Friday, 25 May 2012
Sasayu-Helsinki
Haloooo Baltyrans!! Ketemu lagi di artikelnya Sasayu. Kali ini Sasayu ingin berbagi pengalaman-pengalaman kecil memasuki bulan Mei.
Buat Sasayu yang tinggal di negeri kutub dengan musim dingin yang panjangnya ga ketulungan, bulan Mei membawa kesenangan tersendiri. Melihat rumput dan pohon yang mulai menghijau, bunga-bunga yang mulai bermekaran dan langit yang biru cerah memberikan rasa syukur dan harapan bahwa musim panas akan segera tiba. Selain itu tidak perlu ribet memakai baju berlapis-lapis dan bisa mulai gowes sepeda. Hal-hal kecil seperti ini yang terkadang terlupakan selama tinggal di tanah air (bosen soalnya, semua pohon hijau sepanjang tahun, terus mau nyari mati kalau naik sepeda di Jakarta).
Awal Mei ditandai dengan perayaan May Day. Finland memiliki cara tersendiri untuk merayakan May Day yang dinamakan Vappu. Perayaan dimulai dari tanggal 30 April dan dilanjutkan dengan piknik di pantai Kaivopuisto tanggal 1 Mei. Beberapa hari sebelum Vappu, lab tempat Sasayu mengerjakan projek mengadakan acara Vappu bersama dengan anak-anak staf dan guru. Koridor mulai dihiasi dengan berbagai macam balon gas yang sudah dibawa dari rumah. Yang kebagian tugas memompa balon adalah teman Sasayu. Cara yang cukup pintar untuk menghemat uang, karena kalau beli di supermarket, satu balonnya saja sudah €3-4. Dengan menggunakan gas helium di lab, tinggal beli balon kempesnya saja.
Sasayu sendiri ikut membantu membuat donat yang merupakan makanan khas Vappu. Puluhan donut diuleni, dibentuk, digoreng dan ditaburi gula pasir. Karena hand-made, tentunya berbeda-beda bentuknya dan awal-awal menggoreng ada yang gosong. Kegiatan hari itu juga diwarnai dengan eksperimen-eksperimen untuk anak-anak, seperti merubah warna koin 5 sen dari merah tembaga menjadi keemasan dan keperakan karena bereaksi dengan Zinc; membuat gel dari campuran polyvinyl alcohol dan sodium tetraborate (Borax) atau mencampur mentos dengan minuman bersoda. Jadi teringat video-video di Youtube dari Steve Spangler yang selalu membuat sains menjadi hal yang sangat menyenangkan. Setelah bersenang-senang di lab, semua orang dikumpulkan untuk menyantap donat, ditemani dengan sparkling wine dan Sima. Sima ini adalah minuman yang terbuat dari citrus juices yang dicampur dengan ragi kering dan difermentasikan kurang lebih 2 minggu. Rasanya manis-manis asem dan karena kadar alkohol yang rendah, minuman ini boleh dikonsumsi untuk anak-anak.
Di Helsinki, malam Vappu ditandai dengan pemasangan topi di kepala patung telanjang Havis Amanda di dekat pelabuhan. Pemasangan topi ini dilakukan beramai-ramai oleh mahasiswa/i yang semuanya memakai overall. Pemakaian overall juga sudah menjadi tradisi setiap Vappu, overall dapat dibeli dari fakultas masing-masing dengan warna yang berbeda-beda. Sasayu baru tahun ini membeli overall, karena Sasayu pikir akan menjadi kenang-kenangan setelah lulus nanti. Overall ini hampir sama dengan baju pramuka; bisa ditempeli berbagai macam badge, semakin banyak badgenya berarti semakin banyak aktifitas organisasi/party yang diikuti. Waktu piknik keesokan harinya, Sasayu melihat satu mahasiswa yang memang memecahkan rekor dalam mengumpulkan badge. Karena begitu banyaknya, sampai-sampai overallnya sudah tidak cukup dan ditambahi dengan cape (bahasa indonesianya apa ya mantel? Jubah?, itu lho capenya Superman atau Batman yang kiwir-kiwir, yang pasti bukan bikini kiwir-kiwirnya Subo Lani).
Yang terasa sangat kontras, jarang-jarang di Helsinki bisa melihat orang tumpah ruah di tengah kota. Ramenya Helsinki hanya karena dua hal, pertama adalah Vappu dan yang kedua kalau menang Hockey World Championship, sisanya ya tenang dan sepi. Dannnnnn dalam sekejap, orang-orang Finland yang kaku menjadi mudah tersenyum dan terlihat relax (mostly due to alcohol influence). Pantas saja menurut teman Sasayu, Vappu adalah event yang paling afdol untuk mencari pasangan, karena cowo-cowo Finland yang kalem-kalem langsung jadi berani ngomong setelah minum alkohol.
Terus ya ndilalah, Casa del Mbok Sudrun juga kedatangan tujuh pendatang baru tepat di May Day. Si Mbok dengan girap-girap berusaha menelpon Sasayu, ya tapi di Helsinki kan masih pagi-pagi buta jadinya masih molor. Soooo, anjingnya Sasayu yang bernama Sabrina (keren kan namanya:P) baru saja melahirkan tujuh anak anjing yang lucu-lucu. Masalahnya, hamilnya saja tidak direncanakan, la namanya anjing kampung yang sering keluyuran, jadi kawin di sembarang tempat deh.
Ketika si Brina sudah hamil besar, si Mbok berinisiatif untuk membawa ke dokter hewan, dengan tujuan untuk mengetahui kapan akan melahirkan. Menurut Bu dokter diperkirakan dalam 4-5 hari ke depan. Hal ini dikonfirmasi oleh si Dedek yang sempat-sempatnya mengambil foto si Brina sedang kawin 2-3 bulan sebelumnya (ini jelas-jelas termasuk tindak pornografi). Ternyata oh ternyata, si Brina melahirkan keesokan harinya.
Proses persalinannya saja sudah heboh kuadrat, karena sebelumnya belum pernah membantu persalinan anjing. Puppy pertama keluar, Brinanya malah panik, terus puppynya ditinggal dengan keadaan masih terbungkus plasenta dan tidak bergerak. Si Mbok setelah melihat si puppy pertama malah bingung dikira sudah mati. Karena optimis bakalan hidup, si Mbok memberikan tabung oksigen punya Emak plus didoain sama Tanteku, eh tak lama kemudian puppynya mulai nguik-nguik. At the end, si Mbok ngomel-ngomel sama Sasayu, katanya lebih gampang melahirkan Sasayu dibanding ngurusin si Brina. Jadilah sekarang kita punya Come (dari Welcome, karena lahir pertama), Hat-hat (karena sehat dan gendut banget), Tiko dan Taku (si kembar), Cowey (karena belang seperti sapi), May Day, dan Comu (coklat muda). Kalau ada anggota Baltyra yang berminat mengadopsi puppies, monggo lho yaa, dikasih gratis sama si Mbok, cuma yang belang ga bakalan di kasih (dilarang sama Sasayu tepatnya).
Salam hangat,
23-5-2012
May 31st, 2012 at 18:52
kayaknya seribu jempol, deh, buat Juragan Pondol