dalia mengerti penjelasannya.

“Sedikit lagi. Teruskan dulu, kau tahu apa yang mau kutahu kan?” sahut Dalia pendek.

“Ih, dasar jutek. Apalagi yang mau dinda tahu?” dengan sabar Sultan bertanya.

“Hmmm, masih kurang panjang tuh penjelasannya.”

“Apalagi yang mau ditanya, atuhhhhh?”

“Sultan, ceritain lagi hakikat mencintai.”

“Yeee, kan sudah pernah tuh.”

“ Iya tapi belum lengkap referensinya. Tambahin lagi, dong.”

Sultan mengacak rambut Dalia gemas. Entahlah ia juga tak mengerti mengapa ia menyayangi gadis ini.

“Sayang, aku juga sedang dan  masih terus belajar memahami hakikat mencintai. Ketika kita mencintai seseorang atau sesuatu, seharusya kita fokus pada apa yang kita cintai, bukan pada kita nya sendiri. Sebaiknya kita lebih memperhatikan kebahagiaan orang yang kita cintai. Karena disanalah letak kebahagiaan yang sejati. Satu kunci untukmu, sayang :

Minimalisasi keinginan mendapat perhatian, penghargaan, sanjungan, penghormatan dan hal-hal lain untuk kepuasan diri kita. Berlakulah sebaliknya. Berikan hal di atas kepada orang lain, dan jangan mengharapkan hal yang sama atau lebih dari mereka. Karena jika kita ikhlas melakukannya, semata-mata karena perintah-Nya untuk berbuat baik,  maka Tuhan akan memenuhi kehausan jiwa kita.

Termasuk dari orang-orang terdekat. Hakikat mencintai adalah bagaimana kita berusaha membuat yang kita cintai menjadi tenang, damai, bahagia dll.  Kalau kita masih kecewa ketika yang dicintai bahagia tanpa kita, itu bukan mencintai, tapi kita ingin memiliki cintanya. Memberilah! Bukan menuntut!  Jangan khawatirkan kita tidak mendapatkan,  Tuhan akan mencukupi dan mengaliri jiwa kita sesuai dengan yang kita inginkan.

“Percayalah!” Sultan mengakhiri penjelasannya sambil mendekap bahu Dalia yang mungil.

“Sudah jelaskan?” Tanya Sultan pada Dalia. Dalia mengangguk mantap.

“Pulang, yuk.” Ajak Dalia manja.

Sultan mengangguk setuju.

“Nggak pengin makan dulu nih?, Tanya Sultan.

“Nggak ah, aku pengin cepet-cepet ketemu Raka.”

“Nah, gitu dong. Tambah cantik aja kalau senyum begitu.”

“Wekkkkkk, Terus ledek aja”

“Huuu dasar, cewe jutek bau ketek”

“Biarin!”

Senja sudah menapaki petang yang mulai legam. Canda semak dalam diam serasa menyemarakkan hati Dalia malam itu. Ceria jengkerik di lisutnya bulan yang makin uzur menyemarakkan manusia-manusia yang terlipat dalam gulana akan kepenatan hidup.

Sultan mengantar Dalia kembali ke rumahnya. Senyum mengembang di bibirnya, melihat gadis jutek yang disayanginya telah kembali riang.

“Life must go on,” gumam Sultan lirih.

 

Semarang, 28 April 2012

 

About Meitasari S

Seorang istri dan ibu pekerja yang karena pilihan kehidupan, menahkodai keluarganya paralel dengan suaminya yang satu di Jakarta dan satu lagi di Semarang. Jiwa sosialnya yang tinggi, membuatnya terlibat juga dalam kepengurusan salah satu sekolah asrama di Jawa Tengah dan juga dalam lembaga sosial Anak-anak Terang yang mendanai anak-anak kurang mampu untuk menempuh pendidikan yang lebih baik.

My Facebook Arsip Artikel

18 Comments to "Cemburu dan Hakikat Mencintai"

  1. Meitasari S  8 May, 2012 at 15:26

    Pak Han, iya memang hrs baca jg ttg sultan n dalia di artikel sblmnya.

    Pak Han, Sultan adalah sahabat jiwa Dalia. Tmpt Dalia curhat. Walaupun benar mereka saling mencintai. Tp mereka menyadari bhw mrk tak mungkin bersama.
    Mereka menyadari posisi masing-masing dan saling mendukung kebahagiaan sahabat jiwanya.

    Itulah yg dihayati Sultan bhw cinta tak harus memiliki, tp memberi dan tentu saja menghargai komitmen hidup msg2….

    Kalau mau lebìh jelas ya harus tunggu kelanjutannya. Ha ha ha …

  2. Meitasari S  8 May, 2012 at 15:17

    Akanggg, salahhh! Yg betul ting tong! Ha ha ha

  3. Handoko Widagdo  8 May, 2012 at 06:23

    Terus Sultannya bagaimana? (Tunggu artikel berikutnya).

  4. Reca Ence AR  8 May, 2012 at 01:38

    woooooooowwww
    mba Meita masih Ting ting ternyata
    hahahahaha

    salam mencintai

  5. Meitasari S  7 May, 2012 at 23:00

    Mb henie, raka itu tunangan dalia…

  6. Meitasari S  7 May, 2012 at 22:59

    Lya : he he bgtukah?

  7. HennieTriana Oberst  7 May, 2012 at 22:32

    Raka itu siapa?

  8. Kornelya  7 May, 2012 at 20:24

    Masih pacaran, cemburu, biar kalau ketemu dipeluk , hahaha. Kalau sekarang, cemburu, biar suamiku merasa tetap punya sex appeal.hahaha. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.