Josh Chen – Global Citizen
Negeri ini semakin dikuasai oleh segerombolan preman berjubah. Organisasi massa yang berkedok agama mayoritas di Indonesia semakin lama semakin meresahkan masyarakat. Kepolisian Republik Indonesia yang seharusnya menjadi lembaga ‘resmi’ penegak hukum dan pelindung masyarakat malah menjadi impoten dan tiarap ketakutan menghadapi Gerombolan ini. Tidak ada satupun institusi pemerintah negeri ini yang berani menghadapi Gerombolan. Dari kepala negara sampai aparat kelurahan semuanya gemetar ketakutan.
Dalam waktu singkat, sepak terjang Gerombolan Preman Berjubah ini makin ‘bersinar’. Belum lama ini aksi penghentian acara diskusi buku pengarang Irshad Manji dan juga intimidasi mereka kepada Kepolisian Republik Indonesia dengan sukses melambungkan dan menguatkan nama Indonesia di mata dunia bahwa negeri ini dikuasai oleh Gerombolan Preman Berjubah.

Dari waktu ke waktu Gerombolan ini semakin menguasai segala sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan di tempat asal-usul agama yang dijadikan topeng oleh gerombolan ini pun sepertinya masyarakatnya tidak bertingkah laku dan bersepak terjang seperti mereka.
Gerombolan ini awalnya dibentuk pada waktu Hari Kemerdekaan RI yang ke 53, yaitu tahun 1998. Cikal bakal kelompok preman ini adalah PAMSWAKARSA karena kejadian pasca Mei 98, yang diprakarsai oleh mantan presiden Habibie, dan bisa disebut para pendirinya adalah:
- Wiranto, waktu itu Pangab
- Djaja Suparman, waktu itu Pangdam Jaya
- Nugroho Jayusman, Kapolda Metro Jaya ketika itu
- Sutanto, Dansek Tanah Abang saat itu
Tujuan awal di saat itu memang baik, dan ada memang sedikit “prestasi” Gerombolan yang lumayan, tapi seiring dengan perkembangannya, gerombolan preman berjubah ini makin brutal dan menorehkan tinta emas di republik ini. Lebih panjang daftar dosa gerombolan preman ini dibanding prestasinya. Pentolannya selalu merasa bahwa dialah segala-galanya, main gebuk, main libas, tidak tahu aturan.
Suatu kebetulankah terlihat pola tipis, untaian benang merah di satu kejadian dengan kejadian berikutnya? Apakah terendus bau busuk tajam provokasi pihak tertentu yang punya akses dan kekuatan operasi intelijen seperti ini? Bisa terlihat jelas pola yang terstruktur rapi, dan semakin menguatkan dugaan masyarakat luas bahwa Gerombolan ini memang dipelihara oleh negara.
Selentingan bahwa gerombolan ini dibiayai dari ‘dana taktis’ institusi tertentu pemerintah rasanya bukan tidak mungkin. Melihat asal-usul dan sejarahnya siapa-siapa di belakang pendiriannya, terlalu naïve kalau berpikir tidak ada ‘back-up’ dari negara. Gerombolan ini seperti yang dalam film-film spionase disebut dengan ‘black-ops’. Perpanjangan tangan pemerintah, yang dipelihara pemerintah, dengan dana taktis pemerintah, untuk mengerjakan tugas-tugas yang pemerintah tidak mungkin kerjakan sendiri dan MENYANGKAL semua keterlibatan pemerintah atas gerombolan tsb.
Makanya tidak heran jika PRESIDEN (yang manapun) dan KAPOLRI (yang manapun) CIUT NYALINYA dengan Gerombolan ini.

Daftar Sepak Terjang Gerombolan:
Tahun 1998
- 14 Oktober-18 Oktober Badan Pencara Fakta DPP-GEROMBOLAN mengadakan investigasi kasus peneroran, pembantaian, dan pembunuhan para ulama, kyai, ustad, dan beberapa guru pengajian dengan dalih dukun santet di beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara lain di Demak, Pasuruan, Jember, Purbalingga, dan Banyuwangi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum GEROMBOLAN.
- 21 Oktober
- DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan Pernyataan Sikap dan Seruan tentang hasil kerja Badan Pencari Fakta DPP-GEROMBOLAN dari tanggal 14-18 Oktober 1998
- Berbarengan dengan hal tersebut di atas DPP-GEROMBOLAN menyampaikan pernyatan sikap dan seruannya kepada Presiden Republik Indonesia tentang “Kasus Ninja”
- DPP-GEROMBOLAN mengumumkan bahwa pencantuman nama mereka sebagai penanggung jawab buku yang berjudul Bangkitnya Kembali Gerakan Marxisme, Leninisme/Komunisme di Indonesia setebal 12 halaman yang ditulis oleh Abul Ghozwah diterbitkan di Jakarta, medio Oktober 1998, adalah tidak benar.
- 28 Oktober DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan “Seruan Jihad GEROMBOLAN” terhadap “pasukan ninja” yang isinya menerangkan bahwa pelaku/dalang/penyandang dana dan atau siapa pun yang terlibat dalam aksi ninja dalam penteroran terhadap ulama adalah halal untuk ditumpahkan darahnya.
- 7 November DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan pernyataan sikap yang mendukung sepenuhnya pelaksanaan Sidang Istimewa MPR 1998.
