Tchu Tcha Tcha Tcherere Tche Tche

Dewi Aichi – Brazil

 

Ikut aku yuk…mau ngga? Ke sini nih…rame…! Yang penting gerak badan..!

Yang mau sehat, kalau ngga punya duit atau ngga mau mengeluarkan biaya untuk masuk club di pusat kebugaran, cukup berolah raga yang tidak mengeluarkan biaya. Misalnya jogging tiap hari, hanya 20 sampai 40 menit per hari kan masih ada waktu. Anggap saja kebutuhan makan, tiap hari kita butuh makan, jika kita letakkan posisi olah raga di daftar kebutuhan pokok.

Kadang malas sekali berolah raga, tetapi kalau keterusan malas, nanti rugi sendiri. Saya sering menyiasati berolah raga yang menyenangkan. Misalnya,  belajar senam melalui DVD. Ya kita ikuti saja gerakan-gerakan, tentu dengan music yang meriah, menyenangkan dan enak untuk bergerak badan. Gerakan juga yang mudah diikuti, jangan yang susah-susah, kalau bisa, di ruangan yang tidak penuh dengan perabot, jika ingin dikasih cermin yang besar, juga lebih baik, meski jingkrak-jingkrak sendirian, serasa banyak teman.

Pusat kebugaran di Brasil yang diikuti teman-teman sedang memasang Danza Kuduro untuk gym. Berhubung saya tidak masuk ke pusat kebugaran, maka cukup olah raga sendiri saja, memakai music yang sama, ikuti gerakan, diikuti setiap hari, lama-lama akhirnya bisa sendiri, tidak butuh instruktur senam he he..!

Ini musik original dari Angola, yang dipopulerkan oleh Don Omar, kemudian Brasil mempopulerkan lagi melalui suara Latino.

Dulu di Indonesia juga sangat tenar dengan Poco-Poco, mengikuti  gerakan senam ini juga enak. Malah pernah, saya akan urus visa, kebetulan hari Jum’at, maka seluruh pegawai imigrasi melakukan senam Poco-Poco terlebih dahulu sebelum kerja. Senam Poco-Poco dengan lagu yang dipopulerkan oleh Yopi Latul ini sungguh pas dengan wanita Indonesia. Gerakan yang tidak ekstrim, tetapi cukup untuk menyegarkan tubuh.

Dansa? Saya bukan orang yang pandai berdansa. Banyak sekali sekolah-sekolah dansa di sekitar rumah. Orang Brasil memang sudah dari aslinya pada pinter dansa kali ya, setiap ritme dalam musik, secara otomatis mereka bisa menciptakan sebuah gerakan dansa yang bagus. Bahkan orang luar, belajar gerakan sambapun tidak pernah ada yang bisa menyamai gerakan samba asli orang Brasil. Di Brasil ada beberapa sekolah dansa, seperti Samba, Salsa, Flamengo, Tango, Forro.

Dari setiap dansa yang saya sebutkan itu, hanya Forro yang saya sukai, sekedar suka, untuk dansa Forro, saya juga tidak bisa, Cuma untuk meniru gerakan, saya merasa yang paling mudah adalah Forro. Yang lain mungkin sudah menjadi dansa internasional, sedangkan Forro, sepertinya belum keluar dari Brasil. Sayang sekali saya tidak menemukan dansa Forro yang pás, Ada sih, tapi pembukaannya dalam vídeo sangat lama, yaitu salah satu program di TV Globo.

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

36 Comments to "Tchu Tcha Tcha Tcherere Tche Tche"

  1. Dewi Aichi  22 May, 2012 at 18:09

    Ayla…lha ngapain ngga ikut ke lantai dansa? Weh jiannn kowe Ki kebangetan, ya sudah, kalau bawa Max ke pesta, Max dimasukin ke tas saja…..biar ngga ikut dansa…..kok enak men wakakkaakakka…..kalau aku kebalikan, nek bojoku turun on the floor sama JLo……aku juga ngga mau kalah dong…..langsung tingak tinguk nyari Antonio Banderas…..bok…impas…..nas tali pati…

  2. Anastasia Yuliantari  22 May, 2012 at 05:28

    Waaahhh…kalo bagian dansa, sih orang Flores jagonya. Setiap acara yg ditunggu bagian dansanya. Semua kalangan bisa diharapkan utk turun melantai, kecuali yo yg kayak saya, nih. Semua orang turun berdansa, eh sayanya malah anteng di kursi. Max juga ikutan tak cencang ga boleh dansa. Lha koq enak, bojone lungguhan dekne melu rame2…..hehehe.

  3. Dewi Aichi  21 May, 2012 at 22:00

    Aku ngga tanggung jawab yaaaaaaaa hi hi hi…

  4. Silvia  21 May, 2012 at 21:59

    Lah gimana dong ini ken a virus ngeyel dr siapa nih?

  5. Dewi Aichi  21 May, 2012 at 21:50

    Silvia…dirimu bukan type wanita ngeyel…jadi ngga boleh ngeyel……dosa he he he he he….

  6. Silvia  21 May, 2012 at 18:43

    Ah pengen video klipnya Dew.(*mendadak ngeyel* Hihihi)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *