Monday, 7 May 2012
Dewi Aichi – Brazil
Seperti biasa, saya selalu membawa iPad saat bekerja. Biasa, sekedar berkomunikasi dengan teman-teman dan untuk membaca tulisan-tulisan di Baltyra atau membaca berita online.
Untuk itu saya membutuhkan tas yang bisa muat untuk membawa iPad. Selain itu, yang wanita pasti tau apa saja isi dalam tas. Biasanya dompet dengan beberapa kartu atau dokumen seperti KTP. Perlengkapan kosmetik, pembalut, dan lain-lain.
Suami saya selalu mengajarkan bagaimana mencegah celaka di luar rumah, terutama untuk menghindari tindak kejahatan. Suami selalu menyadarkan bahwa ini di Brasil, di pusat kota Sao Paulo. Kota yang besar. Kota yang tingkat kriminalnya tinggi. Untuk itu selalu pesan kepada saya agar selalu hati-hati, waspada, jangan percaya kepada sembarang orang. Jangan cepat merasa iba kepada orang yang kelihatan sangat layak untuk dikasihani.
Begitulah suami saya selalu mengingatkan demi keselamatan. Dan kemarin kembali diingatkan setelah peristiwa yang terjadi di depan kantor tempat saya bekerja. Siang itu kira-kira jam 12:40 saat banyak staf kantor berada di depan karena sedang jam istirahat. sedangkan saya berada di toko buku dan alat sekolah yang memang satu kantor dengan departement yang lain.
Di depan kantor ada sebuah halte bus, di sana ada beberapa orang menunggu bus. Saya sedang asik-asiknya ngobrol dengan salah satu teman yang bekerja di bagian toko, tiba-tiba suara jeritan wanita sangat keras. Secara otomatis saya menoleh ke arah jalan raya. Seorang wanita berkemeja warna putih berlari ketakutan sambil teriak “socorro” (tolong). Secara serempak juga beberapa staf pria lari mengikuti arah wanita yang minta tolong.
Mereka hanya berusaha menolong tanpa tahu apa yang menimpa si wanita itu. Suasana yang bikin panik jam makan siang. Beberapa menit kemudian terdengar suara tembakan. Seorang pria yang mengejar wanita itu, katanya menembak si wanita. Hanya beberapa meter dari kantor tempat saya bekerja.
Sayapun penasaran, ikut ke pinggir jalan raya hanya sekedar melihat kerumunan orang-orang . Polisi juga mulai berdatangan. Setelah itu saya tidak tahu lagi apa yang terjadi sebenarnya.
Itu kejadian hari Selasa. Sehari sebelumnya yaitu hari Seninnya, saat saya menuju rumah untuk makan siang, selisih 3 rumah dari rumah saya, banyak sekali polisi. Saat itu jam 11:15. Sayapun bertanya ke salah satu orang yang tak jauh dari pintu masuk rumah saya, ada kejadian apa. Kemudian orang itu menceritakan bahwa si A saat mau masuk rumah dengan mobilnya, diikuti 3 orang laki-laki yang memaksa ikut masuk rumah. Di rumah itu, ketiga laki-laki itu mengambil apa saja yang bisa diambil di rumah itu, termasuk mobil.
Nyaris saking paniknya katanya lagi, si empunya rumah lupa bahwa di dalam mobil itu masih ada anaknya yang berumur 7 bulan.
Dari kejadian 2 hari berturut-turut itulah suami kembali berceramah di depan saya. Kenapa saya membawa iPad dan tas besar yang memancing penjahat. Penjahat pasti menebak-nebak apa isi tas. Apalagi kalau ada seorang wanita yang memakai tas kelihatan bagus dan penampilan juga elegan.
Di Brasil, penjahat tidak takut dengan keramaian. Buktinya, kejadian di halte depan kantor saya itu, banyak sekali orang di pinggir jalan. Tetap saja kriminalitas terjadi, bahkan berakhir dengan penembakan.
Suami sudah punya tips, jika akan masuk rumah, harus waspada pada sekeliling. Kalau di sekitar rumah ada orang-orang yang layak dicurigai, maka suami tidak akan menghentikan mobilnya dulu, tapi jalan terus, mengitari rumah yang lain, menelusuri jalan yang lain, kemudian menuju ke rumah, sampai kelihatan aman, baru membuka pintu.
