Gubrak…! “Matamu di mana?”

Juwita Setiono – Sydney

 

Bukan, itu bukan komentar yang saya terima ketika saya terpeleset jatuh di supermarket. Kalimat pertama yang saya dengar ketika saya masih dalam posisi ‘tersungkur’ di lantai supermarket adalah: “Are you OK?”

Pada saat itu saya tidak sadar apa yang baru saja terjadi. Seingat saya, saya sedang berjalan di barisan fresh products dengan menenteng keranjang belanjaan. Daftar belanjaan saya sore itu hanya sedikit. Pisang, wortel, roti dan selai kacang sudah saya ambil dan sekarang saya sedang menuju ke bagian sabun cuci piring.

Di kanan kiri saya banyak orang yang sedang sibuk berbelanja keperluan masing-masing. Lalu tiba-tiba… Syuut… Gubrak!! Tanpa sempat menjerit ‘Aww… Aduh!!’ saya sudah tergeletak di lantai dalam posisi miring. Selanjutnya yang saya tau, saya dikerubuti orang-orang yang sedang berbelanja.

Lalu ada tangan yang terulur yang menolong saya bangun. “I’ll call the manager!”, suara yang sama yang tadi menanyakan keadaan saya. Seorang ibu yang penuh perhatian.

Sepuluh menit saya berdiri di tempat, menunggu si Manager. Rasa pusing sudah hilang, hanya terasa nyeri di bagian paha dan bahu kiri. Keranjang belanjaan saya dirapikan dan ditaruh di dekat rak. Seorang pegawai supermarket membersihkan lantai. Rupanya beberapa waktu sebelumnya ada sebotol saus yang tumpah dan lantai tidak dibersihkan dengan tuntas sehingga masih licin dan mereka teledor, tidak memasang tanda “Wet Floor”.

Dengan tergesa-gesa Store Manager menghampiri saya dengan membawa sebotol air minum dan kertas-kertas dokumen. Rupanya si Manager sudah diberitahu tentang apa yang terjadi karena beliau langsung menanyakan keadaan saya dan meminta maaf.

Berikutnya Manager tersebut mengisi formulir ‘Incident and Injury Report’ untuk keperluan asuransi dan ‘compensation claim’. Dokumen ini diperlukan kalau di kemudian hari ternyata ada masalah yang berkaitan dengan kecelakaan tadi dan pihak customer memutuskan untuk menuntut ganti rugi.

 

Tuntutan sebesar $100 juta per tahun

Belum lama ini diberitakan bahwa kecelakaan di supermarket makin sering terjadi. Orang jatuh terpeleset karena menginjak tumpahan produk atau tersandung kardus barang-barang. Pihak supermarket disalahkan karena tidak menaruh perhatian yang tinggi terhadap keamanan pelanggannya. Menurut standard, lantai harus anti-slip dan kebersihannya harus dicek setiap 30 menit.

Beberapa kasus kecelakaan di supermarket sampai ke meja pengadilan.  Tuntutan ganti rugi dan kompensasi beragam jumlahnya, dari ratusan dolar hingga ratusan ribu dolar. Menurut data terakhir, dalam satu tahun supermarket memberikan ganti rugi sebanyak 100 juta dolar.

 

Beberapa contoh kasus kecelakaan di supermarket

Seorang ibu terpeleset karena tumpahan susu dan harus menjalani physiotherapy. Selain menderita sakit, ibu ini juga harus kehilangan nafkah. Pihak supermarket memberikan ganti rugi tanpa harus melalui jalur pengadilan.

Pada kasus lain, pihak supermarket harus memberi ganti rugi sebesar 70 ribu dolar untuk operasi lutut yang diderita seorang pelanggannya. Kasus yang lain lagi, pihak supermarket memberikan ganti rugi sebesar $580,000 kepada seorang pelanggannya yang harus operasi tulang punggung.

 

Apa yang harus dilakukan?

Seseorang yang mengalami kecelakaan di supermarket tidak berarti bisa secara langsung menuntut tanggungjawab pihak supermarket.

Orang tersebut harus bisa membuktikan bahwa kecelakaan terjadi karena keteledoran pihak supermarket. Pihak supermarket tentunya berusaha untuk memberikan peringatan jika ada tumpahan produk atau jika lantai licin dengan menaruh tanda ‘Wet Floor’.

