Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (10): Melbourne – Australia

Lani – Kona, Hawaii

 

Tanggal 13 February 2012 : pagi ini kami bangun jam 3:00, mandi, dan menyiapkan semua yang akan kami bawa ke Melbourne. Jam 4:00 pagi kami dijemput oleh taxi yang telah dipesan oleh my partner jauh-jauh hari. Pagi yang masih gelap gulita, dingin. Dari rumah menuju ke airport ditempuh kira-kira 35 menit. Sesampainya di airport situasi masih sepi, kami check-in dengan menggunakan mesin, koper yang masuk bagasi ditimbang, kami serahkan pada petugas di bagian penerima koper.  kemudian kami naik ke lantai 2 untuk sarapan pagi, aku pesan latte dan banana muffin.

Jam 7:00 pagi kami boarding, penerbangan langsung dari Christchurch ke Melbourne ditempuh selama 3 jam, beda waktu 2 jam antara Melbourne dan Christchurch. Christchurch lebih cepat.

Welcome to Melbourne

Begitu pesawat mendarat, di airport TULLAMARINE. Kami mencari layanan Skybus dari airport, kemudian ganti bus lagi untuk diantar ke hotel, ini bukan layanan gratis, akan tetapi harus booking karcis, yang telah dilakukan via internet oleh my partner.

Kami menunggu bus kira-kira 15 menit, kemudian diturunkan di bus station untuk menunggu bus lainnya yang akan mengangkut kami menuju ke hotel. Stasiun bus nya sangat luas mengingat bus nya besar-besar ukurannya, yang jelas tidak semrawut seperti Pulo Gadung semua berjalan dengan rapi jali.

Begitu bus datang kami segera naik, bus ini membawa semua pelancong ke hotel mereka masing-masing. Perjalanan ditempuh hampir 1 jam, sesampainya di hotel MERCURE, kami check in, setelah meletakkan koper di kamar, kami keluar jalan-jalan di downtown karena lokasi hotel di pusat kota, hotel kami tak jauh dengan China town, menurutku China town di Melbourne masih kalah besar dengan yang ada di San Francisco.

Jam 10:45 pagi kami balik ke hotel karena aku sudah ada janjian untuk ketemu dengan teman, jam 11:00 pagi, teman yang selama bertahun-tahun hanya kontak via email, akhirnya ketemu in person, ini merupakan pertemuan/kopdar yang pertama kali buat kami.

Temanku ini pemilik restoran Indonesia di kota Melbourne, nama tempatnya WARUNG GUDEG, silahkan yang ingin mengetahui lebih jauh apa dan dimana warung Gudeg, klik di sini : www.warunggudeg.com.au

Bagi siapa saja yang sempat jalan-jalan dan mampir ke Melbourne, silahkan dikunjungi, dicicipi, dijamin puas hehehe…Puas karena pelayanannya yang baik, dan makanannya yang enak, serta harganya terjangkau. Jangan lupa komisinya ya M, karena udah diiklankan secara gratis…….hahaha……..

Jam 11:00 tepat orang yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul, begitu ketemu kami sudah merasa sangat akrab. Temanku yang sudah aku anggap keponakan sendiri. Aku kenalkan M ke my partner, kami terlibat obrolan tentunya dalam bahasa Indonesia agar lebih afdol, sempat meminta ijin dulu dengan partnerku karena kami tidak mau dibatin tidak sopan. Jelas dia tidak mengerti sama sekali apa yang kami omongkan. Walau  baru ketemu untuk pertama kali akan tetapi kami terlibat obrolan  ramai sekali seperti sahabat lama yang sudah tidak ketemu puluhan tahun. Obrolan mengalir tanpa henti.

Foto-foto jalan-jalan di down town Melbourne, dengan M sebagai pendamping kami:

(1) tower yang menurut M a must to see di pusat kota Melbourne……mohon dikoreksi jika salah…..

