Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Ini Cobaan

Wednesday, 23 May 2012

Viewed 2657 times, 4 times today | 108 Comments |

Silvia Utama – Bumi

 

Saya suka gemes sekali kalau sedang membaca berita mengenai pejabat di Indonesia yang tertangkap basah selingkuh/korupsi/skandal seks dan mereka bilang ke wartawan,”Ini cobaan” atau “Ini ujian dari Yang Diatas.”

Saya ingin sekali sentil kepala mereka dan bilang,”Oi, kamu ini umur sudah banyak, ngerti dong ya kalau itu konsekuensi dari perbuatan kamu.”

Pada saat mereka berbuat ini saya selalu teringat anak kecil yang jatuh terantuk meja dan kemudian menyalahkan meja kenapa meja tersebut berada di sana ketika dia sedang lari-lari…….

Godaan….. jerat, perangkap pasti akan datang dalam kehidupan manusia. Mengapa kita harus berhadapan dengan godaan? Godaan akan memunculkan sikap hati kita yang sebenarnya….apakah hal yang baik atau yang buruk yang akan keluar. Menghadapi godaan dapat meningkatkan keyakinan kita dalam kemampuan kita untuk mengenali dan melawan kebohongan musuh.

Dari pengalaman saya hidup selama ini, godaan datang dalam berbagai bentuk dan saya mempelajari bahwa godaan bagi setiap orang itu akan datang pada saat yang tidak terduga dan menyerang manusia pada titik-titik kelemahannya.

Godaan bisa bersifat seksual

Pengalaman pribadi:

Seperti yang pernah saya ceritakan di komen artikel teman-teman yang lalu dan di artikel saya  di rumah saudara tua  ketika saya beranjak remaja saya suka sama satu cowo tapi cowo ini tidak suka sama saya. Juga ketika saya tinggal di Jawa Barat itu saya merasa merana sekali dicuekin sama cowo-cowo ketika saya main bersama-sama dengan teman-teman dekat saya yang merupakan cewe-cewe yang popular di kota tempat saya sekolah saat itu.

Saya pernah pacaran bukan karena saya beneran jatuh cinta sama cowo dari lain kota tetapi lebih karena cowo itu cukup popular dan banyak cewe bilang dia ganteng.Tapi puji syukur biar belum menyerahkan diri kepada Tuhan, saya berani tidak paksakan diri untuk terus pacaran dengan seseorang yang sangat berbeda minat, visi dan misi kehidupannya dengan saya.

Setelah menyerahkan diri kepada Tuhan dan ketika itu saya baru saja menikah, saya  dapat customized temptation yang pertama.

Dari kisah saya di atas, teman-teman bisa melihat saya ini dulunya  orang yang pernah mengalami rasa tertolak dan minder yang tidak ketara. Nah godaan yang datang untuk saya ini bentuknya seperti apa? Tidak ada hujan dan tidak ada angin, tiba-tiba cowo yang 100% dari fisik dan lain-lainnya memenuhi semua yang saya suka dari seorang cowo datang menunjukkan rasa suka.

Saya sempat curhat sama papa saya tentang perhatian cowo ini dan betapa cowo ini cukup berani dalam mengekspresikan perasaannya. Papa saya memberikan nasehat yang bijak agar saya menjaga jarak dan tidak terhanyut dengan perhatiannya lalu melakukan sesuatu yang nantinya bisa melukai hati suami serta berbuat salah di hadapan Tuhan.

Sejak saat itu kalau ada cowo yang saya tahu ini tipe cowo yang ketika saya masih single adalah tipe yang saya suka, saya langsung dirikan tembok Cina di sekililing saya*smile. Saya tidak berani beramah-tamah, bicara akan seperlunya dan tidak akan membiarkan diri saya berdua-duaan dengan tipe cowo ini.

“Jadi, berhati-hatilah. Kalau Saudara mengira, “Mustahil saya akan berbuat demikian”, hendaklah Saudara waspada karena Saudara juga mungkin jatuh ke dalam dosa.”