- 12 November DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Tuntutan Pertanggungjawaban Orde Baru.
- 13 November Menyampaikan aspirasi ke Sidang Istimewa MPR 1998 tentang tuntutan rakyat yang menghendaki :
- Pencabutan Pancasila sebagai asas tunggal
- Pencabutan P4
- Pencabutan Lima Paket Undang-undang Politik
- Pencabutan Dwifungsi ABRI dari Badan Legislatif atau Eksekutif
- Penghargaan hak asasi manusia
- Pertanggungjawaban mantan Presiden Republik Indonesia Soeharto
- Permohonan Maaf Golkar sebagai Penanggung Jawab Orde Baru
14 November
- DPP-GEROMBOLAN menyampaikan sikap solidaritas kepada angkatan mahasiswa reformis Indonesia sebagai front terdepan dalam perjuangan Rakyat Indonesia
- DPP-GEROMBOLAN mengumumkan bahwa ormas ini telah mendaftarkan diri ke Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia
22 November Insiden Ketapang meletus
26 November DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan kronologi Insiden Ketapang, tentang diserangnya perkampungan muslim oleh sejumlah preman Ambon non-Muslim yang menghancurkan sebagian bangunan Mesjid Khairul Biqa’. Hal ini disampaikan langsung dalam tatap muka dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta
1 Desember DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan Pernyataan Sikap tentang Insiden Kupang, Nusa Tenggara Timur yang intinya “mengecam, mengutuk dan melaknat tindakan sekelompok orang Kristen Radikal yang telah merusak / membakar sejumlah mesjid dan membantai / membunuh / menganiaya sejumlah umat muslim.
16 Desember GEROMBOLAN beserta ormas-ormas lainnya di tugu Monumen Nasional berunjuk rasa dan mengeluarkan pernyataan sikap tentang penutupan tempat-tempat maksiat menghadapi bulan suci Ramadan 1419 H/1998 M.
Tahun 1999
- 5 Januari DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan surat dukungan perjuangan kepada santri dan warga kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Jati Negara, Jakarta Timur, dalam memperjuangkan Amar ma’ruf nahi munkar dengan usaha menutup tempat-tempat maksiat di lingkungan sekitarnya yang menjadi sarang minuman keras, perjudian, pelacuran dan premanisme yang telah mengganggu kamtibnas serta merusak nilai-nilai agama dan sosial kemasyarakatan.
- 21 Januari DPP-GEROMBOLAN berkunjung ke Mabes TNI di Cilangkap untuk menekan TNI agar menuntaskan kasus Ambon.
- 29 Maret DPP-GEROMBOLAN mengutus delegasi untuk menyampaikan surat kepada Jenderal Polisi Roesmanhadi perihal Permohonan Pemeriksaan mantan Menhankam/Pangab RI Jend. (Purn.) L.B. Moerdani dan kroni-kroninya tentang keterlibatannya dalam beberapa kerusuhan sebagaimana diberitakan oleh sebuah majalah Far Eastern Economic Review (FEER) yang terbit di Hongkong.
- 11 April Mobil Ketua Umum GEROMBOLAN ditembaki oleh orang yang tak dikenal
- 17 April beberapa ormas mengeluarkan pernyataan sikap bersama yang berisi mengutuk pelaku pemboman Mesjid Istiqlal, dan menuntut kepada pihak kepolisian agar mengusut secara tuntas pelaku pemboman tersebut.
- 24 Mei DPP-GEROMBOLAN dengan laskar-nya berhasil menangkap oknum mahasiswa Universitas Tarumanegara yang bernama Pilipus Cimeuw yang telah menurunkan spanduk yang dipasang di jembatan penyeberangan di depan kampusnya karena tersinggung dengan isi tulisan spanduk yang berbunyi Awas waspada! Zionisme & Komunisme Masuk di Segala Sektor Kehidupan. Dua rekannya, Mario dan Iqbal melarikan diri
- 30 Mei
- DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan Sikap Politik “netral terarah” dalam menghadapi Pemilu 7 Juni
- DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan fatwa tentang “keharaman” memilih partai yang menetapkan calon legislatif non-muslim dalam Pemilu 1999 melebihi 15%.
- Awal Juni Tim pengkaji masalah Aceh DPP-GEROMBOLAN membuat konsep penyelesaian masalah Aceh, mulai dari pemberdayaan ekonomi sampai dengan pemberlakukan Syari’at Islam.
- 2 Juni DPP-GEROMBOLAN berunjuk rasa di depan Mapolda Metro Jaya mengeluarkan pernyataan sikap agar media-media pornografi, perjudian, pelecehan dan penindasan terhadap Islam dan ummat Islam dihapus.
- 6 Juni Malam hari sebelum Pemilu 1999, menyelamatkan 18 orang ustadz yang terbagi di beberapa wilayah ibu kota dan sekitarnya, karena telah dianiaya oleh sejumlah kader PDI Perjuangan yang telah tersinggung oleh seruan dan fatwa beberapa ormas Islam
- 24 Juni DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan sikap tentang “Penolakan Calon Presiden Wanita”
- 28 Juni DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan “pelurusan berita” tentang GEROMBOLAN Menjenguk Soeharto yang dimuat di beberapa media massa ibu kota adalah Fitnah
- 14 Juli Konsep GEROMBOLAN tentang masalah Aceh dibahas oleh sejumlah petinggi TNI di Cilangkap, dan mendapat respon yang positif, kemudian diserahkan kepada pemerintah pusat yang juga mendapat respon yang baik
- 22 Agustus DPP-GEROMBOLAN, LPI dan simpatisan mengadakan Pawai Akbar keliling Ibu Kota Jakarta dengan nama “Pawai Anti Maksiat” yang bertema “Meraih Taat, Mencampak maksiat dalam rangka menuju Indonesia Baru yang Religius”.