(2) jam sak gede gajah di dalam gedung lokasi tower

Walau begitu obrolan harus kami seling dengan bahasa Inggris ketika kami memutuskan untuk menikmati brunch, kami libatkan my partner inginnya makan dimana, dia ngikut saja dengan keputusan kami, menyenangkan karena my partner orangnya tidak sulit/menyulitkan. Kalau aku pasrah saja sama M, tentunya setelah dibicarakan ingin makan di café/deli style atau ingin mencicipi makanan/masakan apa? Seharian M menjadi guide kami, paling tepat bepergian ke negara/tempat asing bila mempunyai teman, kenalan, lebih bagus lagi kalau sanak saudara/keluarga, karena mereka tinggal di negeri yang kita kunjungi, mereka lebih hafal, tahu, terutama kalau negara yang dikunjungi tidak berbahasa ibu bahasa Inggris, sangat menguntungkan karena tidak bakal dibohongi, karena pendampingan guide lokal.

(3) inilah brunch kami, lupa nama makanan pesanan sendiri, M bisa bantu, apakah namanya?

(4) M ini pesanan mu, mushroom, spinach omellete????

(5) yang ini pesanan my partner, aneh ya? Aku juga lupa namanya…..sepertinya poach buah pear, raisin, dan yogurt entah ada campuran apalagi di botol sebelah…..M bisa bantu mengingatkan?

Dalam sehari itu kami menyusuri downtown, Chinatown, dan dibawa ke beach, walau hanya singkat saja, akan tetapi sangat berarti buatku. Terima kasih M, atas waktunya mendampingi kami seharian.

(6) salah satu beach di Melbourne……..

(7) bangunan cabin berwarna-warni berderet di sepanjang pantai, tempat penyimpanan peralatan aktifitas bermain di laut, menurut M sangat terkenal banyak turis mejeng di sini……

(8) ini salah satu buktinya, satu turis narcist……..

Sebelum berpisah dengan M, kami berjanji untuk saling ketemu lagi, gantian kami yang akan mengunjungi warung Gudeg keesokan harinya.

Ini foto-foto sebelum berpisah, kami mampir lagi di salah satu café :

(9) mmmmm…..chocolate crepe… YUM! Di ujung keliatan Belgian waffle…..

(10) mug kopi yang menarik………

Sore hari kami jalan-jalan menyusuri YARRA RIVER, sungai yang lebar dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi menjulang, ada beberapa jembatan di sepanjang sungai, kelihatan orang naik perahu, entah ini untuk turis atau milik pribadi, ada juga sampan sewaan, di pinggir sungai berjejer aneka restoran, café, dan penjual ice cream, gelato. Dengan berbagai masakan/makanan dari manca.

(11 – 12) stasiun kereta api, gedungnya artistic……di dalam rameeeeee sekali dengan para commuter. Selain banyak toko-toko dan banyak digunakan untuk meeting point.

Di depan restoran yang berderet-deret itu ada beberapa tugu beton, yang di atasnya bisa dinyalakan apinya, tiap jam 10:00 malam untuk atraksi turis dengan lidah api yang sangat tinggi dan suaranya yang menggelegar.

(13) tugu beton dengan api yang bisa dinyalakan untuk hiburan para turis………

Foto-foto sepanjang Yarra river:

(14 – 19) Yarra river dengan latar belakang gedung-gedung menjulang, jembatan, gedung-gedung sekitarnya dan juga aquarium di kota Melbourne, lokasinya di sepanjang Yarra river

(20) salah satu menara dengan jam yang bisa terlihat dari arah manapun, nampaknya orang tidak perlu kuatir lupa pakai jam tangan keliling downtown Melbourne

(21) sepeda diparkir berderet, yang bisa disewa dengan memasukkan duit di mesin, pertanyaanku: apakah hal seperti ini bisa diterapkan di salah satu kota di Indonesia????

Dugaanku setelah dipinjam, tidak bakal kembali…….parkiran bakal kosong melompong hahahaha…Kemungkinan mesin uangnya ikut dijebol dan digondol sekalian……ngenes!

