Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Lebih Baik Mati Gaya Daripada Celaka

Monday, 7 May 2012

Viewed 1814 times, 1 times today | 69 Comments |

Dewi Aichi – Brazil

 

Seperti biasa, saya selalu membawa iPad saat bekerja. Biasa, sekedar berkomunikasi dengan teman-teman dan untuk membaca tulisan-tulisan di Baltyra atau membaca berita online.

Untuk itu saya membutuhkan tas yang bisa muat untuk membawa iPad. Selain itu, yang wanita pasti tau apa saja isi dalam tas. Biasanya dompet dengan beberapa kartu atau dokumen seperti KTP. Perlengkapan kosmetik, pembalut, dan lain-lain.

Suami saya selalu mengajarkan bagaimana mencegah celaka di luar rumah, terutama untuk menghindari tindak kejahatan. Suami selalu menyadarkan bahwa ini di Brasil, di pusat kota Sao Paulo. Kota yang besar. Kota yang tingkat kriminalnya tinggi. Untuk itu selalu pesan kepada saya agar selalu hati-hati, waspada, jangan percaya kepada sembarang orang. Jangan cepat merasa iba kepada orang yang kelihatan sangat layak untuk dikasihani.

Begitulah suami saya selalu mengingatkan demi keselamatan. Dan kemarin kembali diingatkan setelah peristiwa yang terjadi di depan kantor tempat saya bekerja. Siang itu kira-kira jam 12:40 saat banyak staf kantor berada di depan karena sedang jam istirahat. sedangkan saya berada di toko buku dan alat sekolah yang memang satu kantor dengan departement yang lain.

Di depan kantor ada sebuah halte bus, di sana ada beberapa orang menunggu bus. Saya sedang asik-asiknya ngobrol dengan salah satu teman yang bekerja di bagian toko, tiba-tiba suara jeritan wanita sangat keras. Secara otomatis saya menoleh ke arah jalan raya. Seorang wanita berkemeja warna putih berlari ketakutan sambil teriak “socorro” (tolong). Secara serempak juga beberapa staf pria lari mengikuti arah wanita yang minta tolong.

Mereka hanya berusaha menolong tanpa tahu apa yang menimpa si wanita itu. Suasana yang bikin panik jam makan siang. Beberapa menit kemudian terdengar suara tembakan. Seorang pria yang  mengejar wanita itu, katanya menembak si wanita. Hanya beberapa meter dari kantor tempat saya bekerja.

Sayapun penasaran, ikut ke pinggir jalan raya hanya sekedar melihat kerumunan orang-orang . Polisi juga mulai berdatangan. Setelah itu saya tidak tahu lagi apa yang terjadi sebenarnya.

Itu kejadian hari Selasa. Sehari sebelumnya yaitu hari Seninnya, saat saya menuju rumah untuk makan siang, selisih 3 rumah dari rumah saya, banyak sekali polisi. Saat itu jam 11:15. Sayapun bertanya ke salah satu orang yang tak jauh dari pintu masuk rumah saya, ada kejadian apa. Kemudian orang itu menceritakan bahwa si A saat mau masuk rumah dengan mobilnya, diikuti 3 orang laki-laki yang memaksa ikut masuk rumah. Di rumah itu, ketiga laki-laki itu mengambil apa saja yang bisa diambil di rumah itu, termasuk mobil.

Nyaris saking paniknya katanya lagi, si empunya rumah lupa bahwa di dalam mobil itu masih ada anaknya yang berumur 7 bulan.

Dari  kejadian 2 hari berturut-turut itulah suami kembali berceramah di depan saya. Kenapa saya membawa iPad dan tas besar yang memancing penjahat. Penjahat pasti menebak-nebak apa isi tas. Apalagi kalau ada seorang wanita yang memakai tas kelihatan bagus dan penampilan juga elegan.

Di Brasil, penjahat tidak takut dengan keramaian. Buktinya, kejadian di halte depan kantor saya itu, banyak sekali orang di pinggir jalan. Tetap saja kriminalitas terjadi, bahkan berakhir dengan penembakan.

Suami sudah punya tips, jika akan masuk rumah, harus waspada pada sekeliling. Kalau di sekitar rumah ada orang-orang yang layak dicurigai, maka suami tidak akan menghentikan mobilnya dulu, tapi jalan terus, mengitari rumah yang lain, menelusuri jalan yang lain, kemudian menuju ke rumah, sampai kelihatan aman, baru membuka pintu.

Memang begitu adanya masyarakat Brasil, tidak akan pernah menghentikan kendaraan di depan rumahnya jika pada saat akan masuk, di sekitar rumah ada beberapa orang yang layak dicurigai.

