Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Lebih Baik Mati Gaya Daripada Celaka

Monday, 7 May 2012

Viewed 1873 times, 2 times today | 69 Comments |

Dewi Aichi – Brazil

 

Seperti biasa, saya selalu membawa iPad saat bekerja. Biasa, sekedar berkomunikasi dengan teman-teman dan untuk membaca tulisan-tulisan di Baltyra atau membaca berita online.

Untuk itu saya membutuhkan tas yang bisa muat untuk membawa iPad. Selain itu, yang wanita pasti tau apa saja isi dalam tas. Biasanya dompet dengan beberapa kartu atau dokumen seperti KTP. Perlengkapan kosmetik, pembalut, dan lain-lain.

Suami saya selalu mengajarkan bagaimana mencegah celaka di luar rumah, terutama untuk menghindari tindak kejahatan. Suami selalu menyadarkan bahwa ini di Brasil, di pusat kota Sao Paulo. Kota yang besar. Kota yang tingkat kriminalnya tinggi. Untuk itu selalu pesan kepada saya agar selalu hati-hati, waspada, jangan percaya kepada sembarang orang. Jangan cepat merasa iba kepada orang yang kelihatan sangat layak untuk dikasihani.

Begitulah suami saya selalu mengingatkan demi keselamatan. Dan kemarin kembali diingatkan setelah peristiwa yang terjadi di depan kantor tempat saya bekerja. Siang itu kira-kira jam 12:40 saat banyak staf kantor berada di depan karena sedang jam istirahat. sedangkan saya berada di toko buku dan alat sekolah yang memang satu kantor dengan departement yang lain.

Di depan kantor ada sebuah halte bus, di sana ada beberapa orang menunggu bus. Saya sedang asik-asiknya ngobrol dengan salah satu teman yang bekerja di bagian toko, tiba-tiba suara jeritan wanita sangat keras. Secara otomatis saya menoleh ke arah jalan raya. Seorang wanita berkemeja warna putih berlari ketakutan sambil teriak “socorro” (tolong). Secara serempak juga beberapa staf pria lari mengikuti arah wanita yang minta tolong.

Mereka hanya berusaha menolong tanpa tahu apa yang menimpa si wanita itu. Suasana yang bikin panik jam makan siang. Beberapa menit kemudian terdengar suara tembakan. Seorang pria yang  mengejar wanita itu, katanya menembak si wanita. Hanya beberapa meter dari kantor tempat saya bekerja.

Sayapun penasaran, ikut ke pinggir jalan raya hanya sekedar melihat kerumunan orang-orang . Polisi juga mulai berdatangan. Setelah itu saya tidak tahu lagi apa yang terjadi sebenarnya.

Itu kejadian hari Selasa. Sehari sebelumnya yaitu hari Seninnya, saat saya menuju rumah untuk makan siang, selisih 3 rumah dari rumah saya, banyak sekali polisi. Saat itu jam 11:15. Sayapun bertanya ke salah satu orang yang tak jauh dari pintu masuk rumah saya, ada kejadian apa. Kemudian orang itu menceritakan bahwa si A saat mau masuk rumah dengan mobilnya, diikuti 3 orang laki-laki yang memaksa ikut masuk rumah. Di rumah itu, ketiga laki-laki itu mengambil apa saja yang bisa diambil di rumah itu, termasuk mobil.

Nyaris saking paniknya katanya lagi, si empunya rumah lupa bahwa di dalam mobil itu masih ada anaknya yang berumur 7 bulan.

Dari  kejadian 2 hari berturut-turut itulah suami kembali berceramah di depan saya. Kenapa saya membawa iPad dan tas besar yang memancing penjahat. Penjahat pasti menebak-nebak apa isi tas. Apalagi kalau ada seorang wanita yang memakai tas kelihatan bagus dan penampilan juga elegan.

Di Brasil, penjahat tidak takut dengan keramaian. Buktinya, kejadian di halte depan kantor saya itu, banyak sekali orang di pinggir jalan. Tetap saja kriminalitas terjadi, bahkan berakhir dengan penembakan.

Suami sudah punya tips, jika akan masuk rumah, harus waspada pada sekeliling. Kalau di sekitar rumah ada orang-orang yang layak dicurigai, maka suami tidak akan menghentikan mobilnya dulu, tapi jalan terus, mengitari rumah yang lain, menelusuri jalan yang lain, kemudian menuju ke rumah, sampai kelihatan aman, baru membuka pintu.

Memang begitu adanya masyarakat Brasil, tidak akan pernah menghentikan kendaraan di depan rumahnya jika pada saat akan masuk, di sekitar rumah ada beberapa orang yang layak dicurigai.

Dan secara kebetulan, mulai April, setiap Minggu malam dalam acara Fantástico di TV Globo, mulai menayangkan tips tips yang memberikan info kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kejahatan, seperti himbauan agar tidak berlama-lama membuka pintu, atau berada di depan rumah dalam keadaan pintu terbuka, dan juga model pakaian, yang sekarang beredar, dengan saku pakaian berada di tempat yang tidak biasanya. Maksudnya, jika biasanya saku jaket berada di sisi kanan kiri , kini model saku berada dalam lengan bagian dalam. Meski agak repot, tetapi akan lebih aman.

http://fantastico.globo.com/Jornalismo/FANT/0,,MUL1679575-15605,00-BOLSOS+DAS+ROUPAS+PODEM+FACILITAR+OU+DIFICULTAR+A+VIDA+DOS+CRIMINOSOS.html

Kini, kalau berangkat kerja, saya hanya bawa tas kecil, yang isinya fotocopy dokumen, satu kartu, tanpa dompet. HP saya taruh di saku baju. Ngga pakai gaya-gayaan lagi, ngga modis yang penting aman.