(22 – 29) lagi pemandangan sepanjang Yarra river, tram, warna langit, lagi-lagi berbagai jembatan, gedung kembar, dsb

Hari ini M mengajak kami ke supermarket Asia milik orang Indonesia, toko yang sangat komplit menjual segala macam bumbu, sambel, bermacam krupuk. Supermarket ini persis seperti di Indonesia saja. Selain itu dijual juga aneka bumbu dari Malaysia, Singapore, Thailand, Korea, Jepang, Vietnam. Tokonya besar, sampai bingung melihat semua yang dijual disini karena super duper komplitnya. Melihat betapa lengkapnya yang dijual di toko ini membuatku kalap, ingin membeli sebanyak mungkin, akan tetapi hal ini juga tidak memungkinkan koperku bakalan over weight. M membelikan sambal khusus untuk makan mie bakso, dengan merk Megarsari, katanya sambal ini paling jossssss untuk makan bersama bakso. Terima kasih M.

Malamnya kami makan di restoran Mekhong ini adalah restoran Vietnam, kami pesan lumpia basah ala Vietnam isi udang, ayam, dan Bun bakmi putih seperti soun, dengan sayuran, grilled ayam,  dicampur dengan saus pedas, manis dan kecap ikan, sedaaaaaap…..

My partner sangat menyukai grilled ayamnya, dikatakan sangat empuk dan mak-nyussssss…….

14 February 2012 : VALENTINES DAY

Pagi hari kami berkeliling downtown lagi, kami keluar masuk beberapa gereja/cathedral, baik itu gereja KATOLIK, atau gereja Anglican……mirip sekali, tidak bisa dibedakan…….

(30 – 41) bangunan gereja yang sangat indah, dengan atap yang menjulang tinggi, interior, lorong, jendela dan ornamen gereja, serta Maria dengan bayi Yesus

Setelah berkeliling dari satu gereja ke gereja lainnya……acara selanjutnya. Kami ketemu dengan salah satu customerku, wanita asal Srilanka sebut saja S, yang datang ke Kona bersama temannya, sebut saja P. Dari pertemuan itu kami berkenalan, S dan temannya P, adalah penduduk/warga Singapore, S menikah suaminya orang Australia kemudian menetap di Melbourne, sedang P suaminya orang Amerika, mereka menetap di Hawaii. Aku kenalkan S ke my partner.

Senang bisa bertemu kembali dengan S, kami sarapan bersama, awalnya aku ingin sarapan dim sum, di China town akan tetapi karena masih kepagian belum ada yang buka,  akhirnya kami masuk ke BASSO café.

Aku pesan vegetarian quiche, my partner pesan pancake dengan strawberry sauce, dan irisan pisang, S pesan bacon and egg layaknya sarapan umum orang Amerika.

(42) vegetarian Quiche pesananku…….

(43) pancake pesanan my partner……disiram dengan maple syrup, taburan gula bubuk, lelehan buah cherry, dan whip cream…….yum!

(44) di ujung pesanan temanku, S telor mata sapi, irisan tomat dan bacon…….

Kami lanjutkan obrolan yang terputus ketika kami ketemu di Kona, kami saling tukar cerita baik diri dan keluarga masing-masing sangat menarik. Pertemuan kami tak lama, setelah selesai sarapan kami berpisah, karena salah satu cucu S hari ini ulang tahun, S harus mempersiapkan kado dan pesta buat cucunya.

Siangnya kami ke CLAYTON street menyambangi warung Gudeg.  Ternyata sangat mudah mencari lokasi warung ini, naik tram dari pusat kota, kami membeli one day pass harganya hampir OZ $ 7.00 (ingat-ingat lupa) tolong dikoreksi M kalau tante salah harga.

Sesampainya di warung Gudeg, oleh M aku dikenalkan ke mamanya, yang merangkap sebagai chef warung Gudeg, papa, serta tantenya. Senang rasanya bisa bertemu kembali dan berkenalan dengan seluruh keluarga M.

Aku menikmati gudeg komplit, es buah campur, my partner aku pesankan sate ayam+lontong. Ketika pulang masih membawa satu porsi gudeg komplit dengan nasi, karena masih merasa kurang puas menikmati di warung, serta membawa pulang ke Hawaii sambel trasi satu container plastik

Silahkan dinikmati foto-foto makanannya.

(45) tatanan makanan/masakan di balik kaca di warung Gudeg……penjualnya ikut nampang sebagian saja kkkkk……..

