Thursday, 10 May 2012
Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
SEJUJURNYA artikel ini saya tulis sangat reaktif setelah saya menulis tulisan berjudul “Rivka” pada 3 Mei 2012 di baltyra. Tulisan tentang sekilas agama Yahudi di Indonesia itu membuat saya menerima banyak cacian dan hinaan dari sebagian orang. Mereka menuduh saya antek Yahudi dan pro Israel. Oh…oh…
Kali ini saya hanya ingin berkisah tentang hobi mengirim surat ke kepala negara dan orang terkenal sewaktu masih duduk di kelas VI SD. Sepupu saya, Mark Hasanuddin, yang gemar seperti melakukan hobi seperti itu, membuat saya iri ketika masih kecil. Saya ingin bisa seperti dia yang banyak mendapat foto bertandatangan beberapa pemimpin. Saya mencoba mengikutinya. Waktu itu saya mencoba mengirim surat ke Yasser Arafat tahun 1981. Arafat adalan sosok seperti selebriti global. Ya…Iseng-iseng berhadiah saja. Siapa tahu dibalas? Bisa?
Ya bisa ternyata. Dan saya memdapat balasan dengan tanda tangan asli di atas fotonya. Ternyata 30 tahun berselang, foto bertandatangan Yasser Arafat seperti yang saya miliki, cukup besar harganya bila dijual di eBay. Oh..oh… (*)
May 22nd, 2012 at 11:11
telat lagi saya…hehehehe…
May 21st, 2012 at 11:06
Hai Mas OKI, yang lebih cantik lagi anaknya Arafat. Hahahaha… Salam.
May 21st, 2012 at 11:03
Terima kasih Evi Irons..Udah lama tidak mndengar kabar beritanya. Salam.
May 21st, 2012 at 11:02
Hebat! Salut, jadi terinspirasi ingin menulis Surat juga NIH!
May 11th, 2012 at 07:43
Terima kasih semuanya. Maaf sedang di jalan nih. Nanti ya di tengok dengan baik. Salam.