Catatan kejadian tanggal 19-20 Maret 2012

 

Share This Post

Posted by Monday, 7 May 2012 on 07:40.

Categories: Dunia. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

69 Responses to “Lebih Baik Mati Gaya Daripada Celaka”

Pages: « 7 6 5 [4] 3 2 1 »

  1. 40
    Handoko Widagdo Says:

    Apalagi kalau rambut Mbak Dewi disasak, pasti semua preman ketakutan. Soalnya telur bisa pindah sarang.

  2. 39
    Dewi Aichi Says:

    Kornelya…kebetulan tadi pagi sambil sarapan kan aku sudah komen di tulisanku ini, begitu nyampe kantor, aku interview kecil2an dengan beberapa rekan dari departemen yang berbeda, Bruna, salah satu staf bercerita , Jum’at lalu pulang kerja naik bus, dia duduk disebelah cewe berpenampilan modis banget, cantik banget, selama di bus, ngobrol2 sampai akhirnya Bruna tanya ke cewe itu, bekerja dimana, jawaban si cewe sungguh mengejutkan Bruna, cewe itu bilang ” ngapain kerja, aku ini penodong, kalau cuma nyuri sudah berkali-kali, pernah dipenjara 4 tahun, pernah nyuri mobil zero, pernah nyuri laptop..!” dengan santainya si cewe itu bercerita kepada Bruna.

    Wah …trus aku denger lagi Bruna meneruskan ceritanya, dia bilang, Brasil e pais maravilha(Brasil itu negara yang sangat menyenangkan), murah, dan keindahan alamnya juga ngga kalah dengan negara lain, bidang olah raga sangat maju, sayangnya hanya satu yaitu VIOLENCIA..

  3. 38
    Dewi Aichi Says:

    Hennie….aku suka mikir saat jalan ke stasiun atau pusat keramaian, orang asli Brasil begitu siaga, dan mungkin sudah tau mengenai kejahatan di sekitar, mereka lebih waspada dibanding pendatang. Mungkin ya karena sudah tau bagaimana bahayanya, dan yang paling ngeri adalah pedofil berkeliaran, terutama di depan gerbang sekolah publik, kalau sekolah swasta, lebih terjamin keamanannya.
    Sering aku salah tingkah bagaimana saat ke mall sama anak, dan anak pengen ke toilet, rasa cemas sekali, karena untuk anak usia 11 tahun, harus ke toilet pria, aku sampai pesan berkali2 kalau banyak orang nunggu, keluar dulu, dan pilih toilet yang paling dekat dengan pintu keluar, jangan bicara sama orang yang tidak kau kenal..pokoknya cemas gitu Hen…

  4. 37
    Dewi Aichi Says:

    komen 30 pak Handoko wakakakakaka…mbrobos gitu yaaa…betul sekali pak Han…malah siapa tau bisa ngambil pistol mereka ha ha ha…

  5. 36
    Dewi Aichi Says:

    Itsmi, awalnya saya memang ngga takut, dan sebenarnya saya ngga takut, tetapi justru orang2 sekitarku yang mengkhawatirkan, mungkin karena saya orang asing yang tidak tau bagaimana tingginya tingkat kriminalitas, jadi saya sering diperingatkan..

  6. 35
    Dewi Aichi Says:

    Peony, terima kasih ya..betul…gaya ngga penting lagi…itu dalam link yang aku sertakan, videonya panjang, tapi di akhir video, bisa dilihat beberapa model pakaian, tas yang aman dan tidak mengundang perhatian tindak kriminal.

  7. 34
    Dewi Aichi Says:

    Lani, lho gimana sih? Mundur sebelum perang? Kalau seperti itu, neh ra ono turis masuk Brasil he he he….yang penting kan sikap waspada saja, walaupun ngga menjamin 100% aman.

    Nah kalau setiap orang yang mendekatiku di dor…abis deh manusianya…kan memang begitu negeri Brasil, tentang parahnya, 5 kali lebih parah daripada Jakarta/Indonesia, tapi kalau bagusnya, juga 5 kali lebih maju di banding Indonesia…gituuu…

  8. 33
    Dewi Aichi Says:

    i’m back he he..

    pak Chadra, sepertinya ilmu invisible paling oke ya…dimanapun kita berada bisa tidak dilihat oleh siapapun, malah sebaliknya, kita bisa seperti tuyul he he..

  9. 32
    Kornelya Says:

    Mba Dewi, serem juga ya. Emang sih, gaya kadang mengundang minat penjahat. Aku lihat org naik subway, ditengah penumpang yg padat, sempat-sempatnya buka tas ngobok-ngobok cari lipstik, ngga tahu dilirik penjahat. Beberapa bulan lalu aku belanja di Trader Joe, ada tas katun, didalamnya terdiri dari beberapa kompartemen besar dan dalam. Kemana-mana aku pakai, (kecuali kepesta & gereja). Kata iparku itu tas untuk menyimpan wine.hahaha. Sebodo teung, yg penting aman, bebas intaian penjahat di subway. Salam.

  10. 31
    HennieTriana Oberst Says:

    DA, serem dengar cerita seperti ini. Teman baikku yang orang Brasil juga cerita mengenai kriminalitas yang tinggi di sana. Tapi mungkin berbeda pandangan kita, jika tinggal di sana (seperti kamu) atau hanya membaca suatu berita (seperti aku). Semoga kalian sekeluarga selalu dilindungi dan jauh dari sesuatu yang buruk.

Pages: « 7 6 5 [4] 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)