Kangen…kangen Kehadiranmu Lagi

Mastok

 

Kerajaan: Animalia

Filum: Mollusca

Kelas: Gastropoda

Sub kelas : Pulmonata

Ordo Stylommatophora

Siput tergolong ke dalam hewan lunak (mollusca) dari kelas Gastropoda yang berarti berjalan dengan perut. Siput/ bekicot merupakan hewan yang berasal dari Afrika Timur. Oleh karena mudah berkembang biak, siput menyebar ke seluruh kawasan dunia. Siput selain sebagai pakan ternak, juga merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi karena mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap. Banyak masyarakat yang menggemari makanan siput/ bekicot (sate bekicot, keripik bekicot). Selain itu, siput/ bekicot juga dipakai dalam pengobatan tradisional, karena ekstrak daging bekicot dan lendirnya sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti abortus, radang selaput mata, sakit ketika menstruasi, sakit gigi, gata-gatal, dan lain-lain.

Tercatat sejak tahun 1933, bekicot telah ada di seputaran Batavia. Tetapi sumber lain mengatakan bekicot masuk ke Nusantara pada tahun 1942 oleh kapal-kapal Jepang. Bekicot memang bukan spesies asli Indonesia.

kematangan seksual antara beberapa bulan sampai 2 tahun perkimpoian bekicot adalah hermafrodit atau berjenis kalamin jantan sekaligus betina namun agar telur dapat dibuahi diperlukan 2 ekor bekicot yang melakukan perkimpoian bekicot dapat berreproduksi selbanyak 6 kali dalam setahun setelah perkimpoian becitot akan berpisah mengambil jalan masing- masing utuk bertelur . bekicot menghasilkan 20- 80 telur yang bulat dan tembus cahaya telur diletakkan didalam tanah dibawah batu. Setelah beberapa minggu telur bekicot akan menetas dan cangkangnya akan membesar mengikuti pertumbuhannya.

Hewan berlendir ini telah lama dilirik orang untuk dikonsumsi karena memiliki kadungan gizi tinggi. Berdasar penelitian Creswell dan Kopiang pada 1981, daging bekicot mcngandung asam amino dan protein tinggi. Cangkangnya juga kaya kalsium. Secara detail, protein yang terkandung sekitar 12 gram/100 gram, lemak 1%, hidrat arang 2%, kalsium 237 mg, fosfor 78 mg, Fe 1,7 mg, serta vitamin B komplek (terutama B 12). Meski bekicot bisa dimakan, tapi tidak boleh sembarangan cara mengolalanya.

Ada tujuh langkah memproses bekicot.

Pertama, pembersihan kotoran dengan memasukkannya dalam bak penampung selama 2 hari tanpa diberi pakan apa pun. Selama itu, lakukan penyiraman setiap sore.

Kedua, bekicot direndam dalam air garam yang diberi sedikit cuka. Perendaman berlangsung sekitar 5-10 menit sambil diaduk atau dikopyok, lakukan 3 sampai 4 kali lalu buang airnya.

Ketiga, bekicot yang telah direndam dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus selama 15 menit sambil dibolak-balik, lalu dinginkan.

Keempat, bekicot yang telah direbus dipisahkan antara cangkang, kotoran, telur, dan daging, dengan mencungkil daging bekicot dari cangkang dengan alat pencungkil. Telur bekicot dapat langsung dicuci bersih, digoreng dan dimakan. Sedangkan dagingnya masih perlu pengolahan lanjutan .

Kelima, daging bekicot yang telah terpisah dari cangkang lalu dicuci bersih dengan air yang mengalir.

Keenam, daging bekicot yang telah dicuci bersih, direndam dengan air cuka selama 15 menit.

Ketujuh, daging bekicot yang telah direndam direbus kembali selama 15 menit. Setelahnya, dicuci sekali lagi sampai bersih dan diiris-iris menurut selera. Saat semua proses itu telah dilalui, daging bekicot siap diolah.

Daging bekicot bisa dibuat menjadi pelbagai olahan seperti sate, keripik, serta rempeyek. Masyarakat percaya bahwa daging bekicot bermanfaat sebagai obat sejumlah penyakit. Tetapi jika tidak terlalu suka dengan bentuk dagingnya atau merasa jijik, bisa mengubah daging bekicot menjadi ekstrak lalu masukkan dalam kapsul. Daging bekicot yang diolah atau telah menjadi ekstrak, berkhasiat untuk mengobati gatal dan kudis, battik, asma, tbc, sakit waktu menstruasi, radang selaput mata, bahkan gangguan jantung.

