Reha (4 – selesai)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRAER YANG DIKASIHI TUHAN……

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. tentang Rehab di Jerman yang ke 4 (selesai). Puji TUHAN….!!! Dj. sudah pulang ke rumah, walau belum sehat benar, tapi sudah lumayan baikan. Jelas penyakit tua, soal tulang tidak mungkin akan kembali sehat dalam 4 minggu saja. Tapi tujuan untuk menguatkan otot-otot di bagian tulang belakang, sudah termasuk berhasil dengan therapy yang Dj. jalani di Reha.

Dan sekarang menunggu hasil dari rehab untuk dokter Dj. dan dari rehab sendiri menganjurkan agar Dj. melanjutkan therapy di Mainz. Nah ya, agar tidak menjadi panjang, maka Dj. akan singkat sebisa mungkin. Setelah Dj. ceritakan di bagian 1, 2 dan 3, anda setidaknya sudah sedikit tau, dimana Dj. selama ini. Dan bagaimana keadaan klinik di Bad-Säckingen yang mana dekat perbatasan dengan negara Swiss.

Mengapa Dj. perlihatkan peta dari Google di atas…??? Dengan maksud agar anda sedikitnya bisa melihat letak kampoeng Bad-Säckingen dimana dekat kota Basel, Luzern, Zurich dan juga Bern (ibu kota) negara Swiss. Dimana kami yang di klinik juga mendapatkakn kesempatan untuk berlibur ke sana saat hari Minggu, dimana tidak ada therapy.

Dengan bus ke kota Luzern yang begitu indah, bagi kami yang sedang ada di rehab. Jadi ingat saat duduk di bangku SMP dan piknik bersama teman-teman sekolah. Hanya kami yang mau saja (tidak ada paksaan), bagi mereka yang sudah mempunyai rencana yang lain, ya silahkan saja.

Pegunungan Alpen yang sangat indah, Dj. ambil dari dalam bus.

Satu istana kecil di pinggiran kota Luzern.

Danau di kota Luzern.

Sebagian teman-teman Dj. yang selalu bersama Dj. di kota Luzern. Di kota Luzern ini Dj. lihat dua pasang anak muda yang sedang ambil phooto….Dj. dengar pembicaraan mereka jadi tertawa sendiri….. Sini…sini… disini ada pemandangan yang bagus….Jepreeeet…!!! jalan lagi… sini-sini… tolong ambil itu jembatan kayu…. jepreeeeet…!!! Hahahahahahaha….!!!

Sama dengan Dj. karena agak jauh, maka Dj. tidak bisa teriak dan hanya melambaikan tangan, maka teman-teman Dj. ikutan melambaikan tangan.

Saat ke Rheinfall (satu-satunya air terjun di bengawan Rhein), walau hanya kecil saja, tapi sangat terkenal dan banyak sekali pengunjungnya dan airnya sangat jernih.

Sayang kota Schaffhausen yang dekat dengan Rheinfall sedikit kurang menarik, karena sekedar kota tua. Tapi….. jangan ditanya soal harga barang di Swiss yang sangat mahal. Pendapatan penduduk Swiss 2-3 X daripada kami yang di Jerman, entah kalau dibanding Belanda, mungkin sama. Harga 1 bola es grim yang di Jerman hanya € 1,- , tapi di Swiss, € 2 – 4,- (–+ Rp 40.000,-). Dan ini salah satu bangunan tua yang cukup menarik untuk Dj., karena dindingnya dilukis.

Photo-photo di bawah ini, saat kami piknik dengan bus kekota Bern yang lumayan indah, walau kota tua juga. Pegunungan Alpen, juga Dj. ambil dari dalam bus yang berjalan.

Anda bisa lihat sungai yang airnya berwarna biru dan sangat bening (jernih).

Karena hari Minggu, maka hampir semua toko tutup, kecuali toko souvernir dan cafe saja yang buka. Saat mau makan di cafe, tapi lihat harganya ngeri juga, karena 1 pizza ukuran sedang seharga 22 Franken (-+ € 19,-). Kalau dirupiahkan kira-kira sekitar (-+ Rp 200.000,-). Dan 1 gelas bier € 5,- kaffee € 4,80 (HEBAT…..!!!!)

Di sini Dj. lihat, di salah satu jalanan kaki, batu-batunya diukir dengan nama-nama, entah nama siapa. Tapi yang jelas, nama Dj. 813 ada di paling bawah kiri… Hahahahahaha….!!!! (Jokes….!!!)

Pemandangan kota Bad-Säckingen di pagi hari tgl. 1 Mai dari jendela kamar Dj.

Dimana kami tidak ada kegiatan therapy, maka Dj. kumpulkan teman-teman jam 10 pagi di kolam renang dan hanya bikin acara sendiri. Karena Dj. pikir, daripada mereka hanya membuang waktu seharian dengan sia-sia. Dan anehnya mereka menurut, walau ada beberapa yang kebetulan kena sakit perut, jadi tidak bisa ikutan ke kolam renang.

Banyak yang manja, mungkin seperti Mei (kalau ketemu), pada minta digendong. Untung di dalam air, jadi Dj. masih kuat…. hahahahahahaha…..!!!!

Tapi, mereka juga rame-rame angkat Dj…..