Yang harus dilakukan adalah berbicara kepada Store Manager.

Store Manager akan meminta kartu identifikasi untuk dicatat di formulir “Incident and Injury Report”. Formulir ini resmi dengan logo supermarket dan keterangan lain. Hal-hal yang dicatat adalah nama lengkap, tanggal dan waktu kecelakaan, keluhan rasa sakit dan penyebab kecelakaan tersebut. Nama dan tanda tangan Store Manager tertera dengan jelas.

Store Manager akan memberikan fotocopy formulir ini kepada si customer.

Segeralah memeriksakan diri ke dokter. Jika kasusnya gawat, tentunya sudah dipanggilkan ambulan. Dokter lah yang akan menentukan apakah diperlukan obat, physioteraphy atau pengobatan lain. Jika memerlukan cuti dari bekerja, dokter akan memberikan surat ijin cuti.

Selanjutnya berikan surat dokter dan tanda pembayaran pengobatan ke Store Manager.

Jika tuntutan ganti rugi disetujui, kasus selesai.

Tetapi jika pihak supermarket menolak, kita berhak untuk menghubungi lawyer untuk meminta bantuan secara hukum.

Bersiaplah dengan pertanyaan yang bertubi-tubi dari si pengacara. Misalnya: Kapan terjadi, di mana (bagian mana di supermarket), dari arah mana, sedang melihat ke arah mana, sedang membawa keranjang/mendorong trolley, sepatu/sandal apa yang dipakai, berjalan perlahan atau cepat, apakah ada tanda ‘Wet Floor’, bagaimana cara jatuh Anda (terjerembab ke depan, jatuh ke belakang atau ke samping) dan seterusnya.

Pihak supermarket tentunya akan mempelajari kasus yang diajukan. Bersiaplah untuk waktu dan tenaga dan juga biaya yang harus dikeluarkan untuk urusan pengadilan.

Jadi kalau sampai mengalami kecelakaan di supermarket, cobalah untuk tetap tenang (kalau bisa, karena saya sempat gemetaran) dan kumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang kondisi lantai dan sekelilingnya.

 

Catatan:

Saat ini saya masih merasa pegal-pegal. Saya masih menunggu jawaban dari pihak supermarket, apakah permintaan ganti rugi biaya pengobatan diganti atau tidak. Jumlahnya tidak seberapa, tetapi dokter menganjurkan agar prosedur standard dilakukan.

 

18 Comments to "Gubrak…! “Matamu di mana?”"

  1. Juwii  27 May, 2012 at 15:06

    @ Bagong Julianto hooo iya yah.. mestinya pake parem kocok. Dua hari masih pegal2 loh…

  2. Bagong Julianto  27 May, 2012 at 06:55

    Juwi>>>

    Nggak minta parem kocok atau jamu pegal linu dari Store Managernya?

    Suwunnn…

  3. Handoko Widagdo  24 May, 2012 at 16:45

    Lani dan Mbak Juwi, saya kalau memijat hanya dibagian otot yang bermasalah dan tidak sakit karena titik-titik syarat saya tutup dulu. Makanya sampai sekarang saya masih tetap dicari jika ada tetangga yang keseleo.

  4. Silvia  23 May, 2012 at 16:50

    Kembali kasih Juwi

  5. Juwii  23 May, 2012 at 16:35

    Pak Hand, mauu… pijet… @JC, halahh syaratnya harus ‘tibo’ dulu, mau apa? (knock on wood, hehe) @ Silvia, terima kasih yaa… Masih biru2 tapi udah gak pegel2..

  6. Juwii  23 May, 2012 at 16:33

    @ Chadra Sasadara iya… semua ada aturan dan hukumnya, tapi ya itu, gak gampang prosesnya.

  7. Silvia  23 May, 2012 at 06:19

    Cepet pulih Juwiii

  8. Lani  23 May, 2012 at 05:43

    9 AKI BUTO : walah…….jiaaan malah pd mau ikut daftar tour ketempat rehab nya mas DJ…….ya gimana klu kamu kepala bagian registrasi pendaftaran????? aku melu lo ya……jgn lupa sisakan tempat siji buatku………kkkkkkk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.