Silvia Utama – Bumi
Saya suka sekali makan rebung. Biasa mama masak rebung kecap di malam tahun baru Imlek dan karena masak dengan porsi besar, biasa untuk hari pertama Imlek kami pun masih makan sayur rebung kecap ini.
Nah selain dimasak kecap, rebung ini juga enak dimasak sup. Sup baso/bakwan kepiting ini sih dulunya hanya dihidangkan kalau ada pernikahan kaum Peranakan.
Ini resepnya….
Bahan baso/bakwan:
- 6 siung bawang putih, memarkan, cincang dan tumis dengan sedikit minyak goreng. Haluskan.
- Merica putih bubuk, gula, garam secukupnya
- 1 butir telur ayam
- 1 sdm tepung kanji
- Daging ayam cincang (biasa sih orang-orang pakai daging babi. Berhubung sedari kecil saya suka mual kalau makan daging babi, jadi tak ganti dengan daging ayam) sebanyak 300 g
- Daging kepiting (bisa yang kalengan atau beli kepiting hidup dan dikukus, baru diambil dagingnya) sebanyak 400 gram
- Udang cincang halus 100 gram
- 50 g rebung matang, iris korek api tipis-tipis (saya lebih suka beli rebung yang sudah direbus dan dijual dalam kemasan kedap udara atau kalengan, karena baunya rebung sudah tidak seberapa kuat lagi. Kalau memakai rebung segar, maka bagian luar rebung harus dibuang terlebih dahulu. Setelah itu bagian yang akan dimasak diiris dengan ketebalan yang diinginkan . Setelah itu rebus di air yang sudah mendidih selama 15-30 menit (jangan ditutup). Lalu tiriskan. Setelah dingin baru iris-iris sesuai kebutuhan)
Campur semua bahan di atas dan bentuk menjadi baso.
Bahan lainnya:
- Minyak goreng
- 2 liter kaldu ayam
- 200 g rebung matang yang diiris korek api dengan ukuran lebih tebal dibanding dengan yang untuk campuran baso/bakwan. Tumis sebentar saja sampai layu. Angkat dan sisihkan.
- Gula pasir
- Merica
- Garam
- Bawang putih goreng
- Daun ketumbar (difoto ini saya memakai daun seledri karena mama saya tidak begitu suka daun ketumbar)
Cara membuat:
- Rebus kaldu sampai mendidih.
- Masukkan baso/bakwan dan biarkan sampai mengapung.
- Masukkan rebung kedalam sup.
- Tambahkan gula, garam dan merica kedalam sup.
- Hidangkan dengan taburan bawang putih goreng dan daun ketumbar.

Selamat mencoba, semoga cocok di lidah teman-teman.

Posted by
Silvia Utama
Thursday, 10 May 2012 on 09:24.
Categories: Recipe.
Follow the comments to this article via the RSS 2.0.
May 10th, 2012 at 17:44
Bu Nunuk, Lani datang untuk bantuin saya masak nih……
Iya kan Lan?
May 10th, 2012 at 17:43
Lan, bantuin aku loh ya masaknya…..cuma jangan bawa iPad dan iPhone mu untuk masak ya. Aku ora kuat gantiin biaya ny. Hihihi
May 10th, 2012 at 17:41
Tammy: Iya deh masak khusus buat Tammy (sambil mengharap dikasih tiket ke SH). Hihihi…….
May 10th, 2012 at 17:41
P@sP4mPr3s : Aduh kasihan ini juga teman alergi kepiting….untung ga alergi durian juga……Hihihi…..
May 10th, 2012 at 17:40
Bu Nunuk, saya langsung pingsan dulu Bu lihat Linda bawa rantang 10 set 7 susun pula. Hahaha……Terima kasih ya Bu sudah mampir…….
May 10th, 2012 at 17:39
Lan, thank you……lain kali kalau jalan2 ke resto seafood enak loh tidak usah bagi2 JC pas kita order kepiting. Hihihi….badannya kan besar sendiri…….kita sih mungil2…….susah kalau balapan sama JC
May 10th, 2012 at 17:37
Linda: *pingsan* lihat rantang gede 10 set 7 susun pula……
May 10th, 2012 at 16:29
MBAK NUK : aku minta dipaketkan aja kkkkkkk……….malah bikin rekoso situkang masak…….ora cucuk karo ongkose..
May 10th, 2012 at 16:13
Tuuuuuhhh khan, Silvia, sama khan komen Elnino tentang foto-foto si Tukang Foto, favoritnya sama yang Ceng Tng kemarin…
May 10th, 2012 at 16:10
Tampilan masakan Vie ini sesuai dg tukang masaknya: ayu
ISK bilang, anggun… Tapi tak cuma tampak ayu, sekaligus keliatan lezat. Titip pesan buat tukang foto masakannya ya? Foto2nya keren2 dan bikin gemes karena fokusnya minimal. Ibarat orang makan, belum kenyang, tapi gak dikasih nambah, hahaha… Favoritku yg ceng tng kemarin.