- 27 Agustus DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan surat pemberitahuan yang dimuat di beberapa media ibukota tentang “Penjelasan Pawai Akbar GEROMBOLAN”, sehubungan dengan terjadinya ketegangan antara beberapa ormas
- 25 September DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan surat pernyataan menolak Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (UU-PKB)
Tahun 2000
- 24 Juni DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Tuntutan Pembubaran Komnas HAM dan laskarnya menyerbu Gedung Komnas HAM karena kecewa atas kinerjanya yang diskriminatif terhadap persoalan ummat Islam
- 23 Juli penasihat GEROMBOLAN ditembak hingga terbunuh di Jakarta
- 24 Juli deklarator GEROMBOLAN, diberondong tembakan hingga tewas di Serang
- 10 Agustus DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Maklumat Pengembalian Piagam Jakarta
- 15 Agustus mengeluarkan Pernyataan Sikap tentang penolakan Calon Presiden Wanita
- 1 Oktober
- DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan Surat Seruan Moral Media. Seruan tersebut dikirimkan ke semua instansi terkait, termasuk seluruh media cetak maupun elektronik.
- DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan Surat Pernyataan tentang pembebasan Al-Aqsha
- 9 Oktober mengeluarkan Surat Pernyataan tentang Seruan Tolak Israel.
- 11 Desember Tim monitoring GEROMBOLAN dikejar dan ditembaki oleh aparat kepolisian Polres Jakarta Barat, sepanjang 4 km, dari jembatan layang Grogol hingga Petamburan.
- 13 Desember Rumah kediaman Ketua Majelis Syura GEROMBOLAN Jawa Barat, dijarah dan dibakar gerombolan preman.
- 14 Desember Perang Cikijing, yaitu ribuan anggotanya mendatangi pusat pelacuran Cikijing di perbatasan Subang-Karawang untuk menuntut balas kebiadaban para preman terhadap ketua majelis syura
- 24 Desember Presiden RI ke-4, Gus Dur lewat Dialog di SCTV, mengultimatum pembubaran GEROMBOLAN.
Tahun 2001
- 27 Agustus Ratusan massa GEROMBOLAN berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. Mereka menuntut MPR/DPR untuk mengembalikan Pancasila sesuai dengan Piagam Jakarta.
- 9 Oktober GEROMBOLAN membuat keributan dalam aksi demonstrasi di depan Kedutaan Amerika Serikat dengan merobohkan barikade kawat berduri dan aparat keamanan menembakkan gas air mata serta meriam air.
- 15 Oktober Polda Metro Jaya menurunkan sekitar seribu petugas dari empat batalyon di kepolisian mengepung kantor mereka
- 7 November Bentrokan terjadi antara laskar-laskar mereka dengan mahasiswa pendukung terdakwa Mixilmina Munir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Dua orang mahasiswa terluka akibat dikeroyok puluhan laskar.
Tahun 2002
- 7 Januari DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan fatwa haram bagi Pemerintah untuk memungut pajak dari rakyat kecil, menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif Dasar Listrik (TDL), dan Pulsa Telepon, serta menyusutkan dana pelayanan masyarakat lainnya selama korupsi tidak diberantas.
- 28 Januari GEROMBOLAN Maluku menggugat Kapolri Rp 10 Miliar, karena dianggap melakukan diskriminasi terhadap kasus Ambon.
- 26 Februari GEROMBOLAN dan ormas lainnya menyampaikan protes keras terhadap Kedutaan Besar Singapura tentang
- Pelarangan jilbab di Singapura
- Pernyataan provokatif Lee Kuan Yew.
- 15 Maret
- Panglima laskar gerombolan ini menegaskan bahwa aksi sweeping terhadap tempat-tempat hiburan yang terbukti melakukan kemaksiatan merupakan hak masyarakat.
- Satu truk massa GEROMBOLAN mendatangi diskotek di Plaza Hayam Wuruk.
- Sekitar 300 masa GEROMBOLAN merusak sebuah tempat hiburan, Mekar Jaya Billiard, di Jl. Prof Dr. Satrio No.241, Karet, Jakarta.
- 21 Maret DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan Surat Pernyataan Protes Keras terhadap Filipina yang telah melakukan rekayasa intelijen dalam penangkapan para aktivis dakwah Islam.
- 22 Maret DPP-GEROMBOLAN mengeluarkan Surat Pernyataan tentang seruan penghentian dan pelarangan perjalanan ke Israel dengan dalih wisata ziarah ke Al-Aqsa atau alasan apapun yang tidak berkaitan dengan upaya pembebasan Al-Aqsa
- 24 Maret Sekitar 50 anggota GEROMBOLAN mendatangi diskotek New Star di Jl. Raya Ciputat. GEROMBOLAN menuntut agar diskotek menutup aktivitasnya.
- 25 Maret DPP-GEROMBOLAN menyatakan penolakan kedatangan Shimon Peres, Menlu Israel ke Indonesia. Surat pernyataan ini diikuti oleh Patroli Anti Israel yang digelar Laskarnya di berbagai daerah, khususnya bandara-bandara internasional dan tempat-tempat wisata di Indonesia.
