Reha (2)

Djoko Paisan – Bad-Säckingen, Jerman

 

HALLO BALTYRAER YANG BERBAHAGIA….

Ini sedikit photo-photo di “rehab” di Bad-Säckingen. Selain bermacam-macam therapy yang kami wajib jalankan, seperti senam sendirian. Diajarkan, bagaimana cara mengangkat beban (barang) semacam bila bowling dengan benar.

Juga senam bersama (kelompok kecil)

Juga fitness, tapi dengan beban yang ringan, karena bukan untuk membikin otot agar menjadi seperti body building. Tapi hanya sekedar menguatkan otot-otot yang bisa menunjang tulang belakang. Dan setiap alat, sudah dilengkapi dengan program dari computer, sehingga, setelah memasukkan kartu, maka alat tau benar berapa beban yang boleh untuk latihan. Jadi tidak bisa semaunya sendiri.

Juga senam perorangan dengan trainer di kolam renang, dengan air mineral yang bersuhu 32°C, jadi cukup hangat.

Jelas… kadang juga senam berkelompok, kalau ada yang penyakitnya sama, seperti kebanyakan yang sakit tulang. Dipimpin oleh seorang pelatih yang sudah ahlinya.

Malam minggu, tidak ada program therapy, maka kami rame-rame bersama kenalan-kenalan baru ke tempat dansa (Tanz lokal) yang ada di klinik. Ada yang dari Russia, Polandia, Ukraina, Bosnia, Kroazia, Sudan dan juga orang Jermannya sendiri. Sedikit hiburan, minum bersama sambil ngobrol melewatkan malam.

Hanya saja, harus berhati-hati, karena banyak yang menggunakan kesempatan ini untuk mencari pasangan hidup yang baru. Puji TUHAN…..!!! Karena banyak dari kami yang week end ditengok oleh suami / istri atau keluarga. an yang menyenangkan, Dj. mendapat teman-teman yang beriman dan bahkan bisa sama-sama berdoa di gereja.

Nah ya, yang namanya oma-oma atau opa-opa yang ada di klinik, berusaha melupakan rasa sakit dan menghibur diri dengan kenalan-kenalan yang baru, untuk saling cerita dan jelas dansa rame-rame.

Anda bisa lihat si bapak tua yang sudah berumur 84 tahun inipun, masih kuat dansa lebih dari 30 menit tanpa istirahat.

Entah kalau di Indonesia, apakah juga demikian, karena kami di klinik dan bukan di penjara, jadi masih ada kebebasan. Walaupun kami baru saja berkenalan beberapa hari, tapi rasanya sudah lama kenal dan kamipun sering membuat planning, besok mau kamana, jam berapa dan ngumpul dimana. Biasanya setelah therapi selesai setiap harinya, kamipun bebas, boleh jalan-jalan ke kota, makan es grim, atau ke restaurant, makan pizza, steak atau BBQ atau apapun yang disuka.

Contohnya, kami bisa bersama-sama liburan ke Titisee (Danau yang jaraknya sekitar 70 Km dari Bad Säckingen. Kali ini, kami hanya berlima (Dj. dan 4 oma-oma) dengan hanya 1 kendaraan saja.

Istirahat di salah satu Cafe di pinggiran danau, dengan menikmati kueh dan susu coklat.

Malamnya, kami rame-rame ke Discothek untuk orang tua (up 50 tahun) hahahahaha….

Ternyata kami terlalu pagi dan Disco nya masih tutup, olehnya kami gunakan waktu yang ada di salah satu Billard salon, untuk minum dan menunggu Disconya buka…

Maaf…. saat di Disco, karena asik dansa, malah lupa ambil photo….Walau Dj. hanya minum air meneral saja….Tapi…. dasar opa Dj. yang sudah pikun ya… hahahahahahaha….!!!

Nah ya…. Jadi, selain ada therapy (senam), ada juga therapy jalan-jalan untuk penghiburan jiwa. Memang yang ada di klinik, tidak semua orang yang sakit tulang, tapi ada juga yang karena stress. Jadi, adalah satu kesempatan juga untuk Dj. bisa mendoakan mereka (kenalan-kenalan baru) di reha. Satu kebahagiaan tersendiri untuk Dj. dimana, walau Dj. sendiri dalam keadaan kurang sehat, tapi masih ada yang membutuhkan tenaga dan doa Dj.