Setiap orang punya saat lemah, lebih baik selalu berjaga-jaga.

Jangan sudah tahu ada suami/istri yang menunggu di rumah dan ini ada cewe bening dan seksi /cowo keren dan berbobot yang rajin sekali kasih senyum terbaiknya kepada kita dan mengajak kita makan bersama/ngopi sama-sama, terus karena kesepian/karena tersanjung dan sejuta karena lainnya, bukannya lari menjauh…..malah dilayanin. Kalau akhirnya jadi bobo-bobo bareng terus ketahuan,  jangan bilang “Ini cobaan ” atau “Ini ujian”. Bloon plus dodol sekali itu namanya*smile

Buat mereka yang kecanduan dengan pornography, ya jangan iseng-iseng titip majalah FHM, Playboy dan kawan-kawannya, sengaja cari-cari film porno atau berselancar di internet cari-cari situs porno.

Daripada membiarkan pikiran menghanyutkan kepada image yang tidak sesuai dengan Firman, lebih baik isilah pikiran dengan hal-hal bernilai, yang patut dipuji, yaitu hal-hal yang benar, yang terhormat, yang adil, murni, manis, dan baik.

Jangan bilang, “Ah ini kan cuma iseng dipikiran saja.”

Coba renungkan kata-kata bijak ini dengan jujur terhadap diri sendiri…….

Watch your thoughts, they become words.
Watch your words, they become actions.
Watch your actions, they become habits.
Watch your habits, they become your character.
Watch your character, it becomes your destiny.

Godaan juga bisa berupa hal-hal yang sepertinya sepele, tapi sebetulnya merugikan diri sendiri dan bisa saja bukan diri sendiri yang dirugikan tapi orang sekitar. Misalnya …..

 

Godaan  berupa rasa iri hati

Saya pernah cerita dimana ketika suatu masa dalam kehidupan saya, saya pernah mengeluh sama Tuhan kenapa koq hidup saya mengalami banyak sekali riak-riak kehidupan. Saya melihat orang-orang yang hidupnya tidak sungguh-sungguh mencari Tuhan hidup mereka sepertinya lancar-lancar saja. Nah suatu hari ketika saya sedang membaca kitab suci saya, saya tertohok batinnya ketika membaca ini, “

“Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.”

Setiap orang memiliki panggilan masing-masing. Setialah dengan panggilan dan talenta dan segala apa yang sudah dititipkanNya kepada kita.

Memang godaan iri hati ini seringkali halus sekali datangnya. Mungkin Anda yang sudah bertahun-tahun berjuang untuk membeli rumah, tapi masih belum juga terlaksana. Eh, tiba-tiba teman Anda yang baru saja mulai bekerja/berusaha, memberikan kabar bahwa dia baru saja membeli rumah yang memiliki ciri-ciri persis seperti yang Anda inginkan selama ini. Perasaan iri itu akan melintas tanpa diundang. Respon selanjutnya dari Anda akan menunjukkan isi hati Anda yang sebenarnya. Kalau ingin lepas dari rasa ini, harus siap memberkati teman Anda ini. Turutlah bergembira dengan orang-orang yang bergembira, dan belajar berempati terhadap teman yang mengalami kesusahan.

Kalau dia bisa membeli rumah tersebut, jika Anda berusaha segenap hati dan motivasi Anda untuk memiliki rumah itu memang benar, tidak ada yang mustahil bahwa suatu hari Anda akan dapat memiliki rumah tersebut.

 

Godaan bisa berupa makanan

Nah buat saya sih, saya juga mengerti sekali jenis cemilan apa yang bisa membuat saya tergoda untuk makan secara berlebihan. Sedangkan saya bukan orang yang memiliki metabolism tinggi. Jadi ya supaya jangan tergoda, jangan simpan banyak-banyak cemilan tersebut. Kalau satu atau dua buah sih tidak apa-apa.