- 8 April GEROMBOLAN bersama puluhan ormas sejenis lainnya mendeklarasikan pembentukan Komite Pembebasan Al-Aqsha (KPA) di Kantor Pusat DPP-GEROMBOLAN yang kemudian dijadikan sebagai Sekretariat Bersama KPA. Saat itu juga dibuka pendaftaran jihad ke Palestina. Di hari pertama tidak kurang dari 10.000 mujahid telah mendaftarkan diri. KPA dibentuk dengan tujuan jangka panjang memerdekakan Al-Aqsha dari penjajahan zionis Yahudi Israel. Karenanya, pendaftaran tersebut akan tetap dibuka sehingga tujuan utama KPA terealisasi.
- 17 Mei Ketua GEROMBOLAN Sumatera Utara, ditikam sekelompok pemuda.
- 20 Mei Ketua Umum GEROMBOLAN diundang ke Departemen Kehakiman dan HAM, untuk mengomentari Draft III Rancangan Undang-Undang Terorisme.
- 24 Mei Puluhan massa dari gerombolan ini menggrebek sebuah gudang minuman di Jalan Petamburan VI, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
- 26 Juni Usai berunjuk rasa menolak Sutiyoso di Gedung DPRD DKI , massa GEROMBOLAN merusak sejumlah kafe di Jalan Jaksa yang tak jauh letaknya dari tempat berunjuk rasa. Dengan tongkat bambu, sebagian dari mereka merusak diantaranya Pappa Kafe, Allis Kafe, Kafe Betawi dan Margot Kafe. Tempo Interaktif
- 5 Agustus Perayaan ulang tahun ke-4 GEROMBOLAN dengan tema Pawai Hukum Islam.
- 4 Oktober “Pencidukan” dua aktivis GEROMBOLAN dan seorang istri Komandan Laskar GEROMBOLAN oleh aparat Polres Metro Jakarta Pusat. [14] [15]
- 5 Oktober
- Penangkapan 8 aktivis GEROMBOLAN oleh Polres Metro Jakarta Pusat
- Dialog Ketua Umum GEROMBOLAN di Liputan 6 SCTV dengan dua perwira Polda Metro Jaya tentang penculikan dan penangkapan aktivis GEROMBOLAN
- 8 Oktober Dialog Ketua Umum GEROMBOLAN di Kupas Tuntas, Trans TV tentang Aksi GEROMBOLAN tanggal 3 Oktober
- 14 Oktober Sekitar 300 orang pekerja beberapa tempat hiburan di Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI. Mereka menuntut pembubaran (GEROMBOLAN) yang mereka anggap telah melakukan aksi main hakim sendiri terhadap tempat hiburan. Tempo Interaktif
- 16 Oktober Pemeriksaan dengan penjagaan ketat terhadap Ketua Umum GEROMBOLAN di rumah tahanan Polda Metro Jaya dengan tuduhan penghinaan terhadap kepolisian lewat Dialog di SCTV dan Trans-TV.
- 6 November Lewat rapat singkat yang dihadiri oleh sesepuh GEROMBOLAN, maka Dewan Pimpinan Pusat GEROMBOLAN, mengeluarkan maklumat pembekuan laskarnya di seluruh Indonesia untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.
- 26 Desember
- GEROMBOLAN menyatakan menemukan sepuluh penyusup di organisasinya.
- Laskar GEROMBOLAN akan diaktifkan kembali.
Tahun 2003
- 20 Januari (GEROMBOLAN) bersama Forum Ulama Se-Jawa dan Sumatra menuntut pemerintahan Megawati Soekarnoputri diganti jika dalam waktu satu bulan tidak bisa menyelesaikan masalah kenaikan harga BBM, tarif dasar listrik, dan telepon, serta masalah bangsa lainnya. (Tempo Interaktif)
- 14 Maret Laskar GEROMBOLAN siap bantu Wartawan yang diintimidasi “Orang-Orang” Tommy Winata. (Tempo Interaktif)
- 23 Maret GEROMBOLAN dan ormas Islam lainnya melakukan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk menentang serangan terhadap Irak. (Tempo Interaktif)
- 8 April Ketua Umum GEROMBOLAN dengan Tim Kemanusiaan Hilal Merah Indonesia berangkat ke Yordania, untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan ke Irak.
- 20 April Ketua Umum (GEROMBOLAN) ditahan di Markas Polda Metro Jaya Jakarta (1) setelah dijemput paksa dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng (2).
- 21 April
- Ketuanya dilarikan Pendukungnya Secara Paksa. (Tempo Interaktif)
- Menjelang Maghrib, Sang Ketua menyerahkan diri ke Rumah Tahanan Salemba.
- 8 Mei Sang Ketua mulai diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
- 22 Mei Koordinator lapangan laskar (GEROMBOLAN) bersama sepuluh anggota laskar GEROMBOLAN menganiaya seorang pria di jalan tol, dan mereka ditangkap 23 Mei. (Tempo Interaktif)
- 1 Juli Sang Ketua menyesal dan berjanji akan menindak anggota GEROMBOLAN yang melanggar hukum negara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (Tempo Interaktif)
- 10 Juli
- Dalam unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Jakarta, GEROMBOLAN menolak pembebasan David A Miauw. (Tempo Interaktif)
- GEROMBOLAN mendukung Majalah Tempo dalam melawan Premanisme. (Tempo Interaktif)
- 11 Agustus Majelis hakim memvonis Sang Ketua dengan hukuman tujuh bulan penjara. (Tempo Interaktif)
- 19 September DPP-GEROMBOLAN bersama Laskar GEROMBOLAN, Ormas dan istri aktivis yang diculik mengadakan aksi di Mabes Polri dengan tema Stop Penculikan.