Khasiat bekicot tidak hanya pada dagingnya saja, tetapi juga pada lendirnya. Cairan ini bisa menyembuhkan luka yang masih baru (bukan koreng). Bahkan untuk sakit gigi dan TBC, lendir bekicot bisa juga digunakan. Ambil satu ekor bekicot lalu cuci bagian cangkangnya dengan air hingga bersih. Setelah itu, potong bagian ujung cangkang yang berbentuk lancip. Tidak perlu terlalu panjang, kira¬kira setengah sentimeter saja. Akan keluar cairan lendir dari lubang cangkang itu. Oleskan pada luka, biarkan sementara waktu dan luka akan mengering dengan sendirinya. Untuk sakit gigi, teteskan cairan itu pada kapas lalu sumbatkan kapas tersebut pada bagian gigi yang bolong dan sakit. Untuk penyakit TBC, ambit lendir itu dan tampung dalam sebuah sendok dan minum langsung.

Budi daya Bekicot…..

Sentra peternakan bekicot banyak ditemukan di masyarakat pedesaan Jawa Timur, Bogor (Jawa Barat), Sumatera Utara dan Bali. Bekicot diternakkan umumnya jenis Achatina fulica yang banyak disenangi orang, karena bekicot jenis ini banyak mengandung daging. Di Eropa, bekicot jenis ini digunakan sebagai bahan baku makanan yang disebut Escargot. Escargot semula berbahan baku Helix pomatia. Karena Helix pomatia lama kelamaan sulit diperoleh maka bekicot jenis Achatina fulica menggantikannya sebagai bahan baku Escargot.

Selain pakan ternak bekicot merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi karena mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap. Disamping itu ada masyarakat yang menggemari makanan dari bahan baku bekicot, seperti sate bekicot, keripik bekicot, baso bekicot.

Bekicot juga kerap dipakai dalam pengobatan tradisional, karena ekstrak daging bekicot dan lendirnya sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti radang selaput mata, sakit gigi, gatal-gatal, jantung dan lain-lain. Sedangkan kulit bekicot sangat mujarab untuk penyakit tumor. Sejenis obat yang dikenal berasal dari kulit bekicot, dinamakan Maulie, dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti kekejangan, jantung suka berdebar, tidak bisa tidur/insomania, dan leher membengkak.

Daging bekicot merupakan komoditi ekspor yang menjanjikan, karena harganya yang cukup mahal dipasaran internasional. Kini juga telah banyak berdiri perusahaan-perusahaan pengelola daging bekicot, yang dapat memperlancar pemasaran pasaran sebagai komoditi ekspor.

Jika tertarik berbudidayaya bekicot, salah satu yang perlu diperhatikan adalah masalah lokasi. Lokasi perlu dipilih yang dekat dengan jalan, agar mudah penanganannya, baik saat pembuatan kandang, saat pengontrolan maupun penanganannya pascapanen, artinya pada saat membawa hasil panen tersebut tidak kesulitan dalam transportasi. Lokasi yang sesuai untuk budidaya bekicot adalah lokasi yang basah serta lembab dan terlindung dari cahaya matahari secara langsung. Selain itu juga tanah yang disukai adalah tanah yang banyak mengandung kapur sebagai zat untuk pembentukan cangkang.

Lahan yang diperlukan tidaklah terlalu luas namun persyaratan mengenai kelembaban dan keteduhan perkandangan perlu diperhatikan, karena untuk berkembang biak secara baik bekicot senang dengan keadaan yang lembab dan teduh. Kandang didirikan di tanah kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25-30 derajat C. Cara pemeliharaan bekicot tidak terlalu sulit. Bisa dilakukan secara terpisah, artinya bekicot yang kecil dipelihara terpisah dari yang besar.

Bisa juga dilakukan secara campuran, yaitu bekicot kecil dan besar dipelihara dalam satu kandang tanpa melihat umur/besarnya. Bila dilakukan secara terpisah risikonya harus dibuat beberapa kandang. Fungsi kandang itu antara lain untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk.