Mereka yang tadinya sama sekali tidak Dj. kenal, malah mau menceritakan situasinya yang kemudian bisa Dj. bawa dalam doa. Bukan hanya orang sehat saja yang bisa menolong orang lain, tapi di sini Dj. bisa ceritakan, bahwa dalam keadaan apapun, kalau kita sungguh mau menolong orang lain, maka hal ini bisa dilakukan.

Okay, Dj. sangat berterimakasih kepada pengasuh BalTyRa, yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. sehingga Dj. boleh bercerita kehidupan Dj. selama di klinik. Di sini Dj. rasakan, bahwa TUHAN benar-benar hidup dalam kehidupan Dj.

Kadang Dj. merasakan, kuasa TUHAN, jelas sudah melampai akal manusia, karena Dia yang telah membuat akal manusia. Terpujilah nama TUHAN, yang menjadikan halik, langit dan bumi. Terimakasih kepada anda semua yang telah dengan sabar membaca oret-oretan Dj. ini.

Benar memang, sangat banyak photo yang Dj. ambil, tapi hanya beberapa saja yang Dj. tayangkan, agar pengasuh BalTyRa tidak kewalahan…. hahahahahahahaha….!!!

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya, dimana saja kita berada. Sampai jumpa di oret-oretan yang akan datang.

 

Salam manis dari Bad Säckingen

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

30 Comments to "Reha (2)"

  1. Dj.  11 May, 2012 at 02:27

    anoew Says:
    May 10th, 2012 at 09:14

    Senangnya bisa berobat sambil rekreasi di bawah pengawasan ahlinya. Jadi tidak jenuh. Coba kalau di indonesia ada klinik seperti ini, maksudnya persis seperti ini, waaah pasti menyenangkan. Paling suka lihat semangat opa-opa dan oma-oma yang masih bersemangat dansa, salut! Sepertinya semangat untuk bergerak aktif dan senang hati adalah therapy yang sesungguhnya.
    ———————————————————————-

    Mas Anoew….
    Matur nuwun mas….
    Ini semua adalah rencana TUHAN, sehingga Dj. setiap 4 tahun boleh mengikuti therapy di Rehab.
    Memang setiap rehab selalu berbeda tempat dan suasananya.
    Pernah Dj. melayani 2 oma-oma yang sudah diatas umur 80 tahun.
    Saat makan siang, mereka manangis, karena dimeja mereka tidak ada yang mau duuduk.
    Dj. datangi dan hibur mereka dan mereka minta agar kalau makan siang atau malam, dijemput dikamar mereka.
    Dj. sanggupi dan banyak sekali yang Dj. kerjakan untuk mereka.
    Sampai satu saat, mereka akan pulang, mereka mau kasi uang ke Dj.
    Mereka sangka Dj. adalah salah satu dari para perawat di rehab.
    Setelah Dj. jelaskan, maka mereka sangat heran, kok Dj. mau menemani mereka.

    Pernah di rehab yang lain, juga demikian, si oma senang nyanyi, namun masih juga kesepian.
    Kadang kalau dia nyanyi ditaman secara perlahan, Dj. ikut menyanyi juga.
    Dia heran dan bertanya apa Dj. bisa maain salah satu instrument.
    Dj. hanya bilang bisa sedikit main gitar, lalu dia bilang ada lagu yang sangat indah kalau diiringi dengan gitar.
    Lalu Dj. minta ke susi, kalau datang menengok Dj. untuk bawa gitar.
    Nah satu saat Dj. dan Susi datang kekamarnya dan kami bertiga menyanyi dengan iringan gitar sebiisa Dj.
    Maka si oma sangat senang dan walau sudah pulang kerumahnya, dia bahkan pernah kirim CD lagu-lagu kesayangannya untuk kami.

    Nah itulah sedikit bentuk pelayanan kami untuk setiap orang yang membutuhkan.
    Tidak tergantung siapa mereka, untuk kami semua orang adalah ciptaan TUHAN, semua anikat.
    Salam manis untuk keluarga dirumah ya….