Kami sangat gembira, bisa bergurau seperti kanak-kanak lagi, sedikit menghilangkan rasa sakit. Seperti ada tertulis, “hati yang gembira, adalah obat“ tapi “semangat yang patah, keringkan tulang“. Pada minggu pertama, kami kadang dikagetkan dengan suara Helikopter yang mendarat sekitar 300 meter dari kamar Dj. Apalagi kalau mendaratnya tengah malam. Tapi kalau mendaratnya rore hari, maka Dj. malah bisa ambil photo.

Dari landing, angkut patient dari klinik sebelah, yang harus dipindah ke lain klinik, hanya beberapa menit saja. Benar-benar sangat cepat, tanpa mengulur waktu, semua siap dan cepat. Tau-tau mereka sudah mengudara lagi. DRF (Deutsche Retung Flug)

Satu hari sebelum hari terakhir, maka kami bersama-sama therapy….

Bersama-sama minum Champagne di taman, walau dengan gelas plastik…. hahahahaha….!!!

Saat Dj. mendapat kenang-kenangan dari mereka yang diwakili oleh seorang teman.

Membacakan sajak untuk kami yang memulai kelompok ini dan besok akan pisah….

Ada yang menangis karena terharu dengan isi sajak perpisahan yang dibacakan salah satu teman yang membuatnya.

Saat berpisah pun tiba dan kami harus meninggalkan mereka yang masih harus mengikuti therapy selanjutnya. Walau hanya 3 minggu lebih sehari, tapi rasanya kami telah lama saling mengenal. Sehingga ada yang tidak mau kumpul saat perpisahan, lebih memilih langsung berangkat pulang. Tapi ada yang mengantarkan kami sampai di bus yang mengantar kami ke station K.A.

Tschüß….!!!! Bye…bye!!! Bad-Säckingen….!!! Dj. benar-benar merasa kehilangan, kami berjanji, satu hari, kami akan bikin acara KopDar di salah satu kota. Walau mereka minta untuk bertemu di Mainz, tapi Dj. sarankan agar untuk yang lainnnya tidak terlalu jauh.

Dj. masih sangat beruntung, karena di Kereta masih ada yang menemani, yaitu Alfio (Italy) yang lebih muda 2 tahun dari Dewo (anak Dj) dan selalu memanggil Dj. dengan kata “papa”, juga Achmed dari Sudan. Walau mereka hanya sampai kota Mannheim saja dan Dj. harus ganti K.A dan melanjutkan perjalanan sekitar 100 Km. lagi ke Mainz. Karena kami selalu kocak dan saling bikin jokes saat di klinik, maka kebiasaan ini masih terjadi di K.A.

Dj. sampai malu, karena saat ada pemeriksaan karcis, Dj. berkata kepada si pemeriksa, ini orang harus kena denda, karena dia adalah penumpang “gelap “ (maksud Dj. si Achmed berkulit gelap) dan bukan penumpang tanpa ticket. Si Kondektor malah tertawa dan menolong kami untuk ambil photo. Dan di photo ini baru Dj. sadar dan lihat kalau di belakang kami ada penumpang yang kulitnya lebih gelap dari si Achmed. Untung si orang tersebut tidak marah, walau kelihatan sedikit berwajah muram.

Puji TUHAN….!!! Akhirnya Dj. pun sampai di Mainz dan dijemput oleh Dewo dan Daniel di Station K.A. di Mainz. Dj. benar-benar sangat bersyukur, karena Susi juga ada di rumah, karena istirahat untuk makan siang. Jadi untuk makan siang, sudah ada hidangan di meja makan, yaitu pesanan Dj. mangut ikan makerele asap, jelas dengan pete. Maklum selama di klinik hanya 1X ketemu nasi dan 3 X ke Chinese Restaurant, jadi siang makan dengan lahap….

Hari ini (Tgl. 10 Mei) Susi UlTah dan kami merayakan dengan sangat sederhana saja, karena itu permintaannya.

Kami sarapan bersama, makan siang pizza dan Dj. pernah memamerkan pizza yang menjadi kesukaan kami. Maka sore kami ke Cafe dan sekedar minum kopi dan Ice cafe bersama anak-anak dan cucu David.

Pulang ke rumah, karena Daniel bikin kueh untuk mamanya, jadi sudah cukup kekenyangan. Makan malam di Resto Yunani, kami tunda untuk malam minggu.

Okay, banyak sudah yang Dj. pamerkan. Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa yang selalu bersabar untuk menayangkan oret-oretan Dj. yang apa adanya.

Terimakasih juga kepada anda semuanya, yang selalu bersabar membaca dan meninggalkan komentar di oret-oretan Dj. Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, senantiasa menaungi anda dan keluarga anda semuanya.

 

Salam manis dari Mainz yang baru saja hujan berkat sangat deras sekali.

Dj. 813

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

51 Comments to "Reha (4 – selesai)"

  1. Dj.  25 May, 2012 at 13:47

    Hallo Yu Lani…
    Selamat Pagi dari Mainz…
    Okay Yu…
    Sebentar lagi Dj. masih harus ke Rumah Sakit, untuk test alergy.
    Jadi nanti kalau semua urusan beres dan sedikit santai, maka Dj. akan tulis ya yu….
    Selamat berhari Jumat, ke Mesjid kan yu…???? ( Jumat an ).
    Salam manis dari Mainz yu

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *