Tuhan Tidak Adil Padaku

Sugiyartie Ugie

 

”Aku gak ngerti, kenapa ini terjadi padaku…   Ternyata dia gak mencintaiku, nih…buktinya, ” kata temanku  yang muda- belia, cantik -ayu   sambil menangis terisak-isak mengangsurkan undangan warna coklat emas padaku.

“Ternyata ia memilih orang lain ..huhuhu ..  Oh … kupikir ia akan jadi jodohku. ” Pecah lagi tangisnya dan memelukku, kurasakan airmatanya membasahi bajuku.

“Sabar..ya Dhea. Tuhan punya rencana yang lebih indah .” bisikku, agak bingung, karena  tak ada kata lain untuk mengajaknya tegar, tenang  dengan mengingat Tuhan.

” Jangan bawa-bawa nama Tuhan kenapa, mbak ?? Tuhan tidak adil padaku !!Aku cinta banget sama dia, tapi kenapa Tuhan membiarkan dia memilih gadis itu. Aku rajin   berdoa dan memohon padaNya supaya Arga adalah jodohku.” Katanya lagi sambil sesengukan. Gawat.

Waduuh ..

Jadi ingat beberapa tahun  yang lalu, saya  tersedu-sedu karena masalah yang sama seperti ini. Ketika cinta yang didamba patah tak berujud karena  seseorang yang  saya kira kekasih hati ;induk tulang rusuk saya   memilih orang lain untuk menjadi pasangan hidupnya dengan alasan beratnya  long distance, ditentang kerabat  dan bla..bla…
Hmm .. Waktu itu  saya rasakan juga  dunia berhenti  berputar dan Tuhan tak adil padaku. Dunia terasa kelam, gelap dan tak ada cahaya. Sepanjang minggu saya tak bisa tersenyum.

Harapan  atau  cita-cita adalah sesuatu  yang berharga bagi kita sehingga demi meraihnya kita akan rela berusaha, mengorbankan apapun itu ;dari waktu, tenaga, harta ..bahkan mungkin harga diri. Begitu besarnya hasrat merengkuh keinginan dan cita-cita  tentu sebanding dengan besarnya pengorbanan plus perjuangan yang  harus diberikan.

Terkadang kita  lupa selain berkorban, berusaha dan berjuang, ada modus operandi maksudnya campur tanganTuhan dalam takdir hidup kita. Skenario yang kadang tak terjangkau logika manusia. Itulah sebabnya tidak semua kemauan jadi kenyataan .Tidak semua doa langsung diwujudkan. Dan itu wujud keadilan Tuhan yang sebenar-benarnya.
( Setelah saya renung-renungkan )

KOK ???

Ya, coba bayangkan bila semua doa dan keinginan menjadi kenyataan .. bisa kacau kan .Seperti apa raut kehidupan ini jika semua doa yang dipinta, sontak dikabulkan oleh Tuhan ?

” Ya Tuhan, berilah aku uang yang buanyak .., sebab aku lagi butuh buat umroh, jalan-jalan ke  Singapura..”
” Ya Tuhan, jadikan  aku cantiik  .., juga pinter matematika, bahasa juga…. jangan lupa Tuhan .. beri aku rumah yang luas dengan kolam renang, mobil  made in Eropa dan pembantu yang banyaak biar aku bisa leha-leha.. “
” Tuhan .. tolongin aku supaya…………. bla-bla.. ” Wah .. wah ..

Hmmm…

Tak terbayang seperti apa  wajah dunia jika semua doa yang terucap di-ya-kan oleh Tuhan alias di acc. Semua orang akan tampan, cantik, pinter dan kaya. Juga tak ada rasa lagi sedih, memelas dan mati-matian berjuang yang akan membuat  hidup lebih berarti karena cukup bisa mendapatkan semua keinginan hanya dengan berdoa pada Tuhan, memojokkan Tuhan tanpa pilihan lain :   kecuali kudu memenuhinya.

Bagaimana kita bisa merasakan penat-indahnya bersekolah, mencari ilmu, bekerja keras, mengumpulkan receh eeh ..  sejuta- berjuta-juta, atau hangatnya airmata ketika kita berjuang dengan segala upaya agar cinta tetap bertumbuh utuh, pasangan tidak direbut  atau berpindah (?) ke orang lain dan  berupaya agar cinta tetap tergenggam,   jika cukup minta pada Tuhan dengan doa semua keinginan  akan ada di depan mata ???

Bagaimana kita bisa merasakan betapa kecil, tiada artinya, lemahnya manusia bila tak pernah sesengukan, tersedu-sedu  lantaran gagal dalam meraih cita-cita atau impian yang menjadi obsesi terdalam ?

