Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Tradisi dan Tata Cara Kematian Tionghoa (1)

Friday, 25 May 2012

Viewed 5121 times, 7 times today | 105 Comments |

Josh Chen – Global Citizen

 

Artikel ini ditulis karena terinspirasi artikel pak Anwari yang berjudul Sakit dan Mati, dan terpicu oleh diskusi dengan bu Nunuk di artikel Batik Modern serta artikel Pemakaman dan Makam di Belanda dan juga diskusi dengan Itsmi di komentar artikel pak Anwari.

Budaya Tionghoa dikenal dengan segala kerumitan adat istiadat dan tata caranya, mulai dari kehamilan, kelahiran sampai lengkapnya siklus manusia yaitu kematian.

Catatan khusus:

Tulisan ini tidak untuk memertentangkan agama, keyakinan dan kepercayaan para pembaca, tapi murni untuk sharing apa yang saya ketahui.

Tidak semua kaum Tionghoa menjalankan adat istiadat dalam tulisan ini. Adat istiadat tidak ada hubungannya dengan agama tertentu, walaupun memang bagi sebagian orang yang sudah memeluk agama tertentu, adat istiadat seperti ini ada yang tidak menjalankannya, namun masih ada juga yang menjalankannya.

Tulisan ini tidak bermaksud mengedepankan takhayul (superstitious) ataupun berhala, sekali lagi murni adalah adat istiadat dan tata cara yang dikenal dalam budaya Tionghoa.

 

 

Share This Post

Posted by Friday, 25 May 2012 on 09:53.

Categories: Budaya. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

105 Responses to “Tradisi dan Tata Cara Kematian Tionghoa (1)”

Pages: [11] 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 »

  1. 105
    J C Says:

    Mega Vristian: lebih banyak kemiripannya atau banyak bedanya? Tiap negara memiliki keunikan tersendiri…

  2. 104
    Mega Vristian Says:

    Mas JC, saya membaca ulang tulisannya. Sambil membandingkan yang saya lihat di Hong kong. Nenek saya di Hong Kong, baru meninggal 2 minggu yang lalu. Saya mau membaca lanjutannya tulisan ini dulu ya.

  3. 103
    J C Says:

    Yuli Duryat: terima kasih juga sudah mampir di sini…

  4. 102
    Yuli Duryat Says:

    Wah terima kasih informasinya Mas JC jadi tahu begini toh ya, soalnya saya di Hong Kong belum pernah melihat prosesi pemakaman/kremasi.

  5. 101
    J C Says:

    Ugie: benar sekali keluarga harus pakai baju putih…

    Angela: terima kasih sudah mampir di artikel lama ini dan berkomentar. Ada lanjutannya lagi lho, dan masih belum selesai, belum sempat nyambung lagi…

Pages: [11] 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)