Namun tidak semua jenis bekicot cocok dibudidayakan. Dua jenis bekicot yang biasa diternakkan, yaitu spesies Achatina fulica dan Achatina variegata. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada tempurung/cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegata warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku.

Jika bibit unggul belum tersedia maka sebagai langkah pertama dapat digunakan bibit lokal dengan jalan mengumpulkan bekicot yang banyak terdapat di kebun pisang, kelapa, serta semak belukar. Bekicot yang baik dijadikan bibit adalah yang tidak rusak/cacat yang sementara waktu dan yang besar dengan berat lebih kurang 75-100 gram/ekor.

Bekicot biasanya kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yang cukup memenuhi syarat. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ke tempat yang lebih aman. Bekicot bertelur di sembarang tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari lima puluh butir (50-100). Jumlah produksi telur tergantung masa subur bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak lebih dari 2 mm.

Keberhasilan budidaya bekicot tergantung pada cara perawatan dan pemeliharaan teknis selama diternakkan. Beberapa perawatan teknis dalam budidaya bekicot diantaranya meliputi penjagaan kelembaban lingkungan, mempertahankan kondisi lingkungan (yang lembab), pemberian pakan yang bermutu secara teratur, menjaga areal agar tidak dimasuki hewan lain, serta menjaga agar bekicot tidak ekluar dari areal pemeliharaan.

BEKICOT SEBAGAI MENU SAJIAN MEWAH DI PARIS

Namun ternyata di Perancis, bekicot biasa dijadikan santapan bercita-rasa tinggi oleh kalangan elit setempat, dan dikenal sebagai escargots de bourguignonne. Perlahan tapi pasti di beberapa desa di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera pun mulai dikenal sate bekicot, bakso bekicot, kripik bekicot, dan sebagainya. Dengan demikian jika semula dikenal sebagai hama, maka dalam perkembangannya menjadi binatang yang dibudidayakan.

Kala mengikuti konferensi di Paris sehubungan the Atlantic (‘Bloomsday’) Energy Efficiency Conference will take place in Paris, France on June 16-17 2011 at the International Energy Agency (IEA) sekaligus membanggakan Indonesia Yang terkenal punya Hutan dan laut serta Brasilia yang hampir sama dengan negara kita . Saat itu Jumat sore, dan panitia mengumumkan bahwa ada waktu untuk rehat sambil membuat Small discust, Untuk mengisi hari bebas ini panitia mengumumkan sekaligus menyarankan semua peserta (dari segala penjuru dunia itu) untuk mencoba menu khas Paris yang bernama Escargot.( Mungkin kalo di Indonesia kita akan suguhi 1001 masakan khas kita Obama pasti remonendasikan Nasi goreng,, bukan sambel oncom atau Sambel tempe kalau teman2 baltyra pasti rekomendasi yang nyanyi IWAK PEYEK …. )

Menu khas yang mewah dan karenanya mahal itu bahan dasarnya adalah bekicot.Teman-teman dari Afrika bergidik mendengar menu makanan dari bekicot itu. (http://www.essentialbread.com/2011/11/local-french-escargot.html)

Mereka jijik membayangkan binatang melata yang berlendir itu masuk ke mulut mereka. Dalam hati saya tertawa, kayak mereka makan apa di negerinya sono di Afrika sampai makan bekicot saja jijik seperti itu …

Wong paling yang dimakan tidak lebih baik dari yang saya makan di negeri tercinta Indonesia. Saya katakan bahwa bekicot yang dijual di Paris ini diimpor dari negeri saya Indonesia (lagi-lagi negara kita kaya sekali sampai bekicot harus dari Indonesia) khususnya dari kampung halaman saya, Genteng-Banyuwangi di Jawa Timur ( Kediri adalah cikal bakalnya menguasai pasar restoran Perancis di Canada – Amerika).

Escargots de Bourguignonn

Yang Ini Indonesia sejenis Tutut

Bekicot itu berasal dari kampung saya Genteng. Karena sejak saya kecil sudah ada orang-orang yang membuka peternakan bekicot di Kediri. Saat masih SMP, saya termasuk yang tergiur untuk beternak bekicot juga. Karena itulah saya bersemangat membuat kandang bekicot yang hanya terbuat dari tumpukan batu bata diisi dengan daun-daun pepaya dan bekicot yang selanjutnya akan beranak-pinak di situ.

