Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Yasser Arafat Memberiku ‘Uang’

Thursday, 10 May 2012

Viewed 2103 times, 3 times today | 65 Comments |

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

SEJUJURNYA artikel ini saya tulis sangat reaktif setelah saya menulis tulisan berjudul “Rivka” pada 3 Mei 2012 di baltyra. Tulisan tentang sekilas agama Yahudi di Indonesia itu membuat saya menerima banyak cacian dan hinaan dari sebagian orang. Mereka menuduh saya antek Yahudi dan pro Israel. Oh…oh…

Kali ini saya hanya ingin berkisah tentang hobi mengirim surat ke kepala negara dan orang terkenal sewaktu masih duduk di kelas VI SD. Sepupu saya, Mark Hasanuddin, yang gemar seperti melakukan hobi seperti itu, membuat saya iri ketika masih kecil. Saya ingin bisa seperti dia yang banyak mendapat foto bertandatangan beberapa pemimpin. Saya mencoba mengikutinya. Waktu itu saya mencoba mengirim surat ke Yasser Arafat tahun 1981. Arafat adalan sosok seperti selebriti global. Ya…Iseng-iseng berhadiah saja. Siapa tahu dibalas? Bisa?

Ya bisa ternyata. Dan saya memdapat balasan dengan tanda tangan asli di atas fotonya. Ternyata 30 tahun berselang, foto bertandatangan Yasser Arafat seperti yang saya miliki, cukup besar harganya bila dijual di eBay. Oh..oh… (*)

 

Share This Post

Posted by Thursday, 10 May 2012 on 09:24.

Categories: Info. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

65 Responses to “Yasser Arafat Memberiku ‘Uang’”

Pages: « 7 6 5 4 [3] 2 1 »

  1. 30
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Kamsiah Tji Linda. Saya mau kongsian sama teman saya yang Arab, untuk buka toko material dekat rumah saya. Jualan bata tentunya. Kalau bisa ada yg nimpuk pakai Hebel. Agak lebih mahal dan lebih ringan.

    Makasih ya Tji.

  2. 29
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Mas Handoko Widagdo pro Syahrini. Saya pro KD.

  3. 28
    anoew Says:

    Brother Iwan, memang saya sadari dampak dari itu seperti yang sampeyan bilang. Memang itu resiko ya, dipuji maupun dicaci. Terlebih mereka yang sok pintar dan merasa lebih tahu lantas mengeluarkan pendapat serampangan.

    Bravo! Saya selalu sangat sangat suka tulisan-tulisannya!

  4. 27
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Terima kasih mBakyuku…

    Eeeaalaah….masih ingat makan bersama di Gadp Gado Boplo Serpong. Hahahaha… Kata siapa tidak ada fotonya? Ini lho…

    Wah seneng dikunjungi. Saya sedang huru hara, jarang memberi komentar di tulisan2 teman. Nanti di rapel sekalian…. Hahahaha…

  5. 26
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Hai Silvie, hahaha..iya. Saya sudah duga akan banyak yang menimpuk bata ke saya. Sudah kena kok dan sudah biasa. Helm pembrianmu saya pakai. Alhamdulilah tidak ada cedera.

    Biasanya pihak admin yang mengirimkan saya komentar miring, kasar dan menghembus permusuhan. Tentunya tidak dimuat hanya sekedar tahu saja. “Ini lho yang saya tak muat”.

    Kamsiah Vie…

  6. 25
    HennieTriana Oberst Says:

    Lieber Iwan, memang hebat dirimu. Bisa bersurat-suratan dengan orang penting dunia. Dapat harta karun tanda tangan asli dan fotonya lagi. Aku dulu hanya sebatas bersurat dengan olahragawan, inginnya juga olahragawan dari luar negeri tapi nggak bisa nulis dengan bahasa Inggris hehehe…

    Ikutan ngantri mengikuti teman-teman di sini, menanti tanda tangan dan foto dirimu.

    Banyak orang di Indonesia sering “aneh” berfikir dan memandang sesuatu.
    Salam sayang 3-4.

  7. 24
    Handoko Widagdo Says:

    Tanda-tangannya pakai Bahasa dan Huruf Jawa nggih Mas

  8. 23
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Halio Bro, memang begitu seharusnya. Bila ingin menjadi penulis atau apa saja yang tampil di muka publik secara nyata maupun maya, siap dihujat dan dicaci maki juga dipuji.

    Namun masakahnya bukan sesederhana itu. Masalah itu memang biasa. Tetapi itu lho, mengeluarkan opini dengan kata-kata kasar didasari atas ketidaktahuan dan merasa paling benar. Nah, itu yang menjadi masalah bagi saya. Tetapi memang itu yang terjadi sehari-hari.

    Sebenarnya orang tidak suka dengan tulisan itu masalah dia, bukan masalah saya…

    Terima kasih atas apresiasinya.

  9. 22
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Halaaah..kebetulan aja tuh Om JC saya berkenalan dengan cucu-cucu pahlawan Indonesia, Itu kan karena ada baltyra sebagai hub. Makanya baltyra bagaikan pasar tempat banyak orang bertemu dengan kepentingan dan tujuan yang berbeda, namun satu tujuan: mencari teman dan bersosialisasi secara nyata.

    Salam.

  10. 21
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Hallo Pak Kipanji. Sudah lama tidak menyapa. Saya masih ingat dengan kebersamaan kita dulu dan kini masih terpelihara di sini.

    Terima kasih sudah membaca serta harapan untuk kebaikan bersama.

    Salam

    Iwan

Pages: « 7 6 5 4 [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)