Memang begitu adanya masyarakat Brasil, tidak akan pernah menghentikan kendaraan di depan rumahnya jika pada saat akan masuk, di sekitar rumah ada beberapa orang yang layak dicurigai.
Dan secara kebetulan, mulai April, setiap Minggu malam dalam acara Fantástico di TV Globo, mulai menayangkan tips tips yang memberikan info kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kejahatan, seperti himbauan agar tidak berlama-lama membuka pintu, atau berada di depan rumah dalam keadaan pintu terbuka, dan juga model pakaian, yang sekarang beredar, dengan saku pakaian berada di tempat yang tidak biasanya. Maksudnya, jika biasanya saku jaket berada di sisi kanan kiri , kini model saku berada dalam lengan bagian dalam. Meski agak repot, tetapi akan lebih aman.
Kini, kalau berangkat kerja, saya hanya bawa tas kecil, yang isinya fotocopy dokumen, satu kartu, tanpa dompet. HP saya taruh di saku baju. Ngga pakai gaya-gayaan lagi, ngga modis yang penting aman.
Catatan kejadian tanggal 19-20 Maret 2012
May 8th, 2012 at 17:53
BU gucan…kadang kadang mati rasa …dinginnnnnn….
May 8th, 2012 at 17:52
Pak Handoko, tuh kan Elnino ngomong ha ha…..rambutku mulai memanjang Pak, ngga usah model sanak he he he…lha wong keadaan panik kok ngurus in telur ha ha ha….Pak Handoko ngetik sambil mesem mesem ..
May 8th, 2012 at 17:51
Sierly, terima kasih sekali atas doanya…iya tempat tinggalku ini kan di pusat kota besar, kota terbesar di dunia setelah New York, bayangkan saja, dalam waktu 15 menit perjalanan ku ke tempat kerja, ada 7 bar yang setiap saat banyak sekali gerombolan bapak bapak dan pemuda pemuda yang minum minum bir dan di sebelah rumahku hanya beberapa meter, ada 3 bar..tiap weekend penuh, dan tiap ada bola, dijadikan tempat nobar dan nyala in mercon ..
May 8th, 2012 at 14:43
37 DA : mohon dijelaskan…….mbrobosssss……ngambil PISTOL?????? pistol yang mana?????? wakakakka……..hayooooo jawab!!!!!
May 8th, 2012 at 14:20
yang penting nggak mati rasa to Mbak DA?
May 8th, 2012 at 11:57
Elnino, bagaimana to? Coba bayangkan kalau Mbak Dewi (yang pendek) rambutnya disasak terus lari lewat selangkangan si preman! Kemungkinannya kan telur pindah sarang to?
May 8th, 2012 at 11:37
DA, aku baca cerita kamu sereeem banget, semoga kamu n keluarga sll dilindungi TYMK.
Hati2 yaa…
May 8th, 2012 at 08:32
Elnino…waduh terharu aku hiks hiks….nah itu yang bikin si tole suka pengen banget ke Jogja…bisa bebas…memang sudah berusaha mawas diri, dan karena bapak’e tole kadang kuatir , kami mungkin dalam 2 atau 3 bulan mendatang akan pindah ke apartement, sekarang sedang tahap finishing…di apartement kan ada fasilitas renang dan pusat kebugaran, biar tole bisa beraktivitas dengan lebih tenang…
May 8th, 2012 at 08:14
Pak Ngatimin ki emang raja kacau kalo komen

Wiih, ngeri tenan lingkunganmu ya Wik… Wis, bojomu bener itu, gak usah nggaya2 sing penting slamet. Calmanku harap dijaga hati2 yo? Berarti Gab gak bisa pulang pergi jalan kaki rame2 sama temen2 sekolah seperti waktu di Jepang ya…
Sing ngati2 ya buatmu sekeluarga miss Pakem.
May 8th, 2012 at 07:06
Pak Handoko..huahuahuaaaa…saya habis nganu pak……mandi maksud saya, ngakak baca rambut disasak…jadi inget juga nanas diwaxing kata JC ha ha…ra nggenah..!