- 13 Oktober DPP-GEROMBOLAN menyampaikan surat ke DPRD DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta tentang Pelarangan buka bagi Tempat Hiburan selama bulan Ramadhan 1424 H dan seminggu pertama Syawal.
- 19 November Ketua GEROMBOLAN bebas. (Tempo Interaktif)
- 18 Desember menurut Sekretaris Jenderal GEROMBOLAN, usai bertemu Wakil Presiden Hamzah Haz di Istana Wakil Presiden, Jakarta, (GEROMBOLAN) berjanji akan mengubah paradigma perjuangannya, tidak lagi menekankan pada metode perjuangan melalui gerakan massa dan kelaskaran. Perjuangan lebih ditekankan lewat pembangunan ekonomi, pengembangan pendidikan dan pemberantasan maksiat melalui jalur hukum. (Tempo Interaktif)
- 19 Desember Musyawarah Nasional I berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. Said Agil Al-Munawar.
Tahun 2004
- 21 Februari Pelantikan Pengurus Dewan Pengurus Pusat – GEROMBOLAN di Gedung Joeang, Jakarta (Tempo Interaktif)
- 22 Agustus DPP-GEROMBOLAN menyatakan sikap untuk Golput terhadap Pemilu Presiden putaran ke-2. (Tempo Interaktif)
- 3 Oktober GEROMBOLAN menyerbu pekarangan Sekolah Sang Timur sambil mengacung-acungkan senjata dan memerintahkan para suster agar menutup gereja dan sekolah Sang Timur. (GEROMBOLAN) menuduh orang-orang Katolik menyebarkan agama Katolik karena mereka mempergunakan ruang olahraga sekolah sebagai gereja sementara, yang sudah digunakan selama sepuluh tahun.
- 11 Oktober GEROMBOLAN Depok Ancam Razia Tempat Hiburan. (Tempo Interaktif)
- 22 Oktober GEROMBOLAN melakukan pengrusakan kafe dan keributan dengan warga di Kemang
- 24 Oktober melalui Ketua Badan Investigasi GEROMBOLAN meminta maaf kepada Kapolda Metro Jaya bila aksi sweeping yang dilakukannya beberapa waktu lalu dianggap melecehkan aparat hukum. (Tempo Interaktif)
- 25 Oktober Ketua MPR yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nurwahid dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam cara-cara kekerasan yang dilakukan (GEROMBOLAN) dalam menindak tempat hiburan yang buka selama Bulan Ramadhan (Tempo Interaktif)
- 28 Oktober
- Meski menuai protes dari berbagai kalangan, (GEROMBOLAN) tetap meneruskan aksi sweeping di bulan Ramadhan. (Tempo Interaktif)
- Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafi’i Ma’arif meminta aksi-aksi sepihak yang dilakukan (GEROMBOLAN) terhadap kafe-kafe di Jakarta dihentikan. Dia menilai, apa yang dilakukan GEROMBOLAN merupakan wewenang pemerintah daerah dan kepolisian. (Tempo Interaktif)
- 23 Desember Sekitar 150 orang anggota terlibat bentrok dengan petugas satuan pengaman JICT (Jakarta International Container Terminal). (Tempo Interaktif)
- 26 Desember Terjadi Bencana Tsunami di Nangroe Aceh Darussalam, GEROMBOLAN segera mengirimkan sukarelawan. Dimana di Aceh ini GEROMBOLAN mendapat nama harum sebagai sukarelawan yang paling bertahan dan bersedia ditugaskan di daerah-daerah yang paling parah, termasuk menjaga kesucian Mesjid Raya Baiturrahman, Aceh. (Tempo Interaktif)
Tahun 2005
- 5 Januari Relawan GEROMBOLAN menemukan Jenazah Kabahumas Polda NAD Kombes Sayed Husain yang meninggal karena bencana Tsunami, Aceh. (Tempo)
- 27 Juni GEROMBOLAN menyerang Kontes Miss Waria di Gedung Sarinah Jakarta
- 5 Agustus GEROMBOLAN mengancam akan menyerang Jaringan Islam Liberal (JIL) di Utan Kayu
- 2 Agustus Dewan Pimpinan Wilayah (GEROMBOLAN) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meminta pengelola Taman Kanak-kanak Tunas Pertiwi, di Jalan Raya Bungursari, menghentikan kebaktian sekaligus membongkar bangunannya. Jika tidak, GEROMBOLAN mengancam akan menghentikan dan membongkar paksa bangunan.
- 23 Agustus Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Abdurrahman Wahid meminta pimpinan tertinggi (GEROMBOLAN) menghentikan aksi penutupan paksa rumah-rumah peribadatan (gereja) milik jemaat beberapa gereja di Bandung. Pernyataan itu disampaikan Wahid untuk menyikapi penutupan paksa 23 gereja di Bandung, Cimahi, dan Garut yang berlangsung sejak akhir 2002 sampai kasus terakhir penutupan Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot, Bandung pada 22 Agustus 2005 lalu.
