Pelangi KasihNya

Angela Januarti Kwee

 

Dua minggu belakangan ini, ada yang berbeda pada diriku. Beberapa kali mimpi tentang kematian dan membuatku takut. Terbersit dalam benakku, aku tak ingin kehilangan orang-orang yang kusayang; terlebih aku belum siap meninggalkan mereka. Ah … ada apa denganku? Keadaan ini mengacaukanku.

Aku menjadi banyak pikir, semangatku menghilang. Semua hal yang kulakukan menjadi serba salah. Aku ingin menumpahkan perasaan takutku dengan menulis, tapi tangan enggan mengetik tiap kata. Rasanya terlalu penuh pikiranku dan siap meledak bila tak ditumpahkan. Aku ingin bercerita pada beberapa orang yang kupercaya, tapi mereka tengah sibuk dengan urusan pribadinya; hatiku merasa sepi tak berujung. Aku mencoba menenangkan diri untuk berdoa, namun aku tidak bisa berkonsentrasi; hati dan pikiranku tak bisa mendengarkan bisikan Tuhan. Aku mencoba membaca dan mencari firman Tuhan yang menggena pada masalahku, dan lagi-lagi kepalaku pusing untuk menemukannya.

Senja itu, aku terpikirkan seseorang. Seorang father, begitu aku memanggilnya. Aku mendengar beberapa teman pernah bilang ia pribadi yang penuh kasih dan siap mendengarkan curhatan orang-orang terdekatnya. Jujur, kau sangat merasakan betapa kasihnya mendamaikan hati; hanya saja aku kembali merasa sungkan menceritakan masalahku.

Sebelum mengirimkan sms padanya, aku membaca buku renungan. Sudah tiga hari buku ini tidak terjamah oleh tanganku. Kubuka dan membacanya dalam hening, tiga renungan dengan beberapa pesan firman Tuhan; aku tersadar Tuhan hendak berbicara padaku dan aku mulai  mencoba sepenuh hati mendengarkannya.

Orang yang hidup menurut Roh nyata dalam perbuatan kasih, sukacita, kedamaian, kesetiaan, kelemahlembutan bagi orang di sekitarnya. Untuk itu,  setiap kita hendaknya terbuka kepada Roh Allah dan membiarkan diri digerakkan oleh-Nya. Semoga kita pun lebih terbuka hati pada bisikan dan gerakan Roh dalam hati kita, entah melalui suara hati kita atau juga nasihat dari orang lain.

“Karena kamu sendiri tahu benra-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada waktu malam. (1 Tes 5:2)”

Jika kita sudah mempersiapkan diri sejak dini, kita sudah siap dengan bekal yang cukup, dengan kebaikan-kebaikan  yang telah kita kumpulkan selama ini, maka kita akan menyambut hari Tuhan itu dengan penuh sukacita.

Sentuhan Kasih : Perbuatan kasih tidak harus selalu dilakukan kepada orang terdekat, namun juga kepada orang yang di sekitar kita sekalipun belum kita kenal. Semoga kita semakin mampu membuka diri untuk mewartakan kerajaan Allah melalui tindakan-tindakan sederhana yang kita lakukan dengan penuh ketulusan hati kepada setiap orang yang kita jumpai.

Aku mulai mengirim sms dengan harapan ia adalah seseorang yang Tuhan kirim untuk memberikan nasihat padaku. Tiga masalah yang kuketik panjang hanya dibalas dengan dua kata dan satu tanda senyum. “Jiah … sarannya malah buat aku tambah galau ….” Tapi sebenarnya ada saran lain, mungkin masalah jaringan sms itu tertunda; malah masuk sms dari seorang adik yang mengatakan buku antologi kami sudah terbit. Konsentrasiku beralih pada satu hal indah ini seraya tetap menunggu balasan smsnya.

Aku menikmati kegembiraan ini; terasa seperti kerinduan yang  mendalam. Aku membagikan sukacitaku dengan mereka yang kukasihi dan mengirim sms padanya dengan berkata^_^ Pelangi itu indah father …. Tuhan baik, kegundahan hatiku Ia ganti dengan Pelangi Kasih-Nya. Ia membalasnya: Itu jawaban 3 masalahmu. Serius. Sms itu berlanjut dengan : Iya, malaikat kecilku. Jangan cemas. Lakukan yang mudah dan nyaman bagimu.

Aku menarik napas lega. Keajaiban kecil kembali terjadi dan membuatku bahagia. Aku ingin terus percaya Tuhan telah siapkan semuanya dengan indah. Ketika aku mulai mencoba mendengarkan bisikan-Nya, aku dibiarkan merasakan betapa tentram hidup dalam naungan-Nya. Terlebih di langitku yang sempat kelabu, Ia hadirkan warna Pelangi Kasin-Nya dan membuatku bersukacita.

Tangan Tuhan sedang merenda
suatu karya yang agung mulia

Saatnya ‘kan tiba nanti

kau lihat pelangi kasih-Nya

Sintang, 14 Mei 2012

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

14 Comments to "Pelangi KasihNya"

  1. Angela Januarti  20 May, 2012 at 22:16

    Pak JC : Terima kasih. Ini saya kasikan alamatnya ^_^ : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=332369210169284&set=a.103523393053868.5840.100001886225571&type=1

    Ibu Silvia : Terima kasih. God bless you too

  2. Silvia  20 May, 2012 at 18:14

    Betul mmg Tuhan itu memberi solusi bisa dr org yg tdk dikenal. Nanti searing dgn Angela membina hubungan intim dg Tuhan, Angela akan mendapati Bapa itu mau kita menempatkan DiriNya diatas org2 yg terdekat dg kita. Sekarang simpan saja omongan saya ini…..saya juga dulu seperti Angela. Kmdn bukan sekali dua kali pas sy mau cur hat/mint a didoakan, org2 tsb not available. Akhirnya sy mengerti, He wants me go to His throne not to the phone, kalau ada apa2 God bless you, Angela.

  3. J C  20 May, 2012 at 16:55

    Angela, keren, keren. Apik sekali sharing’mu ini. Dan congratulations untuk antologinya. Bisa dibeli di mana? Much blessings for you and your family…

  4. Angela Januarti  19 May, 2012 at 21:45

    Ibu Silvia : terima kasih sarannya, tapi jujur angel senang curhat dengan orang terdekat. Angel percaya Tuhan selalu memberikan jawaban dari tiap pribadi. Bahkan pribadi yang terkadang tidak dikenal.

    Kak Meitasari: Kita telah merasakannya kak ^_^

    Pak DJ : terima kasih, angel senang baca komentar bapak. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.