Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

SBY, Lihatlah…

Monday, 21 May 2012

Viewed 1214 times, 1 times today | 27 Comments |

Bagong Julianto – Sekayu-Muba-Sumsel

 

SBY, Oh SBY!

Sudah lebih setengah tahun belakangan ini saya mesti menjalaninya. Mau tidak mau. Suka tidak suka. Antri minyak. Antri bensin!

Gbr. 1. Antri Minyak 15 Mei 2012, sepanjang +/-300 m, butuh waktu 3 jam untuk beli 30 l bensin.

Jika tahun 2011 antri lebih sering “dipaksa” tengah malam hingga dini hari menjelang fajar, maka tahun ini antri “terpaksa” pagi jam 08.00 hingga jam setengah dua belas siang. Jika nggak rela dipaksa dan nggak sudi terpaksa, maka silahkan beli di pengecer. Puluhan pengecer berserak seantero Sekayu….. Nah, lho?!  Maka, urhang kitek Sekayu nian berujar: BBM nggak pernah habis di Sekayu. BBM cuma pindah tempat: dari 2 SPBU ke puluhan pengecer. Sudah pasti ada disparitas. Ada rente. Dari 4500 rupiah ke 6 hingga 7 ribu rupiah harga bensin per liternya.

Gbr. 2 dan 3. Antri 2 sap, mobil lawas dan oplet pilih “ngerit” daripada cari penumpang. Gbr. 4. Satu pengerit/pengantri bersepeda motor bongkar muatan dan transaksi terang-terangan di samping deretan pengantri….

Sedih Banget, Ya?! Rasakanlah!

Lagi SBY: sedih banget ya?! Tapi nggak sesedih bin se”getun” warga Sidoarjo yg setelah dihibur nyanyian presiden selepas diguyur lumpur, en toch ganti rugi-ganti untungnya masih juga kabur!

Gbr. 5, 6, 7 dan 8: kios pengecer di depan sekitar SPBU, minimal 120 meter bentangan jalan terdapat lebih dari 5 kios

Saya sedih mesti antri minyak dan sekaligus saya getun karena satu sebab pengantrian ini timbul oleh ulah kelompok pengecer. Sepanjang waktu mereka antri-langsung bongkar-antri lagi-bongkar lagi. Dari pagi ke siang terik tengah hari. Dari siang ke malam hari hingga dini hari, parkir tidur tepat berbaris di depan jalur masuk SPBU. Kedua-dua SPBU di Sekayu rutin mereka giliri.

Sibuk Benar, Ya?! Memang Petinggi Saja yang Sibuk?!

SBY lagi! Memang minyak bikin sibuk semuanya! Antri minyak, menjadi satu kegiatan yang bernilai ekonomis, menjanjikan, menguntungkan dan sudah tentu menyibukkan bagi pengantri semu. Pseudo pengantri. Antri untuk jual. Seorang pemilik dua mobil lawas/tua, kebetulan PNS, sebutkan bisa untung bersih minimal dua ratus ribu rupiah seharinya. Untung bersih! Sudah dikurangi upah untuk joki pengantri sebesar 70 ribu rupiah! Hebat ‘kan?!

Susah Bungah, Ya…. Mestinya Bersama Kita Bisa (Menahan Derita…..)

SBY lagi! Susah-bungah…ya, suka-duka, bahagia-derita bisa bersama kita dan memang hanya bagi kita saja. Tapi ternyata lebih banyak porsi susah-duka dan deritanya! Kita kaum kawula, mereka kaum penguasa-berpunya-berkuasa. Kita rakyat duka seduka-dukanya, mereka penguasa suka sesuka-sukanya saja. Di Sekayu, ada pemeo/tutur kata pepatah petitih bijak nenek moyang. “Ada 3 golongan yang sebisa-bisanya jangan jadi lawan kita. Atau tidak bisa kita lawan: Pertama, Golongan

Gbr. 9 dan 10. Dua bocah ikut antri. Bersepeda motor tanki besar, tak berhelm . Hampir seluruh pengendara dewasa berhelm, begitupun ada juga yang belum/tidak pasang no platnya.

 

Gbr. 11 dan 12 Koran, buku catatan dan sethermos teh com+madu, kawan seperjalanan.

Penguasa/Kaum Raja; Kedua, Golongan Berpunya/Kaum Kaya raya, bejibun harta benda dan Ketiga, Golongan Orang Gila. Yang ketiga ini bisa saja gila harta benda, gila psikis, gila kuasa dan gila segila-gilanya. SBY=Sedih Bagong Ya?!, jika ternyata ketiga-tiganya ini dimiliki, didominasi dipunyai oleh Kaum Penguasa: sudahlah berkuasa, berpunya banyak harta benda, gila lagi! Ediaaaannnnn! Edddyyaaaaan tennnaaaannnn!

SBY, LIHATLAH = Sedih Bagong Yaa?! Lihat itu mewek………

Wis….. Sampunnnnn……Suwunnnnnnn. (BGJ, 160512).

 

Share This Post

Posted by Monday, 21 May 2012 on 07:29.

Categories: Ekonomi & Politik. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

27 Responses to “SBY, Lihatlah…”

Pages: [3] 2 1 »

  1. 27
    P@sP4mPr3s Says:

    MWAHHAHAHAHAHAHAHA….. baca komen dibawahku ini….

  2. 26
    anoew Says:

    Perlu Pedoman Penghayatan Perokok yang murni dan konsekwen: bahwa tentang ROKOK harus diutamakan DI daripada ME…. Lebih enak DI daripada ME…….

    (hayo, mesem ‘ra?!)

    Hora mesem tapi kopiku muncrat maneh gara-gara nyruput sambil baca komen mas Bagjul. Bener juga, dianalogikan sama adalah, enak disruput dari pada menyruput. Tapi kebalikannya, enak menyodok tinimbang disodok.

  3. 25
    Silvia Says:

    SIM saya sdh sy pensiunkan lebih dari 10 tahun, Mas dan betul di kota sy tinggal suami dan saya tidak pernah ngantri2 begitu utk bensin.

    Dulu2 biarpun ada promosi / diskon harga antara pom bensin2 yg berbeda-beda, suami sih ogah ngantri sampai be lama-lama dmkn. Soalnya dia bilang utk ngirit sedikit tp org bisa jd berangasan……ga berharga utk dilakukan.

  4. 24
    Lani Says:

    BJ : ora ming kenceng otot……tp kenceng sak-kabehe wakakakak………

  5. 23
    Bagong Julianto Says:

    KangMas Dj>>>

    Suwun…
    SBY itu Surabaya ya di boarding pass, ya!
    Memang benar orang kita sangat kreativ….
    Antri minyak pun bisa jadi lahan bisnis…
    Tapi semestinya yang beginian bukan jadi kebanggaan….
    Salam Sejahtera juga dari Sekayu……

  6. 22
    Bagong Julianto Says:

    Mas Handoek>>>

    hehehe…..
    SBY = Sibuk Berkeluhkesah Yahoodotcom.
    SBY = Sungguh Berat Ya, memimpin Baltyritz……..

  7. 21
    Bagong Julianto Says:

    Sumonggo>>>

    Benar! Di Jawa begitu, pun begini di Sumatra. Istilahnya: ngerit! Ngantri minyak (untuk dijual lagi) lebih berpenghasilan daripada ngantri penumpang……..
    Lhah….. MINYAK lebih berharga daripada PENUMPANG……

Pages: [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)