Teachers Appreciation Week

Dian Nugraheni

 

Sudah diagendakan oleh sekolah setiap tahunnya, bahwa di bulan Mei akan diadakan Teacher Appreciation Week,atau Minggu Penghargaan Kepada Guru. Acaranya dilakukan dalam kurun waktu satu minggu, diawali dengan acara Munchkin and Coffe. Ini artinya kurang lebih, acara makan makanan kecil dan minum-minum kopi buat para Guru yang diadakan di sekolah.

Acara di hari selanjutnya adalah Flower Day, atau Hari Bunga, di mana para murid dihimbau (enggak dipaksain), untuk membawa bunga yang diberikan kepada Guru Kelasnya. Dalam surat selebarannya dituliskan, “bunga yang akan diberikan kepada Guru, boleh kalian petik dari kebunmu, boleh kamu bikin gambar bunga, boleh jga kamu beli kalau memang suka.”

Hari selanjutnya adalah acara Grade Level Breakfast, di mana para orang tua murid dalam masing-masing kelas  akan secara sukarela (lagi-lagi bukan dipaksain), akan menyediakan sarapan pagi buat anak-anak satu kelas bersama Guru Kelasnya. Sarapan pagi bersama Guru Kelas ini dilakukan bersama-sama di sekolah, di ruang kafetaria yang biasa dipakai anak-anak untuk sarapan pagi dan makan siang ketika mereka sekolah setiap harinya.

Acara terakhir dalam Teacher Appreciation Week adalah, acara makan-makan bagi semua Guru dan Staff yang disponsori oleh Badan Perwakilan Orang Tua Murid. Dananya, diambil dari dana yang sudah ada pada badan itu, jadi nggak ada acara tarikan uang lagi kepada orang tua murid. Pengumpulan dana pada badan ini pun sukarela, siapa mau, boleh setor, bukan dalam bentuk iuran bulanan atau ditentukan jumlahnya.

Yang paling menarik tentu saja acara Flower Day. Pagi itu, hampir semua orang tua murid mengantarkan anak-anaknya sampai depan gerbang sekolah. Anak-anak sekolah pada membawa bunga, ada yang “sekedar bunga” yang dia petik dari depan rumahnya, ada bunga potong yang dibeli di toko bunga lengkap dengan kemasan plastik, pita, dan kartu kecil.

Para orang tua, sambil melambaikan tangan, tersenyum haru sekaligus bangga ketika memandang putra-putri mereka yang berjalan menuju pintu utama sekolah, menenteng bunga, yang akan diberikan kepada Guru tersayang mereka, sebagai sebuah penghargaan dan rasa terimakasih yang tulus, karena selama ini, Guru mereka telah melakukan hal-hal terbaik dalam mendidik dan mengajar anak-anak. Sekaligus, ini adalah sebuah gambaran, bahwa anak-anak sedang “belajar” mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Gurunya.

Anakku, Alma yang sekarang kelas 5 Elementary School, Sekolah Dasar, dan akan lulus tahun ini (Elementary School, Sekolah Dasar di Amerika hanya sampai kelas 5, kemudian lulus dan naik ke Sekolah Menengah Pertama atau Middle School), pun jauh-jauh hari sudah bilang, bahwa “tanggal 8 Mei, jangan lupa ya, Mah, belikan bunga buat Pak Guru…” (soalnya tahun kemaren aku lupa membelikan, dan dia termasuk salah satu anak yang tidak membawa bunga).

Maka dua hari sebelumnya aku sudah membelikan sebuah “bunga”. Pilihanku jatuh pada sebuah pot berbentuk Gajah berwarna hijau berisi “bunga” Bambu. Itu pun sebelumnya aku tawarkan terlebih dahulu pada anakku, yang kemudian protes, “itu kan bukan bunga, Mah..” Lalu aku jelaskan bahwa Bambu itu sebuah tanaman yang mempunyai banyak arti. Selain beraura dingin, dia juga merupakan lambang persahabatan. Akhirnya, anakku mengerti, dan dengan senang dia menerima usulanku untuk membeli bunga Bambu ini.

Selain bunga Bambu, Alma juga menuliskan sebuah note pendek, yang ditambah gambar dan diwarnai. Hanya kira-kira 20 menit dia menyiapkan kertas, menggambar, mewarnai, dan menuliskan notenya pagi itu sebelum membawa bunganya ke sekolah. Hasilnya, membuatku tertawa ngakak ketika melihat, bahwa dia menggambar profil gurunya yang menurut pandanganku sih, sangat representatif, sangat mewakili (aku tertawa ngakak, karena setiap gambar Alma selalu mengandung sesuatu yang jenaka, bukan merendahkannya, he…he…he…)

Dia menggambar wajah Gurunya yang botak berkacamata, dengan baju kaos lengan panjang yang selalu digulung sampai bawah siku. Yaa, sehari-hari, Mr. Morse, Guru kesayangan anakku ini memang begitulah penampilannya, memakai celana jins, sepatu sandal, kaos, atau kaos lengan panjang yang digulung, dan selalu bersepeda ketika berangkat ke sekolah.

Alma menuliskan,

Thank you for being my teacher in forth dan fifth grade
You have been great for the past two years
Thank you for helping me learn things that I don’t understand
Thank you for being silly when most of everybody in the class are bored
Most of all THANK YOU FOR BEING A GREAT TEACHER

Yaa, inilah gambaran sekolah anakku, sebuah Elementary School, Sekolah Dasar Negeri yang biasa-biasa saja di kota Arlington, Virginia. Di mana anak-anaknya bersekolah tidak dengan baju seragam, tapi hampir seluruh dari para murid selalu berpenampilan sederhana dan apa adanya. Di mana murid-muridnya adalah campuran antara native Amerika dan Imigran dari berbagai negara. Di mana para Gurunya selalu nice dan sangat membantu terhadap semua muridnya. Di mana para Guru selalu tak henti-hentinya mengajarkan kepada anak-anak agar selalu peduli dan always trying to be nice kepada semua orang.