Bekicot masuk di 120 Laboratorium baik Kesehatan – Kecantikan – farmasi

Kulit sehat, bersih, kinclong, bening dan tidak keriput merupakan dambaan setiap wanita. Berbagai upaya dilakukan demi performa kulit wajah, dengan biaya berapapun tidak menjadi soal, bahkan cara-cara yang relatif berbahaya pun seringkali ditempuh. Banyak kasus kerusakan kulit wajah akibat pemakaian kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya. Di sisi lainya riset terus dikembangkan untuk mencari formula pengencang kulit tersebut. Adalah Laboratorius International Cosmetic Lissia, di Bogota, Kolumbia, yang berhasil mengembangkan lendir bekicot menjadi bahan krim pelembab dan penghilang keriput.

Selama ini bekicot (Achatina fulica) dikenal sebagai binatang yang menjijikkan. Habitat bekicot terutama tempat-tempat yang memiliki kelembaban tinggi. Pada musim hujan populasi bekicot meningkat pesat, karena makin banyak tempat atau benda-benda tempat menempel bekicot dengan kadar air tinggi. Bekicot dikenal juga sebagai hama yang merusak tanaman, terutama pada budidaya padi, pisang dan beberapa jenis sayuran. Dalam perkembangannya, bekicot mulai dilirik manfaatnya, seperti dijadikan pakan untuk ternak bebek dan lele.

Selain kaya akan protein, karbohidrat, lemak, vitamin B 12, kalsium dan phosphor, bekicot pun mengandung kadar lendir yang tinggi. Lendir tersebut sudah dikenal memiliki efek penyembuhan luka, gatal-gatal, sakit gigi, dan mengatasi efek penuaan. Dalam hal ini, krim yang dikembangkan oleh Laboratorios Lissia mengandung 20-80 persen ekstrak lendir bekicot. Adapun bahan bakunya bersumber dari bekicot yang telah dibudidayakan, dengan perlakuan dan pakan khusus untuk meningkatkan kadar lender.

Lantas, zat atau nutrisi apa yang terkandung dalam lendir bekicot yang berpengaruh nyata terhadap peningkatan kelembaban kulit, pengencangan kulit, menghilangkan keriput dan mengatasi efek penuaan ? Ternyata hasil riset menunjukkan, zat atau nutrisi tersebut adalah Glycosaminoglycan (GAG) yang mengikat senyawa copper peptide di dalamnya. GAG sendiri merupakan komponen penyusun kulit bersama kolagen dan elastin.

Lebih dari 80 persen berat kering kulit tersusun dari kolagen. Kolagen merupakan protein struktural utama yang ditemukan di seluruh tubuh kita. Kolagen memberikan kekuatan jaringan dan organ. Elastin memiliki kemampuan untuk merenggangkan dan mengendurkan kulit (elastisitas). Sedangkan GAG merupakan sejenis karbohidrat yang berperan penting dalam menjaga dan memelihara jaringan penghubung antar sel, sehingga kulit selalu kencang. GAG termasuk komponen penyusun hyalorunat, yaitu senyawa yang turut menjaga kelembaban kulit. Belakangan dikembangkan suntikan asam hyalorunic untuk merangsang produksi kolagen (neocollagenesis).

Ada manfaat yang transparan atau tersembunyi dari setiap proses penciptaan. Ternyata penciptaan bekicot memberikan manfaat yang makin beragam bagi kesejateraan hidup manusia. Dalam hal ini diperlukan cara pandang baru yang positif disertai kemampuan analitik terhadap berbagai sumberdaya alam, baik flora, fauna maupun abiotik. Ternyata ada keterkaitan dan kesamaan komponen penyusun antara kulit dengan lendir bekicot, yaitu senyawa GAG.

Di Amerika, kosmetik perawatan wajah dengan memanfaatkan ekstrak lendir bekicot mulai menjadi tren. Krim dengan kandungan snail gel dipasarkan sebagai obat jerawat, namun belakangan ini juga digembar-gemborkan sebagai penyembuh bekas luka dan luka bakar.

Sebenarnya khasiat lendir bekicot ini sudah sejak lama diyakini berkhasiat untuk kecantikan sejak zaman Yunani kuno dan juga di benua Eropa. Tercatat Hippocrates merekomendasikan bekicot yang dihancurkan untuk menyembuhkan kulit yang terbakar.