 

Perayaan Valentines di sepanjang Yarra river :

Malam hari kami menyusuri kembali Yarra river, dengan suasana, situasi, yang sangat berbeda dengan sehari sebelumnya, sore ini sangat sibuk, ramai sekali, banyak penjual bunga mawar segar, balon dengan bentuk hati, balon panjang yg dibuat seperti kuntum mawar, warna pink dan merah darah menguasai di hari Valentine, ada pemusik jalanan yang buka dasar mengalunkan music-music romantic dengan menyediakan kotak uang, ada juga pelukis wajah, serta pelukis jalanan maksudnya mereka melukis di tempat orang jalan kaki, akan tetapi karena jalan nya sangat lebar jadi pejalan kaki tidak harus menginjak lukisan tersebut, banyak orang mengambil foto dan memberikan donasi di kotak yang mereka sediakan, tidak ketinggalan orang yang mematung dengan diwarnai keperak-an, baru bergerak kalau ada orang yang melemparkan duit ke dalam kotak di depannya.

(46 – 49) Yarra river again, sunset, gemerlapnya lampu dan Crowne Plaza Hotel

Dengan semakin beranjaknya malam, semakin banyak orang yang kumpul di sepanjang Yarra river, karena disediakan bangku-bangku, hampir semua yang datang berpasang-pasangan, dari mulai remaja sampai orang tua, mungkin juga pasangan gay/lesbian ikut menimbrung, mereka tidak peduli, cuek beibeh…. saling berangkulan, berciuman, duduk berduaan berdempetan sampai lengket bak amplop dan perangko, atau lak-ban ya? Hahahaha…….ditambah dengan berbagai gaya, dari yang mulai malu-malu kuciang sampai yang super HOT (aku percaya bagian ini paling cepat ambyaaaaaar……) siap-siap saja, kang Anu, Pam-Pam dan ki lurah  sudah jaga gawang…….

Pasangan-pasangan datang dari berbagai ras, suku bangsa, aku percaya tak ketinggalan turis yang datang dari berbagai negara ada di sini.

Para wanitanya berpakaian mengarah ke warna pink, merah, dari gaya yang sangat feminine terbuat dari chiffon yang melayang ringan, menerawang….. berkibar tiap kali ditiup angin (yang lagi in fashion baju bagian depan super mini, di bagian belakang panjang melambai-lambai), skinny tube jeans melekat di paha, sampai yang hanya pakai short sangat pendek, mini tak ketinggalan super duper pendek, kaum adam tidak mau kalah mereka bergaya dengan rambutnya yang diacak-acak pakai foam/gel, gaya potongan, diwarnai macam-macam, serta model celananya dari yang lurus, melebar di bawah, mereka kebanyakan pakai jeans, dari yang mulus sampai jeans belel dengan lobang/sobek.

Selain itu banyak kaum hawa memegang kembang mawar, baik yang satu tangkai atau bouquet.

Sayang seribu sayang aku tidak berani ambil foto-foto pasangan-pasangan yang sedang ber-asyik masyukkkkkk………ngeri saja kalau sampai ketahuan bisa kena bogem mentah.

Ini merupakan Valentines pertama yang aku alami di negara orang, betul-betul dirayakan dengan bunga dan coklat, serta dinner for two. Semua restoran di sepanjang Yarra river sibuk dan penuh, aku yakin mereka harus memesan tempat dulu di hari ini. Kami tidak melakukan seperti mereka, karena my partner tidak percaya dengan Valentines, dikatakan itu hanya bisnis belaka. Aku setuju, karena menyayangi, mencintai seseorang tidak hanya pada hari Valentines, bisa dilakukan tiap saat, dan kontinyu, kalau hanya pada hari Valentines saling memberikan perhatian, lama benar  menunggunya tidak sabar hahaha…..karena Valentines hanya dirayakan setahun sekali.

Tanggal 15 February 2012 : bangun pagi, mandi, kami check-out dari hotel koper kami titipkan di tempat penitipan di hotel yang bersangkutan, kemudian segera keluar dari hotel mencari café/tempat untuk sarapan. Kali ini kami menemukan THAT PLACE café lokasinya di pinggir jalan di antara pertokoan, meja dan kursi ditata di depan dan di samping café. Nampak sibuk café ini, pegawainya kebanyakan orang Asia, malah sempat ditanya datang darimana? Aku jawab Hawaii, dijawab: how nice! Aku pesan yogurt oatmeal, my partner muesli dicampur dengan buah-buah-an, kami berbagi banana bread……seperti biasanya aku pesan latte, dan espresso buat dia.

