Wednesday, 23 May 2012
Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
RUMAH tinggal Presiden Soekarno di Gambir (Istana Merdeka). Penggantinya, Presiden Soeharto rumahnya di Menteng atau di selatan Gambir. Pengganti Soeharto, yaitu Bachruddin Jusuf Habibie tinggalnya di Kuningan, selatan Menteng. Begitupun Abdurrahman Wahid, pengganti Habibie, yang rumahnya di selatan Kuningan, yaitu di Ciganjur. Lalu Megawati Soekarnoputri di Kebagusan. Masih di sekitar rumah Wahid. Susilo Bambang Yudhoyono rumahnya lebih selatan lagi, di Cikeas.
Selama sejarah negeri ini, rumah presiden RI selalu makin selatan kota Jakarta arahnya. Makin menjauhi Istana Merdeka. Memang ada calon pengganti presiden sekarang yang rumahnya lebih jauh dari Cikeas? (*)
May 24th, 2012 at 14:20
Yu, memang dekat danau Cibubur banyak kuntilanaknya. Ada yang sudah jadi mahluk darat dan sekarang di Amerika Latin. Ada yang kerja di bank. Macem-macem deh pokoke.
May 24th, 2012 at 14:18
Selama bobo dan selamat bangun my kampret Rio…
May 24th, 2012 at 14:18
Waduh, saya tidak ke arah sana lho… Berat.
May 24th, 2012 at 14:16
Mas Sumonggo, ada dua hal bila kita tinggal dekat rumah presiden. 1. Aman dan 2 . Tidak nyaman.
Dulu temen kuliahku tinggal dekat lapangan golf Rawamangun. Ya rumah jd tempat tongkrongan Paspamres tiap Senin, Rebo, Jumat, jadual golf Pak Harto.
Tapi biar gimana, harga properti bisa naik kalau tetanggaan sama presiden.
May 24th, 2012 at 14:07
Pak Iwan Satyanegara Kamah, madeg narendra itu tidak berhubungan dengan kesenangan duniawi, kecuali boleh punya prameswari dan beberapa selir.
May 24th, 2012 at 14:04
Hahaha… Mas Handoko, Iwan Satyanegara itu pacarnya Kanjeng Rara Kidul. Dia tak butuh kesenangan duniawi lagi. Udah lewat baginya setelah beguru ke Kiai Sejch Siti Djenar.
May 24th, 2012 at 09:14
Kok Presiden Iwan Satyanegara Kamah belum dituliskan? Bukankah dia adalah keturunan laskar Mataram yang dulu membuka tenda di tepi saluran yang sekarang disebut sebagai daerah Matraman?
May 24th, 2012 at 06:53
Pak Iwan, berkaitan dengan para presiden yang lebih sering tinggal di luar istana, saya membaca ada yang pernah tetangga satu kompleks dengan kediaman seorang presiden, ternyata lebih banyak tidak enaknya daripada enaknya. Bahkan ada yang pekarangannya menjadi “toilet” para penjaga yang sudah kebelet. Cuma kurang tahu apakah bila mau dijual nilainya bisa lebih tinggi atau tidak, mungkin iklannya seperti ini: “Dijual rumah di …… tetangganya presiden …..” Mungkin jadi tetangganya presiden bakal susah untuk jajan bakso, siomay, rujak di gerobak keliling, apa penjualnya diperbolehkan lewat kompleks ya? Nuwun.
May 24th, 2012 at 06:43
Baru jam 8 malam kok kon turu he he….oke nanti lanjut lagi….big hug sodara kenthirku tercinta
May 24th, 2012 at 06:05
DA : kuntilanaknya sapa yg msh perawan? apakah ingon2 ISK?? wakakakak………aku meh nggaru sik iki, mengko lanjut meneh…….durung turu to?