- 5 September, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh GEROMBOLAN
- 22 September GEROMBOLAN memaksa agar pameran foto bertajuk Urban/Culture di Museum Bank Indonesia, Jakarta agar ditutup
- 16 Oktober GEROMBOLAN mengusir Jamaat yang akan melakukan kebaktian di Jatimulya Bekasi Timur
- 23 Oktober GEROMBOLAN kembali menghalangi jamaat yang akan melaksanakan kebaktian dan terjadi dorong mendorong, aparat keamanan hanya menyaksikan saja.
- 18 Oktober Anggota (GEROMBOLAN) membawa senjata tajam saat berdemo di Polres Metro Jakarta Barat.
- 19 September GEROMBOLAN diduga di balik penyerbuan Pemukiman Jamaah Ahmadiyah di Kampung Neglasari, Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.
Tahun 2006
- 19 Februari Ratusan massa berunjuk rasa ke kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat
- 14 Maret GEROMBOLAN membuat ricuh di Pendopo Kabupaten Sukoharjo
- 12 April GEROMBOLAN menyerang dan merusak Kantor Majalah Playboy
- 20 Mei, anggota GEROMBOLAN menggerebek 11 lokasi yang dinilai sebagai tempat maksiat di Kampung Kresek, Jalan Masjid At-Taqwa Rt 2/6, Jati Sampurna, Pondok Gede
- 21 Mei Dalam aksi mendukung RUU APP, GEROMBOLAN dan ormas lainnya menyegel kantor Fahmina Institute di Cirebon
- 23 Mei GEROMBOLAN dan beberapa ormas meminta klarifikasi KH Abdurrahman Wahid dalama forum Dialog Lintas Etnis dan Agama di Purwakarta Jawa Barat, atas pernyataannya yang menghina al-Qur’an sehingga acara berakhir sebelum waktunya. Namun mendadak sejumlah media massa mengabarkan Gus Dur diusir dari forum sehingga memicu kemarahan pendukungnya.
- 25 Mei GEROMBOLAN melakukan perusakan terhadap sejumlah tempat hiburan dan warung minuman di Kampung Kresek, Jatisampurna, Bekasi. (GEROMBOLAN) cabang Bekasi, mengepung kantor Polres Metro Bekasi.
Tahun 2007
- 25 Januari Ratusan orang anggota GEROMBOLAN, yang dipimpin oleh Sang Ketua, mendatangi markas Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk meminta dilakukannya investigasi terhadap serangan yang dilakukan Polri di kawasan Tanahruntuh, Poso, Sulawesi Tengah beberapa hari sebelumnya. Kawasan ini telah lama ditengarai sebagai pusat gerakan teror JI yang dilakukan di Kabupaten Poso.
- 29 Maret Massa GEROMBOLAN yang jumlahnya ratusan orang tiba-tiba menyerang massa Papernas yang rata-rata kaum perempuan di kawasan Dukuh Atas, pukul 11.20 WIB. GEROMBOLAN menuduh bahwa Papernas adalah partai politik yang menganut paham Komunisme.
- 29 April Massa GEROMBOLAN mendatangi acara pelantikan pengurus Papernas Sukoharjo karena tidak suka dengan partai tersebut yang dituduh beraliran komunis.
- 1 Mei Aksi peringatan Hari Buruh Internasional May Day 2007, diwarnai ketegangan antar gabungan massa aksi (GEROMBOLAN) dan Front anti Komunis Indonesia (FAKI) dengan massa Aliansi Rakyat Pekerja Yogyakarta (ARPY). Ketegangan yang terjadi di depan Museum Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta tersebut karena GEROMBOLAN dan FAKI menuduh gerakan ARPY terkait dengan Partai Persatuan Nasional (Papernas) yang menurut mereka beraliran komunis. Kericuhan hampir memuncak saat seorang massa FAKI menaiki mobil koordinator aksi, dan dengan serta merta menarik baju koordinator ARPY yang saat itu sedang berorasi.
- 9 Mei Puluhan anggota GEROMBOLAN mendatangi diskotek “Jogja Jogja” dan mengusir orang-orang yang bermaksud mengunjungi tempat hiburan ini. Alasannya, diskotek ini menggelar striptease secara rutin.
- 12 September GEROMBOLAN merusak rumah tempat berkumpul aliran Wahidiyah, karena menganggap mereka sesat.
- 24 September Di Ciamis, GEROMBOLAN merusak warung yang buka pada bulan puasa serta memukuli penjual dan pembelinya. Alasannya mereka menjual barang-barang haram (seperti minuman keras) di bulan Ramadan.
- 28 September GEROMBOLAN Jakarta bentrok dengan polisi yang membubarkan konvoi mereka, sementara di Jawa Tengah GEROMBOLAN menegur seorang warga dengan alasan tidak cukup jelas.
- 29 September GEROMBOLAN merazia beberapa warung makan di Tasikmalaya.Setiap warung yang kepergok menyiapkan makanan siap saji langsung ditutup. Pemilik warung juga diberikan selebaran berisi imbauan menghormati bulan suci Ramadan. Aksi ini dikawal polisi.