Dan secara kebetulan, mulai April, setiap Minggu malam dalam acara Fantástico di TV Globo, mulai menayangkan tips tips yang memberikan info kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kejahatan, seperti himbauan agar tidak berlama-lama membuka pintu, atau berada di depan rumah dalam keadaan pintu terbuka, dan juga model pakaian, yang sekarang beredar, dengan saku pakaian berada di tempat yang tidak biasanya. Maksudnya, jika biasanya saku jaket berada di sisi kanan kiri , kini model saku berada dalam lengan bagian dalam. Meski agak repot, tetapi akan lebih aman.

http://fantastico.globo.com/Jornalismo/FANT/0,,MUL1679575-15605,00-BOLSOS+DAS+ROUPAS+PODEM+FACILITAR+OU+DIFICULTAR+A+VIDA+DOS+CRIMINOSOS.html

Kini, kalau berangkat kerja, saya hanya bawa tas kecil, yang isinya fotocopy dokumen, satu kartu, tanpa dompet. HP saya taruh di saku baju. Ngga pakai gaya-gayaan lagi, ngga modis yang penting aman.

Catatan kejadian tanggal 19-20 Maret 2012

 

Share This Post

Posted by Monday, 7 May 2012 on 07:40.

Categories: Dunia. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

69 Responses to “Lebih Baik Mati Gaya Daripada Celaka”

Pages: « 7 6 5 4 3 [2] 1 »

  1. 20
    Dewi Aichi Says:

    Komen 7, mas Jc, saya sih mainannya pistol air ha ha ah….wah…sayang iPad dikasih Lani hanya untuk telenan wakaka..

    Terima kasih, tadinya aku pikir ini ceritaku lebay, tetapi memang yang saya ceritakan adalah yang saya saksikan dengan mata kepala sendiri. Sedangkan di wilayah favela, itulah yang paling mengerikan, teman teman mungkin sudah banyak tau tentang favela paling besar di dunia yaitu di Rio de Janeiro. Bisa dilihat dalam film THE FAST AND THE FURIOUS 5, sebagian setting ceritanya di favela, juga film animasi RIO, atau HULK, favela menurutku adalah tempat tinggal yang sangat ajaib, bisa masuk bagian keajaiban dunia tuh..!

    Di belakang sekitar Copacabana terdapat jalan setapak yang di pinggirnya banyak pepohonan, itu jika malam hari, menjadi semacam tempat ngumpulnya anak anak yang hancur karena drug..di situlah mereka bertransaksi setiap malam.

  2. 19
    Itsmi Says:

    ini bukan sombong mungkin lebih banyaknya kebodohan, tapi saya jarang merasa takut dan kalau perasaan takut, saya juga tidak akan minggir…. paling paling kalau mereka melihat saya, saya juga akan melihat balik…. tapi saya juga yakin, pasti akan sekali di rampok dan di pukul habis….

  3. 18
    Peony Says:

    Dewi… take care aja deh… gaya gak penting, yang penting keselamatan diri ya

  4. 17
    Lani Says:

    DA : ini satu peringatan, utk tdk jd travel ke BRAZIL……krn artikelmu sdh cetho welo2….memedenikan!
    Drpd nyawa melayang dgn percuma jauh2 lagi…..udah ndekem wae di Hawaii…..ayem, tentrem, malah bs ngumbar mata buat yg kiwir2 dan bening2……
    Nampaknya JKT kalah dgn Brazil ya, dlm hal kejahatan…….krn ditempatmu nekad2, dan bawa pistol……..
    Nah, kamu perlu mendengarkan nasehat aki buto utk bawa AK 47 ato machine gun…….jd yg berani dekat2 dirimu langsung aja di doooooooor……biar mampus ditempat!
    Soal komentar aki buto, utk memberikan Ipad ku ke aku buat talenan……ya monggo2 wae………hahahha krn aku ndak bs menggunakan barang2 spt itu, ndak perlu dan mmg gaptek kkkkkkk………

  5. 16
    Chadra Sasadara Says:

    PELUANG USAHA di tengah kejahatan:

    1) bisnis keamanan pribadi;
    2) kursus bela diri;
    3) penitipan barang mewah;
    4) jualan senjata tajam/api;
    5)pelatuhan ilmu kebal..heheheheheh

  6. 15
    erni Says:

    @orlando : kalo dah parah kayak gitu sich aku juga setuju sama usul kamu, bisa nambah income negara lagi, buka kursus petrus he..he..

  7. 14
    Tammy Says:

    DA: mantan bosnya suamiku dulu juga pernah tinggal di brazil. Mrk juga sering cerita seramnya di sana. Ya semoga dirimu sekeluarga aman2 aja selama tinggal di situ.

  8. 13
    Orlando Daytona Beach Says:

    DA tolong bisikin kepala polisi Brasil untk belajar dari INA cara menumpas penjahat dengan istilah PETRUS,tembak mati lalu dikarungi dibuang sekitar daerah kawasan yg rawan /basis lokasi dimana bisa dilihat kolega/grupnya sebagai bukti ngak ada sistem pengadilan lagi,bagi mereka : jadi tegas dan tuntas

  9. 12
    Imeii Says:

    iih.. seram ya.. kayak yang sering kita nonton di film2 ya.. hati ya bu..

  10. 11
    Handoko Widagdo Says:

    Emang ada yang berani sama Mbak Dewi? Aku kok ragu.

Pages: « 7 6 5 4 3 [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)