(50) sarapan di That Place café…..heheh bikin penasaran Pam-Pam dan kang Anuuuuu…….tuh my partner keliatan tangan doank…..hehehe

(51) my latte dilukis, siapa yang bisa melukis di atas kopi? Boleh di share di sini.

Kami segera meninggalkan café setelah selesai sarapan, dan melanjutkan perjalanan mencari café langganan my partner, nampaknya masih penasaran sebelum menemukan café ini. Akhirnya ketemu juga, café nya kecil saja akan tetapi laris manis tanjung kimpul, entah apa rahasianya.

Ada satu group pembeli datang dengan membawa mug/gelas kopi mereka masing-masing.

Yang unik buatku, pertama nama café ini, BABA BROTHER BADUN sempat aku tuliskan di artikelku sebelumnya. Keunikan kedua, adalah dekornya, kursi kayu digantung di atap rumah bergantungan, pating grandul……..

(52) kursi yang dijadikan hiasan di Baba Brother Badun…….

Aku sempat berpikir, apa jadinya jika salah satu tali penggantung kursi putus, dan jatuh menimpa kepala pelanggan di bawahnya? Acaranya tidak minum kopi tapi malah masuk emergency room dengan kepala benjol wakakakaka……….

Silahkan dilihat fotonya…….

Kali ini aku tidak memesan kopi, karena baru saja menikmati kopi di THAT PLACE CAFÉ. My partner memesan kopi lagi, tapi menurutku aneh karena cara menyeduh tidak menggunakan air panas, akan tetapi air dingin, namanya drip cold coffee. Aku ikut mencicip syedaaaaaaaap…..

Nampak kepuasan di wajah my partner, karena menemukan café langganannya.

Kemudian kami menuju ke halte tram untuk naik city tram  keliling downtown Melbourne for free. Asyiknya keliling kota, diiringi dengan narasi hingga tahu cerita di sepanjang perjalanan.

Turun dari city tram kami mengunjungi South Wharf direct factory oulet, luas juga didalamnya penuh dengan berbagai macam toko,  banyak juga branded name, kebanyakan barang-barang yang murah bikinan Cina. Kami mengelilingi semua toko yang ada, sampai kaki rasanya gempor, pegal, linu-linu, akhirnya kami istirahat untuk makan siang di food court di dalam factory outlet.

Nama gerainya HEALTHY CHOICE, aku memesan shepperd pie isi daging sapi, kentang dan sayuran, my partner pesan tuna sandwich.

(53) shepperd pie dan tuna sandwich

Demikianlah kunjungan selayang pandang selama 3 hari di Melbourne, sangat singkat  dengan kegiatan yang begitu padat.

Kesanku Melbourne kota besar, sangat ramai, sibuk, penduduknya berdatangan dari segala macam ras, suku bangsa…….

Karena hanya bercokol di downtown, hanya tahu sekitar downtown yang jelas tidak nyaman untuk tempat tinggal, karena alasan diatas.

Lain kali kalau datang kembali harus berkeliling suburb,  bisa mengetahui lebih jauh/luas tentang Melbourne.

Bersambung………

 

75 Comments to "Membawa Mimpi ke Negara Kiwi (10): Melbourne – Australia"

  1. Lani  31 May, 2012 at 00:02

    GIE : rung turu?? ya……ya………sapa tau kamu satu saat mbuntuti aku dan si Kiwi

  2. ugie  31 May, 2012 at 00:00

    iya ding sapa tau aku beruntung iso mbututi .. Lani dan Kiwi ..hehehe .. tunggu aja .

  3. Lani  30 May, 2012 at 14:18

    PAM-PAM : mmgnya kamu cenayang kok bs tau artikel sampai seri 13?????? udah brp ton kemenyan kamu bakar????? kkkkkk

  4. [email protected]  30 May, 2012 at 14:09

    Artikel ampe seri ke 13….

    Seri ke 14 itu adalah seri extra, dimana yang hot2, ataupun “photo2” yang lain akan keluar…. mungkin akan ada pideo jg….
    dinantikan seri ke 14….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.