Tahun 2008
- 1 Juni Massa GEROMBOLAN menyerang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak di sekitar Monas. Massa AKK-BB waktu itu sedang berdemo memprotes SKB Ahmadiyah. Tak hanya memukul orang, massa GEROMBOLAN juga merusak mobil-mobil yang terparkir di sekitar lokasi tersebut.
- 8 September Ketua GEROMBOLAN protes setelah buku, majalah, cd dan dvd porno ditemukan di rumahnya.
- 24 September GEROMBOLAN merazia dan merusak sejumlah warung nasi dan pedagang bakso di wilayah Pasar Wetan, Tasikmalaya, karena berjualan makanan pada bulan Ramadan. Aksi ini kemudian dibubarkan polisi.
Tahun 2010
- 30 April Puluhan orang yang tergabung dalam (GEROMBOLAN) dan laskarnya mendatangi Hotel Bumi Wiyata di Jalan Margonda Raya, Beji, Depok, Jawa Barat. Sekalipun polisi mencoba menghadang, massa ini tetap menerobos ke hotel, untuk membubarkan Seminar Waria yang sedang berlangsung. Sejumlah gelas dan piring hancur menjadi sasaran amuk massa. Zaenal Abidin, salah seorang pembicara yang juga perwakilan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, menjadi sasaran kemarahan massa saat mencoba menjelaskan materi acara. Salah seorang anggota GEROMBOLAN pun memukulnya. Seusai beraksi, massa pun membubarkan diri, sambil memberikan ancaman akan kembali jika acara tetap dilangsungkan.
- 25 Mei GEROMBOLAN mengupayakan untuk membongkar patung tiga mojang di Bekasi secara paksa.
- 28 Mei Saat perayaan Waisak dan salat Jumat seacara bersama GEROMBOLAN melakukan bongkar patung naga di kota Singkawang secara paksa.
- 24 Juni GEROMBOLAN membubarkan secara paksa pertemuan komisi IX DPR di Banyuwangi.
- 17 Juli Enam dari sembilan pelaku bom molotov ditangkap polisi di Singkawang pada hari raya Waisak tanggal 28 Mei, mereka diduga merupakan anggota GEROMBOLAN, satu di antaranya merupakan anak dari ketua GEROMBOLAN cabang Singkawang.
- 8 Agustus Ratusan massa (GEROMBOLAN) menyerang jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Indah Timur pukul 9 pagi di Kampung Ciketing Asem, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.
- 9 Agustus Ketua GEROMBOLAN cabang Solo dan Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba’asyir ditangkap polisi atas terorisme.
- 30 Agustus Kepala Polisi Republik Indonesia mengumumkan GEROMBOLAN dan 2 ormas lainnya layak dibubarkan karena tergolong ormas yang bersifat anarkis.
- 15 September Ketua GEROMBOLAN cabang Bekasi Murhali Barda ditangkap atas tuduhan penghasutan dalam kasus penganiayaan terhadap anggota Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).
Tahun 2011
- 10 Februari Juru bicara GEROMBOLAN mengeluarkan ancaman akan menggulingkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono jika berani membubarkan organisasi masyarakat seperti GEROMBOLAN. Ancaman itu dikeluarkan dalam menanggapi pernyataan Presiden di Kupang, dalam acara peringatan Hari Pers Nasional yang mengatakan “ormas yang terbukti melanggar hukum melakukan kekerasan, dan meresahkan masyarakat, jika perlu harus dibubarkan.” Pernyataan itu dilontarkan tidak lama setelah tragedi penyerangan jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Banten.
- 18 Februari Unjuk rasa GEROMBOLAN cabang Sumatra Utara di Medan menimbulkan kericuhan. Awalnya aksi berlangsung damai, namun setelah berdialog dengan Sekretaris Daerah Medan, Syaiful Bahri Lubis massa GEROMBOLAN menjadi marah. Mereka tersinggung dengan ucapan Syaiful yang meminta GEROMBOLAN lebih mengedepankan akhlak sebelum menuntut pembubaran Ahmadiyah. Mereka balik memaki-maki Syaiful. Bahkan Sekretaris GEROMBOLAN Sumut, mengancam melaporkan ucapan Syaiful ke Wali Kota dan DPRD Medan.
- 18 Februari Seribuan massa melakukan demonstrasi anti Ahmadiyah di Bundaran Hotel Indonesia. Mereka mengecam dan menuntut pembubaran Ahmadiyah, dan mengancam melakukan revolusi meniru gerakan massa di Tunisia dan Mesir jika pemerintah tidak membubarkan Ahmadiyah.
- 4 Maret Massa GEROMBOLAN membuat onar dan membakar markas Ahmadiyah di Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu.
- 4 Maret Massa GEROMBOLAN membakar warung makan yang pemiliknya anggota Jemaah Ahmadiyah di Kota Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
- 19 Juli Massa GEROMBOLAN dipmpin oleh ketua GEROMBOLAN cabang Solo Choirul melakukan provokasi kepada dean guru dan murid SMP Al-Irsyad untuk tidak menghormati bendera merah putih.
- 26 Juli Massa GEROMBOLAN merusak sebuah gedung yang diduga tempat pertemuan waria di Purwokerto, Jawa Tengah.
- 28 Juli Ketua GEROMBOLAN dijatuhi hukuman masing-masing yaitu 6 bulan dalam kasus Cikeusik.
- 8 Agustus Massa GEROMBOLAN merusak warung makan milik Rudi dan Hajjah Adriani.
- 12 Agustus Massa GEROMBOLAN merusak warung makan milik Restoran Topaz Makassar.