Juga kalau masuk rumah makan yang saya tahu saya akan tergoda sekali, ya harus jaga jangan makan nasinya atau siap-siap agar porsi makan saya yang berikutnya harus dipangkas.

 

Godaan untuk sombong/pamer

Orang yang tadinya berasal dari ekonomi kurang mampu kemudian mendapatkan kelimpahan secara ekonomi akan ada godaan untuk pamer. Apalagi sekarang ada Facebook. Bisa saja pura-pura duduk, tapi di sisi tempat duduk ditaruh tasnya yang bernilai ratusan juta Rupiah. Atau bisa saja tergoda pasang foto di belakang kemudi  dengan judul foto “Macet nih” dan tidak lupa lambang dari mobil yang harganya milyaran Rupiah juga terfoto dengan jelas *smile

 

Godaan untuk berjanji tanpa serius untuk memegang janji tersebut

Mulai dari yang sepertinya enteng saja, “Nanti malam gue telpon lu.” Tapi tiap kali tidak pernah sungguh-sungguh mau menelpon.

Atau ,”Eh, nanti gue bawain lu oleh-oleh” setiap kali  mau bepergian. Sekali dua kali mungkin lupa, eh ini tiap kali lupa terus.

Atau lebih dari 50% setiap janjian ketemu seseorang, pas sudah waktunya datang selalu mulur lebih dari satu jam bukan karena macet tapi karena Anda menganggap sepele waktu janjian tersebut atau malah Anda membatalkan mendadak tanpa memikirkan orang lain yang terlibat didalamnya yang sudah meluangkan waktu (waktu ini sangat mahal sekali tidak bisa diulang kembali) dan biaya tentunya untuk bisa datang ke tempat tujuan (atau jika wanita yang diajak ketemuan, dia sudah cape-cape dandan itu juga kan perlu biaya. Beli bedak, lipstik itu  mahal loh*smile)

Kalau seperti ini keadaannya, ini sudah suatu area kelemahan dan harus dihadapi dan diubah. Karena bagaimana orang akan percaya akan ucapan Anda yang lainnya, kalau janji seperti ini saja meleset terus.

Godaan-godaan yang lain tentunya masih banyak bentuknya, tapi pada dasarnya untuk bertahan terhadap godaan berarti harus mau melewati rintangan tanpa menyerah. Ini juga berarti kita mau bayar harga  melalui masa tersebut tanpa membiarkan godaan  mengubah sikap atau komitmen awal kita.

Intinya:

  1. Memang tidak mudah dan bahkan mungkin menyakitkan untuk mengakui bahwa kita memiliki kelemahan atas suatu area. Misalnya kecenderungan untuk menjadi cemburu, serakah atau sombong,dll.  Tetapi jika kita mau menghadapi kenyataan tersebut, kita bisa melakukan hal-hal yang harus kita lakukan untuk  mengatasinya.
  2. Setelah mengenali dimana area kelemahan, kenali juga kekuatan Anda. Cari tahu juga biasanya kapan Anda merasa lemah dan gampang tergoda. Minta bantuan ahlinya untuk mengatasi kelemahan ini jika memang sudah serius dan minta bantuan Tuhan setiap pagi sebelum Anda memulai hari Anda untuk bisa berubah. Mungkin bagi yang punya kecenderungan belanja berlebihan dan biasa sangat tergoda untuk melakukan hal tersebut kalau sedang banyak himpitan dalam hidup, ya  jangan pergi ke mall dan jangan mengunjungi situs-situs belanja di internet.
  3. Sadarilah kalau seseorang terus menerus membiarkan keinginan daging dia mengendalikan hidupnya untuk hal-hal yang sepertinya sepele, area ini lama-lama akan menjadi besar dan akhirnya hidupnya akan dikuasai oleh keinginan daging. Keinginan daging tidak akan membuat hidup dipenuhi dengan damai dan suka cita yang sejati.
  4. Kalau kita mengerti apa nilai-nilai kehidupan kita dan prioritas utama hidup kita akan lebih mudah bagi kita untuk tidak menyerah dalam mengambil keputusan untuk berubah.