Sekolah full day, dari jam 8 sampai jam 3 sore yang tidak membat anak-anak capek dan ogah kembali, malah sebaliknya, membuat anak-anak selalu semangat dan ingin selalu lekas pagi agar mereka bisa kembali lagi ke sekolah. Sekolah di mana anak-anak tak satu penny pun ditariki uang untuk biaya sekolahnya. Sekolah yang mengajarkan kombinasi antara kecerdasan pikiran dan kecerdasan hati.

 

Salam Teacher Appreciation Week….

Virginia,

Dian Nugraheni

Rabu, tanggal 9 Mei 2012, jam 10.11 malam,

(Hujan dengan Thunder Storm, dengan geledek, akhirnya tiba juga…rindu bunyi geledek nih…he2…)

Bunga Bambu dan kartu ucapan yang dibikin kilat…he..he..he..

 

Note Alma yang disertai gambar profil Gurunya…

 

Alma’s beloved Teacher…

 

10 Comments to "Teachers Appreciation Week"

  1. dian nugraheni  24 May, 2012 at 07:14

    JC.., iyaa, Gurunya Alma nih orangnya cool banget, santai, sepedaan tiap berangkat pulang sekolah…Alma dan beliaunya tuh, sepanjang pengamatan saya, klik each other…he2..
    Wehh, iya, namanya Lucky Bamboo yaa, kmaren nggak tau namanya sih, jadi ditulisnya Bunga Bambu aja…Lha kok beberapa warna to, emang jenisnya banyak yaa..mbok dipotretkan to…malah jadi tertarik nih…he2…thanks bangets ya JC

  2. J C  20 May, 2012 at 16:53

    Pertama lihat foto gurunya kok lebih mirip polisi tanpa seragam di film-film itu… dan setelah lihat gambar kartunnya tambah nyengir, penggambaran brewoknya asli tepat plus ditambah senyum sang guru.

    Btw, itu lucky bamboo, kalau sudah tumbuh tak beraturan, lepas saja ikatannya, tanam di pot atau di halaman, tumbuhnya bagus lho, kalau sudah tinggi, potong, tanam lagi, dst, di halaman rumahku buanyak lucky bamboo berbagai jenis dan warna…

  3. dian nugraheni  19 May, 2012 at 21:30

    Mbak Probo, iyaa, saya sampai hampir mrebes mili ketika pagi itu mengantar anak saya sampai gerbang sekolah, hampir semua orang tua tersenyum melihat anak-anaknya menenteng bunga di tangannya…pembelajaran hati yang indah, baik bagi anak2 maupun bagi orang tuanya…Rasanya di sini, Guru tidak hanya mendidik anak, tapi juga membuka wawasan orang tua, karena pihak sekolah selalu menghubungi orang tua, baik lewat email atau surat kecil, dengan bahasa yang sungguh2 sangat menyenth hati…, makasih banyak ya mbak Probo…

  4. dian nugraheni  19 May, 2012 at 21:27

    Chiko, makasih banyak yaa..
    wahh, kok sama…tahun lalu, saking sibuknya, pas kenaikan kelas, saya lupa belikan bunga buat Guru. Tapi tahun sebelumnya pas kenaikan kelas, saya juga pilih pohon mawar kecil dalam pot, dengan pikiran yang sama denganmu, agar bisa tetep numbh dan awet dibanding sekedar bunga potong. Kali ini saya juga tertarik dengan, Lucky Bamboo, atau kemaren saya bilang, Bunga Bamboo…ha2..(soalnya ga tau namanya..), makasih juga sudah dikasih tau bahwa sebutannya adalah Lucky Bamboo yaa…

  5. dian nugraheni  19 May, 2012 at 21:24

    Silvia, makasih banyak yaa…
    Benar, ketika anak2 sekolah di amrik, saya sebagai Ibunya pun ikutan terdidik, bagaimana menjadi lebih sopan, lebih menghargai, dan bagaimana cara mengungkapkan penghargaan itu…semua yang saya rasakan…di sini jauh lebih sederhana dibanding ketika sekolah di Indo…tapi maknanya sangat dalam, dan mampu “menggugah” hati untuk terus berusaha menjadi lebih baik…trying to be nice, kata anakku…he2…

  6. dian nugraheni  19 May, 2012 at 21:22

    Linda Cheang..thanks bangets yaa…iyaa, nih Bambu sangat menarik hati ketika dipajang di toko..maka menjadi pilihan buat diberikan kepada Guru pas Flower day baru lalu…

  7. probo  18 May, 2012 at 21:35

    menyenangkan ya….

  8. Chiko  18 May, 2012 at 21:15

    Wah sama nih pilihannya Lucky Bamboo…aku beli Lucky Bamboo tahun lalu untuk guru2x sebagai farewell present di akhir tahun ajaran sekolah (both my kids moved to other school). Selain low maintenance, juga “katanya” membawa keberuntungan…makanya disebut Lucky Bamboo
    Sebelumnya aku pernah beli mini roses di pot juga untuk guru2x. Menurutku dengan memberi tanaman, lebih long lasting daripada sekedar bunga yg tidak sampai seminggu juga sudah layu dan masuk tong sampah

  9. Silvia  18 May, 2012 at 15:42

    Penting utk menunjukkan apresiasi kepada siapapun yg menyentuh hidup kita. Termasuk guru.

  10. Linda Cheang  18 May, 2012 at 08:03

    suka banget dengan tanaman bambunya. kelihatan segar.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.