- 13 Agustus Massa GEROMBOLAN membuat onar dan membakar markas Ahmadiyah di Makasar.
- 14 Agustus Massa GEROMBOLAN merusak warung makan milik seorang ibu di Ciamis.
- 14 Agustus Polisi menetapkan ketua GEROMBOLAN Makasar sebagai tersangka atas tuduhan pembakaran markas Ahmadiyah di Makasar.
- 18 Agustus Massa GEROMBOLAN melakukan sweeping Pasar 17 Agustus di Pamekasan.
- 20 Agustus Massa GEROMBOLAN melakukan sweeping warung di Puncak.
- 27 Agustus Massa GEROMBOLAN merusak mobil milik penjual miras di Senayan, Jakarta.
- 28 Agustus Massa GEROMBOLAN menggeruduk perusahaan SCTV tentang film ? di Kebayoran Lama, Jakarta.
- 28 Agustus Massa GEROMBOLAN memukul pemabuk di Menteng, Jakarta.
- 23 September Massa GEROMBOLAN mengancam serang pernikahan berlangsung di Gereja Pantekosta Jatinangor.
- 31 Desember Massa GEROMBOLAN akan sweeping kafe dan toko kecil.
Tahun 2012
- 12 Januari Massa GEROMBOLAN merusak dan ricuh di Gedung Kemendagri.
- 10 Februari Polisi tetapkan lima tersangka termasuk Ketua GEROMBOLAN cabang Banten terkait kasus insiden Ahmadiyah di Cikeusik.
- 11 Februari Massa dari suku dayak menolak keras kedatangan rombongan GEROMBOLAN untuk menghadiri pelantikanannya di Kalimantan Tengah.
- Dan masih banyak lagi yang berlangsung, termasuk urusan Irshad Manji dan Lady Gaga.
(SUMBER: Indeks News Liputan6.com, Detik, Kompas, Metro, Tempo & VivaNews)
Indonesia sudah menjadi Negeri Preman Berjubah…

Posted by
J C
Tuesday, 22 May 2012 on 09:20.
Categories: Nusantara.
Follow the comments to this article via the RSS 2.0.
May 22nd, 2012 at 15:16
Jc, mereka bukan GEROMBOLAN tapi radikal Muslim….. oleh karena itu untuk muslim moderat kesulitan untuk mengkritik mereka karena bisa di tuduh bukan muslim asli….
May 22nd, 2012 at 15:14
Radikal muslim bukan hanya di Indonesia tapi juga di belgia atau Belanda dengan nama Sharia4belgium atau sharia4holland… mereka tidak meragukan memakai fisik atau kekerasan…… dalam jangka pendek mereka akan diadakan ’Global Shariah Conference’. polisi tidak tahu dimana…..
Jc, jempol…..
May 22nd, 2012 at 13:54
AKI BUTO : hadoooh……..walah dalah…….catatan kronologisnya TOP! lengkap kap……….dowoooooo……moler2…..negeri ini semakin memedenikan, out of control………chaos……jangan2 mereka ini gerombolan TALIBAN made in Indonesia????? mau dibawa kemanakah Indonesia???? ini mah bukan negara lagi, krn no Laws
May 22nd, 2012 at 13:52
11 DA : lah dasar wong kenthir…..malah menyarankan JL dan aki buto utk mendaftarkan diri……….apakah kamu mau jd asistennya???? jiaaaaaannnnnnnn……
May 22nd, 2012 at 13:41
Dimas Josh Chen….
Kami yang di luarpun masih sering mendengar, baik dari TV maupun koran.
Sangat disayangkan, negara kita yang sangat subur dan tadinya penuh damai.
Sekarang bagaikan neraka dunia, banyak setan berwujut manusia yang bergentayangan dimana-mana.
Semua sudah ada terulis di dalam kitab, bahwa mereka akan menjadi besar dan berkuasa.
Dan siapa yang bertahan sampai akhir, mereka menang dan akan dikaruniai mahkota kehidupan.
Salam Sejahtera dari Mainz dan cium sayanag untuk cucu-cucu Dj. dirumah ya….
May 22nd, 2012 at 12:44
Dab, kiro kiro gerombolan itu apakah akan menurunkan secara paksa film SOEGIJA nda ya? Mergo mereka itu spt nya untouchable…..
May 22nd, 2012 at 11:20
Rajinnyaaaaa cari sumber. Btw, masih takut digerebek ya itu nama gerombolannya gak disebut terang2an, juga nama di kaos diburamkan. Hehehe….
May 22nd, 2012 at 10:58
Kronologis yang komplit dan menggelitik sekaligus memunculkan kekaguman akan kebesaran Gerombolan ini betapa, kuat dan berkuasanya mereka atas hak asasi orang lain. Terlebih-lebih (seperti catatan di atas) disebutkan antara lain: mengancam menurunkan presiden yang sah, merusak gedung Kemendagri yang merupakan fasilitas negara, mengusulkan mengganti Pancasila (WTF) dan himbauan untuk tidak menghormati Merah Putih. Sungguh mengagumkan. Hebat.
May 22nd, 2012 at 10:38
negara ini sudah dijajah oleh GEROMBOLAN. makanya aparat keamanannya juga sudah lemah, nggak punya gigi lagi.
May 22nd, 2012 at 10:28
JL sama JC daftar jadi anggota sana..!