Kalau ada teman-teman yang mau menambahkan bagaimana menang melawan godaan, silahkan menambahkan ya. Saya senang bisa belajar dari pengalaman teman-teman juga. Terima kasih.

 

Share This Post

Posted by Wednesday, 23 May 2012 on 09:53.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

108 Responses to “Ini Cobaan”

Pages: « 11 10 9 8 7 6 [5] 4 3 2 1 »

  1. 50
    Silvia Says:

    Dewi, ngerti Dew. Lah Dewi kan orgnya doyan bercanda bgt…..

    Komen no 49……kalau terdakwanya cewe…..bisa nangis kejer tuh dibikin plontos…….Dew, dilihat dr foto2 nya…..beratnya dari jaman kapan2 sampai sekarang tetep segini koq……Enak banget. Berkat poco2 ?

  2. 49
    Dewi Aichi Says:

    Aku juga ikut sebel tuh Silvia…..apalagi terdakwa ini atau calon terdakwa….gampang banget sakit…huhhhhhhh…rasanya pengen nyabutin rambutnya sedikit demi sedikit sampai abis….

    Cobaanku saat ini cukup berat Silvia….inilah cobaan yang membuatku rada kurus.

  3. 48
    Dewi Aichi Says:

    Hi hi….Silvia….tadi masih sempit waktu..jadi pengen godain aja he he he …

  4. 47
    Silvia Says:

    Selamat pagi Mas Sumonggo. Hihihi…..bener tuh. Sebel bin keki kalau baca mereka mengeluarkan kalimat pemungkas mereka yg spt itu. Dodolnya pula kalau sudah masuk penjara, PASTI deh langsung ada sakit yg kumat dan mereka dilarikan ke rumah sakit. Dasar koruptor.

    Terus Mas, dibilang korupsi sudah bagian dari budaya bangsa Indonesia. Kalau gitu kesimpulannya…… koruptor disamakan dengan budayawan/budayawati Indonesia? Ih ga rela banget-banget deh……..

  5. 46
    Silvia Says:

    Dewi, waduuuuh lupa sarapan kedua ya Dew, jadi kalau cepat dengan Mas Iwan?

  6. 45
    Silvia Says:

    Mas Iwan, orang yg bener hatinya, kudunya sih mikir sama seperti Mas Iwan. Terima kasih loh sudah jadi teman yg baik.

  7. 44
    Silvia Says:

    Lani, komen no 35 setuju banget. Aku di suruh melototin aneka cake, aneka hidangan bebek/b2/ kambing /domba/, ya ga ngaruh……lah memang ga doyan. Tapi kalau dibawa ke rumah makan yang sediain,tempe bacem/tempe goreng, nasi uduk/tuning/liwet, aneka hidangan dari oncom, aneka sambal terasi, lalap, aneka pepes…..langsung sebelum makan, pakai kacamata kuda dulu. Hahaha. Kalau ga, repot nanti judulnya Silvia Kalap. Hihihi

  8. 43
    Silvia Says:

    Lani dan Hennie: kalau kedua-dua single dan salah satu mengagumi, satu lagi senang dikagumi sm org tsb…..ya bags dong. Seperti dulu yang terjadi sama Lani dan partner, Hennie dan suami, saya dan si Akang…….ini mah namanya asyiiiiik. Hihihi

  9. 42
    Sumonggo Says:

    Bu Silvia, sebenarnya kalimat “cobaan” jawaban dari para tersangka tersebut masih belum lengkap. Jadi betul jika mereka menyatakan “ini cobaan”, artinya ialah ulah para tersangka korupsi tersebut adalah cobaan bagi segenap rakyat Indonesia. Nuwun.

  10. 41
    Dewi Aichi Says:

    Saya mau komen seperti pak Iwan Kamah…tapi udah di duluin pak Iwan ha ha ha

Pages: « 11 10 9 8 7 6 [5] 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)