Jakarta 485 Tahun (4): Jakarta Punya Bang Ali

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

KOTA JAKARTA punya kebanggaan kepada seorang Ali Sadikin yang pernah memimpin ibukota negeri terbesar berpenduduk nomor lima se jagat. Keras, tegas, galak, dispilin dan kontroversial. Selama 11 tahun (1966-1977), Bang Ali menjadi gubernur termuda dan terlama dalam sejarah Jakarta.

Soekarno yang mendambakan Jakarta sebagai galeri seni dan angan-angannya yang megalomania, memilih anak muda berusia 39 tahun untuk mewujudkan impiannya tentang Jakarta yang indah, berseni dan bersih. Sayang, Soekarno tak sempat menyaksikan terlalu lama orang yang diharapkan itu.

Bila Jakarta di rancang cantik oleh Soekarno, maka Bang Ali yang membangun dan merapikan serta merawatnya. Ali Sadikin telah menetaskan telur yang dierami Soekarno tentang Jakarta yang besar, bersih dan berseni(*).

 

33 Comments to "Jakarta 485 Tahun (4): Jakarta Punya Bang Ali"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  31 May, 2012 at 22:09

    Betul Mas Bagong. Itu ucapannya yg terkenal. Ke ulama cuma dapat doa dan tak bisa dimakan. Hahaha…

  2. Bagong Julianto  26 May, 2012 at 19:27

    Bung Iwan>>>

    Ada ucapan Bang Ali, kurang lebihnya:
    “mBangun Jakarta butuh uang maka saya datang ke Pengusaha, kalau dari kaum alim ulama saya cuma dapat doa…….”

    Adakah pernyataan Gubernur sesudahnya yang bisa jadi penanda membangun Ibukota?

    Suwunnnn.

  3. Alvina VB  25 May, 2012 at 01:37

    Apakah ada cloningannya bang Ali utk Jakarta???

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.