  2. Dj.  11 May, 2012 at 02:16

    dinanda Says:
    May 10th, 2012 at 08:09

    wadddddduh ngiri euy, apalagi kalo instrukturnya yang cewek, jadi semangat hehehe……., nuhun pisan , danke tulisannya….,gud gud gud
    ——————————————————————————–
    Hallo Kang Dinanda….
    Terimakasih sudah mampir…
    Hahahahahahaha…..
    Masa iri sama orang sakit….???
    Tapi memang begitulah kalau rehab di Jerman.
    Olehnya banyak disalah gunakan dan banyak yang mencari jodoh baru….
    Hahahahahahahaha….!!!
    Tapi itu hanya orang-orang yang stress dengan keluarga mereka, sehingga mereka mancari sesuatu yang baru.
    Itu juga satu kesempatan untuk Dj. bila boleh kontak dengan mereka dan bisa membantu mereka secara kerohanian. membawa mereka ke gereja dan berdoa bersama untuk kerukunan keluarga mereka kembali-

    Salam manis untuk keluarga kang Dinanda dirumah.

  3. anoew  10 May, 2012 at 09:14

    Senangnya bisa berobat sambil rekreasi di bawah pengawasan ahlinya. Jadi tidak jenuh. Coba kalau di indonesia ada klinik seperti ini, maksudnya persis seperti ini, waaah pasti menyenangkan. Paling suka lihat semangat opa-opa dan oma-oma yang masih bersemangat dansa, salut! Sepertinya semangat untuk bergerak aktif dan senang hati adalah therapy yang sesungguhnya.

  4. dinanda  10 May, 2012 at 08:09

    wadddddduh ngiri euy, apalagi kalo instrukturnya yang cewek, jadi semangat hehehe……., nuhun pisan , danke tulisannya….,gud gud gud

  5. Dj.  9 May, 2012 at 14:46

    Hallo Kris….
    Terimakasih ya, sudah meninggalkan jempolnya….
    Salam manis untuk keluarga dirumah.
    Cium sayang untuk si kembar ya…

  6. Dj.  9 May, 2012 at 14:45

    [email protected] Says:
    May 9th, 2012 at 13:59

    om DJ, itu kapsul obatnya yang warna kuning… gede bener ya…. buat guling kayanya manteb tuh

    ———————————————————-

    Hallo Pambres…
    Terimaksih sudah mampir….
    Hahahahahahahaha….!!!
    Itu bukan capsul Pam…
    Itu dibaut dari karet, semacam bola untuk belajar duduk dengan benar, agar tulang punggungnya tidak
    keberatan menanggung beban ( berat badan ).
    Okay, salam manis untuk Singapur….

  7. Dj.  9 May, 2012 at 14:39

    HennieTriana Oberst Says:
    May 8th, 2012 at 20:00

    Semoga makin sehat mas Dj.
    ——————————————————–

    Hallo Hhennie…
    Terimakasih sudah mampir….
    Juga untuk doanya ya…
    Salam anis untuk kalian sekeluarga.

  8. Dj.  9 May, 2012 at 14:34

    Meitasari S Says:
    May 8th, 2012 at 16:15

    Kalo pelatihnya secantik itu pasti Mas Anung, gak sempat berkedip…. ha ha ha…

    Kayaknya paling segar n paling cakep ini kakang DJ deh…… ha ha ha ha… hore berarti besok Agustus jadi di gendong… asikkkkkkkkkkkkkkkkkk

    ——————————————————————————————

    Hallo Mei…
    Terimakkasih Mei….
    Hahahahahahahahaha….
    Banyak yu, kalau hanya pelatih yang cantik, itu banyak….
    Semoga bisa gendong Mei, nanti di bulan agustus…
    Saat ini sedang belajar gendong didalam air, jadi tidak terlalu berat….
    Salam manis untuk keluarga dirumah ya…

  9. Dj.  9 May, 2012 at 14:32

    ani Says:
    May 8th, 2012 at 14:51

    MAS DJ : waaaaaaah…….mas sll dikitari para bidadari………walau oma2 tp kan mrk tetep wae wedog……..hehehe……..
    piknik jg mas yg plg gagah, yg lainnya wedog……….