Bagaimana kita dapat merasakan Agungnya, besarnya kuasa Tuhan jika kita selalu memvonis Tuhan untuk mewujudkan keinginan tanpa kecuali, tanpa henti..Dan  jika tak terpenuhi kita cap Tuhan tak adil, tak sayang pada kita ?

Terlalu sulit apabila kita mengalami hari-hari yang tidak bersinar  dan  masa-masa suram nan mendung untuk dapat menempatkan Tuhan sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa karena hati sedang terpuruk dan kecewa. Hati kita hanya didominasi emosi dan keegoisan yang meluap bahkam mungkin kemarahan.

Begitu proses berjalan, suasana hati mulai mencerah, hidup tetap menapak, kita akan dapat merasakan bahwa dunia begitu luaaas dan indah, yang di dalamnya bukan hanya luka-luka dan sakit serta kegagalan tetapi masih ada Emak – Bapak yang selalu berdoa untuk kita, adik- kakak yang sayang pada kita, anak-anak yang lembut memeluk kita, pak Bon yang ramah, atau Ibu Sri tetangga sebelah  yang suka mengirim puding ke rumah, atau teman dekat yang tetap rajin ngegombal -memuji-muji, atau buah  rambutan di kebun yang minta di petik  bahkan bunga-bunga tetap memamerkan kecantikannya yang elok !!

Ya .. semua itu adalah dunia nyata, kehidupan yang indah dengan berbagai  varian, dinamis dan penuh tantangan. Semua bergerak dalam keadilan Tuhan. Tuhan selalu punya skenario yang lebih tepat, lebih pas untuk kita .
Tunggulah .Sabarlah  kita akan tahu misteri mengapa itu harus terjadi pada jalan takdir yang ada. Dan kelak kita akan menyesal -geli mengapa kita mencaci  maki Tuhan, menangisi doa yang tak terkabulkan.

” Mbak nggak mengalaminya sih, jadi bisa bilang begitu …” sergah   Dhea di sela isaknya.

Ya, teman muda beliaku ini masih emosi. Tapi aku yakin beberapa minggu atau bulan  lagi, si cantik ini bisa pulih ceria kembali. Whaa.. kalau belum ?? Berarti dia berada dalam masalah serius terutama dengan hidupnya.

“Dah.. jangan mewek  terus, gak ada gunanya. Lha  cowokmu bersuka -cita  gitu. Rugi tahu.”
“Iyaa.. sihh.. ”  Jawab Dhea pelan .. ..Eee… doski  terisak lagi. Nangis lagi.
“Ya udah, menangislah jika itu akan mengurangi sedihmu. Gak pa pa. Pasti  melegakan seseknya dadamu ..”
” Iyaaaaa.. aku nangis ya mbaaakkkkk…. huahhh..huaahhh ..Huuuuhuuuu.. ” menggelegar tangis dengan deras airmatanya  di pelukanku. Akupun ikut merasakan kesedihan yang mendalam ..

Dhea …, cowok yang lain, yang lebih oke, lebih baik masih  banyak kok yang ngantri …
Sabar ya … !! Cup ..cup ..

Jakarta, Minggu 11 Desember 2011  
(Ketika cinta yang didamba seseorang patah)

 

35 Comments to "Tuhan Tidak Adil Padaku"

  1. Silvia  30 May, 2012 at 10:32

    Kembali kasih Ugie

  2. ugie  30 May, 2012 at 10:27

    @Mbak Alvina : Namaya lagi gelap hati mbak .. sapa aja disalahain .. hehehe , tp nanti saya yakin Dhea mengerti kenapa Tuhan gak mengijinkan hal itu terjadi . Ya.. Tuhan selalu tahu yang terbaik buat umatNya .. Terimakasih telah mampir dan komen .. salammm ..

  3. ugie  30 May, 2012 at 10:25

    @Cik Lani : Halahh .. pancen hiyo kog .. pokoke pancen dikau inspiratif .. super women .. ya..ya..

  4. ugie  30 May, 2012 at 10:24

    mbak Hennie : Hehe ..iya mbak .. krn masih muda suka emosi berlebihan , tp sekarang Dhea dah lebih bisa menerima .. perlu waktu memang . Makasih mbak Hennie telah mampir di sini .. salam manis dr ku ya..

  5. Alvina VB  29 May, 2012 at 21:41

    Suka bingung sendiri….org patah ati/ org yg disenengin jln sama org lain/kawin sama org lain, kok bawa2 Tuhan yg gak adil sich??? Ini sich bagian dari kehidupan manusia, pasti ada aja yg pernah ngalamin spt ini…makanya jangan jatuh cinta sama org yg salah…. hi..hi…. (positive notenya: Tuhan pasti tahu pasangan yg terbaik buat masing2 org; semuanya indah pada waktuNya…. dah kaya judul lagu tuch…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.