Sebuah krim kecantikan yang memanfaatkan bekicot, Elicina, juga telah 15 tahun dipasarkan. Produk ini diproduksi oleh seorang peternak bekicot Chili yang tanpa sengaja mendapati kulitnya sembuh secara cepat dan tanpa bekas luka setelah diberi lendir bekicot. Sekarang, khasiat lendir bekicot telah merebak ke seluruh dunia, bahkan menjadi produk kecantikan yang diburu di Korea Selatan.

Rahasia di balik lendir yang sepertinya menjijikkan ini adalah kandungannya yang kompleks. Lendir bekicot mengandung protein, asam glikolat dan elastin yang secara alami berfungsi untuk melindungi kulit bekicot dari kerusakan, infeksi dan sinar UV. Blog Beauty Brains mengutip sebuah studi yang menyatakan bahwa lendir bekicot berkhasiat menstimulasi produksi kolagen, meningkatkan kemampuan kulit untuk menahan kelembaban dan menyembuhkan luka. Mungkin karena itu kita tidak pernah tahu ada bekicot yang infeksi atau luka-luka.

Saat ini, Korea Selatan telah memproduksi krim kecantikan dari bekicot ini dengan kandungan ekstrak bekicot 70 persen dan ada juga yang hanya 20 persen. Amerika pun mulai tertarik untuk memproduksinya secara besar-besaran. Bersiaplah untuk melupakan betapa menjijikkannya lendir bekicot.

 

Referensi… buanyak banget…


Thanks to:

Anastasia Yuliantari –  dewi aichi – Dian Nugraheni – Diday Tea- handoko widagdo – hariatni novitasari – hennie triana – Hilda Rumambi – Ibnu Khamais – Ida Cholisa – Ijah – Iksan Purnomo – Ilhampst – imeii – Indriati See – Isty – Itsmi – Iwan Satyanegara Kamah – J- Joko Prayitno – Jon Leung – josh chen – Julie Lulu – Jumari HS –  Probo Harjanti  Wesiati Setyaningsih dan semua teman yang tidak bisa saya sebut semua…..

 

About Mastok

Penampakannya mengingatkan para sahabatnya akan Panji Tengkorak yang berkelana ke seluruh dunia persilatan. Mastok berkelana dengan menggembol buntelannya yang lusuh...eits...jangan salah, dalam buntelannya tersemat segala gadget canggih terakhir: iPad, laptop mutakhir, koneksi wireless, smartphone model terakhir. Bertelanjang kaki ke mana pun melangkah menunjukkan tekadnya yang membara untuk back to nature, kembali merengkuh Mother Earth.

My Facebook Arsip Artikel

15 Comments to "Kangen…kangen Kehadiranmu Lagi"

  1. diday  18 May, 2012 at 04:09

    Kalau di di Sunda sih ada versi kecilnya, namanya Tutut… Klo bekicot belum berani… hiii

  2. HennieTriana Oberst  9 May, 2012 at 22:04

    Bekicot yang sudah dimasak kelihatannya lezat ya. Aku belum pernah nyoba, tapi kalau sate keong waktu jaman sekolah dulu sering makannya.
    Mungkin suatu saat kalau penyajian makanannya menarik pasti aku coba.

    Tanya nih MAstok, pembersihan kotoran bekicot yang direndam di air selama 2 hari itu bekicotnya akan mati setelah dua hari atau tidak?

  3. Kornelya  9 May, 2012 at 20:12

    Gulai bekicot seperti yg difoto itu lezaat, aku pernah makan di Probolinggo. Sampai sa’at ini yg ingin kutahu bagaimana cara membersihkannya. Terima kasih Mastok. Salam.

  4. Chadra Sasadara  9 May, 2012 at 19:58

    nek iki cen enak tenan, pernah mencoba dimasak dg kua tauco pedas??

  5. Alvina VB  9 May, 2012 at 19:43

    Mastok,
    Betul banget…di resto perancis sini, escargots asalnya dari Indonesia. Saya dah coba bbrp kali, kuncinya… tergantung cara masak dan penyajiannya, kl gak dimasak sec. betul/ prof, kok baunya kaya lumpur gitu loh…. (apa dibudidayakan di daerah lumpur lapindo sana? he..he…..)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.