    ini mah sptnya bukan rehab……..tp jalan2 sambil nunut rehab……..tempatnya bintang 7 lagi…….ora ming limo mas……..itu pelatih utk olahraga air ora melu nyemplung to mas??????

    mas di Hawaii malah kakek2 usia 95 menari hula tanpa henti, sambil pencilak-an……….ketawa ketiwi…….nonstop……ora mandeg yg liat sampai menggeh2………kok ya msh kuat hampir satus usianya…………

    ————————————————————————

    Yu Lani….
    Terimakasih yu, sudah mampir…
    Hahahahahahahahaha……!!!
    Benar yu, Dj. dimana-mana dikelilingi oleh bidadari oma….
    Dj. sampai heran, mereka selalu dekat dengan Dj.
    Kalau sedang sarapan, Dj. telat datang beberapa menit, sudah langsung ditelpon.
    Tapi senang juga yu, mereka mau berbagi cerita kelluarga mereka, sehingga Dj. ( sebagai pendengar ) tau situasi, mengapa mereka ada di klinik. Dan dengan demikian, Dj. bisa bawa dalam doa.
    Bahkan kadang Dj. ajak kegereja dan berdoa bersama.
    Nah ini yang namanya rehab, orang harus happy dan tidak hanya merenungkan penyakitnya.
    Mereka selalu berkata, dari Dj. selalu keluar positiv energy, ( mudah-mudahan benar ).
    Lha kalau kita yang dinyatakan sakit dan hanya bersedih dan merenungkan penyakitnya saja, mana akan sembuh. Hati yang gembira, adalah obat kan yu dan itu lebih dari pil.
    Darippada mikirin penyakit, kan lebioh baik saling menguatkan dan begembira, menyanyi atau bikin lelucon, jalan-jalan atau makan bersama….

    Pelatih senamnya tidak masuk didalam air yu, karena mereka punya program cukup penuh.
    Selesai kelompok 1 ( 20 menit ), maka datang kelompok yang lain.
    Kalau harus didalam air, mereka malah bisa sakit, karena didalam air mineral ini, maximal hanya boleh 20 menit saja.
    Okay yu, mengenai orang tua, itu di Jerman diikatakan, kita ini setua apa yang kita rasakan.
    Salam manis yu….

  10. Dj.  9 May, 2012 at 14:21

    J C Says:
    May 8th, 2012 at 13:02

    Pak Djoko, saya malah bertanya-tanya, siapa yang motret Panjenengan ya… saya lihat Panjenengan sudah lebih segar dibanding sebelumnya. Semoga cepat pulih ya, pak. Wah, bener komen yang lain, ini fasilitas kesehatan yang LUAR BIASA…

    Doa kami untuk Panjenengan…
    ——————————————————————

    Dimas Josh Chen….
    Matur Nuwun dimas, untuk semua perhatiaannya…..
    Yang ambil photo, kalau tidak teman ( sesama patient ) yang Dj. minta tolong oleh trainernya.
    Mereka sangat ramah dan mau, hanya kadang mereka mengeluh. karena kamera Dj. cukup berat… hahahaha…!!!
    Benar dimas, lha setiap hari, setelah sarapan, kalau tidak pijetan, berbaring di ppasir yang hangat, atau fitness ( MTT = Medizine Training Therapy ), atau senanm di air. makan siang dan lihat jadwal therapy, makan malam dan setelah itu jalan-jalan kekota, nonton bioskoop atau makan di restauran.
    Pokoknya, semuanya yang menyenangkan.
    Di rahabilitasi, ada kata-kata yang diucapkan oleh setiap dokter, saat kami datang.
    Bahwa kami disini, bukan di rumah sakit dan bukan di penjara, jadi bebas untuk melakukan yang menyenangkan. Tidak ada istilah paksaan ( harus ). Jadi, kadang melebihi hotel, mana tidak bayar lagi….
    Okay…
    Sekali lagi, terimakasih untuk doa-doanya.
    TUHAN memberkati dimas sekeluarga.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *